
"mau," saut laki-laki yang duduk di meja paling pojok dengan raut muka datar.
raut wajah mita berubah seketika saat mendengar sautan dari salah satu siswa yang duduk di pojok dengan wajah datar miliknya, pikiran mita berkelana menebak nebak apakah yang diucapkan oleh muridnya serius atau hanya sekadar candaan, ah mita tak bisa menerka apa arti dari wajah datar milik sang anak muridnya itu.
tak mau menerka hal yang belum pasti kebenarannya, mita mengedikan bahunya seolah itu hanya sekadar candaan anak baru puber. mengenyahkan pikiran negatif miliknya,lagipun ia tak mau ambil pusing dengan ucapan si bocah ingusan itu, fokusnya hanya mengajar bukan kesemsem dengan bocah tak jelas itu.
lagipula masih bocah udah mau jadi pebinor,apa ga takut sama suaminya yang sangar dan tampan milik mita.
lama terdiam mita akhirnya ingin membalas ucapan sang anak, namun terhenti saat bel istirahat berbunyi nyaring ke seisi lorong kelas, yang menandakan waktu belajar pertama sudah habis.
seluruh murid merapikan buku dan peralatan sekolah lainnya ke dalam loker mereka masing masing hendak keluar kelas untuk menikmati waktu istirahat mereka yang hanya 30 menit, mereka sadar tak bisa menyia-nyiakan kesempatan emas ini.
di dalam ruang kelas yang diisi oleh mita, murid masih setia menunggu instruksi dari dirinya agar diperbolehkan keluar kelas untuk menikmati waktu luang mereka.
mita mengurungkan niatnya tadi yang hendak membalas ucapan murid dengan muka datar tadi, ketika melihat raut wajah muridnya yang memelas ingin keluar kelas, Mita jadi tidak tega melihatnya.
"berhubung bel istirahat sudah berbunyi, kalian boleh istirahat, ibu permisi dulu," ucap mita, seluruh murid dalam kelas nampak gembira.
sebelum para murid keluar satu persatu menuju tempat mereka istirahat, Mita telah lebih dulu keluar menuju ruang guru.
waktu berlalu begitu cepat, jam pelajaran sudah lanjut dan mita sudah aktif mengajar di beberapa kelas, tak terasa bel pulang berbunyi menandakan waktu belajar sudah habis, mita yang sudah mengajar tiga kelas hari ini, dirinya merasa senang akhirnya ia memiliki pekerjaan.
seluruh murid sma, satu persatu mulai mengendarai kendaraan mereka keluar dari parkiran sekolah menuju gerbang sekolah untuk pulang ke kediaman masing-masing.
di lain sisi, Mita masih berada di dalam ruang guru berbincang dengan bu beti, bu tu itu ternyata ramah sekali menurut mita, karena dari jam pertama sampai terakhir tidak pernah berhenti berbicara, apa tidak kesemutan mulut bu beti, pikir Mita.
setelah berbincang sebentar dengan bu beti perihal gajinya dan juga memberi jadwal mengajar untuknya, Mita langsung pergi dari ruang guru menuju gerbang sekolah untuk pulang.
sebelum sampai di depan gerbang Mita sudah lebih dulu memesan taksi online untuk menjemput dirinya di depan gerbang sekolah tempat dia bekerja.
__ADS_1
sesampainya di gerbang Mita belum melihat keberadaan bapak taksi yang dipesan oleh dirinya tadi, mungkin menunggu sebentar tidak apa apa toh masih ada mas satpam, jadi ada teman.
beberapa menit menunggu akhirnya taksi yang dipesan nya tiba juga, tidak menunggu lama Mita langsung masuk ke dalam mobil taksi tersebut.
ditengah perjalanan Mita diganggu dengan pertanyaan oleh pak taksi, bagi semua orang berbicara dengan orang asing itu menyenangkan namun tidak bagi Mita yang intropert, dia malah senang jika tidak ditanya tanya, menurutnya berbincang bincang itu sangat tidak penting dan menguras tenaga.
"kerja ya neng?," tanya sang bapak basa basi.
