
Aku mematikan ponsel dan kembali menaruhnya di meja. Aku sibuk melihat lihat album BTS. Tiba tiba... Kriiing... Kriiing... *Siapa sih, kok ada yang telepon malam malam begini. Biasanya gak ada tuh. Cobalah aku angkat, batinku*.
Aku mengambil ponselku kembali, dan melihat ponselku. Ternyata yang menelepon adalah... Mama!
"Halo ma. Kok telepon malam-malam sih, ma?"
"Maaf Ra. Mama cuma mau tanya, kamu dimana sekarang? Udah pulang belum? Habis itu, ada yang kurang gak? Uang saku cukup kan? Tas nya keberatan enggak? Kalau iya, kurangi barang barang mu yang tidak berguna, ya."
Mama apa apaan sih, aku kan sudah besar. Batinku lagi.
"Zhayra di kos-an ma, udah pulang kok. Gak ada yang kurang juga ma, uang saku nya masih ada, cukup kok ma. Tasnya sih berat, tapi enggak apa apa kok, ma. Latihan gitu.. hehehe. Lagian mama selalu khawatir, Zhayra udah bilang berkali kali kan, Zhayra udah besar, bukan anak manja lagi, ma."
"Tapi bagi mama sama papa, kamu paling berharga nak. Kamu anak paling terakhir, tentu saja mama khawatir. Papa sama mama kesepian disini, Kak Zen kan, lagi kuliah. Gak ada Zhayra jadi sepi nih."
__ADS_1
"Ih mama, jangan meledek terus dong, Zhayra kan udah bukan anak kecil lagi. Zhayra bisa jaga diri sendiri kok, ma. Ngomong-ngomong, Zhayra jadi kangen nih ma, sama kak Zen."
"Ya nanti mama coba tanya Kak Zen lagi. Dia bilang dia belum tau, bisa pulang kapan. Akhir akhir ini, Kak Zen susah dihubungi. Katanya, dia sedang fokus membantu teman temannya mempersiapkan acara wisuda."
"Oke ma, Zhayra ngantuk nih. Zhayra mau tidur dulu ya, ma. Good night mama. Love you..."
"Good night, have a nice dream, Zhayra..."
Aku mengisi daya baterai ponselku. Aku pun bergegas tidur. Aku menyikat gigiku terlebih dahulu, cuci tangan, cuci kaki, kemudian tidur sesudah membaca doa. Ah, senangnya hari ini.
Kak Zen memang hebat, dia sangat pintar, bahkan selalu juara. Aku pernah melihat koleksi piala Kak Zen. Dan... Wow! Sampai 1 lemari Kak Zen penuh dengan piala. Ada juga piagam, sertifikat dan medali. Tak heran, kalau Kak Zen dapat Beasiswa di Eropa. Oh iya, cita cita kak Zen adalah Arsitek. Kak Zen juga pandai menggambar sketsa bangunan.
__ADS_1
Pagi harinya, aku bangun. Aku mandi lalu bersiap siap. Kemana? Tentu saja mau pulang ke kotaku lagi, di Bekasi. Aku mengemas barang barang ku. Tetapi, aku akan berangkat pulang pada sore hari nanti.
Sore hari pun telah tiba. Aku pun pamit pada Bu Riana, juga teman teman se kos\-an ku, yaitu Zhita, Niken, Arza, Dyko, Kensha, dan Ziro. Tak lupa juga kami membayar biaya kos\-an. Aku, Raysha dan Fayya menaiki taksi ke Mall Mangatoon, Karena disitulah tempat terminal Bus yang akan membawa kami untuk pulang ke Bekasi, kota tempat kami tinggal.
Sesampainya di Mall Mangatoon, kami langsung menaiki bus. Aku meraih ponselku. Aku, dan Fayya sibuk di V Live. Sedangkan Raysha, dia lebih memilih untuk tidur... Kami semua memang kelelahan, sih.
------------------------------------------------------------
Halo para readers! Makasih yang sudah like dan vote author! Makasih juga yang sudah berkomentar di novel author. Sampai jumpa di episode 10 nanti ya... Bye bye
__ADS_1