We Are ARMY

We Are ARMY
Eps 6 : Restoran dan Kos-an


__ADS_3

Tiga jam kemudian, kami sampai. Kami membayar ongkos bus menggunakan tabungan ZhaYaSha. Kami pun mencari restoran terdekat. Kami memasuki satu restoran yang cukup mewah. Desain dan nuansa nya benar benar seperti restoran kelas atas atau kelas bangsawan.


"Selamat malam mbak, mau pesan apa?" tanya salah satu pelayan.


"Emm, lasagna 3 porsi ya, milkshake cokelat 3 dan thai tea 3 mbak" jawabku.


"Iya mbak, itu saja" kata Fayya dan Raysha.


  Setelah menunggu beberapa lama, pesanan kami datang. Kami memakannya dengan sangatt lahap. Karena kami sangat lapar. Kami pun membayar biaya (bill) dengan tabungan ZhaYaSha juga.


Setelah itu, kami mencari kosan yang sudah kami pesan dua hari yang lalu melalui online. Setelah sekian lama, kami menemukannya. Tak lama kemudian, datanglah pemilik kos tersebut. Nama pemilik kos tersebut adalah Bu Riana. Bu Riana memberitahukan kamar kami masing masing, dan kemudian kami masuk ke dalam kamar kami.


Kamarnya memang tidak terlalu luas, tapi cukup untuk satu orang. Kami menaruh barang kami, dan terbuai indah dalam mimpi. Kegiatan hari ini memang melelahkan. Tetapi, kami yakin kegiatan esok hari akan lebih menguras tenaga kami. Jadi, kami memutuskan untuk tidur lebih awal untuk mengumpulkan lebih banyak tenaga.


 


Hari sudah pagi.


"Ra! Ra! Zhayraa! Bangun, udah pagi nih... Kamu lupa ya kalau kita punya agenda hari ini. Hari ini penting, lho." ucap seseorang yang tak lain adalah Fayya.


"Siapa sih, aku masih ngantuk" sahutku.

__ADS_1


Dengan berat hati, aku bangun, aku membuka mataku dan terperanjat kaget!


"Lho, kok, kamu masuk kamarku sembarangan sih? Bukannya kamarku udah dikunci ya? Kamu gak sopan banget, deh, Fay! Malu tau aku nya." tanyaku.


"Aku minta kunci cadangan kamar kamu ke bu Riana. Awalnya sih, Bu Riana nolak. Tapi saat aku jelasin alasannya, baru deh bu Riana kasih kuncinya. Gara gara kamu sih, kamu ini susah banget sih, dibangunin nya." celoteh Fayya.


"Aku enggak nyangka sih, ternyata bu Riana punya kunci cadangan, tapi tetap aja kamu gak sopan tau! Emangnya ini jam berapa, sih?" tanyaku lagi.


"Ini udah jam 8, cepat bersiaplah, konsernya dimulai jam 10, kan? Raysha sudah menunggu diluar, tuh. Dia udah siap, tinggal kamu lho!" jawab Fayya lagi.


"What!? Aku harus cepat!" batinku.


30 menit kemudian, aku selesai bersiap. Aku keluar kos-an dan segera berangkat.


"Emm, sebentar aku cari lagi informasi nya. Nah ketemu! Gedungnya ada di jalan xxx no 14, disamping Mall Mangatoon." jawab Raysha.


"Sip, yuk berangkat." sahutku.


 


Kami pun menyetop taksi dan segera menuju gedung tempat konser.

__ADS_1


Di perjalanan, kami sibuk mencari\-cari rute gedung tersebut. Kami men\-search alamat gedung tersebut di google map.


 


"Sha, tabungannya gak lupa kamu bawa kan?" tanya Fayya.


"Enggak, kok. Masa sih aku lupa..." sahut Raysha.


"Oh iya, tabungan kita sisa berapa, Sha?" tanyaku.


"Kemarin aku hitung sih, tinggal 4 juta 100 ribu, Ra." jawab Raysha.


"Wah, cepat banget habisnya tuh" celetuk Fayya.


 


Aku dan Raysha mengangguk. Aku melirik jam tanganku. "Masih jam setengah sembilan, Alhamdulillah." batinku.


Akhirnya, kami sampai di gedung tujuan. Kami membayar tarif sesuai argo taksi. Tentu saja menggunakan tabungan ZhaYaSha.


 

__ADS_1


Bersambung...


Halo para Readers! Author ingin berterima kasih pada kalian yang sudah membaca dan menyukai karya author. Terimakasih juga yang sudah berkomentar dan memberi saran di novel karya author ini. Maaf kalau karya author jelek. Author masih SMP kelas 1. Jadi harus bagi bagi waktu juga sama belajar. Oke, sampai jumpa di episode 7 nanti! Bye semua!


__ADS_2