Wanita Simpanan With Three Secret Men

Wanita Simpanan With Three Secret Men
PART 6


__ADS_3

Setelah di cecar berbagai pertanyaan oleh Kevin dan juga William, Sarah merasa kesal sekali dengan Lucas. Sarah tidak menyangka jika Lucas lemes sekali. Tapi meski begitu, ia tidak bisa marah kan? Kalau Sarah marah, pasti akan ketahuan jika Sarah memiliki hubungan dengan kedua pria itu juga.


"Sayang, kamu kenal dua pria yang di pesta kemarin?" Ucap Lucas seraya melepas penyatuan mereka.


"Nggak."


"Kenapa mereka bersikap seolah mengenalmu? Aku nggak mau kamu dekat dengan mereka."


"Apa hakmu melarangku Lucas?"


"Aku cinta sama kamu! Please baby, jangan dekat dengan pria manapun."


Lucaspun kembali mendorong tubuh Sarah ke atas kasur, lalu mencium bibirnya dengan kasih sayang. Sarah hanya diam. Setelah ciuman itu, ia juga langsung bangkit berdiri mencari obat pencegah kehamilan yang baru saja di belinya. Hanya Lucas yang selalu bandel, dan selalu mengeluarkannya di dalam. Karena hal itu, mau tak mau Sarah harus meminum obat tersebut.


Namun Sarah tak pernah tahu jika obat itu sudah di ganti diam-diam oleh Lucas. Lucas menggantinya dengan vitamin, dan Lucas tidak akan membiarkan Sarah untuk meminum obat itu sekalipun.


"Baby, lagi yuk!"


"Nggak..!!! Pulang sana!"


"Nggak! Jadwalku masih 3 hari kedepan loh? Ayo sini baby. Aku masih kangen."


Sarah terdiam. Namun tiba-tiba ia menangis terisak, dan itu membuat Lucas menjadi sangat khawatir padanya. Lucaspun menghampiri Sarah yang menangis tersedu di pinggir ranjang, lalu memeluknya dengan erat.


"Kenapa baby? Kenapa menangis?"


"Kenapa kamu selalu saja mengeluarkan di dalam? Aku udah bilang, aku nggak mau punya anak Lucas..!!!"


"Sayang kamu juga udah minum obat pencegah kehamilan kan?"


"Iya, tapi 2 bulan terakhir obat itu habis. Dan... "


"Apa?"

__ADS_1


"Aku belum datang bulan Lucas! Dasar brengsek..!!!"


"Seriously? Sini ceritakan padaku, jadi kamu belum datang bulan?" Ucap Lukas kegirangan.


Lucas terlihat sangat bahagia disana, sampai menciumi pipi wanita itu bertubi-tubi. Ia juga mengusap-usap perut ratanya, lalu ******* bibirnya kembali.


"Ayo kita periksa ke Dokter."


"Bagaimana kalau aku beneran hamil?"


"Aku akan menikahimu secara sah, dan aku akan menceraikannya."


"Tap..."


"Sstttttt, jangan katakan apapun. Sekarang kamu putuskan hubunganmu dengan kekasihmu. Aku juga akan menceraikannya."


"Tapi..."


"Tapi bagaimana kalau ini bukan anakmu? Bagaimana kalau ini anak kekasihku yang lain?"


"Apa dia mengeluarkannya di dalam juga?"


"Hanya kamu sih. Tapi kan nggak menutup kemungkinan kalau ini anaknya."


"Kalau hanya aku, ya berarti anak aku!"


"Kalau enggak?"


"Anak aku!!! Kalaupun enggak, nggak masalah. Aku lebih rela merawat anak orang lain, daripada merelakanmu bersama pria lain. Sekarang katakan siapa saja kekasihmu."


"Dua pria yang kau temui di pesta malam itu."


"Dua pria bodoh itu? Ka-kamu juga menjadi simpanan mereka?"

__ADS_1


"Iya."


"Astagaaaa..!!! Putusin mereka, aku nggak mau tahu."


"Kalau ini anak mereka?"


"Lalu apa mereka mau menikahimu? Seperti aku ingin menikahimu dengan tulus?"


"Mereka juga mengajakku menikah dan... Huekkk..!!!" Ucap Sarah yang tiba-tiba terpotong karena rasa mual dalam perutnya. Wanita itupun berlari menuju wastafel kamar mandi, lalu memuntahkan seluruh isi perutnya.


"Kenapa sayang? Apa sangat mual? Kita ke Dokter ya?"


"Kepalaku pusing Lucas, perutku juga mual. Badanku rasanya tidak enak."


"Pusing? Mau ke Dokter?"


"Hmmmm."


"Ayo ke Dokter. Aku gendong sini."


"Aku bisa jalan sendiri..!!!"


"Kasihan bayi kita sayang. Jangan kecapek'an! Ayo naik ke punggungku. Dan jangan membantah..!!! Oh iya, kamu juga harus pertemukan aku pada para kekasihmu itu. Aku mau bicara sama mereka. Aku akan minta mereka merelakanmu untukku."


"Kamu gila..???"


"Kalau hal gila bisa membuat aku memilikimu seutuhnya, kenapa nggak?"


...****...


...Jangan lupa vote dan comment ya..!!!...


...Kalau votenya banyak, aku triple up deh besok :*...

__ADS_1


__ADS_2