
(Pov Riana 2):
Akhirnya selesai juga aku dengan ritual persalonan, rencananya habis ini aku akan ke mall untuk shoping.
Wajah ku tampak segar dan glowing setelah melakukan perawatan. Akhhh andai aku tidak begitu sibuk mengurus perusahaan Ayah dan mengurus rumah, mungkin sudah kemarin-kemarin aku melakukan perawatan.
Tak ingin berlama-lama, aku pun melajukan mobil ku menuju salah satu mall terbesar milik kakak perempuan ku. Aku dan dirinya memang menjiwai dunia perbisnisan! Mengikuti keluarga besar ayah kami yang memang sudah lama berkutat di dunia bisnis.
Bedahal dengan Ibu kami yang lebih memilih terjun ke bidang hukum, asal kalian tau. Ibu ku seorang jaksa dan sekaligus wanita sosialita. Ayah tak pernah membatasi keluarganya untuk menyalurkan bakatnya di bidang apa pun.
***
Setelah 15 menit membelah jalanan, akhirnya aku pun sampe di mall milik kakak ku. Aku pun bergegas menelusuri setiap toko-toko yang di mana surganya wanita berjejer.
Tak terasa sudah aku berbelanja banyak hari ini. Aku ingin mengisi perut ku dulu, karena sedari tadi aku belum mengganjal perut ku.
Saat akan ingin menuju salah satu restorant cepat saji di mall ini, aku melihat seorang laki-laki yang sangat aku kenal! Dia sedang menggandeng seorang wanita yang tak tampak asing di penglihatan ku.
"Mas Anton? Itu kan Mas Anto sama siapa?" Tanya ku. Gegas ku ikuti dan mereka memasuki salah satu toko tas branded di mall ini.
Sebelum masuk ke dalam, aku menelfon kakak ku agar menyuruh salah satu bawahannya menemui ku untuk membawa barang ku ke dalam mobil. Tidak mungkin aku mengikuti Mas Anton dengan keadaan sedang membawa barang belanjaan.
Tak menunggu lama, orang suruhan kakak ku pun datang.
"Bu, ada yang bisa saya bantu?" Tanyanya.
"Tolong saya, bawakan belanjaan saya ke dalam mobil. Saya masih ingin belanja, tapi tangan saya sudah penuh." Ucap ku. Tidak mungkin kan aku mengatakan kalau aku akan mengungtit suami ku bersama selingkuhannya.
Suruhan kakak ku hanya mengangguk setelah ku beri tahu. Dirinya pun berlalu, lekas ku masuk ke dalam toko di mana tadi Mas Anton dan Gundiknya masuk.
Ku arah kan penglihatan ku ke seluruh toko sampai ku dapati diri Mas Anton yang saat ini sedang menemani selingkuhannya berbelanja Tas merek Di*r itu.
Penasaran?? Tentu saja, aku sangat penasaran ingin melihat siapa wanita yang menjadi gundik suami ku itu? Atau dia Anggun yang sama, yang telah menghancurkan rumah tangga ku 7 tahun yang lalu?
Tidak ingin bertambah penasaran, lekas ku hampiri tapi dengan pura-pura tidak tau. Seakan aku juga yang tak tampak asing di penglihatan ku.
"Mas Anton? Itu kan Mas Anto sama siapa?" Tanya ku. Gegas ku ikuti dan mereka memasuki salah satu toko tas branded di mall ini.
Sebelum masuk ke dalam, aku menelfon kakak ku agar menyuruh salah satu bawahannya menemui ku untuk membawa barang ku ke dalam mobil. Tidak mungkin aku mengikuti Mas Anton dengan keadaan sedang membawa barang belanjaan.
Tak menunggu lama, orang suruhan kakak ku pun datang.
"Bu, ada yang bisa saya bantu?" Tanyanya.
__ADS_1
"Tolong saya, bawakan belanjaan saya ke dalam mobil. Saya masih ingin belanja, tapi tangan saya sudah penuh." Ucap ku. Tidak mungkin kan aku mengatakan kalau aku akan mengungtit suami ku bersama selingkuhannya.
Suruhan kakak ku hanya mengangguk setelah ku beri tahu. Dirinya pun berlalu, lekas ku masuk ke dalam toko di mana tadi Mas Anton dan Gundiknya masuk.
Ku arah kan penglihatan ku ke seluruh toko sampai ku dapati diri Mas Anton yang saat ini sedang menemani selingkuhannya berbelanja Tas merek Di*r itu.
Penasaran?? Tentu saja, aku sangat penasaran ingin melihat siapa wanita yang menjadi gundik suami ku itu? Atau dia Anggun yang sama, yang telah menghancurkan rumah tangga ku 7 tahun yang lalu?
Tidak ingin bertambah penasaran, lekas ku hampiri tapi dengan pura-pura tidak tau. Seakan aku juga di sana.
"Mbak, tolong dong tas Di*r keluaran terbaru?" Tanya ku yang sedikit mengeraskan suara ku. Sampai di mana tatapan ku dan Mas Anton bertemu.
Dirinya langsung menegang saat mendapati diri ku yang tengah tersenyum kepadanya. Aku pun menghampiri suami ku.
