
Duakkk Duakkk
"Kalian semua tidak becus, bagaimana bisa kalian tiba-tiba pingsan tanpa sebab." Kata seseorang sedang marah.
Orang yang sedang dipukul pun membuka perkataan.
"Maaf boss, kami semua benar-benar tidak menyadari itu." Katanya yang ternyata ada komplotan penculik.
Orang yang dipanggil boss itu pun semakin dibuat kesal oleh mereka.
Duakkk
"Aku tidak mau tahu cari siapa pelakunya dan seret dia kemari." Katanya.
Komplotan penculik ini pun hanya bisa mengangguk layaknya burung.
...----------------...
Di Kampus
Disebuah ruang kelas, terdapat lebih dari empat puluh murid sedang fokus mendengarkan pelajaran.
Salah satu dari murid itu adalah Valen yang merupakan MC dari cerita ini.
"Baik, waktu mengajar sudah habis. Silahkan kalian pelajari kembali apa yang sudah saya sampaikan kepada kalian." Kata Dosen.
Drapp Drapp
Valen pun bergegas keluar kelas dan berjalan menuju kantin.
Tap Tap
Sesaat ia sedang berada di koridor, Valen tidak sengaja bersenggolan dengan salah satu murid yang menyebabkan buku pelajaran yang sedang dibawanya terjatuh.
Dakk
"Aduhh." Kata murid yang terjatuh.
"Ah, maafkan aku. Sini biar kubantu." Kata Valen, lalu ia segera berjongkok dan membantu mengambil bukunya satu-persatu.
Valen tidak menyadari orang yang saat ini sedang ia tolong adalah seseorang yang saat ini sedang diidamkan oleh satu kampus.
Sesaat mereka berdua pun saling bertatap mata, tetapi tidak lama kemudian murid itu pun berkata.
"Terimakasih atas bantuannya. Aku permisi terlebih dahulu." Kata murid itu.
Valen yang melihat itu hanya bisa mengangkat kedua bahunya.
"Hmm, biarlah." Kata Valen.
Orang yang ditabrak oleh Valen adalah Alexa Traffic si primadona kampus.
Tap Tap Tap
Valen pun telah tiba di kantin dan langsung berjalan menuju ke sebuah meja kosong.
"Sebaiknya aku pesan apa yaa." Kata Valen.
Selang beberapa saat, Valen pun memutuskan untuk membeli ayam goreng.
"Permisi, ayam goreng satu dan juga air putih." Kata Valen.
"Baik, mohon ditunggu." Kata penjual.
Setelah menunggu beberapa saat, makanan yang dipesan oleh Valen pun telah jadi dan ia pun langsung membawanya ke meja.
Saat hendak makan, Valen pun sontak langsung berdiri dan melihat sekelilingnya dengan seksama.
'Perasaan apa ini?' Kata Valen.
Apa yang saat ini sedang Valen rasakan adalah ia mencium bau yang sangat aneh.
'Bau binatang? Bukan, ini sedikit lebih kuat.' Kata Valen.
Merasa tidak menemukan satu petunjuk pun, Valen kembali duduk dan memutuskan untuk kembali makan.
Tapi yang Valen tidak sadari adalah bahwa saat ini ia sedang dipantau oleh seseorang.
'Sepertinya ada seseorang yang sama seperti diriku disini.' Kata orang itu.
...----------------...
Siang hari
Jam pelajaran pun telah berakhir dan saat ini Valen sedang merapikan semua alat tulisnya dan ia masukkan kedalam tas.
Setelah beberapa saat ia pun keluar dari kampus dan berjalan menuju kearah stasiun tempat angkutan umum. (kaya pengkolan gitu lah)
__ADS_1
Valen pun terus berjalan seperti biasa, sampai ketika ia merasa bahwa dirinya saat ini sedang diikuti oleh seseorang.
'Satu orang mengikuti, apa yang mau dia lakukan.' Kata Valen.
Lalu Valen pun secara cepat berbelok kearah gang dan itu sukses membuat orang yang mengejar dirinya terkejut dan berlari mengejar dirinya.
