
"darah siapa itu? " pikir Kai ia sama sekali tidak dapat mengikuti gerakan mereka...
Semua orang yang ada di arena desa Chuse terperangah melihat apa yang terjadi didepan matanya.
Hirai segera meloncat menjauh . ia menjaga jaraknya . ia sadar dengan luka di tubuhnya. sambil memegang perutnya , ia berusaha menutupi lukanya dengan mana agar darahnya tidak keluar terus menerus.
saat ia menendang Jose tadi . Jose menahannya dengan satu tangan dan menusuk bagian perut Hirai.
Jose sangat hebat di usianya yang masih muda ia mampu mempertipis perubahan bentuk mana ke ujung jarinya . sehingga menghasilkan pisau mana yang tajam.
" kau sedikit lengah ya !." ucap Jose sambil berjalan menghampiri Hirai.
terlihat samar aliran mana di tangan Jose meruncing . Hirai yang menyadari dirinya akan diserang Segera melompat lebih jauh kebelakang.
busttt
tiba tiba tubuh Hirai terpental lebih dari 3 meter dari tempat Ia berdiri. Jose sangat cepet sehingga ia mampu menendang Hirai dengan sangat mudah.
"Apakah ketua akan mampu mengendalikan nya ? Akane..?" Noto sedikit ragu dengan Orang yang akan mereka pilih di pertarungan ini.
"Kau tak perlu takut tentang hal ini, apakah kau meragukan ketua saat ini ?" ungkap Akane dengan sedikit aura membunuh yang keluar dari tubuhnya.
"Bukan begitu maksudku ." ungkap Noto gelagapan . ia salah karena berbicara seperti itu pada Akane.
"hanya karena ketua kita lebih muda dari kita. kau tidak bisa merendahkannya ! ." ungkap Katane bersungguh sungguh
Noto memalingkan wajahnya ia sadar ia tak seharusnya berbicara seperti itu di Depan teman-temanya ini.
"Aku menyerah! " Hirai mengacungkan tangannya ia sadar takan mampu melawan Jose dengan kemampuan yang ia miliki.
Jose sama sekali tidak mendengar perkataan Hirai ia berjalan dan semakin mempertajam pisau mana di tangannya . ia berencana menghabisi nyawa Hirai .karena dalam ujian ini di ijinkan untuk saling membunuh. jadi menurut Jose ini adalah hal yang paling menyenangkan.
Jose mendekati Hirai dengan cepat . ujung pisau mana di tangannya sudah berada di depan wajah Hirai .
sreng bamp
sesuatu benda dengan kecepatan tinggi melesat melewati wajah Jose . ia segera meloncat mundur beberapa meter . dari aura yang dirasakannya oleh nya . ia bisa tau bahwa orang yang melempar benda itu memiliki kemampuan yang sangat hebat.
di bangku budak .para pesertapun merasa terkejut dengan kejadian itu.
terutama Kai. ia berusaha mencerna nya . Kai perlahan memandang sekeliling .
" pasti wanita itu yang melakukan nya." gumam Kai. ia menatap Kearah orang orang yang duduk di kursi atas. Kai tahu bahwa mereka adalah orang orang yang di utus oleh desa Kage. " Lambang itu . mereka Tate tingkat satu . ya , bukan hal aneh mereka dapat melakukan hal seperti itu. " pikir Kai
kembali ke pertarungan di arena desa Chuse
Jose terperangah dengan hal yang baru saja ia rasakan . jika timing yang Jose lakukan sedikit saja tidak tepat ia bisa mati .
__ADS_1
tatapan Jose fokus pada lubang yang sangat besar di dinding. " sehebat apa wanita itu ."gumam Jose . ia sadar bahwa wanita itulah yang melakukanya . ia tahu dari kipas yang tertancap di lubang dinding tersebut.
"Pertandingan pertama dimenangkan oleh Jose kanma". teriak Makama sambil berdiri
"Apa maksud semua ini , apakah wanita itu berniat membunuhku " gumam Jose ia sangat kesal apa yang ia alami barusan .
**
"Ah kau sampai bertindak sejauh itu. A K A N E." ucap Katane dengan suara yang ia buat buat . untuk menggoda Akane.
" Jika di clasifikasikan mungkin Jose masuk kedalam tipe assasin bukan ." ungkap Nato . ia sangat yakin dengan pendapat yang ia keluarkan.
Terlihat dari ekspresi wajah yang terpampang di wajah masing masing anggota Suizo Tate. sepertinya mereka setuju dengan dengan apa yang di ucapkan Nato.
