
Tap Tap Tap
Disebuah jalan, seorang pemuda sedang menunggu sebuah angkutan umum yang saat ini sedang ia tunggu di tempat tunggu stasiun.
Pemuda itu adalah Valen yang tentunya adalah MC dari cerita ini.
Tidak lama kemudian angkutan yang ditunggu oleh Valen pun akhirnya tiba, dan Valen tidak menunggu lama langsung memasuki angkutan itu dan duduk di dekat jendela.
"Baiklah, saatnya menuju ke kampus." Kata Valen.
Valen Voldemort, seorang pemuda berusia 22 tahun yang memiliki karakteristik tampan dan misterius, sedari kecil Valen adalah anak yang jenius ia bisa mempelajari sesuatu dengan cepat. Dan satu hal yang spesial adalah dirinya bukanlah manusia pada umumnya, ia adalah seorang Werewolf yang dimana menurut orang-orang Werewolf hanya sekedar cerita dongeng belaka.
Drittt
Angkutan umum yang ditumpangi oleh Valen pun berhenti. Valen pun langsung bergegas turun dari angkutan dan berjalan menuju gerbang kampus.
"Baiklah ayo masuk." Kata Valen.
Tap Tap
Kampus yang ditempati oleh Valen adalah salah satu kampus ternama yang ada di negaranya, nama kampus itu adalah King University.
(Kampusnya)
Srekkk
Pintu kelas pun terbuka dan memperlihatkan sebuah kelas dengan tempat duduk yang melengkung keatas.
Valen segera berjalan ketempat duduknya yang terletak dibelakang.
Srekk
Tapp
Suasana kelas pun cukup ramai karena beberapa murid sudah ada yang datang dan belum.
Tanpa pikir panjang Valen pun langsung mengambil buku pelajaran yang saat ini sudah dia siapkan.
Tidak lama kemudian semua murid masuk kedalam kelas dan duduk ditempatnya masing-masing lalu setelah beberapa saat dosen yang mengajar pun sudah datang.
"Selamat pagi." Kata dosen.
Semua murid langsung menyapa kembali dosen tersebut.
"Selamat pagi juga. Pak." Kata semua murid.
Saat ini dosen yang sedang mengajar adalah pelajaran psikologi.
"Baiklah, buka buku kalian masing-masing." Kata dosen psikologi.
Semua murid pun tanpa basa-basi langsung membuka buku pelajaran yang dimaksud.
2 Jam Kemudian
Teng Teng Teng Teng
Bel pun berbunyi yang menandakan bahwa kelas pertama sudah berakhir.
"Baik anak-anak, silahkan mempelajari semua materi dengan baik." Kata dosen.
"Baik Pak." Kata semua murid.
Lalu dosen itu pun meninggalkan kelas dan semua murid juga keluar dari kelas.
Valen yang saat ini sedang merapikan buku pelajarannya, tiba-tiba ia dipanggil oleh seseorang dari arah samping.
"Valen." Sapa orang itu.
__ADS_1
Merasa dirinya dipanggil, ia pun langsung menoleh kearah samping dan melihat seorang pemuda.
"Tio, ada apa?" Tanya Valen.
Pemuda tersebut adalah Tio, salah satu teman Valen.
"Ahh, aku hanya ingin mengajak mu ke kantin. Apa kau mau ikut?" Tanya Tio.
Valen mendengar itu pun tidak berniat menolak ajakan dari temannya.
"Baiklah, aku juga mau membeli sesuatu." Kata Valen.
Akhirnya mereka berdua pun berjalan bersama menuju kekantin.
Tio Dermawan, Salah satu teman kampus Valen yang sudah mengenal satu sama lain cukup lama. Tio adalah anak dari seorang konglomerat yang dimana kekayaannya sangat berlimpah. Valen dan Tio berteman karena saat waktu penerimaan mahasiswa baru Tio tidak mengetahui letak auditorium, dan akhirnya ia pun bertanya kepada Valen dan pada akhirnya mereka berteman.
"Kau ingin beli apa, Len." Kata Tio.
"Hmm, aku mau membeli makanan ringan saja." Kata Valen.
"Baiklah kalau begitu, akan aku traktir." Kata Tio dengan tersenyum.
Valen pun heran dengan perkataan dari Tio.
"Untuk apa?, aku hanya ingin membeli makanan ringan kok." Kata Valen.
"Sudah tidak apa, kau adalah teman terbaikku dan aku akan selalu ada untuk menolong dirimu." Kata Tio dengan merangkul pundak Valen.
