
Disebuah rumah bernuansa Eropa dengan cat putih mendominasi setiap dinding nampak sunyi seperti tidak ada kehidupan di dalamnya. Mita dan putrinya sedang berkutat dengan kegiatan mereka masing masing.
Mita, ibu satu orang anak itu tengah menyiapkan makan malam keluarga kecilnya, sedangkan disisi lain seseorang mulai membersihkan badannya serta mengganti pakaian sekolah dengan piama miliknya.
Desi, gadis itu sudah selesai dengan kegiatannya, sekarang dia mau menuju ke ruang makan menemui ibunya, berjalan kebawah menapaki anak tangga, tak ada suara lain selain benturan dari alas kaki dengan tangga marmer itu.
Menyapa ibunya sebentar pas sudah sampai.
"Hai bu," sapa desi, sambil mendudukkan pantatnya ke kursi meja makan.
"Hm," dehem mita dengan menoleh sejenak kearah putrinya. "Ayah kamu udah pulang belum?" Tanya mita dengan posisi masih membelakangi putrinya.
"Ga tau, kayaknya belum bu," jawab desi, menggeser kursinya hendak melihat kegiatan ibunya memasak.
"Mungkin udah pulang, coba kamu cek di kamar" ujar mita melirik sekilas putrinya yang sudah ada disampingnya lalu menyuruh desi untuk meriksa suaminya di kamar, mungkin sudah pulang dari tadi, karena capek langsung ke kamar.
Atensi keduanya teralihkan oleh suara berat milik seseorang di belakang mereka, tomi berdiri di belakang mereka dengan senyum terpatri di wajah tampan miliknya membuat kedua manusia yang melihatnya itu ikut tersenyum tulus, ralat hanya desi yang tersenyum dengan tulus.
Mita berusaha mengenyampingkan perasaan kecewa sedih dan marah di depan putrinya, berusaha untuk tersenyum, dia mendekati anaknya dan suaminya yang kini tengah berpelukan di arah pintu masuk ruang makan.
Dengan masih mempertahankan senyuman manis, Mita memeluk suaminya, suaminya belum menyadari keanehan sang istri yang menatap dirinya tajam dengan senyuman di bibir ranum milik istrinya itu.
"Tumben pulang telat," tanya mita, sambil melepaskan dasi yang masih mengikat dileher suaminya.
__ADS_1
Memandang wajah istrinya, Tomi beralasan
"Tadi nunggu hujan reda, pas udah reda mau pulang tiba tiba hujan lagi," mita yang sedang melepas dasi beralih menatap suaminya, banyak hal yang ingin mita tanyakan pada suaminya itu, namun ia urungkan karena masih ada desi di dekat mereka.
"Oh," balas mita, dengan kembali melihat dasi yang sudah hampir selesai dilepas, Mita langsung beranjak dari posisinya setelah dasi itu terlepas dari leher jenjang milik suaminya, ia menuju kamar meletakkan dasi dan tas laptop milik suaminya.
Kembali lagi ke ruang makan setelah meletakkan tas dan dasi, mita beranjak menuju meja makan dimana anaknya dan tomi suaminya itu tengah menunggu dirinya untuk memulai makan malam.
Mendudukkan dirinya di kursi samping suaminya dengan desi diseberang mita, memulai makan malam mereka dengan khidmat tanpa perbincangan hanya suara dentingan sendok dan piring yang terdengar di heningnya ruang makan itu.
Setelah beberapa menit makan malam yang sunyi itu berakhir dengan beranjaknya Desi menuju wastafel meletakkan piring bekas ia makan, kemudian disusul oleh tomi yang beranjak meletakkan piring miliknya ke wastafel.
Melihat itu membuat mita jadi ragu apakah benar suaminya itu selingkuh darinya, akankah ia harus bertanya pas dikamar nanti agar rasa kecurigaan terhadap suaminya itu sirna dan berharap itu hanya kesalahpahaman dirinya saja.
"Bagaimana dengan hari pertama disekolah, ada yang ganggu gak?," Tanya ibunya, memberi spon cuci piring ke anaknya itu.
"Ga ada bu, malah desi dapat teman baru loh," jawab desi melirik ibunya lalu mengambil spon cuci piring yang diberi ibunya itu.
