
Freeday. Itulah sebutan ketika Sarah menikmati hari-hari bebasnya, tanpa ketiga pria tersebut. Dimana ia mengosongkan jadwal bertemu, dengan ketiga prianya itu secara bersamaan. Nah di hari seperti inilah, ia akan menghabiskan waktu bersama teman atau waktu pribadinya. Karena di hari freeday, ketiga pria tersebut tidak akan berani muncul di hadapannya, atau bahkan menelfon dan chat.
"Sar, mau temenin aku nggak malam ini?" Ucap Agatha, teman baik Sarah. Tetapi meski Agatha teman baiknya, wanita tersebut tidak pernah tau jika Sarah mempunyai tiga pria sekaligus. Agatha tidak tahu secara mendalam tentang kehidupan pribadi Sarah. Yang ia tahu, Sarah hanyalah seorang owner toko Bunga yang masih single.
"Kemana?"
"Suami aku lagi ada kerjaan ke luar negri. Tapi malam ini, aku ada undangan nikahan temen bisnis papa aku. Kamu ikut ya? Itung-itung cari jodoh lah."
"Boleh! Yaa aku sih nggak mau cari jodoh disana. Tapi mau cari makan gratis sama souvenir."
"Oke! Kita ke salon yuk sekarang. Eh... tunggu, kalung kamu bagus banget!!! Kamu beli dimana? Kamu tau nggak? Kalau kalung ini harganya miliyaran?" Ucap sahabatnya itu, sambil menatap kagum ke arah benda berkilau di leher Sarah.
"Hah serius?"
"Hmm, ini keluaran terbaru. Dari siapa sih? Hayooo..!!!"
"Sebenarnya ini pemberian seseorang. Mungkin ini imitasi, bukan asli."
"Selalu saja merendah. Pasti dari kekasihmu kan?? Kenalin dong..!!!"
"Aku tidak punya kekasih!"
"Bohong..!!! Huh pelit. Ya udah kalau nggak mau cerita. Ayo pergi."
...***...
__ADS_1
Setelah seharian heboh memilih baju dan juga ke salon untuk berdandan, akhirnya kedua wanita cantik itu memasuki Ballroom pernikahan yang begitu mewah. Dominasi warna emas dan putih, menambah kesan glamour pada ruangan tersebut.
Saat ini, Sarah memakai gaun neck slit panjang yang mengekspos sebagian paha mulusnya. Model belahan dada rendah membentuk huruf V, juga menambah kesan sexy pada penampilannya malam ini. Makeupnya juga di poles dengan sedikit tebal. Lipstik merah menyala, membuat aura kecantikannya semakin bersinar disana.
Dan baru saja ia masuk serta berbaur dengan beberapa tamu undangan, Sarah di kejutkan dengan 3 penampakan pria yang sangat di kenalnya, bersama istrinya masing-masing. Mereka adalah Kevin, William, dan... Lucas. Pria yang berstatus menjadi suami sirihnya selama 3 tahun terakhir.
Sarah bersikap seolah tidak mengenal mereka. Ia asyik bersenda gurau dengan Agtha, dan juga beberapa pria yang di kenalkan Agatha untuknya. Sarah pikir, ketiga pria itu juga akan berpura-pura untuk tidak mengenal. Tapi ia salah. Mereka bertiga justru secara bersamaan datang ke hadapannya, serta berpura-pura berkenalan dengan Agatha dan juga pria yang ada di sana, untuk membahas bisnis.
Kevin, William dan Lucas menatap Sarah tajam. Mereka sepertinya marah dengan penampilannya yang terlalu terbuka. Dan Sarah hanya terkekeh geli melihat 3 pria itu bersama. Tiga suaminya, sedang berbicara dengan sangat akur, serta saling mengenalkan diri.
Tapi Sarah sedikit ngeri dengan tatapan para istri ketiga pria itu. Sepertinya mereka menyadari, jika para suaminya terus memperhatikannya sejak tadi.
"Aku mau ke kamar mandi." Pamit Sarah dengan setenang mungkin, lalu pergi. Lebih baik memilih kabur, dari pada ia harus di labrak oleh tiga wanita yang terlihat sangar itu.
...***...
"Pakai."
"Untuk apa? Jangan seperti ini Lucas. Nanti ketahuan orang...!!! Ihh....!!!" Ucapnya sambil menepis tangan Lucas, serta membuka jas yang Lucas berikan.
Dan sebelum Lucas sempat berkata-kata....
"Sarah...!!!" Panggil William dan Kevin secara bersamaan.
"Ini ada apa ya?" Ucap Sarah sok polos.
__ADS_1
"Kenapa kalian mengikuti saya?" Lanjutnya lagi, masih sok polos. Ketiga pria itu terlihat kikuk dan gugup. Sarah ingin tertawa saat ini. Namun sebisa mungkin, ia manahan tawanya.
"Ohhh, aku hanya menyapa." Ucap William sok asyik, dan Kevin mengikutinya. Tapi tidak dengan Lucas. Pria itu secara terang-terangan menarik tangan Sarah pergi, tanpa peduli dengan orang-orang yang ada di sekitarnya.
"Kamu gila Lucas? Kamu ini siapa narik-narik aku kaya gini?"
"Ikut aku bentar."
"Jangan gila..!!!"
"Lepasin dia..!!!" Ucap Kevin dan William secara bersamaan, sambil memberi Lucas tatapan tak suka. Mereka berdua seolah siap menghajar Lucas jika berani macam-macam, apalagi menyentuh Sarah.
"Kalian ini Psikopat atau bagaimana? Mengikuti seorang wanita ke kamar mandi? Kalian tidak waras...!!! Dan kamu tuan Lucas. Kamu tidak lihat istrimu sedang menunggu disana? Bisa-bisanya kamu menggoda wanita lain."
Dengan langkah kesalnya, Sarah meninggalkan lorong kamar mandi sepi itu untuk kembali ke ballroom. Sedangkan ketiga pria itu saling bertatapan tajam.
"Kenapa kalian berdua mengikuti Sarah?"
"Apa urusanmu William Axel?" Tanya Lucas balik, dan Kevin juga tak mau kalah. Ia ikut buka suara.
"Seharusnya aku yang bertanya! Kenapa kalian berdua mengikutinya?" Sahut Kevin dengan tatapan yang tak kalah tajam.
"Aku menyukainya." Jawab Will singkat dan penuh dengan penekanan. "Apa urusanmu?" Lanjutnya.
"Aku juga menyukainya." Sahut Kevin, dan Lucas langsung tertawa mendengar jawaban mereka semua.
__ADS_1
"Kalian hanya menyukainya kan? Aku kekasihnya." kini Lucas bersuara. Setelah mengatakan hal itu, Lucas langsung pergi begitu saja. Ia ingin segera menyusul wanitanya berada. Sarah. Lucas masih ingin melihat wajah cantiknya malam ini.
...***...