Valen pun hanya bisa tersenyum mendengar sikap dari temannya itu.
Tap Tap Tap
Mereka berdua pun telah tiba di kantin dan melihat suasana kantin yang cukup ramai.
"Baiklah, kalau sudah begini mending aku kembali saja ke kelas." Kata Valen.
Valen yang hendak berbalik pun langsung ditarik oleh Tio.
"Huh, kan sudah kubilang aku akan mentraktir apa yang kau mau. Jadi tenang saja." Kata Tio.
Lalu mereka berdua pun duduk disalah satu meja.
"Kau mau makan apa?" Tanya Tio.
"Aku Apa saja." Kata Valen.
Lalu Tio pun berjalan kearah tempat penjual ayam goreng.
"Permisi, Ayam goreng nya dua porsi ya dan juga es teh manis." Kata Tio.
"Baik, mohon ditunggu." Kata Si penjual.
Tio pun kembali berjalan kearah tempat duduk dirinya dan juga Valen.
"Aku memesan ayam goreng untuk kita berdua." Kata Tio.
"Baiklah, terimakasih." Kata Valen sambil tersenyum.
Valen adalah tipikal orang yang mengedepankan prinsip 'Belilah sesuatu sesuai dengan kebutuhan'. Jadi ia selalu berusaha untuk menabung dan membeli sesuatu jika benar-benar diperlukan, walaupun kedua orang tuanya dari keluarga yang berkecukupan tetapi ia tetap memilih untuk menyimpannya.
Valen dan Tio pun berbincang-bincang tentang apapun yang menurut keduanya menarik dan lucu.
"Pesanan dua ayam goreng dan es teh manis." Kata Si penjual ayam.
"Baiklah waktunya untuk makan." Kata Tio.
Lalu keduanya pun mulai makan bersama.
Setelah beberapa saat, keduanya pun telah menyelesaikan makan mereka dan hendak berdiri untuk membayar.
__ADS_1
Ketika Valen dan Tio ingin kembali ke kelas, tiba-tiba satu kantin dibuat heboh oleh sesuatu.
'Woahhhh'
'Gilaaa'
Orang-orang pun heboh satu sama lain dan yang membuat kehebohan adalah seorang wanita.
"Gilaa, itu bukannya si primadona kampus." Kata salah satu murid.
"Iya kau benar, dia salah satu primadona kampus yang sangat terkenal." Kata murid satunya.
Orang yang membuat heboh adalah seorang wanita yang diidamkan sebagai salah satu primadona kampus yang terkenal.
"Kau mengenalnya?" Tanya Valen.
Tio yang mendengar perkataan dari Valen pun dibuat heran.
"Huh, tentu saja aku mengenalnya. Dia adalah salah satu primadona kampus namanya adalah Alexa Traffic, selain cantik ia juga berasal dari keluarga yang kaya raya." Kata Tio.
Memang wajah dari Alexa sangatlah cantik apalagi dengan tampang yang wanita dewasa.
"Dia satu tahun lebih tua dari kita." Kata Tio kembali.
"Ohhh." Kata Valen.
Tio yang mendengar perkataan Valen pun kembali dibuat heran.
"Kau, apa-apaan reaksi mu itu." Kata Tio.
"Memangnya aku harus bagaimana?" Tanya Valen.
"Memangnya kau tidak tertarik pada dirinya." Kata Tio.
Valen pun hanya menghela nafas mendengar pernyataan dari temannya itu.
"Huhh, aku tidak terlalu memikirkan hal itu dan juga aku tidak terlalu tertarik." Kata Valen lalu berjalan meninggalkan Tio.
"Oii, tunggu aku." Kata Tio.
Teng Teng Teng
Bel pun kembali berbunyi yang menandakan kelas akan segera dimulai.
Tap Tap Tap
"Heii, apa kau tidak mau memikirkan perkataan ku tadi?" Tanya Tio.
"Tidak." Kata Valen dengan singkat.
Tio yang mendengar itu pun hanya bisa pasrah.
"Huhh, baiklah jika itu mau mu." Kata Tio.
Lalu mereka berdua pun telah tiba dikelas lalu berjalan menuju ke meja masing-masing.
...----------------...
YOOOO CHAPTER 2, JANGAN LUPA LIKE,KOMEN,SHARE YA SEPUHH.....
(Valen Voldemort)
(Tio Dermawan)
__ADS_1
(Alexa Traffic)
SORRY YA JIKA GAMBARNYA KURANG MEMUASKAN.....