Menatap anaknya menelisik takut takut ada kebohongan yang disembunyikan oleh putri nya itu.
Desi melihat ibunya jengah "ih ibu ga percaya sama aku?, Ak serius ga ada yang ganggu aku, suer" ucap desi dengan menunjukkan kedua jari keatas di Kalimat terakhir.
Melihat putrinya seperti itu membuat dirinya tak tega hati mencurigai putri semata wayangnya, "ya, ibu percaya, tapi kalau ada yang ganggu bilang sama ibu, oke!" Ujar mita percaya namun tak lupa memberi peringatan agar putrinya memberi tahu dirinya kalau diganggu siswa lain.
__ADS_1
"Iyaa.. ibu bawel," ungkap desi sebel, ibunya ini sangat bawel dan cerewet, tapi walaupun begitu ia sangat menyayangi ibunya itu lebih dari apapun, "i love u mom," lanjut desi dengan menatap wajah ibunya yang masih terlihat cantik, bahkan jika ia sedang bersama ibunya di luar pasti ada saja orang yang ingin mendekati dirinya, ia merasa bangga awalnya karena ada orang yang suka terhadap dirinya, namun pikiran itu sirna ketika orang mendekatinya malah bertanya perihal wanita yang sering dekat dengan dirinya itu apakah sudah memiliki pasangan, jika belum dirinya siap memantapkan diri untuk menjadi pendamping wanita yang sering bersamanya aka ibunya sendiri itu!!!. Enyahlah kau lelaki tidak tahu malu.
"I love u to my sweetie," balas ibunya menunjukkan senyum manis miliknya.
Suasana cuci piring kali ini sangat melankolis karena seorang anak mengungkapkan perasaan sayang nya kepada sang ibunda tercinta, selagi mencuci mereka bercanda dan sesekali mita menggoda anaknya perihal crush, Desi yang digoda menampakkan pipi merah kepiting, merasa malu.
"Ih ibu, berhenti godain aku," pinta desi, dari tadi ibunya ini selalu menggoda dirinya tentang crush.
Aku jadi malu, batin desi
Melihat semburat merah di pipi milik anaknya membuat ia makin gencar menggoda putrinya itu, sangat lucu saat melihat anaknya salting.
Waktu berlalu begitu cepat acara cuci piring selesai dengan desi masih menampilkan wajah salting walaupun tidak separah tadi, ibunya itu sangat senang menggoda dirinya, beranjak dari sana menuju ruang keluarga, yang mana terdapat ayah disana yang sedang menonton acara televisi kesukaan nya apalagi kalau bukan 'dokter boyke'.
Menghampiri ayahnya yang sedang fokus dengan televisi langsung memeluk dari belakang, tomi yang tiba tiba dipeluk kaget namun tidak lebay, melihat sejenak ke belakang ingin tahu siapa yang memeluknya secara tiba-tiba itu. Melihat putrinya yang memeluk membuat nya fokus lagi ke acara televisi membuat orang yang dicueki nya mendelik kesal lalu melepaskan pelukan itu dengan muka kesal.
Duduk di sebelah ayahnya dengan kedua tangan berada di dada menampilkan raut wajah cemberut, ia pikir anaknya itu kesal karena diabaikan namun bukan membuat ia takut tapi malah lucu.
Dengan masih menampilkan wajah kesal desi makin kesal karena ayahnya malah menyapa ibunya yang baru datang dan langsung memeluk ibunya itu, bukannya minta maaf malah peluk pelukan depan anak, lebih baik desi pergi ke kamar aja.
"Ekhem, aku ke kamar dulu, mau tidur capek!!" Ujar Desi dengan tatapan tajam diakhir kalimat yang ditujukan kepada ayahnya itu.
Kedua orang itu saling pandang ada apa dengan putri mereka, mengenyahkan pikiran itu, Mita ingin menanyakan sesuatu yang membuat dirinya tidak tenang dari tadi untung putrinya sudah ke kamar membuat dia bersyukur. Bahkan ia melupakan bahwa dirinya akan menanyakan perihal ini pas di kamar, mumpung desi ga ada, lebih baik sekarang saja.
__ADS_1
"Mas, kamu selingkuh dari diriku?," Tembak Mita to the poin sambil menatap lurus ke mata milik suaminya tanpa basa basi.