Wanita Kesayangan King Mafia Devil'S Off Death

Wanita Kesayangan King Mafia Devil'S Off Death
bab 19


__ADS_3

Flashback waktu Gea saat kecil.


" Nona anda kemana jangan lari - lari nanti anda bisa jatuh " kata pelayan yang menjaga Gea.


" Bibi gak perlu khawatir aku baik saja selama aku berada di rumah oma dan opa hanya bibi yang merawat ku emang oma dan opa kemana bibi ? "


tanya Gea pada bibi pelayan itu.


" Tuan dan nyonya sedang pergi nona nanti saat pulang mereka akan bermain sama nona " kata bibi itu.


Gea hanya mengangguk kepalanya tanda dia mengerti setelah itu Gea pergi kekamar untuk belajar karena dia sangat menyukai buka pelajaran.


" Dimana anak itu " tanya nyonya kenapa penggasuh Gea.


" Ada dikamar nyonya, noan sedang membaca bukunya " kata bibi itu dengan sopan.

__ADS_1


Nyonya itu pergi dari sana dan menuju kamar Gea dan nyonya itu adalah ibu dari Jamilla.


Brak.


Suara dobrakkan pintu itu terdengar sangat jelas hingga membuat orang yang ada dimasion itu kaget dan mengkhawatirkan nona nya.


" Siapa kamu kenapa kamu ada disini " tanya Gea yang terusik oleh suara dobrakkan pintu itu.


" Aku yang akan membuat kamu sengsara kamu paham " katanya sambil mencekam dagu Gea dengan erat sehingga membuat Gea merintih kesakitan.


" Cih dasar cengeng , salah kamu karena kamu saya kehilangan cucu saya kamu tau kenapa keluarga kamu tidak pernah sayang kamu kecuali mereka berdua " kata dia sambil menunjuk foto oma dan opanya.


" Apa maksud mu itu "


" Karena kamu bukanlah bagian dari keluarga mereka dan kamu bukan anak mereka kamu anak dari orang yang membuat cucu saya pergi meninggalkan saya dan keluarga selama "

__ADS_1


kata orang itu lalu mengeluarkan cairan yang ada dalam tasnya.


" Buka mulut dan minumlah " kata orang itu lalu memaksa Gea untuk meminum cairan itu.


" Bagus jika kamu tak menuruti permintaan saya maka racun yang ada dalam tubuh kamu itu akan membuat menderita dan kamu akan menjadi boneka saja seumur hidup kami hahaha " kata orang itu lalu langsung pergi dari kamar Gea.


Dan Gea hanya tertunduk dan menangis dia yang tau kenyataan itu sedih karena orang yang tinggal dan merawatnya adalah orang asing bukan keluarga. Sejak hari itu Gea terus menjadi anak yang dingin tanpa memedulikan perasaan orang lain.


Yang dia tau kalau masih ingin hidup dan mencari keberadaan soalnya siapa diri Gea mau tidak mau menuruti semua perintah yang diberikan oleh orang itu dan jika dia tidak menuruti maka Gea yang akan merasakan kesakitan yang luar biasa didalam tubuh nya.


Hanya waktu yang bisa menentukan aku bisa hidup sampai kapan dan apa aku bisa bahagia seperti orang pada umumnya.


" Malang sekali hidupmu ini kenapa harus terjebak dalam keadaan yang seperti ini, aku hanya ingin bisa hidup seperti mereka yang bersenang-senang bersama ke dua orang tua saya kenapa saya harus menjadi boneka dari wanita yang gila ini kapan saya akan bebas dan siapa yang akan membantu saya untuk benar-benar bebas dari wanita ini jika suatu nanti saya bisa bebas maka orang yang bisa membebaskan saya dari wanita ini jika dia laki-laki maka saya akan menerima dia menjadi suami saya kelak tapi jika perempuan maka dia akan menjadi saudara saya. "


Gea hidup dengan angan ada yang bisa membuat terlepas dari orang itu dan janjinya akan Gea tepati dulu Gea berharap pada Zean tapi bukan Zean yang menjadi penolong nya justru kedekatan dengan Zean membuat Gea harus mengakhiri hubungan dengan sahabat nya dan keluarga Xantara yang sudah menganggap Gea seperti anaknya sendiri tapi malah Gea harus melakukan itu untuk bisa lepas dari jeratan wanita gila ini.

__ADS_1


Flashback off.


__ADS_2