Wanita Yang Sama(DEJAVU)

Wanita Yang Sama(DEJAVU)
Part 03: Ketar Ketir


__ADS_3

(Pov Anton):


"Jangan pernah sepelekan diam ku ya Mas!! Aku bukan wanita bodoh, beri tahu gundik mu itu. Kalau dirinya salah pilih lawan! Sudah cukup dulu aku mengalah saat dirinya hadir dan merusak rumah tangga ku dulu. Sekarang dia datang lagi dan ingin menghancurkan kembali rumah tangga ku. Maka aku akan beri dia perhitungan!! Jadi ingat itu Mas." Ucap Riana lalu memasuki ruang kerjanya sendiri.


Aku sempat tertegun mendengar penuturan Riana tentang Anggun. Ada apa antara Riana dan Anggun di masa lalu? Dan apa katanya tadi, kalau dia tidak akan diam lagi jika Anggun mencoba merecoki rumah tangga kami.


Pertanyaan-pertanyaan itu memenuhi isi kepala ku, aku memang tau kalau Riana adalah seorang janda kembang. Wanita anggun dan cantik itu membuat diri ku dulu bertekut lutut padanya.


Jika mengingat itu membuat ku tersenyum sendiri. Dari banyaknya laki-laki yang menjadi saingan ku dalam mendapatkan hatinya, aku lah yang paling beruntung karena bisa menjadi suaminya.


Itu dulu, semenjak aku bertemu dengan Anggun. Gadis manis dan sexy itu mampu membuat jiwa lelaki ku meronta-ronta. Sampai aku lupa kalau aku ini telah memiliki istri dan seorang anak.


"Kamu lagi ngehayalin apa Mas?" Tanya Riana mengagetkan ku.


"Mmm itu, anu!! Mas lagi kepikiran dengan proposal pengajuan proyek yang belum kelar." Ucap ku berbohong.


"Ohh." Ucapnya lalu berbaring di kasur.


Aku pun ikut membaringkan tubuh di kasur, Tak butuh waktu yang lama! Aku pun ikut terlelap dan masuk ke dalam mimpi.


***


Pagi ini aku berangkat pagi sekali, karena memang sengaja ingin sarapan pagi berdua bersama Anggun. Walau sudah ketahuaƱ dan mendapat teguran, tidak menyurutkan niat ku untuk bermain belakang bersama Anggun.


"Sayang, aku berangkat dulu ya!! Soalnya ada meeting mendadak pagi ini." Ucap ku berpamitan dengan Riana.


"Loh, kok pagi-pagi sekali?? Aku baru pengen buatin sarapan loh mas buat kamu?"


"Gak perlu Ri, aku makan di kantor ajah nanti. Lagi pula waktunya mepet." Jawab ku meyakinkan Riana. Takut kalau dia sampai curiga.


"Kamu gak lagi mengada-ngada kan Mas?" Tanyanya dengan raut wajah menyelidik.


'Waduh, bisa gawat kalau Riana tau!!' Batin ku.


"Masss." Bentaknya membuat ku kaget bukan main.


"Gak kok sayang, mas serius gak ngada-ngada kok! Mas berangkat ya?" Tanya ku.


"Yaudah sana pergi, malas aku lihat wajah ketakutan mu itu."

__ADS_1


Deghh..aku tertegun mendengar ucapan Riana yang mengatakan kalau aku ketakutan. Jujur memang aku tadi sempat gugup dan takut.


Ku lihat dia kembali memotong-motong bahan-bahan untuk dia buat sarapan.


Tak ingin ambil pusing, aku pun bergegas menuju mobil ku dan mengendarainya membela jalanan. Ada untungnya juga kalau berangkat pagi. Apalagi tidak macet.


***


30 menit kemudian aku pun sampe di parkiran rumah makan yang tidak begitu jauh dari kantor ku. Bergegas ku masuk ke dalam menemui kekasih hati ku.


"Maaf ya sayang, mas telat!! Tadi harus ada drama dulu baru kemari." Ucap ku pada Anggun yang memaklumi kehidupan ku.


"Iya Mas, aku sabar kok."jawab Anggun.


Kami pun memesan makanan favorit kami masing-masing untuk sarapan.


"Mas." Panggil Anggun manja.


"Iya sayang ku?" Jawab ku cepat.


"Aku pengen mobil dong?" Ucap Anggun.


"Bagaimana mas?? Bisakan beliin aku mobil?? Aku pengen kayak teman-teman aku,yang dapat kado ultah dari pacarnya." Rengek Anggun pada ku. Masalahnya perusahaan Riana yang aku pegang sedang krisis, kalau Riana tau. Bisa habis aku di tangannya.