Tap Tap Tap
"Kemana dia pergi." Kata orang itu, lalu ia pun mendengar suara seseorang dari arah belakangnya.
"Disini." Kata orang itu.
Sontak ia pun berbalik dan terkejut melihat orang yang ada didepannya adalah Valen.
"Ada urusan apa kau mengikuti diriku." Kata Valen.
Orang itu pun sontak berkata dengan santai.
"Woww santai saja, aku hanya mau memastikan bahwa apakah kita ini sama atau tidak." Kata orang itu.
Valen tentu saja bingung dengan apa yang dibicarakan oleh orang didepannya.
"Apa maksudmu?" Tanya Valen memastikan.
Orang itu pun tersenyum dan berkata kembali.
"Kau tidak usah pura-pura tidak tahu, kita ini satu ras tahu." Kata orang itu.
Lalu orang itu pun tanpa basa-basi langsung melesat dengan cepat kearah Valen.
Duakkk
Orang itu pun menendang tepat dimuka Valen, tetapi sayang tendangannya berhasil ditahan oleh Valen hanya menggunakan tangan kirinya.
"Apa maksudnya ini?" Tanya Valen lalu ia mengibaskan tangannya bertujuan untuk membuat mundur orang yang ada didepannya.
"Hehh, baiklah biar aku tunjukkan pada dirimu." Kata orang itu.
Lalu tidak lama kemudian mata orang itu pun berubah menjadi warna kuning menyala, dan yang membuat Valen terkejut adalah kejadian yang selanjutnya.
Orang yang ada didepan Valen berubah menjadi Werewolf.
'Grrrr'
Valen pun benar-benar dibuat terkejut oleh kejadian yang terjadi didepannya.
Grahhh
Werewolf itu pun menyerang Valen dengan cakarnya.
Srekkk
Tetapi itu berhasil dihindari oleh Valen, tetapi tembok yang berada disamping Valen ada bekas cakaran panjang dari Werewolf yang saat ini sedang ia hadapi.
Werewolf itu pun kembali menyerang Valen dengan ganas dan cepat.
Grahhh
Grahhhh
Srekkk Srekkk
Tetapi yang mengejutkan Werewolf itu adalah tidak ada satupun serangan yang berhasil mengenai Valen.
Grrerr
Merasa serangannya tidak ada satupun yang mengenai Valen, akhirnya Werewolf itu pun langsung melompat dengan sangat tinggi dan langsung ingin menerkam Valen dengan mulutnya.
Grahhh
Setttt
Tetapi serangannya itu berhasil dihindari lagi oleh Valen.
Merasa sudah melewati batas, Valen pun langsung melesat dengan cepat dan melompat kearah samping dan menendang Werewolf itu tepat dikepalanya.
Settt
Jduarrr
Werewolf itu pun menghantam tembok yang dimana membuat tembok itu hancur berkeping-keping.
Tidak mau menyia-nyiakan waktu, Valen langsung kembali menyerang Werewolf itu tepat diwajahnya.
Duakkk Duakkk
__ADS_1
Setelah puas memukulinya Valen pun berdiri dan hendak meninggalkannya. Tetapi Valen melihat bahwa Werewolf itu secara perlahan mulai kembali seperti semula.
Setelah beberapa saat, orang itu pun bangun dari pingsannya dan melihat kearah Valen berdiri.
"Apa yang terjadi?" Tanya orang itu.
Tidak tahan dengan kelakuannya, Valen pun langsung berjalan kearah dirinya dan mencekik lehernya dan mengangkatnya keatas.
"Jawab pertanyaanku bajingan, siapa sebenarnya kau?" Tanya Valen dengan nada yang berat dan mata merahnya bersinar.
Orang itu pun bergidik ngeri dan kesulitan bernafas.
"Kggh, a-aku tidak bisa bernafas." Kata orang itu.
Mendengar perkataan itu malah semakin membuat Valen mengencangkan cengkraman annya.
"Kuberi kau dua pilihan. Yang pertama jawab pertanyaanku atau yang kedua mati." Kata Valen.
Orang itu pun semakin gelagapan karena cengkramannya semakin diperkuat.
