
Vera berkendara ke masionnya dan hari sudah mulai malam, melihat lalu yang sudah mulai di nyalakan di kota Paris ini.
( maaf kalau saya langsung menulis menggunakan bahasa Indonesia saja tidak dengan bahasa Paris )
sesampainya di gerbang masionnya dia melihat ada seseorang yang dia sangat lah kenal ya dia adalah Jhon Zyu Alderan papanya yang sedang turun dari mobil dan berjalan menuju rumah.
saat bersaan Vera juga turun dari mobilnya dan menuju rumah dan berpapasan dengan papa dan mamanya tapi dia hanya melihat tampa ngengucap satu kata pun pada mereka dan berjalan mendahului mereka.
" good night oma, opa " kata Vera sambil mencium tangan oma dan opanya dan langsung berjalan menuju lif untuk ke kamarnya.
" too sayang, mau kemana " kata oma saat melihat Vera yang berjalan meninggalkan tempat itu.
" kamar oma " kata Vera dengan nada dingin dan datarnya.
" ini ada mama dan papa kamu loh sayang kenapa tidak menyambut mereka dulu baru ke kamar untuk bersih diri sayang " kata oma dengan nasa lembut.
" tidak buat apa ? " kata Vera langsung masuk ke lif dan menekan tombol lif menuju kamarnya.
" hah selalu saja " kata oma sambil menghela nafas
lalu berkata " apa tujuan kalia kesini ? menjemput Vera kah ! " memangdang anak dan anak menantunya.
" kenapa kalian malah diam HAH " kata opa dengan nada sinis pada mereka.
" pa, ma kita kesini mau menjenguk kalian " kata papa dengan tenang sambil meminun tehnya.
" cih, apa kalian tidak mau membawa Vera pergi bersama kalian ke Indonesia ? " kata oma sambil menatap mereka.
" buat apa membawa anak itu ikut tinggal sama kamu pa, ma ! " kata mama dengan tenang.
" Vera juga anak kalian kenapa kalian membedakannya dengan kakaknya " kata opa kesal dengan jawaban anak menantunya.
" lagian apa salah Vera sama kalian sehingga kalian begitu kejam pada anak kalain sendiri HAH " kata oma yang sudah tersulut emosi.
" kami tidak pernah mengharapkan anak itu ada ma, pa kenapa kalian terus saja memaksa kami menerima dia " kata papa dengan nada dingin.
__ADS_1
plak
suara tamparan yang keras dan sampai semua orang yang ada di masion itu mendengarnya .
" lalu jika kalian tidak menginginkan Vera ada apa kalian bisa merubah takdir itu HAH " kata opa yang menampar putra nya itu.
Vera yang sudah turun mendengar pembicaraan opa, omany dan papa, mamanya menangis ditempat itu.
" sungguh jijik papa melihat kelakuan kamu Jhon, banyak orang diluar sana yang menginginkan seorang anak tapi kamu malah menyanyikan anak kamu sendiri Jhon, dimana hati nurani kamu HAH " kata opa yang sudah tersulut emosi sambil memengang dadanya yang sakit.
bruk
" OPA " teriak Vera sambil berjalan menuju tempat mereka.
" opa bangun hisk... hisk.... " kata Vera sambil ngemngoyangkan tubuh opanya.
semua yang melihat itu shok dan tertunduk lemah lalu menangis.
" cecepat siapkan mobil dan telpon rumah sikit " kata Vera sambil menangis derasnya..
🌸 di rumah sakit 🌸
saat didepan ICU mereka dalam keadaan masih shok dan tidak bisa berkata apa - apa, oma yang cemas dan sambil menangis dalam pelukan ku dan berkata " sayang opa baik - baik ajakan " sambil menangis melihat ruang ICU.
" oma tenang ya opa baik aja kok, opakan kuat pasti opa baik aja " berkata dengan nada lembut pada oma sambil tersenyum😊
disaat itu dokter baru keluar dari ruang ICU setelah beberapa jam didalam lalu berkata " maaf tua , nyonya, dan nona muda tuan Jay sudah meninggal karena serangan jantung " dokter itu sambil menunduk.
" tidak itu tidak mungkin kan dok suami saya pasti masih hidup ya kan dok " kata omah yang sudah lemah
" tidak nyonya itulah kenyataannya saya turut berduka cita atas meninggalnya tuan Jay Zyu Alderan nyonya " kata dokter itu.
bruk..
" oma bangun " kata Vera yang melihat oma yang sudah lemah tak berdaya tergeletak di lantai rumah sakit.
__ADS_1
dokter itu langsung memeriksa oma dan langsung berdiri dan berkata " maaf tuan, nyonya, dan nona muda nyonya Tiana sudah mengingal akibat serangan jantung " .
deeg detakan jantung Vera yang begitu cepat dan membuat Vera langsung lemah seketika itu.
" tidak itu tidak mungkin oma, opa hisk.. hisk... " kata Vera sambil meraih tangan omanya.
" tolong urus jenazah papa dan mama saya dok " kata papa sambil pergi menuju keluar rumah sakit.
🌸 skip 🌸
berita tentang meninggalnya tuan dan nyonya besar keluarga Zyu Alderan tersebar dengan begitu cepat dan pemakaman akan dilangsungkan di Indonesia.
saat di pemakaman begitu banyak vorang yang datang untuk mengantar tuan dan nyonya pergi ke tempat peristirahatan terakhir mereka.
suara tangisan yang terdengar sangat jelas di pemakaman dan suasana begitu menyedihkan bagi semua orang karena tuan dan nyonya besar Zyu Alderan sangatlah baik.
dan disitu Vera hanya menatap datar kepergian oma dan opanya dia berusaha tetap tegar karena telah kehilangan sosok yang begitu sangat menyanyanginya selama ini.
" selamat tinggal oma, opa semoga kita bisa bertemu disana aku sangat menyangi kalian I love you so much " kata Vera dalam hati lalu pergi dari tempat itu.
disaat itu ada seseorang yang memperhatikannya dan menatap jijik pada orang itu dan berkata " apa kamu tidak sedih melihat ini semua HAH " dia adalah kakak pertama James.
" sedih " kata Vera yang akan pergi dari tempat itu langsung menatap datar Jemes.
" jika kamu bertanya sedih apa tidak? "
" iya itu jawabannya "
" lalu aku tidak melihat kau sedih "
terseyum sinis kearahnya lalu berjalan menuju dirinya.
" IYA SAYA SANGAT SEDIH DITINGGAL ORANG YANG MERAWAT SAYA DARI SAYA KECIL SAMPAI SEKARANG TAPI SAYA TIDAK MAU MEMBUAT BELIAU SEDIH KARENA SAYA MENANGIS DIHADAPKAN MAKAM MEREKA KARENA APA? KARENA MEREKA SELALU BILANG JIKA SUATU SAAT OMA DAN OPA PERGI SAYANG JANGAN PERNAH MENANGIS DITEMPAT DI MAKAMKAN KAMI OKE "
" jika tidak tau apa - apa tentang saya , saya...
__ADS_1