
(Pov Anggun):
Sudah sebulan ini aku lost contak dengan Mas Anton. Gak biasanya dia kayak gini ke aku? Pasti ada yang gak beres nih?"
Aku berinisiatif saat jam makan siang nanti, aku akan ke kantor mas Anton saja. ku coba melihat jam di nakas yang sudah menunjukkan pukul 09:45. Gegas ku kekamar mandi untuk bersiap-siap.
Setelah mandi, ku ambil baju dres terbaik ku dengan panjang di atas lutut. Rencana ku, aku ingin membuat Mas Anton menjadi milik ku seutuhnya. Tampa ada gangguan dari si Riana.
Hufttt..jika mengingat wanita itu, jujur ada rasa kawatir di diri ini. Kenapa juga setelah bertahun-tahun menghilang malah muncul lagi.
Aku pun menuju taksi yang sudah ju pesan tadi, 30 menit perjalanan akhirnya aku pun sampai di perusahaan mas Anton. Saat ingin masuk ke dalam, ku lihat mobil mas Anton melintas dan cepat-cepat aku pun kembali ke dalam taksi.
"Pak ikuti mobil hitam yang tadi ya." tanya ku mengintrupsi Sopir taksi.
"Baik Neng." jawabnya.
Untung saja aku gak kehilangan jejak Mas Anton. Tampak mobil Mas Anton berhenti di sebuah restaurant mewah yang tak jauh dari kantornya.
Mata ini tercengang saat melihat Mas Anton berjalan berdua dengan Riana. Aku pikir mereka sudah berpisah.
'Wah gak bisa gue biarin nih, Mas Anton hanya milikku seorang. Gak boleh ada yang bisa rebut Mas Anton dari ku!! Meski itu Riana sekaligus.' Batin ku.
Aku pun turun dan menyusul Mas Anton setelah membayar taksi tadi.
Ku lihat Mas Anton duduk di pojokan, tampak keduanya tersenyum mesra.
__ADS_1
'*wah ini gak bisa di biarin.' batin ku*
Aku pun mendekati keduanya yang nampak saling mepempar cabdaan.
"Ohhh, jadi kamu disini asik-asik kan dengan perempuan ini, sampai nyuekin aku." ku lihat pengunjung mulai melirik dan berbisik ke arah kami. Bagus, ini kesempatan ku untuk mempermalukan Riana.
"Anggun, kamu apa-apaan sih." ucap Mas Anton marah.
"Jaga bicara kamu ya, dan satu hal lagi!! Hubungan kita sampai disini." ucap Mas Anton dingin. Ini gak boleh di biarin.
"Gak, aku gak mau mas! ini pasti gara-gara kamu kan perempuan si\*lan." ucap ku memaki Riana. Dia hanya memandang ku datar.
__ADS_1
"pergilah, jangan mengganggu kehidupan ku lagi." ucap Mas Anton mengusir ku. Aku yang tak terima pun meluapkan kekesalan ku terhadap Riana. Ku jambak rambutnya serta memaki dirinya.
"ini semua gara-gara kamu, dasar memang kamu wanita Si\*lan." ucap ku memaki Riana, dia hanya meringis! Gencar pula aku menarik keras rambutnya serta sumpah serapah pun kulayangkan untuknya. Sedangkan mas Anton pun juga berusaha mepepaskan genggaman tangan ku di rambut Riana.
Saat sedang sibuk menepis tangan mas Anton dengan tangan ku yang satunya. Tak ku sangka kalau Riana mengamuk, sisi amarah Riana yang tak pernah ku lihat kini membuat ku bergidik ngeri.
"Ahhh, cukup sudah aku diam! Seharusnya kau tau malu Anggun. Laki-laki yang kau larang mendekati ku ini adalah suami ku sendiri. Lalu kau sapa?? Kau hanya pelakor yang ingin merusak keluarga ku. Mungkin dulu aku kan diam, jetika kau merusak rumah tangga ku dengan mantan suami ku terdahulu..tapi sekarang, aku akan melawan mu!! Jangan mengganggu rumah tangga ku, jika tidak! Aku akan membuat dirimu menderita." ucap Riana dengan ekspresi datar kepada ku.
"Ayok mas, kita pergi." ucap Riana lagi. Lalu keduanya pun pergi, bahkan Mas Anton pun tidak berbalik melihat ku. Semua orang yang ada di restoran pun meneriaki ku. Dengan sebutan pelakor.
'*aku akan membalas semua ini Riana, jika dulu aku bisa memisahkan kamu dengan suami mu yang dulu, maka aku juga bisa membuat mu terpisah dengan Mas Anton.' batin ku*.
__ADS_1
BERSAMBUNG...