Wanita Simpanan With Three Secret Men

Wanita Simpanan With Three Secret Men
Part 8


__ADS_3

"Dari mana kamu Lucas?" "Apa urusanmu?"


"Aku ini  istrimu..!!! Lalu apa  maksudmu  dengan  surat  perceraian ini?"


"Aku ingin kita bercerai.  Aku nggak tahan  lagi hidup dengan wanita posesif kaya kamu. Kamu pikir aku nggak tau, kalau kamu itu nggak mandul?  Kamu nikah  sama  aku  cuman  pengen  uang  kan?  Murahan. Sekarang aku minta kamu pergi dari sini. Calon istri aku bakalan tinggal disini sebentar lagi."


"Lucass...!!!!" "Pergi...!!!!"


"Kamu tega sama aku..? Siapa wanita  itu? Beritahu aku! Siapa jalang itu..!!! Kamu lebih pilih jalang itu dari pada aku?"


"Iya, iya  dia  memang  jalang.  Dan  aku  sudah  dibuat  tergila-gila olehnya. Dan kamu benar. Aku lebih pilih jalang itu dari pada  kamu. Jalang itu selalu ada untukku, mengerti aku, tidak sepertimu..!!!"


"Lucas  please,  kita  bisa  perbaiki   semuanya.   Kalau  kamu  pengen punya  anak,  oke,   oke..!!!   Aku akan  berhenti   jadi  model.  Aku akan memberimu seorang anak."


"Telat.  Kita  udah   cerai.   Sekarang   kamu  pergi  dari  hadapanku. Lagipula, jalang itu sudah memberiku anak."


Lucas tersenyum sinis, lalu beranjak pergi dari sana. Meski wanita itu berteriak kencang memanggilnya, Lucas tidak peduli. Keputusan Lucas sudah bulat. Ia sudah di  butakan oleh cintanya kepada Sarah.  Sarah sudah terlanjur membuatnya nyaman. Dan Sarah sudah terlanjur mengambil separuh dari hatinya.


"Aku akan menunggu kedatanganmu di rumahku Sarah..!! Aku yakin sekali,  itu  anakku.  Aku  sangat   mencintaimu.  Kamu  akan   menjadi milikku seutuhnya."


Sudah berjam-jam William berceloteh ria menceritakan ini dan itu. Ia berusaha  keras untuk selalu membuat Sarah  tertawa,  dan itu selalu berhasil.  William sangat  mencintainya.  Dan  William  percaya,  anak dalam kandungan Sarah adalah anaknya. William


yakin, dialah yang akan memiliki Sarah nantinya.

__ADS_1


"Kalian aneh. Sudah tahu aku ada main sama 3 orang sekaligus. Masih aja peduli sama aku. Kalian  bahkan  ikutin jadwal yang aku kasih." kekehnya sambil tertawa.


"Karena kita semua mencintaimu. Termasuk aku, akulah yang paling mencintaimu."


"Mulai deh..."


Williampun merebahkan  diri di  samping Sarah,  lalu memeluknya erat.  William terus tersenyum menatap  wajah wanitanya.  Ia merasa sangat bersyukur, jika dialah yang akan menjadi suaminya nanti.


"Sayang, siapa yang paling kamu cintai diantara  aku, Kevin, sama si


vampir?"


"Kenapa tanya begitu?" "Aku ingin tau."


"Entahlah. Yang pasti kalian adalah pelengkap dalam hidupku. Kevin dengan pemikiran dewasanya, kamu yang


"Pilih satu."


"Aku tidak bisa. Malah aku ingin, kalian kembali ke  istri kalian saja. Dan kamu juga tidak perlu menjagaku  seperti ini. Aku hanya  anemia. Bukan sakit kanker atau semacamnya."


"Aku sama  dia akan  segera  bercerai. Tanpa adanya kamupun, aku memang  akan  bercerai.   Karena   aku  nggak  cinta  sama  dia.  Dan kebetulan setelah ketemu kamu, aku merasakan cinta di  hati aku buat kamu Sarah. Aku sayang banget  sama kamu. Kamu harus  janji nggak boleh pergi Sarah.  Tetaplah disisiku. Tetaplah jadi Sarah  yang kuat, apapun yang terjadi." Ucapnya panjang lebar, lalu mencium bibir Sarah singkat.


"Sejak kapan William jadi melankolis seperti ini? Ada apa? Ada yang menganggu  pikiranmu?  Aku memang  wanita  kuat  Will.   Kalau  aku lemah,  aku  udah  mati  dari  dulu.  Beban  hidup  aku  terlalu  berat." Candanya sambil tertawa.

__ADS_1


"Itulah kenapa aku mencintaimu. Kamu berbeda." "Kamu kenapa sih Will?"


William tak menjawab. Pria itu hanya tersenyum, lalu menyandarkan kepalanya nyaman pada dada Sarah sambil mendekap tubuhnya.


"Tidurlah, kamu pasti lelah kan? Kamu lagi hamil. Jangan tidur terlalu malam. Dan... tidak masalah kan? Jika aku memelukmu seperti ini saat tidur? Hanya memeluk saja."


"Hmmmm."


Dan disaat moment kebersamaan mereka baru akan dimulai, 2 orang pria yang tak di  harapkan  oleh William datang. Lukas dan Kevin tiba- tiba membuka pintu  kamar  rawat  inap  tersebut,  sambil  membawa bantal dan selimut.


"Kami  akan   menginap   disini."  Ucap  Lukas  singkat.   Dan  Kevin langsung menarik William hingga pria itu tersungkur jatuh dari atas kasur.


"Apa-apan kalian? Apa ini? Ini jadwalku bersama  Sarah. Kalian menganggu sekali..!!! Demi  Tuhan..!!! Aku sangat marah  dan risih sama kedatangan kalian."


"Berisik..!!!   Aku  dan   Kevin  hanya   tidak   percaya   dengan   otak mesummu."


"Sarah sayang, bisakah kamu usir mereka untukku?" Pinta William dengan  wajah  memelas,  dan  Sarah  hanya  tertawa  geli.   Sarahpun memeluk gulingnya, lalu memejamkan mata. Ia memilih untuk mengabaikan para prianya yang sedang berdebat.


"Kita berdua  sama-sama suami sirihnya. Cih... punya hak apa kamu mengusir kami?


Tidur di lantai. Awas saja kalau berani memeluk Sarah seperti  tadi."  Kicau Kevin dan  Lucas  mendukungnya.  Lucas  bahkan terus  memeluk William, supaya pria  itu tidak bisa mendekati Sarah secara diam-diam disaat semua tertidur.


"Aku bukan gay..!!! Vampir sialan..!!!" Teriak William geram.

__ADS_1


Namun bukannya  melepas, Lucas malah semakin mengeratkannya. Bahkan Kevin ikut-ikutan memeluknya dari sisi lain, hingga William tak bisa berkutik lagi.


"Bangsat..!!!" Teriaknya  sekali  lagi, dan diabaikannya sama semua orang.


__ADS_2