WEREWOLF

WEREWOLF
Chapter 5: Permasalahan


__ADS_3

Malam Hari


Disebuah rumah, terdengar suara perpaduan antara piring dan sendok.


Ting


"Valen, bagaimana kehidupan kuliahmu?" Tanya seorang pria yang ternyata adalah ayah dari Valen.


Diseberang ayahnya terdapat seorang pemuda yang sedang makan dan berhenti sejenak untuk berbicara.


"Tidak ada yang istimewa." Kata pemuda itu dan ia adalah Valen.


"Valen, kau harus bisa mendapatkan banyak teman. Itu untuk keuntungan dirimu juga." Kata ayah Valen.


"Akan aku ingat." Kata Valen.


Saat ini Valen dan juga keluarganya sedang makan bersama dimeja makan, tidak lama kemudian. Kegiatan makan mereka pun telah selesai dan Valen pun memutuskan untuk kembali ke kamarnya.


Kriett


Suara pintu pun berbunyi dan memperlihatkan Valen dan lalu menutup pintunya kembali.


Valen pun merebahkan tubuhnya diatas kasur lalu bergumam.


"Sebaiknya besok aku mencari kegiatan baru." Kata Valen dan kebetulan besok adalah hari libur.


Sesaat Valen sedang menatap jendela, Valen dibuat terkejut ketika melihat sekelebat bayangan muncul melewati rumahnya.


"Apa itu." Kata Valen dan ia pun dengan reflek berdiri dan membuka kaca jendela.


Valen yang melihat itu ingin mengabaikannya, tetapi ia juga penasaran sosok apa sebenarnya itu.


Pada akhirnya Valen pun memutuskan untuk mengikutinya dengan cara melompat dari jendela lalu berlari diatas atap rumah.


Tap Tap Tap


Valen pun mengejarnya dengan cukup cepat sambil melihat jam yang ada ditangannya.


"Jam 8 malam, aku masih mempunyai waktu banyak." Kata Valen dan terus melesat sambil menambah kecepatannya.


Sambil melompati atap-atap rumah, Valen pun segera berhenti ketika ia mencium aroma yang menurutnya tidak enak.


"Aroma ini berasal dari hutan yang ada disebelah sana." Kata Valen dan tanpa sadari Valen sudah berlari dengan cukup jauh.


"Haruskah aku berhenti." Kata Valen sambil menatap hutan yang ada didepannya.


Valen cukup bimbang untuk mengambil keputusannya sampai pada akhirnya ia memutuskan.


"Lebih baik tahu daripada tidak." Kata Valen dan langsung melesat masuk kedalam hutan.


Srekk


Suttt


Tap Tap Tap


Terlihat sekelompok orang yang sedang berlari diatas pohon.


Srekk


"Theo, berapa lama lagi kita akan mengikutinya." Kata seorang wanita kepada Laki-laki yang sepertinya pemimpin mereka.


"Tenanglah Lea, kita akan segera menangkapnya." Kata laki-laki itu yang bernama Theo.


Lalu sesaat kemudian Theo pun memberikan kode kepada rekannya untuk berhenti.


Tap


"Ada apa Theo." Tanya salah satu rekannya.


"Aku merasakan keberadaan lain disekitar sini." Kata Theo.


Rekannya itu pun tertegun sebentar lalu melanjutkan pembicaraan.


"Mungkin saja itu hanya binatang biasa." Kata rekannya.


"Jangan pernah meremehkan sesuatu Joe, kesalahan kecil saja bisa membuat rencana kita menjadi gagal." Kata Theo dengan tegas.


"Baiklah, akan aku ingat." Kata Joe.


Kelompok mereka terdiri dari empat orang, dipimpin oleh Theo dan ketiga lainnya.

__ADS_1


Lalu salah satu rekan Theo pun kembali berbicara.


"Theo, sebaiknya kita fokus terlebih dahulu kepada rencana kita." Kata salah satu rekannya yang menggunakan kacamata.


"Huftt, baiklah lanjutkan sesuai rencana. Sam." Kata Theo kepada rekannya yang bernama Samuel.


Lalu mereka pun kembali berlari kedepan tanpa tahu sedari tadi ada yang membuntuti mereka.


"Sepertinya aku harus berhati-hati." Kata orang yang membuntuti itu yang ternyata adalah Valen.


Valen pun segera menghilang hawa keberadaannya, dan lanjut mengejar mereka.


Huftt Huftt


Terlihat seorang pria sedang berlari diatas pohon dengan nafas yang tersengal-sengal.


"Aku harus bisa lari dari mereka, aku tidak boleh sampai tertangkap." Kata pria itu.


Lalu tanpa sengaja kaki pria itu menginjak batang pohon yang tajam dan mengakibatkan kaki pria itu terluka.


"Arghhhhh." Teriak pria itu lalu ia pun terjatuh ditanah.


Huftt Huftt Huftt


Dengan nafas yang sudah tidak beraturan, pria itu pun memaksan dirinya untuk kembali berdiri. Akan tetapi ketika pria itu hendak berlari, sebuah bayangan berhasil menendangnya hingga ia terpental kesalah satu pohon.


Duakkk


"Ughhh." Ringis pria itu.


Pria itu pun hendak berdiri tetapi tidak bisa, lalu ia pun mengedarkan pandangannya kedepan terlihat bahwa sekelompok orang yang saat ini sedang berdiri tidak jauh darinya.


Pria itu pun menjadi panik dan membuat nafasnya makin memburu.


"Huft Huft. A-apa mau ka-kalian." Kata pria itu.


Ternyata kelompok yang tadi menendangnya adalah Theo dan rekannya.