Kai masih berpikir berpikir siapa yang akan menjadi lawannya.
"Kau sepertinya gugup." ucap seorang anak laki-laki . Membuat Kai sangat terkejut .
"Kiraka .., sejak kapan kau duduk di belakangku?" tanya Kai
"sudah cukup lama ." ungkap Kiraka. sambil berpindah tempat dan duduk tepat di samping Kai
"Sejak kapan Dia duduk tepat di belakangku" Gumam Kai. Sekarang Kai sudah mulai merasakan keingintahuan lebih tentang siapa sebenarnya Kiraka. Kai tahu dia sudah hidup di tempat yang sama dengan Kiraka. bahkan bukan dalam jangka waktu yang sebentar. Ia sekarang sadar selama ia di jadi budak di pabrik . ia hanya beberapa kali berpapasan dengan Kiraka.
Kai tahu Hawa keberadaan yang Kiraka miliki sangat kecil .
ucap Kiraka membuat lamunan Kai buyar.
"Ah aku melihat benda yang wanita itu lemparkan tepat mengarah ke kepala Jose." jelas Kai.
dari apa yang Kai lihat pertandingan barusan tidaklah seimbang.
Kai terus memperhatikan kiraka. dia memiliki rambut yang merah menyala. tapi ia sama sekali tidak terlihat begitu menonjol dari dulu.
bahkan merasa hanya beberapa kali berpapasan dengan Kai selama menjadi di pabrik .
"pertandingan kedua Muse Kiraka dan Sanji Rouka" teriak Makama
"A pertandingan ku " ucap Kiraka ia berdiri dan berjalan perlahan menuju ke lapangan .
Kai masih dalam pemikiran nya tanpa sadar Kiraka sudah berada jauh dari hadapannya.
" Kiraka semangat" teriak Kai sambil berdiri.
seketika orang orang yang ada di sekitar Kai memandangnya dengan tatapan heran.
meskipun Kai dan Kiraka bersaingan di sini. mereka tetaplah datang ke tempat ini bersama sama .
__ADS_1
"Maaf .. maaf " Kai meminta maaf atas hal yang baru saja terjadi . mungkin peserta yang lain merasa terganggu dengan perbuatannya itu .
Kedua peserta saling berhadapan di tengah arena . Kiraka terlihat sangat santai berada berada di tengah arena seakan ia sudah terbiasa dengan keadaan di sini.
Begitupun dengan peserta bernama Sanji . ia samasekali tak bergeming .
rambut coklatnya bergerak tertiup angin .dengan tubuh yang begitu kokoh di usia nya . jika diperhatikan Sanji terlihat masih sangatlah muda . kira kira seusia kai
trink
suara dimulainya pertandingan mereka terlihat mulai mempersiapkan kuda kudanya masing-masing
Sanji bergerak sangat cepat
DUARRR
Sanji memukul tepat ditempat kiraka berdiri . pukulannya begitu keras dan menimbulkan bekas yang sangat dalam .
" dimana dia?" gumam Sanji . ia berdiri dengan tegak dan melihat Kiraka sudah berada jauh darinya.
Kiraka tiba tiba menghilangkan dari pandangan Sanji. ia segera mempersiapkan kuda kudanya kembali.
BUMM.
tendangan Kiraka hampir saja mendarat tepat di kepala Sanji jika Sanji tidak menahan dengan bahu tanganya
"Tendangan mu bisa membuat kepala seseorang terlepas dari tempanya ." ujar Sanji
ia tahu dari apa yang ia rasakan barusan. Kiaraka sangatlah berbahaya.
" aku tak boleh kalah darinya di tempat ini " pikir Sanji. tidak ada cara lain ia memfokuskan pemikiranya . terlihat percikan percikan kecil di tubuhnya perlahan semakin terlihat jelas. rambutnya terangkat keatas dan keringat di tubuhnya mulai terangkat meninggalkan tubuhnya. saat ini tubuh nya bersinar .
Sanji terlihat sedang mempersiapkan kuda kudanya
"dia menghilang" gumam Kiraka
SRETT
leher Kiraka mengeluarkan begitu banyak darah . "apa ini . inikah Sesta petir." mata Kiraka perlahan lahan mulai memudar dan tubuhnya mulai memanas
"KIRAKA ... "
teriak Kai . ia melihat leher Kiraka yang sudah terkena sayatan sangat dalam . tak terasa air matanya mengalir begitu saja
Note: Sesta adalah skill atau teknik yang tercipta dari hasil perubahan mana .
Bersambung
__ADS_1