
Sebelum Melia kembali ke ruangan nya ,Melia ketoilet sebentar untuk mencuci muka nya.
Setelah itu baru melangkah keruangan untung saat masuk kembali banyak karyawan yang sedang istirahat sehingga Tidak begitu banyak teman satu bagian mereka yang ada disana.
..."Mel,gimana kamu di marahin ga sama Tuan Damian?.."...
..." Enggak kok Ran,cuma tadi Tuan Damian hanya minta dijelaskan saja tentang laporan itu"....
..."Trus itu kamu kenapa kok kaya orang habis menangis?.."...
..."Enggak,aku gpp kok Ran"....
Lagi asyik ngobrol tiba-tiba menghampiri mereka,
"Kalian belum istirahat?.."
"Eh,Pak Aryo belum pak" Ucap mereka bersamaan.
"Ywdah ayo".
Mereka bertiga berjalan beriringan menuju kantin perusahaan.
Sedangkan diruangan CEO.
Semenjak kepergian melia dari ruangan nya, Damian tidak ada hentinya tersenyum mengingat kejadian yang tadi dya lakukan di ruangannya apalagi ketika Damian melihat Melia yang masih juga terbuai dengan sentuhan nya.
Suara ketukkan pintu menghentikan lamunan Damian.
__ADS_1
...Tok..tok...tok... ...
"Masuk"
"Tuan sudah waktu nya istirahat,Tuan mau saya pesanan kan makanan atau mau makan diluar?.."
"Kita makan di kantin perusahaan saja Roy"
..."Kenapa dengan Tuan Damian,tidak seperti biasa dia mau makan dikantin perusahaan" Ucap Asisten Roy didalam hati nya....
"Ayo Roy"
Damian sudah bangkit dari duduk nya dan berjalan ke pintu.
"Baik Pak"
...****************...
Melia dan teman-teman nya sedang duduk dengan manis sambil menyantap makanan nya dan sesekali ngobrol dan bercanda kepada Aryo dan Rani.
Sudah bukan rahasia umum memang kedekatan mereka di mata karyawan.Apalagi Aryo biar pun dya seorang Direktur keuangan tapi dya sangat ramah.
Ketika sedang Asyik mengobrol mereka di dikejutkan dengan kedatangan CEO dan Asisten nya masuk kedalam kantin.
...Tiba-tiba saja semua menjadi hening,Roy yang paham akan situasi ini,mulai berkata....
..."Tidak usah sungkan,silakan saja meneruskan makan siang kalian,Tuan Damian dan saya hanya ingin makan siang disni"....
__ADS_1
..."Baik pak"...
Damian terus saja memindai satu-satu karyawan nya yang ada di kantin hingga mata elang nya melihat Melia sedang duduk di kursi paling belakang bersama Aryo dan Rani dekat kaca besar yang dapat melihat Pusat Kota S.
Damian berjalan menuju kursi melia karna memang sebelah kursi yang di duduki oleh Melia kosong.
..."Aku mengerti sekarang tuan kenapa anda ingin makan disini".(Ucap nya dalam Hati)....
Melia,Rani dan Aryo masih asyik ngobrol jadi belum menyadari klo Damian berjalan ke arah nya.
"Mel,nanti sepulang kantor kamu mau temani mas ke mal MM,ada yang mau mas beli untuk bunda mas dirumah?..".
"Ih mas Aryo so sweet banget sih"(Ucap Rani dengan gaya yang imut)"
Melia dan Aryo yang melihat tingkah rani hanya ketawa dan menggelengkan kepala nya,sampai ketika ada seseorang yang duduk di sebelah Melia.
"Boleh saya gabung disini Pak Aryo"
"Oh,,silakan Tuan Damian".
Melia dan Rani hanya diam saja dan sesekali tersenyum karena merasa sangat canggung.
"Silakan dinikmati Tuan"
"Terima kasih Roy".
Damian mulai makan dengan tenang ,sesekali ngobrol dengan Aryo .Sedangkan Melia masih dalam mood terkejutnya dan jatung nya berdetak hebat,apalagi dengan wangi parfum yang menempel di tubuh Damian membuat Melia terbayang kejadian di ruangan Damian.
__ADS_1