
" Bersiaplah kita Gunakan REEL. kita akan mencari budak sesuai permintaan !." Ucap Makama sambil menyusuri lorong di ikuti 2 orang di belakangnya.
note: REEL adalah alat yabg digunakan untuk mengukur jumlah Mana pada manusia .
note : Mana adalah hasil dari konversi energi tubuh dan jiwa dalam tubuh manusia. yang ketika digunakan dapat mengaktifkan kemampuan spesial orang tersebut. selain kemampuan individu mana secara dasar dapat digunakan untuk melindungi bagian tubuh serta memperkuat benda dengan cara mengalirkan mana kebagian tertentu.
ketika seseorang sudah terbiasa dengan mana itu sendiri .mereka akan mampu untuk merubah mana menjadi perubahan elemen dasar . seperti api, air, angin, dan tanah .
perubahan tersebut di sebut skill.
*
Didalam pabrik terlihat seseorang saling berbicara " Baiklah . mari kita lihat secara langsung saja !" ucap petugas pabrik tersebut.
Prok prok
Suara tepukan tangan dari petugas mengehentikan semua kegiatan di dalam tempat tersebut.
" Bersiaplah kami akan mengukur kekuatan kalian dengan REEL, Berbaringlah!."ucap petugas tersebut
terlihat anak anak sudah berbaris rapi sesuai dengan perintah. Mereka mulai meletakan tangan di atas REEL tersebut .
note: REEL akan berubah sesuai dengan tingkatan atau jumlah mana pada manusia
tingkat 5 : bola berwarna putih \= tingkat dasar
tingkat 4 : bola berwarna biru
tingkat 3 : bola berwarna hijau \= tingkat menengah .
tingkat 2 : bola berwarna kuning \= tingkat mahir .
Tingkat 1 : bola berwarna merah \= tingkat ahli
tingkatan tersebut sesuai dengan kapasitas mana dan produksi mana dalam tubuh setiap individu.
***
sudah sebagai budak telah diukur tingkatan mana mereka . namun belum ada satupun yang sesuai dengan standar yang ditetapkan.
" apa yang akan mereka lakukan dengan mengecek tingkatan mana pada kami. " pikir Kai .ia tidak tahu maksud dari perlakuan yang mereka terima .
tiba tiba REEL memancarkan warna hijau. semua mata sekarang tertuju pada orang yang mampu membuat REEL tersebut berwarna hijau .
Kai memperhatikan siapa orang itu
"Muse Kiraka." Kai terperangah melihat Muse mampu membuat REEL tersebut berwarna hijau.
menurut pendapat Kai Muse adalah anak yang hawa keberadaannya sangat sulit sekali dirasakan oleh Kai .
Kai tahu bahwa Muse datang sudah berada di tempat ini , kurang lebih 4 tahun. hanya berselang sebentar dari kedatangan Kai sebagai budak di tempat ini.
* *
__ADS_1
sekarang giliran Kai maju untuk mengukur tingkatan mana yang ia miliki. Kai sendiri sangat penasaran dengan hasil yang akan di dapatkannya
Kai perlahan-lahan meletakkan tangannya di atas REEL.
Kai menutup mata ia perlahan-lahan
"ayolah tubuhku !" gumam Kai di dalam hatinya. Kai ingin sekali dirinya memiliki mana yang berlimpah . karena bagaimanapun ia pernah bercita cita menjadi seorang seorang Tate saat ia berada di desa Ettre.
deg deg
detak jantung Kai tiba tiba sangat kencang ia mengingat kembali saat saat pedihnya ketika desa tempat kelahiran nya terbakar habis. dan para penduduknya di bantai dan jadikan budak .
tiba tiba air mata Kai jatuh mengenai REEL dan Kai segera tersadar dari kenangan pahit nya
"aku masih belum bisa menghilangkan hal itu " Kai menunduk dan melihat REEL dan apa yang terjadi warnanya hanya berubah putih .
"Apakah aku memang terlahir untuk di diskriminasi ?"ia bertanya pada dirinya
Kai berbaik dan masuk kedalam barisan tersebut .ia benar-benar merasa takan pernah ada perubahan pada kehidupannya.
*
"Anak berambut merah majulah dan perkenalkan dirimu !." perintah petugas
anak laki-laki itu perlahan maju mendekati para petugas
"Hormat, Muse Kiraka , 14 Tahun . " ucap Kiraka memperkenalkan dirinya
" Untuk budak yang lulus di seleksi ini .kalian akan masuk tahap ujian ketangkasan esok hari di arena desa Chuse. Jika mampu lulus di tes berikutnya. kalian akan di bawa ke desa Kage dan dilatih sebagai Tate desa Kage. itupun jika lolos di seleksi besok ."jelas petugas tersebut
"Ini tempat terakhir yang kami kunjungi , aku akan membawa satu lagi . " ucap pria itu penasaran karena tak ada satupun yang memenuhi syarat saat pengukuran mana menggunakan REEL.
