
Hai, maaf Author udah lama ya gak up. Maaf banget. Tiba tiba author bingung mau nulis apa. Serasa otak udah error gitu. Kali ini author Up.
Henra POV
Namaku Henra Putra Venansyah. Nama panggilanku Henra. Aku anak tunggal. Bisa dibilang aku anak yang cukup berada. Orangtuaku jarang ada di rumah, karena mereka sibuk dengan bisnis mereka masing masing. Aku tinggal dirumah sendirian dengan pelayan yang bekerja dirumahku.
Suatu siang, aku ingin mengunjungi teman perempuanku satu satunya, Zhayra. Sebenarnya aku menyukai dia, namun aku tak berani mengucapkannya. Tak kusangka, dalam perjalanan menuju rumahnya, aku malah bertemu dengannya di alun alun taman. Jadi kuajak saja dia bicara.
"Anu, Hen... Orang tuaku pergi... Jadi, jadi, aku... Emm..." dia sedikit canggung, karena aku terus menatapnya dalam dalam.
"Aku sendiri, di rumah..." katanya.
Aku hanya manggut manggut.
Namun, dalam hati aku terkejut,
Bagaimana bisa dia dirumah sendirian!?Bagaimana jika dia dalam bahaya!?
"Zhay, kamu sendiri ya dirumah? Gimana kalau aku...." kataku. Namun aku ragu mengucapkannya.
"Ya? Ada apa?" jawabnya.
"Ah.. M-Maksudku, karena tidak baik kalau kamu sendirian dirumah, jadi lebih baik, bagaimana kalau kamu menginap sementara dirumahku?" ucapku.
Ah tanpa sadar aku mengucapkannya. Zhayra tidak akan marah, kan? Iya, dia tidak akan marah. Aku yakin akan hal itu.
"O-Oh... Ba-Bagaimana ya..." Jawab nya.
"Kalau kamu tidak mau, tidak apa apa kok, Zhay. Kamu tidak perlu memaksakan diri begitu. Maaf, aku lancang padamu." Ucapku meminta maaf.
"Eh, bukan begitu. Tapi tidak apa-apa? Orangtuamu..." Tanya nya.
__ADS_1
"Orangtuaku sedang tidak ada, kok. Tidak usah khawatir." Jawab ku pelan.
"Be-Begitu ya.. Emm, Benar, nih?" Tanya nya lagi.
"Iya" Jawab ku untuk meyakinkannya.
"Kalau begitu, aku mau, terimakasih ya Henra."
Fyuuh, untunglah dia tidak marah.
"Ayo, kerumahku." Ajakku.
"Eh, sebentar, aku belum membawa barang ku." Responnya.
"Ah tidak usah, nanti akan kusuruh orang untuk membelikan baju untukmu."
"Eh, tapi-"
Zhayra POV
Oh ya ampun, bagaimana ini. Henra menawarkan padaku untuk menginap di rumahnya. Aku juga menerima tawarannya. Meski orangtuanya tidak ada, tetap saja, suasana disini agak canggung.
"Zhay, Zhay" Henra memanggilku.
"Ya?"
"Apa kamu lapar?"
"Ah, aku tidak lapar kok. Terimakasih."
Tiba-Tiba, Sebuah suara muncul dari perutku.
__ADS_1
Krucuuuk
Akh! Memalukan sekali! Dasar perut, kenapa harus berbunyi kencang sekali sih! batinku.
"Nah kan, kamu lapar. Pelayan, cepat siapkan makanan diruang makan. Aku dan Zhayra akan makan disana." Perintah Henra pada beberapa pelayan.
"Baik, Tuan Muda. Akan kami siapkan." Jawab pelayan tersebut sambil membungkuk hormat.
Wah, bahasanya saja formal sekali.
"A-Anu... Henra, kalau mereka berbicara formal padamu, itu artinya aku juga harus berbicara formal padamu juga." Tawarku.
"Huh? Tidak usah Zhay. Kamu bicara informal saja padaku, tidak perlu pakai bahasa formal begitu kok." jawabnya.
Baiklah, sekarang terserah Henra saja.
"Tuan Muda, Nona Zhayra, Makanannya sudah disiapkan. Silahkan."
"Ayo Zhay." ajak Henra.
Aku mengangguk. Kami menuju ruang makan. Sepanjang perjalanan, aku hanya bisa takjub melihat rumah Henra yang seperti Istana. Wah, besar sekali.
Kami makan diruang makan. Aku terkejut dengan makanan yang terlihat seperti makanan kelas atas. Apa ini? Apakah makanan kelas atas ini pantas untukku? Entah kenapa aku terharu, ternyata aku miskin juga, Haha.
Setelah makan, kami mengobrol diruang tengah. Karena suasana terasa canggung, aku membuka obrolan.
"Anu, Henra. Aku menyukai sebuah Grup. Itu, BTS. Bagaimana menurutmu?" tanya ku.
Ah, bodohnya aku. Bagaimana bisa aku menanyakan tentang BTS pada seorang laki laki! Namun aku penasaran, bagaimana reaksinya Henra, ya?
Bersambung...
__ADS_1