
Damian mencoba meraba tangan Melia dibalik meja yang mereka tempati,Damian mulai menggenggam nya sesekali tangan nya itu mengelus paha Melia.
"Mel,gimana mau enggak?..
"I..iya mas/eh pak maksudnya,setelah jam kerja berakhir"
Damian yang melihat itu mempererat genggaman tangan nya ke Melia.
"Kalian punya hubungan spesial?.."
"Ya ,doakan saja Tuan Damian,kita memang lagi mencoba pendekatan untuk menuju kesana."
Aryo berucap kepada Damian sambil tersenyum sedangkan Damian yang kesal hanya menggenggam sendok nya dengan kuat.
Sikap Damian terlihat jelas oleh Asisten Roy,dan Roy sudah mengetahui fakta yang sebenarnya terjadi.
Hanya saja Roy ingin mencari bukti dulu tentang kematian SASA kakak dari Damian agar kesalahpahaman yang selama ini terjadi tidak berlanjut,dan bahkan Roy sudah mengetahui tentang anak Melia dan juga Damian.
Mereka semua bangkit dari Kursi nya dan berjalan ke Lift.Tangan damian sudah terlepas dari tangan Melia.
__ADS_1
Ketika sampai didepan Lift ternyata Lift tersebut penuh.Jadi sedikit berdesakan masuk kedalam lift.
Tanpa Melia sadari tangan nya sudah di tarik oleh Damian menuju lift CEO,Roy yang melihat itu hanya diam saja agar Aryo dan Rani tidak Curiga.
Damian dan Melia sudah masuk kedalam Lift CEO,Melia mencoba menghempaskan tangan Damian tapi malah membuat Damian mengukung tubuh nya kesandaran lift.
"Lepas Mas"
"Lepas,jangan bermimpi aku tidak akan melepaskan kamu lagi sayang,kamu hanya milik ku".
Sebelum Melia berkata bibir Melia sudah dibungkam oleh Bibir Damian,
Damian menyatukan Bibir mereka dengan sedikit kasar karena mengingat kejadian dimana Melia yang janjian untuk keluar bareng sama Aryo.Namun lama-lama Lu*matan itu semakin lembut membuat Melia tanpa sadar menikmatinya..
Suara Damian sudah mulai berat ,tangan nya sudah mulai berjalan kemana-mana.
pintu lift terbuka langsung didalam ruangan Damian,
Karena khusus CEO jadi lift tersebut di buat sampe didalam ruangan CEO.Jadi kalau seandainya Damian malas untuk memakai lift yang berada di depan meja sekertaris Dia akan langsung memakai lift yang ada didalam ruangan nya.
__ADS_1
"Mas,lepas aku mau keruangan ku".
"Kau lupa sayang,kalau sekarang kau adalah patner ranjang ku,jadi kapan pun aku menginginkan mu kau harus mau melayani ku"
"Tidak aku tidak mau mas,itu hanya akan ada dalam mimpi mu"
Damian yang melihat penolakan Melia tentu saja kesal karena tidak ada yang menolak ke inginan nya apalagi sebenarnya dia sangat mencintai Melia tetapi karena rasa bersalah nya terhadap kakak nya membuat Damian mengabaikan itu.
Tetapi saat berdekatan dengan Melia ,Damian mendapatkan ketenangan dan selalu ingin berada disamping Melia.
"Kau tidak akan kembali keruangan mu,klo kau masih tidak mau menurut kepada ku".
"Lepas mas kumohon ,aku hanya ingin hidup tenang mas dengan anak ku".
" Dalam mimpi mu saja melia ,kau hanya milik ku dan tidak akan aku lepas kan sampai kapan pun".
"Kita sudah bercerai mas,kamu sudah bukan suami ku lagi,aku tidak mau melakukan dosa lagi dengan menjadi partner ranjang mu".
"Kalau gitu malam ini kita menikah"
__ADS_1
"Apa?.."
Damian mengambil telpon nya yang menelpon Asisten Roy untuk menyiapkan pernikahan nya dengan Melia malam ini juga di kediaman Damian.