"iya pak," jawab mita ramah, dia harus menjawab pertanyaan yang tidak bermutu itu, sudah tahu saya pakai baju formal sudah pasti kerja.
"kerja apa neng?," lanjut pak taksi, dengan tatapan masih ke depan tanpa menoleh ke arah mita.
duh sibapak banyak tanya, bikin sebel batin Mita kesal.
"guru pak," jawab mita, walaupun kesal mita harus tetap merespon agar dirinya tidak dibilang sombong.
"oh, guru," jawab puas sang bapak, Mita hanya manggut-manggut saja.
namun harapannya harus pupus, ternyata sibapak masih lanjut bertanya, yang menurut mita pertanyaan yang tidak bermutu.
sepanjang jalan mita harus ogah-ogahan menjawab semua pertanyaan dari bapak taksi, mita rasa setelah sampai rumah dia harus berendam di kolam renang milik dirinya untuk merilekskan dirinya.
lama perjalanan pulang membuat mita kesal, ia rasa pulang kali ini memakan waktu cukup panjang, ia harus merelakan telinga dan mulutnya hanya untuk mendengar dan menjawab pertanyaan pak taksi yang ekstrover itu.
dari kejauhan sudah nampak genteng rumah miliknya, betapa senang dirinya mendapati bahwa dirinya akan merasakan damainya tanpa pertanyaan mengganggu.
akhirnya sampai, terima kasih tuhan!! seru Mita dalam hati.
"sampai neng," ucap sang bapak, sambil melirik ke arah kursi Mita.
__ADS_1
"makasih pak," jawab mita, sambil menyodorkan uang seratus, kebetulan ia membawa uang cash, e-money nya udah habis, ingatkan dia untuk mengisi ulang saldo e-money miliknya.
mita berjalan menuju gerbang rumah miliknya dan membuka pintu gerbang itu, dia harus bergegas ke dapur untuk masak makan siang dirinya, suami dan anaknya.
setelah membuka pintu mita melempar tas miliknya ke arah sofa ruang tengah hendak ke dapur, sebelum memulai masak sarapan ia mencuci tangan terlebih dahulu di wastafel di pojok dapur.
seusai mencuci tangan, Mita langsung menyiapkan peralatan memasak, seperti wajan,pisau serta talenan.
menu makan siang kali ini dia akan membuat pindang pegagan kesukaan suaminya, tak heran karena darah Palembang melekat kuat di darah suaminya itu.
sebelum memulai masak mita terlebih dahulu meriksa persediaan di dalam lemari pendingin miliknya, dia merasa, bahan utama membuat pindang pegagan berupa ikan patin tidak ada di dalam lemari pendingin.
tidak mau berspekulasi, mita memeriksa terlebih dahulu, dan benar saja ikan patin tidak tersedia di lemari pendingin itu, mau tak mau ia harus ke market untuk membeli persediaan ikan patin.
mita menuju kamar milik mereka mengambil beberapa uang cash, bergegas langsung memesan gojek.
menunggu sebentar gojek yang dipesan oleh dirinya tadi sudah sampai, langsung menaiki kuda besi milik mang gojek, mita menelusuri jalanan menuju market di ujung kompleks perumahan yang di tempati nya, walaupun dekat ia tidak mau memperlambat waktu dia memasak.
sesampainya di depan market, mita langsung memberi 2 lembar uang 2 puluhan kepada mamang gojek.
setelah selesai dengan urusan pembayaran gojek, mita langsung masuk ke market menuju stan seafood, untuk membeli kebutuhan yang dia ingin masak.
akhirnya sampai juga ke tempat ikan patin.. riang batin Mita.
20 menit lamanya waktu dia memilih, Mita akhirnya selesai dan membawa tiga ikan patin menuju kasir untuk membayar beberapa ikan yang dibelinya.
setelah membayar Mita langsung menuju keluar,
diperjalanan keluar mita samar-samar melihat siluet milik suaminya, tidak, itu memang suaminya kenapa dia disini, dimana desi.
__ADS_1
ketika mita hendak mendekat tiba tiba seorang wanita muncul dari samping suaminya dan langsung memeluk suaminya, wanita itu bukan desi.