Wanita Yang Sama(DEJAVU)

Wanita Yang Sama(DEJAVU)
part 05: Memaafkan dan Memberi kesempatan


__ADS_3

(pov Author):


pagi ini seperti biasa, Riana masih berada di rumah sakit untuk menemani sang ibu mertua. Riana mengurus sang mertua seperti dia mengurus sang ibu jika sakit.


"buk, sarapan yuk?" ucap Riana.


"iya Ri, tapi kamu yang suapin ya?" tanya ibu Mia.


"hahhaa iya dong buk, ibu kan belum bisa makan sendiri." jawab Riana.


Akhirnya Riana pun menyuapkan bubur untuk sang mertua. Anton yang melihat kedekatan sang istri dan ibunya, sungguh di rundung penyesalan karena sudah secara terang-terangan bermain gila bersama wanita yang sama, yang sudah menyakiti istrinya di masa lalu.



Tok..tokk



krietttt, suara pintu di kotok lalu di dorong agar terbuka, membuat Riana dan sang Mertua terdiam setelah melihat siapa yang datang. Rasa sakit dan kecewa di rasakan oleh kedua wanita beda usia itu. Hingga membuat kehadiran Anton di abaikan oleh keduanya.



"ibu sudah sarapan?" tanya Anton lembut.



"itu, ibu udah di suap dengan anak perempuan ibu." jawab Bu Mia ketus sambil menggenggam hangat tangan Riana. Riana yang mendapatkan kasi sayang dari sang mertua, membuatnya tersenyum hangat ke sang mertua.



Anton yang melihat itu, lagi-lagi hanya bisa diam dan menelan salivanya kasar. Hingga suara Dira mengagetkannya dari lamunannya.



"loh bang, ngapain disitu berdiri kek patung monas ajah?" tanya Dira heran.



"ehh gak papa kok Dir." jawab Anton yang langsung menatap Riana. Sedangkan Riana yang mendapat tatapan sendu oleh sang suami pun berdiri dan menghampiri sang suami.



"ayo mas kita bicara, ada yang ingin aku bahas dan selesaikan sama kamu?"ucap Riana.


__ADS_1


Anton pun pasrah dan mengikuti Riana berjalan menuju taman yang ada di rumah sakit.



mereka pun duduk saling berhadapan,tampak keduanya saling diam dan Anton pun mulai bertanya.



"Kamu pengen bicarain apa Ma?" tanya Anton. Riana menatap Anton sekilas dan lalu menghembuskan kasar nafasnya.



"Dengan adanya kejadiaan ini, kamu mau apa Mas?" tanya Riana.



"Mas gak mau apa-apa lagi Ri!! Mas pengen minta maaf dan memperbaiki semuanya, tentang hubungan kita." jawab Anton sendu. Jujur di hatinya masih ada cinta untuk sang istri dan selama dia berselingkuh dengan Anggun, tak pernah pun sekali Anton sampai kelewatan batas dalam berhubungan dengan Anggun.



Mereka berdua hanya jalan, makan dan berbelanja. Untuk urusan ranjang Anton akan pulang ke rumah dan meminta haknya kepada sang istri.



"Mas janji gak bakal ulangin lagi, dan mas sama Anggun gak pernah sampai kelewatan batas saat pacaran. Mas bisa buktikan itu." ucap lagi Anton.




"Mas bersumpah atas nama ibu dan bapak, kalau Mas gak pernah tidur dengan Anggun." ucap Anton. Riana pun menatap mata sang suami. Disana dia melihat kejujuran di mata Anton tak ada kebohongan.



"Jika aku memaafkan mu Mas, apakah kamu mau berubah dan tidak mengulang kesalahan itu lagi?" tanya Anggun serius.



"Mas janji Ri, gak akan ngulangin lagi! Tapi tolong jangan tinggalin Mas ya?" jawab Anton mengiba.



Riana pun mengangguk lalu mengeluarkan sebuah map yang di dalamnya ada sebuah kertas dua lembar dan sebuah polpen.


__ADS_1


"tanda tangani ini mas. Anggap ini jaminan buat kamu gak mengulangi lagi kesalahan kamu." ucap Riana sambil menyodorkan map tersebut.



"Ini apa Ri." tanya Anton.



"baca saja Mas, nanti kamu akan tau sendiri itu surat apa." jawab Riana enteng.



Anton pun mencoba membaca surat yang berisi surat perjanjian yang menyatakan. Jika suatu saat Anton kembali melakukan perselingkuhan, mau dengan Anggun atau wanita lain. Maka Anton siap dan terima jika dirinya harus meninggalkan Riana dan Delta tampa harus membawa harta benda mau sepersen pun.



Anton menelan salivanya, dia juga melihat tanda tangan pengacara keluarga besar istrinya dan ada tandatangan Bapaknya dan Ayah mertuanya.



Tampa ragu pun Anton langsung membubuhi tandatangannya di atas matrei 10rb yang menempel di sebelah kanan bawah kertas.


...****************...


Keduanya pun kembali kedalam ruangan sang ibu. Disana sudah ada Bapaknya Anton yang sedang menyuapi sang istri buah jeruk.



"Bapak kapan datangnya?" tanya Anton.



"20 menit yang lalu." ucap bapak



"lah bapak gak kerumah makan?" tanya lagi Anton.



"Udah bapak suruh si Dira buat gantiin bapak, Bapak juga pengen nemenin ibu mu Anton." jawab Bapak.



Anton hanya ber O ria, lalu duduk di sofa bersama sang istri. Keduanya hanya diam melihat keromantisan orang tua yang ada di depan mereka berdua.

__ADS_1



BERSAMBUNG....


__ADS_2