
Pertarungan pun masih berlanjut antar keduanya, tetapi yang mengejutkan adalah Valen yang berhasil menghindari semua serangan yang dilancarkan oleh Sam.
'Grahhh'
Samuel yang marah pun berubah bentuk menjadi Werewolf.
'Grhhhh'
'Auuuwww'
Samuel pun mengaum, lalu ia pun melancarkan serangan secara terus-menerus.
Grahhh
Sringgg
Duakkk Duakk Duakk
Pertarungan pun semakin intens diantara keduanya, akan tetapi tetap saja. Walaupun Sam sudah merubah dirinya menjadi Werewolf, itu tetap bukan tandingannya untuk Valen.
Merasa Sam kesulitan, Theo pun berbicara kepada rekannya yang satu lagi untuk membantu Samuel.
"Lea, bantu Samuel." Kata Theo.
Lea pun mengangguk lalu melesat kearah Valen.
Sringg
Duakk Duakk
Pertarungan pun menjadi dua lawan satu, yang dimana yang seharusnya membuat lawan menjadi sulit tetapi kenyataan tidak sesuai dengan pikiran.
Valen masih dengan santai menghindari kedua serangan dari berbagai arah.
Theo yang melihat ini jelas sangat terkejut sekaligus marah.
'Yang benar saja, apa ada orang semacam dia.' Kata Theo.
Merasa sudah cukup main-mainnya, Valen pun akhirnya memberikan serangan yang cukup serius ke mereka berdua.
Duakkk
Duakkk
Valen menyerang Samuel tepat diwajahnya, dan menyerang Lea tepat pada perutnya.
Swoshhh
DARRR
Keduanya pun terpental kedua arah yang berbeda dan keduanya juga sama-sama menghantam pohon.
Uhukkk
Ughhh
"Sialann, monster macam apa dia ini." Kata Lea.
"Bajingan, sebenarnya seberapa kuat orang ini." Kata Sam.
Valen pun dengan santai berjalan kedepan dan saling berhadapan dengan Theo.
'Aku tahu hanya dengan sekali lihat, bahwa orang yang didepan ku saat ini sangat lah kuat.' Kata Theo.
Tap
"Cukup sudah, aku tidak memiliki keinginan untuk bertarung dengan kalian. Sedari awal aku hanya penasaran dengan apa yang kalian lakukan." Kata Valen.
Valen pun memegang pundak Theo dan berkata.
"Dan aku akan menutup mata atas semua kejadian ini." Kata Valen.
Sesaat setelah melepas pundak Theo dan ingin pergi, Theo pun kembali berbicara.
"Kau pikir, aku akan mempercayai itu." Kata Theo.
Lalu Theo pun menendang wajah Valen dengan sangat cepat.
__ADS_1
Suttt
Duakkk
Tap
Tetapi sekali lagi, Valen benar-benar menahan tendangan dari Theo hanya dengan satu tangan.
"Kau tau, aku paling tidak suka ketika melihat seseorang yang lemah tidak mengetahui tempatnya." Kata Valen dengan mata merah menyala. (NJAYYY BADASSS)
Valen pun mengangkat tangannya keatas dan sontak tubuh Theo pun terangkat.
Theo pun terkejut, dan tidak lama setelah itu Valen pun membantingnya ketanah.
Jduarr
'Ughhhh'
Valen pun kembali mencekik leher dari Theo dan berkata.
"Dan perlu kau ketahui bahwa aku tidak akan segan-segan untuk membunuh dirimu dan juga rekanmu." Kata Valen dengan penuh penekanan.
Theo pun kesulitan untuk bernafas karena cekikan dari Valen sangat lah kuat.
Melihat Theo yang hampir kehilangan kesadaran membuat Valen membantingnya sekali lagi ke tanah.
Jduarr
Theo pun kehilangan kesadarannya dan terkapar ditanah.
Kedua rekan Theo yang sedari tadi melihat kejadian berhasil membuat mereka bergidik ngeri dan bergetar.
Valen pun menoleh kearah mereka berdua dengan tatapan yang dingin dan mata merah menyala.
"Ingat ini, aku tidak pernah mencari masalah dengan kalian. Kalian lah yang mencari masalah dengan diriku, aku akan menutup mata soal kejadian ini. Akan tetapi jika kalian masih berani mencari masalah terhadap diriku. Makan bersiaplah malaikat maut menjemput kalian." Kata Valen penuh dengan penekanan dan aura yang mengerikan.
Valen pun berbalik dan berjalan sampai bayangan dirinya diselimuti oleh kegelapan hutan.
Setelah melihat Valen pergi, keduanya pun terduduk dengan nafas yang memburu dan seluruh tubuh yang bergetar.
"S-sial, kita berurusan dengan orang yang salah." Kata Lea.
Lea pun mengangguk yang mengartikan bahwa perkataan dari Sam adalah kebenaran.
Yang mereka tidak ketahui adalah sosok yang barusan mereka lawan adalah sosok yang akan mengubah.....
...----------------...
Srakkk
Tap
Diperjalan pulang, terlihat seorang pemuda berlari sambil melompati atap-atap rumah dengan cepat.
"Sial, sudah hampir jam 12." Katanya yang ternyata adalah Valen.
Valen tidak menyangka waktu yang ia habiskan akan memakan waktu cukup lama, dan saat ini ia sedang terburu-buru karena takut orang tuanya khawatir sebab ia keluar tanpa diketahui oleh orang tuanya.
