Warrior Of The Moon

Warrior Of The Moon
Kesempatan Menjadi Tate I


__ADS_3

Seperti biasa desa Chuse tak pernah terlihat sepi . Orang orang berlalu lalang di jalan jalan besar .Bahkan di jalan kecil pun sangat ramai .


tentu saja ramai . kota yang menjadi pusat dari Daratan Ataris ini adalah jalur perdagangan 5 desa bear lainya .


Desa Chuse dikelilingi oleh lima desa besar . dan di anggap sebagai desa teraman dan termakmur di daratan ini


" Cepat jalan! " teriak pria tua sambil memukul anak anak yang sedang beriringan kesuatu tempat .


inilah hasil dari diskriminasi di tempat ini. yang kuatlah yang akan selalu memimpin perubahan .


mereka adalah para budak hasil dari jarahan pemerintah daratan Ataris.


ketika suatu desa tak mampu memenuhi ketentuan pemerintah di daratan Ataris . mereka akan dijadikan budak dan diperjual belikan di di desa Chuse. Orang orang yang memiliki harta dan kekuasaan memperlakukan para budak layaknya hewan , atau hanya menjadikannya sebagai budak sek bahkan ada yang mempekerjakan para budak hingga mati .


budak sudah jadi hal yang biasa di tempat ini. bahkan anak anak sekalipun.


"cepat jalan !" sekali lagi terdengar teriakan pria tadi makin keras . para budak mempercepat langkah mereka.


Brukk


terlihat anak kecil berusia sekitar 6 tahun terjatuh . ia nampak begitu kelelahan . ia tak mampu berjalan lagi . dan tersungkur di depan pintu.


"woy berdiri lah ." tak ada pergerakan dari anak itu . pria tua itu melempar anak. itu masuk ke dalam gedung .


"tuan mohon maaf . sepertinya ia sudah tidak dapat bekerja lagi . ia sudah 2 hari tidak mendapat makanan ." ucap seorang anak laki-laki .


"hey kau jangan coba membelanya " plak wajah anak laki-laki itu ditamparnya.


anak laki-laki itu sama sekali tidak bergerak . ia perlahan menundukkan kepalanya.


"maafkan aku. " ucap anak laki-laki itu. tidak ada air mata yang terlihat dimatanya .sepertinya seluruh air matanya sudah mengering sedari dulu .


terlihat pria berbadan besar membawa sekarung kecil makan di punggungnya .


"woy berkumpul lah ! ini makanan kemarin dan hari ini ." ucap pria itu sambil menurunkan karung yang ia bawa di bahunya.


sekitar 30 budak mulai berbaris mengantri mengambil makanan yang dibagikan pria tadi . keseluruhan budak di tempat ini masih anak anak.


mereka berusia 6 tahun hingga 15 tahun .


"kalian sudah mendapatkan bagian masing masing kan. makanlah dalam 10 menit aku akan mengecek lagi ke tempat ini. "

__ADS_1


terlihat anak yang laki laki yang dilemparkan pria tadi , makan begitu lahapnya. anak berusia 6 tahun ini harus hidup sebagai budak diusia sekecil ini.


"zed .sudah baikan . makanlah ini ?" ucap anak berusia 14 tahun . ia menghampiri anak itu . sambil memberikan satu roti yang ia pegang di tangannya.


"aku sudah kenyang. kak Kai." ucap anak kecil yang ternyata bernama Zed itu.


"tak apa makanlah aku sudah makan kemarin , aku selalu menyisakan sebagian makanan yang kudapat ." jadi aku Tak akan kelaparan . mulai sekarang kau juga harus begitu ya !."ucap anak laki laki berusia 14 tahun yang bernama Kai itu.


ia berbohong kepada Zed. agar Zed menerima apa yang ia berikan


"terimakasih kak Kai" ucap Zed.


Kai tersenyum kecil kepada Zed. Kai terlihat nampak begitu dewasa di usianya . mungkin karena ia sudah berada di tempat ini kurang lebih 4 tahun .ia sudah terbiasa dengan apa yang terjadi di sini . bahkan ia tak pernah merasa sakit ketika mendapatkan cambukan dari para petugas di tempat ini.


mereka akhirnya kembali bekerja seperti biasa .saat mereka bekerja , untuk menjaga agar anak anak tidak melarikan diri . para petugas merantai kaki anak anak tersebut.


mereka layaknya tahanan di tempat ini . mereka harus membuat anyaman dari bambu setiap hari tanpa henti . para petugas akan memukul mereka menggunakan cambuk ketika ada anak yang berhenti dari tugasnya.


