
"Brian, ini anak dari pak Rony tadi" ucap Han sambil berjalan ke arah dia
"Kalau begitu ada yang mau aku tanyakan dengan dia" kata Brian
Brian menyuruh anak itu untuk duduk disampingnya, kemudian dia bercerita tentang apa yang terjadi di kampung halamannya saat ini
"Kamu tau apa yang sedang terjadi di tempat kamu saat ini" tanya Brian
"saya nggak tau apa apa, soalnya lebih dari tiga bulan ini saya nggak pulang ke rumah" jawab anak itu
"apa kamu tau siapa itu Shawn"
"saya nggak tau siapa itu Shawn, dan kalau soal atasan saya, saya sudah beri tau Han tentang dia tadi di mobil"
Han memberitahukan ke Brian siapa atasan dari anak itu.
"Atasan dari anak ini namanya adalah Arfian, dan dia sama sekali tidak ada hubungannya dengan ayah anak ini, soalnya tadi aku juga bertemu dengan dia"
"Kalau begitu, aku ingin untuk saat ini kamu jangan keluar dari tempat yang sudah saya tunjukan nanti" kata Brian kepada anak itu
"kenapa, memangnya aku diincar seseorang ya" tanya anak itu penuh kebingungan
"bukan hanya diincar, tapi kamu kemungkinan juga akan dibunuh!" jawab Brian
mendengar hal tersebut Han dan anak itu terkejut.
Lalu Han bertanya bagaimana bisa dia menyimpulkan hal tersebut, dan apa yang sudah dia dapatkan dari interogasi tadi.
"Brian, bagaimana kamu bisa menyimpulkan seperti ini, petunjuk apa yang sudah kamu dapatkan tadi"
Brian menjawab " kamu ingat dengan apa yang Rony katakan saat itu, dia bilang kalau sampai dia memberitahukan alamat si Shawn itu, anaknya akan dibunuh!"
anak itu terkejut, dan berkata " apa yang sebenarnya terjadi, apa ayahku melakukan hal yang buruk?" ucap anak itu sambil merasa ketakutan"
"saya tidak tau apa yang terjadi dengan ayah kamu dulu, tapi untuk saat ini saya menyimpulkan kalau ayah kamu, Rony menjadi salah satu tersangka."
"bagaimana kamu bisa menyimpulkan kan hal itu Ian" tanya Han
Brian menjawab "aku berpikir kalau pembunuhnya itu ada dua orang lebih rincinya lagi, 3 orang, dengan si Shawn tadi. Han kamu ada liat laki laki yang sedang bekerja di halaman rumahnya Zoe tadi"
"Zoe itu siapa?" tanya Han lagi"
"maaf maaf, aku lupa beritahu kamu, kalau orang yang dibunuh itu adalah orang yang aku kenal, namanya Zoe, dia orang yang memberitahukan aku kalau ada sebuah tempat yang selalu mencari calon detektif setiap tahunnya, karena dia aku mendaftar di tempat kita saat ini."
"Ooo, jadi orang yang dibunuh itu orang yang kamu kenal ya, tapi kenapa kamu tidak tahu siapa istrinya."
"kalau soal istrinya, aku memang belum pernah melihatnya dan juga aku nggak pernah bertanya dimana dia tinggal, jadi aku cuma tau nama dan wajahnya aja"
"ohh... begitu, kembali ke topik kita tadi.... kalau soal laki laki yang memotong kayu itu, aku lihat sih, emangnya dia kenapa?"
"dia nggak dijadiin masalah, tapi yang jadi masalahnya adalah parang yang dia gunakan, ujung dari parang itu tidak terlalu runcing, dan senjata pembunuh yang pertamanya itu adalah parang yang ujungnya tidak terlalu runcing"
"jadi kamu berpikir kalau istrinya sendiri yang membunuhnya"
__ADS_1
"kemungkinan besar.., karena pada saat kita bertanya kepada dia tadi, aku melihat ekspresi wajahnya dipaksa untuk bersedih"
"ya, aku sebenarnya sadar sih kalau soal ekspresi wajahnya istri korban, jadi bagaimana kesimpulannya ?"