"Mass... malah diam ajah." Teriak Anggun kesal padaku.


"Sabar ya sayang..mas lagi pengen ajuin proposal proyek, dan butuh banyak biaya. Nanti kalau aku menang tender, baru kamu aku beri hadiah mobil yang kamu mau." Ucap ku sedikit meraya. Pasalnya Anggun tidak tau kalau perusahaan yang aku pimpin adalah milik Riana.


***


10 menit, aku sudah sampai di kantor. Tampak karyawan melirik kearah ku?


"Ada apa?? Kenapa kalian natap saya seperti itu?" Ucap ku membentak. Ku lirik pakaian ku, tidak ada yang aneh. Lalu kenapa mereka melihat ku dengan pandangan mencemoh.


Sial, pasti ada sesuatu nih. Aku pun lekas masuk ke lift dan menuju ruangan ku di lantai 5.


Saat berada di lantai 5, tidak ada lagi sapaan dari Aldo sekertaris ku. Dia hanya menatap ku dingin dan kembali menghadap ke laptopnya.


"Aldo kamu kenapa natap saya kek gitu?? Kamu mau saya pecat?" Tanya ku menggertak. Bukannya takut, Aldo malah tersenyum sinis padaku.

__ADS_1


Bodoh amat lah, aku pun masuk ke ruangan. Bukannya ketenangan, aku begitu kaget saat melihat Riana yang sudah duduk di kursi kebesaran ku.


"Ri-Riana, kamu sedang apa di sini sayang?" Tanya ku gugup. Perasaan ku mulai gak enak, saat dirinya menatap datar kearah ku.


"Pak Anton yang terhormat, aku memberi mu hak untuk meneruskan perusahaan ku,karena kamu suami ku dan aku percaya padamu!! Tapi tidak untuk menghancurkan perusahaan ku." Ucapnya dingin sambil kelemparkan Map hijau, yang sudah bisa ku tebak kalau itu map keuangan 5 bulan belakangan ini.


Glekk, ku telan saliva ku kasar dan mengambil map yang sudah di lempar oleh Riana pada ku. Aku mencoba mendekatinya dan mencoba juga untuk menjelaskannya.


"Riana, Mas bisa jelaskan." Ucap ku setenang mungkin agar tidak terlalu tegang.


"Anda ingin menjelaskan apa Pak Anton." Jawab Riana berdiri sambil menyilangkan tangannya di dada.


"Ri, aku ini suami mu loh. Bisa kah kau sopan sedikit padaku!! Apapun kesalahan ku, kamu gak pantes giniin aku." Ucap ku sedikit emosi di buatnya.


"Suami tukang selingkuh dan suka korupsi kayak kamu gak perlu di hargain, karena kamu gak punya harga diri." Ucapnya berteriak .


"RIANAAA." Ucap ku marah, dada ku sudah kembang kempis di buat wanita ini. Tidak sadar tangan ku sudah melayang untuk menamparnya. Tidak ada rasa takut di wajahnya.


"Ayo tampar?? Kamu jangan pikir aku gak tau, kalau kamu tadi sarapan berdua dengan perempuang mu**han itu ya Mas." Ucap Riana bersungut-sungut.


"Dia bukan wanita murahan ya Ri, dia kekasih aku dan dia lebih baik dari pada kamu." Ucap ku emosi. Enak saja dia mengatakan kalau Anggun wanita mu**han.


"Hahahhahaha, wanita baik-baik?? Kalau dia wanita Baik-baik, seharusnya bukan laki-laki bersuami incaran dia?" Deghh..jawaban Riana membuat ku bungkam, apa yang di katakan Riana memang ada benarnya.


"Karena menurut kamu dia lebih baik dari aku, yasudah sana pergi dari sini!! Kamu saya pecat secara tidak hormat dan tunggu surat cerai dari saya..silahkan keluar Pak Anton yang terhormat." Ucapnya, aku syok mendemgar ucapan Riana. Yang memecat ku dan ingin menceraikan ku.


"Riana, aku minta maaf ya.. aku janji gak bakal ulangin lagi?? Mas khilaf sayang." Ucap ku mengibah.


"Suuutttt,, diam kamu Mas..


Bacod tau gak, keluar kamu dari sini." Ucapnya lagi tampa ekspresi.


"Riii." Ucap ku sengaja memasang wajah mengibah.


"Ku bilang KELUARRR kamu ." Ucapnya teriak.


Aku pun keluar dengan membanting keras pintu ruangan yang pernah ku tempati. Awas kamu Riana, akan ku buat kamu menyesal karena membuat ku menngemisi dirimu.


BERSAMBUNG...

__ADS_1


__ADS_2