Tapp
Akhirnya ia pun sudah mendarat tepat dijendela kamarnya dan tanpa berlama-lama Valen langsung masuk kedalam dan menutupi jendelanya dengan kain jendela (hordeng lah).
"Huftt, untungnya orang tuaku tidak curiga." Kata Valen.
Akhirnya Valen pun memutuskan untuk tidur karena sudah tidak ada kegiatan yang harus dilakukan lagi.
...----------------...
Pukul 08.00 Pagi
Disebuah meja makan, terdapat tiga orang yang saat ini sedang melakukan kegiatan makan mereka. Mereka tentunya adalah keluarga Valen dan juga dirinya.
Ting
Bunyi suara piring dan sendok yang saling bertabrakan.
"Bagaimana nak, apakah hari ini kau ada kesibukan?" Tanya ayahnya.
__ADS_1
Valen yang sedang makan pun berhenti sejenak untuk berbicara.
"Hmm, sepertinya aku akan pergi kehutan untuk berlatih dan berburu." Kata Valen.
Ayahnya pun hanya mengangguk dan melanjutkan makannya.
"Nak, berhati-hati lah ketika melakukan sesuatu. Tidak semua apa yang kau pikirkan akan berjalan sesuai rencana." Kata ibunya.
"Tentu, aku akan mengingat itu. Bu." Kata Valen sambil tersenyum.
Tentu karena kedua orang tua Valen telah mengetahui jati dirinya yang sebenarnya, mau tidak mau mereka harus bisa menerima kenyataan dan merelakannya.
Setelah beberapa saat, Valen pun sudah menyelesaikan makannya dan hendak untuk pergi.
Ketika Valen ingin membuka pintu, ayahnya pun menghampiri dirinya dan berkata.
"Nak." Kata ayahnya.
Valen pun sontak berbalik badan dan melihat bahwa ada ayahnya yang sedang berdiri.
"Ingat satu pesanku nak, berbuatlah sesuatu sesuai kehendakmu dengan baik dan juga ingat semua yang kau lakukan pasti akan ada konsekuensinya." Kata ayahnya.
Valen pun tersenyum dan berbicara.
"Aku akan ingat pesan ayah." Kata Valen.
Lalu Valen pun beranjak keluar dari rumahnya dan beraktivitas seperti peregangan sebelum berlari.
Setelah selesai, Valen pun mulai berlari dan bertujuan untuk masuk kedalam hutan.
Setelah beberapa menit berlari, akhirnya Valen telah sampai dihutan yang sama seperti kejadian kemarin.
Saat ini Valen sedang berpakaian dengan baju lengan panjang berwarna hitam dan celana training berwarna abu-abu.
"Baiklah, mari mulai." Kata Valen.
Tap Tap Tap
Berlari menyusuri hutan, Valen dengan lincah melompat kesana-kemari layaknya seorang Werewolf.
Tap Tap Tap
Valen pun terus menyusuri hutan bertujuan untuk melatih dirinya dan juga sekalian untuk berburu.
Pasti kalian bertanya-tanya, kenapa Valen bisa sangat kuat.
Yang pertama adalah kekuatan, kekuatan Valen sangatlah kuat karena sedari kecil ia dilatih habis-habisan oleh ayahnya. Bahkan disaat usianya masih 12 tahun Valen pernah ditinggalkan sendirian ditengah-tengah hutan untuk bisa survive dan mencari pengalaman selama dua minggu.
Yang kedua adalah pengalaman, pengalaman Valen bisa dikatakan sangat banyak karena sering kali Valen berburu hewan di hutan. Berbagai macam hewan telah Valen buru termasuk salah satunya adalah beruang Grizzly, tidak jarang juga Valen terkena gigitan ular berbisa yang mematikan hingga akhirnya ia kebal terhadap bisa ular.
Yang ketiga adalah Ras nya, Valen adalah seorang Werewolf, tidak mengejutkan jika Valen mempunyai kekuatan yang sangat luar biasa yang mana semua hal dari kekuatan, kecepatan, stamina, refleks, dan juga karena ras nya membuat semua indra Valen meningkat diluar akal manusia. Dan juga Valen memiliki sesuatu yang jarang semua Werewolf miliki yaitu, Kemampuan.
Ketiga hal itu lah yang membuat Valen menjadi sangat kuat.
Lanjut Cerita
Valen saat ini sedang mengintai seekor rusa dibalik semak-semak.
Tepat ketika rusa itu lengah, Valen dengan sigap langsung menerjang kearah rusa itu.
'Grahhh'
Muncul cakar yang sangat tajam dari kuku Valen dan langsung menusuk ke tubuh rusa itu hingga tembus.
Kikkkk
Rusa itu pun langsung kehilangan nyawanya karena organ vitalnya sudah tertusuk oleh Valen.
Valen pun mengeluarkan tangannya dari tubuh rusa itu dan terlihat bahwa tangannya dilumuri oleh darah.
Dan karena itu insting Werewolf nya kembali menjadi dan Valen pun langsung memakan rusa itu dengan sangat lahap.
Setelah beberapa saat, Valen telah menyelesaikan kegiatannya dan langsung berjalan pulang menuju kearah rumah.
"Yahh, memang insting binatang buas itu sangat merepotkan." Kata Valen.
...----------------...
__ADS_1
Yooo gess chapter 6 nih yaa jangan lupa like komen dan share nya ya paraa SEPUHH....