"tunggu dulu, dari semua ini apa hubungannya dengan ayahku" tanya anak itu
"kemungkinan besar ayah kamu membuat katana yang mirip dengan punya bapak tadi yang katana Nya ketinggalan di tempat dia bekerja, karena darah yang ada di katana bapak tersebut semuanya darah korban, tidak ada sama sekali darah ular seperti yang dia katakan"
"aku masih nggak percaya, sebelum aku sendiri memastikannya" kata anak itu
"kalau begitu..., Han panggil beberapa polisi yang ada didalam agar mereka membantu kita untuk melakukan penggeledahan di rumahnya Rony, kita harus mencari katana yang sama persis dengan punya bapak yang pemarah tadi"
"baik"
Setelah itu, Han membawa beberapa polisi untuk ikut mereka berdua melakukan penggeledahan dirumahnya Rony, sebelum itu Brian menyuruh Han dan beberapa polisi itu dan menjemput istri korban lalu membawanya ketempat Rony. setelah itu mereka pun berangkat bersama si anaknya Rony.
......................
Sesampainya mereka didepan rumahnya, mereka memberitahukan Rony kalau mereka ingin melakukan penggeledahan, tapi Rony menolak, dia bertanya apa tujuan mereka melakukan pengeledahan ini. Brian pun menjawabnya kalau dia ingin memastikan kalau katana yang sama persis dengan yang ada di gambar tersebut (**sambil menunjukan gambar yang sudah diprint itu**), ada di tempat itu, kalau sampai ada, berarti sesuai dugaan Brian kalau Rony adalah orang yang menyuruh istrinya korban untuk membunuh korban tersebut. Mendengar hal itu Rony terkejut, dan merasa gelisah dan dia menjawab,
"aku memang membuat katana yang seperti ini, dan juga disitu ada banyak" sambil menunjukan tempat beberapa senjata itu disimpan
"iya, ayah aku benar, ini katana buatannya, jadi nggak mungkin dia membuat katana yang berbeda dari ciri khasnya kalau untuk dia pasarkan" ucap anaknya Rony
"kalau begitu, biarkan kami menggeledahnya" ucap Brian
lalu Brian dan beberapa polisi yang ada di situ menggeledah tempat senjata tersebut, kemudian Brian melihat sebuah katana yang tempatnya berbeda dari yang lain. Dia mengambil katana itu dan memperhatikannya lebih teliti sampai dia melihat ada setetes bercak darah yang kering di gagang katana tersebut, kemudian dia memanggil salah satu polisi itu untuk membungkus katana tersebut sebagai barang bukti dan memberitahukannya untuk memeriksa darah yang ada di katana tersebut
"Jika darah yang ada di gagangnya ini adalah darah ular, ini bisa menjadi bukti kuat kalau dia adalah salah satu pembunuhnya dan dia harus dibawa ke kantor polisi sana" kata Brian kepada polisi itu sambil memberikan katana tersebut
Tidak lama setelah mereka berdua berbicara, datanglah Han bersama beberapa polisi lainnya dan juga bersama istrinya korban.
"Brian, ini orang yang kamu suruh kami bawa" kata Han
Brian langsung mendatangi perempuan itu dan bertanya
"Apa kamu membawa parang yang kamu gunakan untuk membunuh zoe"
"Parang apa, saya nggak tau apa yang kalian maksud, dan juga nggak mungkin saya membunuh suami saya sendiri" bantah perempuan itu
"kalau begitu, apa yang kamu lakukan pada malam itu, dan apa kamu tau kemana tujuan Zoe malam itu" tanya Brian
"malam itu saya cuma melakukan kegiatan saya seperti biasa, saya menemani anak saya untuk tidur, dan malam itu suami saya bilang kalau ada orang yang mau dia datangi sebentar, pada saat sudah tinggi malam, saya menunggu suami saya untuk pulang tapi dia nggak pulang sama sekali"
"apa kamu ada menghubungi dia" tanya Brian lagi
"jelas ada, saya sampai 10 kali menghubungi dia" jawab perempuan itu dengan tegas
"apa kamu tau merk hp dan nomor dia"
"tau, merk hp nya itu Samsung, dan nomornya ini" sambil menunjukan nomornya korban
"Nomornya masih sama seperti yang dulu"
__ADS_1
kata Brian dalam hatinya
Lalu Brian menyuruh polisi itu untuk membawa Rony ke kantor polisi dan mengatakan kalau akan ada bukti penting nantinya yang membuat dia menjadi salah satu pembunuh itu.