***


terlihat dari kejauhan di Kantor desa Chuse sekelompok orang sedang berkumpul di gerbang .


" kami ingin bertemu dengan Nozo desa Chuse." ucap wanita yang terlihat begitu anggun .


note: Nozo adalah asosiasi desa yang khusus mengurus penjualan dan pembelian budak daratan Ataris. penjual belian budak hanya bisa dilakukan di desa Chuse.


desa manapun ketika ingin memiliki seorang budak harus membelinya di desa Chuse. ketika seseorang memiliki budak desa Chuse lah yang membuat kontrak budak di antara pembeli dan budaknya. dan ketika seseorang memperbudak manusia tanpa tanda budak, orang tersebut akan di penjarakan atau harus membayar denda sesuai dengan pelanggaran .


"ah..ah Nozo ya mohon tunggu sebentar ! " jawab prajurit tersebut ia sangat gugup ketika berbicara dengan wanita tersebut .


wanita yang begitu anggun dengan tubuh yang sangat bagus . siapapun pasti merasa bergetar ketika melihat wanita ini.


setelah beberapa menit menunggu mereka ber 4 di persilahkan masuk ke dalam kantor desa Chuse.


terlihat seorang pria sedang duduk di meja yang dipenuhi banyak sekali buku serta dokumen di atasnya.


"ah silahkan duduk ! " ucap Nozo tersebut.sambil berjalan menghampiri ke empat orang yang datang untuk menemuinya .


" terimakasih tuan Makama . karena sudah berkenan menemui kami " ucap wanita anggun tadi


ia kemudian melanjutkan pembicaraannya

__ADS_1


" Kami Tate desa Kage , Shuizo Tate . datang atas nama Desa Kage. kami di kirim langsung oleh Tuan Zettra Same. mungkin anda sudah tahu sebelumnya" Ujar wanita tersebut


note: Tate adalah nama lain dari prajurit pelindung desa .


" mmm aku sudah mendengar langsung dari ketua kemarin . yak kita langsung saja ikuti aku !." ucap Makama . sambil berdiri menuju ruangan ke ruangan bawah tanah . di ikuti mereka berempat.


" nona..." ucap Makama terhenti . ia tidak tahu siapa nama dari orang-orang yang bersamanya saat ini.


"Mohon maafkan saya . saya terlalu terbawa suasana sehingga lupa memperkenalkan diri.


saya Akane Misae ,saya wakil kapten Shuizo Tate."ucap Akane.


Akane adalah wanita cantik yang selalu menggunakan kimono dan membawa kipas .


"perkenalkan saya Yoraka Kou." ucap seorang pria dengan jubah hitam ia sama sekali tak menampakan bagian tubuhnya.


"perkenalkan Katane Sai ." ucap pria dengan kacamata kecil dan panah besar di belakang tubuhnya.


"Noto Seiji " ucap pria bertubuh tinggi dengan baju baja yang ia kenakan .ia berkata sesingkat mungkin .


**


akhirnya mereka sampai tepat di ruang bawah tanah.


"Budak seperti apa yang kalian inginkan ?"


tanya Makama sambil melingkarkan tangannya di dada.


" Sesuai dengan perintah yang telah diberikan kepada kami . kami ingin mencari budak dengan mana dan kemampuan bertarung yang tinggi." ucap Akane menimpali pertanyaan Makama


"ah untuk saat ini . yang tersedia di tempat ini hanyalah 2 orang . yang sesuai dengan yang dengan permintaan anda." ucap Makama.


"sesuai perintah kami membutuhkan 8 orang budak untuk dijadikan mortir . apakah anda bisa menyediakan permintaan kami? ." tanya Akane


"Aku mungkin bisa mencarikannya dalam sehari . tapi harganya mungkin sedikit berbeda ." ucap Makama ia bahagia karena bisa mendapat keuntungan dari 8 budak sekaligus .


" kami akan membayarnya. dengan syarat para budak yang di persiapkan untuk kami, harus bertanding terlebih dahulu . itu berarti anda harus menyiapkan budak 2 kali lipat dari yang kami minta . apa anda sanggup?." gertak Akane


" bukan hal yang sulit . besok sore datanglah ke arena desa Chuse. aku akan menyiapkannya untuk kalian ." ucap Makama dengan senyum licik di wajahnya. ia sangat bahagia karena bisa menjual banyak budak dengan harga tinggi .


*Berambung ...

__ADS_1


__ADS_2