Wanita Pelampiasan Sang CEO

Wanita Pelampiasan Sang CEO
# 9


__ADS_3

Melia sampai di depan ruangan Damian,Melia langsung masuk mengetuk pintu ruangan itu.


...Tok...tok...tok......


"Masuk"


"Permisi pak,ada apa ya pak,saya dipanggil keruangan ini"


Damian yang mendengar suara wanita yang di rindukan mulai mengangkat kepala nya dan menatap Melia.Damian mengunci ruangan nya secara otomatis.


...Klek......


Pintu Ruangan Damian terkuci otomatis,Damian mulai bangkit dari duduk nya dan menghampiri melia.


Melia yang melihat Damian menghampirinya mulai waspada.Damian mulai mengunci tubuh Melia yang berada didepan meja nya.


Seketika Damian mencium aroma Vanilla dari tubuh Melia dan itu membuat harum tubuh Melia sangat memabukkan.


"Mau apa kamu mas"


hembusan Nafas Melia mengenai wajah tampan Damian karena memang saat ini jarak mereka begitu dekat.


Tanpa berbicara Damian langsung mendekatkan bibir nya ke bibir Melia,Damian mulai memanggutnya dengan lembut,seketika Damian memegang tengkuk leher Melia dan yang sebelah lagi sudah melingkar di pinggang Melia,


Melia yang mendapatkan perlakuan begitu mencoba mendorong Damian tapi tetap tidak bisa karena tenaga Damian lebih kuat dari pada dia.


Ci**man Damian semakin lama semakin lembut hingga tanpa sadar Melia menikmatinya..

__ADS_1


Dituntun nya Melia di sofa panjang yang ada diruangan Damian,setelah sampai sofa panjang di rebahkan nya Melia disana dengan Damian yang berada di atas tubuh nya.


Tangan Damian sudah membuka kancing kemeja Melia hingga sebatas perut,bibir nya sudah mulai turun keleher jenjeng Melia.


Melia sekuat tenaga menolak nya tapi tubuh nya merespon setiap sentuhan Damian.


Damian mulai memberikan jejak kepemilikan di Leher Melia,dan mulai turun ke Buah M*lon Melia.


Melia mengigit bibir nya agar tidak mengeluarkan de**han,


Damian yang melihat Melia menikmati permainan nya langsung tersenyum.


Melia tidak sadar klo saat ini mereka berdua sudah setengah te*lanja*ng.Damian terus saja memberikan Melia sentuhan-sentuhan hingga Melia tanpa sadar menikmati sentuhan itu.Tpi ketika Sesuatu masuk kedalam bagain inti Melia.Melia seketika tersadar dan mencoba mendorong tubuh nya Damian tapi tetep tidak bisa.


Damian yang melihat Melia mulai berontak,Damian dengan sengaja memo*pa tubuh nya hingga terjadi pelepasan,sedangkan Melia hanya terus menangisi kebodohan ny...


Damian meletakkan Melia yang masih menangis di atas ranjang nya dan langsung memeluk nya.


Damian mencoba tidak perduli mendengar tangisan Melia walaupun sebenernya Damian sangat sakit Mendengar dan melihat Melia


menangis.


Karna terlalu banyak menangis akhirnya Melia tertidur dalam pelukan Damian.Setelah mendengar suara dengkuran halus yang keluar dari Melia.Damian mulai bangkit untuk membersihkan diri.


Setelah membersihkan diri dan memakai pakaian nya,Damian mulai menghampiri Melia.Damian mengecup bibir dan kening Melia.


"Kau hanya milik ku Melia,selamanya hanya milik ku".

__ADS_1


Damian melangkahkan kaki nya keluar dari dalam kamar pribadi nya.


Dan mulai mengerjakan tugas nya.


Sedangkan Melia yang sudah terbangun dari tidur nya,hanya bisa menangisi kebodohan nya.


Melia mulai membersihkan diri dan memakai kembali pakaian nya.Melia bergegas keluar dari kamar itu ,Sedangkan Damian yang melihat Melia keluar langsung berdiri dan menghampiri Melia.


"Udah bangun sayang"


"Kenapa kamu tega melakukan ini mas?.."


..."Bukan nya kamu juga menikmati sentuhan ku sayang"(Ucap Damian sambil mengejek)....


"Mulai sekarang kamu adalah milikku Melia,"


..."Kita sudah tidak ada hubungan apa-apa lagi mas"...


..."Mulai sekarang kita adalah partner diranjang Melia,Kapan pun aku menginginkan mu kau harus mau melayani ku,Atau seluruh keluarga mu dan Putra tercinta mu akan mati ditangan ku"....


Melia yang mendengar itu langsung saja menangis.


..."Tega sekali kamu mas,belum puas kamu menyakiti dan menghancurkan ku"...


..."Terserah pada mu Melia semua keputusan ada ditangan mu"...


Melia langsung berjalan keluar ruangan Damian,Selly yang melihat Melia dengan mata sembab nya hanya berpikir bahwa Melia habis di marahi oleh Damian.

__ADS_1


__ADS_2