Dan mengajak Han untuk kembali ke rumah korban bersama dengan istrinya.
Kemudian berangkatlah mereka
......................
Sesampainya mereka berlima bersama dengan polisi itu. Brian kemudian turun dari mobil tersebut dan langsung masuk kedalam rumahnya Zoe. Lau dia mengeluarkan ponselnya dan menelepon nomor Zoe, dan yang terjadi.....
Brian mendengarkan suara nada dering ponsel dari dalam dapur mereka, sehingga langsung menuju dapur dan melihat sebuah ponsel di atas meja makan dengan merek yang sama dengan ponsel Zoe pada saat mereka sering kumpul dulu.
Lalu Brian keluar dan mendatangi istri korban tersebut kemudian menanyakan beberapa pertanyaan.
"Kenapa ponselnya Zoe ada dirumah" tanya Brian
"itu ponsel dia yang kedua, itu ponsel kerjanya dan lagi pula darimana kamu tau kalau itu ponselnya Zoe" perempuan itu menyangkal
"Dengar kalau Zoe punya dua ponsel kenapa kamu memberikan nomor kerjanya Zoe kepada saya, pada saat itu Zoe bilang kalau dia hanya punya satu ponsel saja, dan dia membagikan nomornya kepada kami berdua teman saya"
Perempuan itu terdiam
"Dan satu hal lagi, apa alasan kamu membunuh Zoe" tanya Brian sambil ingin menangis
perempuan itu pun akhirnya mengaku... dia mengatakan kalau dia melakukannya karena diancam
"saya melakukannya karena jika dia tidak membunuh Rony, orang yang bekerja sebagai penempa besi itu maka dia akan dibunuh, tapi dia tidak ingin melakukannya sehingga aku disuruh untuk membunuh dia pada malam itu, agar anak kami tidak dibunuh"
"siapa yang menyuruh kamu" tanya Han
"saya enggak tau, tapi yang pasti dia memberitahukan namanya itu Shawn, cuma itu saja yang aku tau. Karena aku nggak mau anak kami mati maka aku sendiri yang membunuh dia pada malam itu.
Setelah mendengarkan hal tersebut Brian meninggalkan mereka yang ada disitu dan menuju ke mobil. setelah itu Han pun mengambil alih situasi disitu
"Baiklah, kalian berdua borgol perempuan ini dan bawa dia kekantor polisi untuk diperiksa lebih lanjut" kata Han kepada dua polisi yang ikut bersama mereka tadi.
Kemudian polisi itupun berangkat bersama seorang pelaku pembunuhan Zoe yang dimana itu adalah istrinya sendiri.
Di saat itu juga, Han mendatangi Brian yang kelihatannya sedang menangis di dalam mobil
"Brian, kamu kenapa" tanya Han
"Han, apa yang akan kamu lakukan kalau ada di posisi istrinya Zoe"
"Ya, aku mungkin akan melaporkannya ke polisi kalau keluarga aku sedang diancam"
"benar kan, tapi kenapa mereka nggak melaporkannya sama sekali kepada polisi kalau salah satu anggota keluarga mereka akan dibunuh, contohnya aja Rony tadi, kenapa dia enggak melaporkan ke polisi kalau anaknya bisa dibunuh" tanya Brian sambil mengusap air matanya
"Aku nggak tau kalau masalah itu, apa mereka punya dendam tersendiri terhadap polisi atau apa, aku nggak paham sama sekali." jawab Han
"Ya sudah kalau memang seperti itu akhirnya. Untuk saat ini kita berdua harus bertanya kepada mereka apa yang sebenarnya terjadi, dan siapa si Shawn ini" kata Brian kepada Han sambil memaksa dirinya tersenyum.
__ADS_1
Melihat hal itu, Han pun merasa agak tenang sedikit, karena temannya sudah merasa agak baikan, dan merekapun berangkat menuju kantor polisi.
...****************...