"B-bbaik aku a-akan men-jjawab tetap-i, to-tolong lepaskan a-aku." Kata orang itu dengan susah payah.
Valen pun segera melepaskan cengkramannya dan ia pun terjatuh dengan nafas yang tersengal-sengal.
'Huftt Huftt, siapa sebenarnya orang ini.' Kata orang itu.
Tidak diberi kesempatan bernafas, Valen pun langsung memberi orang itu pertanyaan.
"Baiklah cepat jawab pertanyaanku, siapa sebenarnya dirimu?" Tanya Valen.
"A-aku adalah Vino, seorang mahasiswa sama seperti dirimu." Kata orang itu yang bernama Vino.
"Pertanyaan selanjutnya, kenapa kau melakukan semua ini." Kata Valen.
"Aku penasaran karena, aku bisa merasakan insting yang sama pada dirimu yaitu insting Werewolf. Lalu aku memutuskan untuk mengikuti dirimu." Kata Vino menjelaskan kejadiannya.
"Baiklah, pertanyaanku selanjutnya. Apa kau yakin diriku adalah seorang Werewolf." Kata Valen.
"Aku sangat yakin karena aku bisa merasakan aura seorang Werewolf pada dirimu." Kata Vino.
"Pertanyaan terakhir, apa masih ada Werewolf seperti dirimu?" Tanya Valen.
"Tentu saja, kami semua menyebar ke seluruh penjuru negeri." Kata Vino.
Setelah mendapatkan jawaban yang memuaskan Valen pun hendak pergi tetapi ditahan oleh Vino.
"Tunggu, bolehkah aku bertanya?" Tanya Vino yang sudah bisa menggerakkan tubuhnya.
"Apa yang mau kau tanyakan." Kata Valen.
"Aku sangat yakin bahwa dirimu adalah Werewolf, tetapi aku merasa ada yang berbeda pada dirimu. Apa kau dari golongan yang berbeda?" Tanya Vino.
Valen yang mendengar itu malah dibuat bingung oleh pertanyaan Vino.
"Beda golongan? Aku tidak mengerti apa maksud mu." Kata Valen.
Vino pun tertegun sejenak sebelum berbicara kembali.
"Jadi kau tidak mengetahui golongan dari bangsa Werewolf?" Tanya Vino.
Valen pun menggelengkan kepalanya.
"Baiklah akan aku jelaskan." Kata Vino.
Setelah beberapa saat menjelaskan, Akhirnya Valen pun mengerti sistem golongan yang ada di bangsa Werewolf.
Bangsa Werewolf memiliki sistem hierarki dan beberapa golongan. Yang pertama ada golongan
1.Omega. Golongan ini bisa disebut yang paling rendah karena golongan ini cenderung lebih lemah dari yang lain dan hanya bisa menjadi budak dari yang kuat.
2. Delta. Dalam hierarki Werewolf, delta bisa dibilang sebagai pasukan.
3. Gamma. Posisi gamma lebih tinggi ketimbang delta karena gamma adalah salah satu petinggi kelompok dan juga pelatih pasukan.
4. Beta. Golongan Beta bisa dibilang terkuat nomor dua karena golongan ini adalah wakil komandan dari Werewolf.
5. Alpha. Alpha adalah seorang Werewolf terkuat karena seorang Alpha harus mempunyai kekuatan dan jiwa kepemimpinan yang sangat kuat dan juga kompeten.
Werewolf itu terdiri dalam berbagai kelompok, kelompok Werewolf biasanya terdiri dari macam-macam golongan yang ada diatas. Tetapi bukan berarti golongan tersebut harus selalu dalam bentuk kelompok. Contohnya: seorang omega atau delta boleh menjalani kehidupan sendiri-sendiri begitu juga dengan yang lainnya, akan tetapi jika seorang dari golongan Alpha hanya sendiri mereka akan di incar atau diburu oleh kelompok lain.
Setelah mengerti itu semua, Valen pun segera pergi meninggalkan Vino sendirian.
"Astaga kejam sekali dia." Kata Vino.
...----------------...
Yooo gess chapter 4 jangan lupa like komen dan share yaa......
__ADS_1