"Kau harus bertanggung jawab dengan perbuatan yang telah kau lakukan." Kata Theo.


Pria itu pun dengan gugup berkata.


"A-aku tidak melakukan, aku dijebak." Kata pria itu memberikan alasan.


"Dijebak?, Setelah apa yang kau lakukan kepada tuan putri kau masih bilang dijebak." Kata Theo.


Tidak lama kemudian Theo pun berjalan kearah pria itu hendak untuk membunuhnya.


Tap


Sesaat Theo ingin membunuhnya, tangan Theo ditahan oleh Sam.


"Theo, ingat tujuan kita adalah membawanya hidup-hidup. Bukan membunuhnya." Kata Sam.


Theo yang mendengar itu mau tidak mau pun harus menerimanya.


"Tch, baiklah. Bawa dia." Kata Theo.


Dari kejauhan terlihat Valen yang sedari tadi mendengar pembicaraan mereka.


'Jadi seperti itu rupanya.' Kata Valen.


Saat hendak pergi, Valen malah terkena sial karena ia tidak sengaja menginjak ranting kayu.


Krakkk


Bunyi itu tentu didengar oleh Theo dan rekannya.


"Siapa itu? Keluar kau." Kata Theo.


Valen pun mengutuk dirinya sendiri karena terlalu ceroboh.


Karena tidak kunjung keluar, Theo pun menyebarkan pandangannya ke seluruh tempat.


"Disana, keluar kau." Kata Theo.


Merasa tidak ada pilihan lain, akhirnya Valen pun keluar dari kegelapan hutan dan berjalan tepat didepan mereka.


Theo yang melihat Valen pun tertegun sebentar, karena melihat Valen yang hanya menggunakan jaket dengan penutup kepala (kupluk), dan menggunakan celana pendek.


"Siapa dirimu?, dan apa yang anak muda seperti mu lakukan disini?" Tanya Theo dengan penuh selidik.

__ADS_1


Rekan-rekannya pun juga ikut menyeledikinya dari atas kepala hingga ujung kaki.


Valen pun tidak langsung menjawab melainkan melihat mereka terlebih dahulu, sesaat setelah itu Valen baru berbicara.


"Sebenernya aku hanya ingin berburu binatang biasa disini." Kata Valen dengan tenang walaupun berbohong.


Melihat Valen yang sedari tadi tenang malah membuat mereka tambah curiga.


"Lalu kenapa kau bersembunyi tadi?" Tanya Theo.


"Sebenernya aku hanya melihat kalian berempat dan tidak tahu bahwa ada satu orang lagi yang sepertinya sedang ketakutan disana." Kata Valen.


Perkataan Valen pun membuat mereka berpikir keras, apakah pemuda didepan mereka ini bohong atau tidak.


Lalu Theo pun berbicara kembali.


"Kalau begitu kau sudah melihat apa yang seharusnya tidak kau lihat." Kata Theo.


Merasa perasaan yang tidak enak, Valen pun bersiaga dan berkata.


"Apa maksudmu?" Tanya Valen.


Theo pun segera memberi kode kepada Joe untuk membunuh dan diangguki oleh Joe.


Joe pun berjalan menuju Valen, dan tidak lama kemudian sebuah cakar tajam muncul dari kukunya.


"Maaf, bocah ini bukan kesalahan kami. Melainkan kesalahan dirimu." Kata Joe.


Lalu Joe pun melesat dengan cepat sambil mengarahkan cakarnya kepada Valen.


Settt


Tetapi yang mengejutkan mereka semua adalah ketika Valen berhasil menahan cakaran dari Joe menggunakan tangan kirinya. (kaya tangannya langsung ditangkep gitu lah)


Joe pun jelas sangat terkejut dengan kejadian ini, karena apa yang dia lihat sangat ini benar-benar mustahil.


"A-apa-apaan ini." Kata Joe dengan tidak percaya.


Lalu Valen pun mendorong tangan Joe, dan Joe pun terdorong mundur.


Tidak percaya dengan apa yang terjadi, Joe pun kembali menyerang Valen dengan cakarnya.


Sringg


Akan tetapi serangan dari Joe berhasil ditahan kembali oleh Valen.


Jelas kejadian itu membuat semuanya hening dan terkejut.


Tidak seperti sebelumnya, Valen pun merapatkan tangan kanannya dan memukul tulang rusuk Joe hingga terpental kesamping.


Jduakkk


DARRRR


Tubuh Joe pun menghantam pohon, hingga mengeluarkan darah dari mulutnya.


"JOEEE." Teriak Sam.


Lalu Sam pun segera melesat kearah Joe.


"Joe, kau tidak apa-apa?" Tanya Sam.


Lalu Joe pun mengedarkan pandangannya ke arah sam dan berbicara.


"Sepertinya tulang rusuk ku patah." Kata Joe.


Sam pun jelas terkejut, bagaimana tidak tubuh Joe adalah yang terbesar diantara mereka dan Joe juga mempunyai pertahanan yang bukan main. Lalu bagaimana bisa tulang rusuknya patah hanya dengan sekali serangan.


Melihat cedera Joe yang cukup parah, Sam pun memutuskan untuk membaringkan Joe didekat pohon.


Lalu Sam pun berdiri dan berjalan menuju Valen.


"Kau, sudah membuat kesalahan." Kata Sam.


"Apa maksudmu, dia duluan yang menyerangku." Kata Valen.


"Banyak omong kau." Kata Sam.


Sam pun dengan cepat menyerang Valen.


Duakkk Duakkk

__ADS_1


...----------------...


Yooo chapter 5 yaa, jangan lupa like komen dan share nyaa SEPUHH.... y


__ADS_2