Kai memejamkan matanya berharap dirinya terpilih kali ini . ia begitu syok saat mendengar bahwa orang orang terpilih ini , akan menjadi seorang Tate.
meskipun harus mempertaruhkan nyawanya bagi keamanan desa lain .Kai sama sekali tidak merasa keberatan . apalagi saat ini dirinya tidak mempunyai satupun tempat untuk dirinya pulang .
udara di sekitar ruangan ini sedikit demi sedikit berkurang . Kai merasakannya dengan jelas apa yang saat ini terjadi. tapi Kai tetap menutup matanya dan berusaha menjaga posisi tubuhnya . Sudah lebih dari 1 menit Kai bertahan di posisinya tersebut . tapi saat ini berat nya tekanan yang tubuhnya terima makin meningkat.
"apa sebenarnya yang sedang ini " pikir Kai
Brukk
tubuh Kai roboh ia masih berusaha menahan kesadarannya . Kai pun membuka matanya perlahan lahan . dan melihat apa yang terjadi sebenarnya
Kai menatap ke sekeliling teman temanya yang lain sudah tidak sadarkan diri . Kai merasakan arah tekanan yang ia rasakan datang dari hadapannya .
Kai perlahan mempokuskan pandanganya ke arah dimana tekanan itu berasal .
Ya benar sekali tekanan tersebut datang dari pria yang sedang memegang REEL.
pria itu menghembuskan nafasnya perlahan .
keadaan disekitarnya kembali seperti semula
__ADS_1
Kai segera mengambil nafas dalam dalam. ia ingin segera mengembalikan kondisi tubuhnya seperti semula.
"kemarilah . dan perkenalkan namamu." ucap pria itu . dari semua yang budak yang ada fi tempat itu hanya Kai dan Muse saja yang masih sadarkan diri.
Kai perlahan maju mendekati pria itu .
"hormat Kai Hirota , 14 tahun."ucap Kai. masih dengan nafas yang tersengal-sengal
"persiapkan dirimu , kau harus menunjukan kekuatanmu esok hari ." tekan pria tersebut
"Tuan maafkan atas kelancangan ku. apa yang akan terjadi dengan yang lain ?" tanya Kai .ia khawatir dengan keadaan temanya yang saat ini tidak sadarkan diri.
"Mereka hanya pingsan. " ucap pria itu menjawab pertanyaan yang di ajukan kepadanya.
jawaban pria itu menghilangkan kekhawatiran yang Kai rasakan.
akhirnya orang orang terpilih di bawa dan di kumpulkan di dalam sel yang disediakan di arena desa Chuse
*
keesokan harinya
16 peserta berbaris di tengah lapangan arena desa Chuse.
anak anak tersebut terlihat sangat kuat. meskipun hanya mengenakan pakaian compang camping khas budak . di daratan Ataris.
mereka terlihat sangat percaya diri
" apapun yang akan aku akan melakukanya dengan kekuatanku ." gumam Kai dalam hati.
trak trak
suara langkah kaki terdengar dari koridor atas . mereka adalah para Tate Shuizo. mereka duduk di tempat yang sudah disediakan . tidak luput Makama pun ikut hadir di tempat ini .
"ini adalah ujian terakhir kalian . siapapun yang lolos akan menjadi budak bagi desa Kage. lebih tepatnya Tate." ucap Makama dengan senyumnya yang merendahkan.
Ia pasti berfikir betapa rendahnya desa yang menjadikan budak sebagai seorang Tate. selayaknya seorang Tate haruslah dari kalangan atas . seperti itulah pemikiran Makama
"agh aku hampir lupa. kalian boleh saling membunuh hehe ." seringai Makama ia tampak begitu ceria
pertarungan pertama Jose kanna dan Hirai kima .
pertarungan dimulai
Hirai berlari sekencang mungkin dan menyerang dengan tendangan mengincar leher Jose.
crxt tiba tiba darah berhamburan membasahi arena .
semua orang tercengang melihat hal itu termasuk orang orang yang sedang duduk di atas .
"ini menarik haha salah satu terbunuh ." ucap Makama dengan senyum yang merekah di wajahnya.
"darah siapa itu? " pikir Kai ia sama sekali tidak dapat mengikuti gerakan mereka...
__ADS_1
akankah Kai berhasil masuk Lolos ?
bersambung