"Mas kamu disini juga?" Tanya ku. Yang sudah berada di depan Mas Anton.
Ku lihat wajah suami ku tiba-tiba berubah menjadi pias dengan keringat yang sudah membasahi jidatnya yang putih bersih itu. Ingin rasanya tertawa, sampai suara wanita mengagetkan ku dalam diam.
"Mas, ini bagus gak buat aku?"
Deghh...
Suara manja itu, aku sangat mengenali suara itu. Tapi gak mungkinkan kalau dia Anggun wanita yang sama.
Pertanyaan-pertanyaan pun mulai berputar di kepala ku. Sampai aku tersadar suara wanita itu pun membuyarkan lamunan ku.
"Anggun." Ucap ku Lirih.
"Kamu." Ucap juga Anggun sambil melotot padaku.
"Sayang." Panggil Mas Anton.
"Iya." Jawab ku serentak dengan Anggun.
Seketika Mas Anton tampak salah tingkah.
"Jelaskan Mas." Ucapku dingin dan datar.
Belum sempat Mas Anton menhawab, si ulet keket malah nyolot.
"Saya calon istrinya Mas Anton." Ucapnya sombong. Tampa di intruksi, ketawa ku lepas bebas. Sampai pegawai toko melihat kami bertiga bertengkar.
"Baru calonnya kan?? Aku istri sahnya." Ucap ku telak. Ku lihat wajah Anggun mulai gusar.
__ADS_1
"Kenapa?? Apa kau ingin mengulang kelakuan mu di masa lalu?" Tanya ku sinis.
"Itu bukan urusan kamu ya Riana." Jawabnya sedikit berteriak
"Ahhh sudahlah, aku tidak butuh bacod mu yang gak bermutu itu. Dan kamu Mas, ku tunggu penjelasan mu saat dirumah nanti." Ucap ku yang lalu pergi meninggalkan dua manusia tak tau diri seperti itu.
***
Sesampainya di rumah, aku pun menangis sejadi-jadinya. Sesak di dada membuat ku sulit bernafas. Sesekali ku pukul dada ini untuk menetralkan dadaku.
"Apa mau wanita itu? Kenapa dirinya harus hadir lagi di kehidupan ku, setelah 7 tahun yang lalu dia juga hadir dan menghancurkan pernikahan ku yang pertama bersama Mas Ridwan." Gumam ku
Sehabis menangis, aku pun mencuci wajah ku dan menautkan wajah ku di cermin.
'Tidak, aku ini cantik, aku wanita berpendidikan, wanita sukses dan berkelas!! Lalu di mana kekurangan ku?? Bahkan aku mengurus mu dengan baik Mas!! Aku juga memberi mu keturunan. Jika kau mencari wanita lain di luaran sana?? Itu bukan kesalahan ku, tapi itu kesalahan mu yang tak pernah bersyukur miliki aku.' Batin ku sambil menatap datar pantulan diri di cermin.
Kau terlalu jauh bermain Anggun, bahkan kau belum mengenal kepribadiaan ku. Dulu aku akan diam dan mengalah membiarkan mu menang.
Tapi kali ini aku akan bermain dulu lalu melepaskan laki-laki si**an itu untuk mu.
***
1 jam sudah aku duduk di depan tv dan menikmati teh camomile yang menenagkan jiwa. Sampai suara deru mobil Mas Anton terdengar di pendengaran ku.
Sosok laki-laki yang menikahi ku 7 tahun yang lalu kini muncul di depan ku. Dirinya nampak kaget saat melihat diri ku yang menatapnya datar.
Dia pun mendekati ku dan duduk di sampingku.
"Ri, aku ingin bicara padamu." Tanyanya.
"Bicara tentang apa?" Tanya ku pura-pura bodoh.
"Tentang masalah yang di Mall tadi." Ucapnya lagi.
"Terus." Kataku memancing.
"Apanya si yang terus Ri, aku tuh pengen jelasin! Biar gak ada salah paham." Ucap Mas Anton yang mulai geram. Aku pun menatapnya dengan tajam, hingga suami ku ini salah tingkah.
"Yasudah, coba jelaskan sekarang!! Kau ingin menjelaskan apa?? Kau ingin menjelaskan, kalau kau ini khilaf?" Tanya ku dengan nada mengejek.
"Ini yang gak aku suka dari kamu Ri, kamu tuh kalau bicara!! Suka ngerendahin aku. Aku juga suami kamu, tolong hargai aku sedikit ajah." Ucapnya mengibah.
Aku hanya mencibir dengan apa yang di ucapkan oleh Mas Anton.
__ADS_1
"Jangan pernah sepelekan diam ku ya Mas!! Aku bukan wanita bodoh, beri tahu gundik mu itu. Kalau dirinya salah pilih lawan! Sudah cukup dulu aku mengalah saat dirinya hadir dan merusak rumah tangga ku dulu. Sekarang dia datang lagi dan ingin menghancurkan kembali rumah tangga ku. Maka aku akan beri dia perhitungan!! Jadi ingat itu Mas." Ucap ku lalu memasuki ryang kerja ku sendiri.
BERSAMBUNG...