
Boy adalah seorang "pemuda jenius" yang baik dan memiliki bakat yang berlimpah...
"kelemahan" terbesar boy adalah miskin dan memiliki wajah yang pas-pasan.
"bisa dikategorikan jelek tingkat kelurahan".
boy dalam diamnya mencintai seorang wanita yang sangat "cantik jelita", bahkan kecantikan nya bisa disandingkan dengan "bidadari" di alam soerga sana.("namanya adalah reva").
pada suatu kesempatan yang naas, "boy kalah taruhan"..
dan impasnya dia harus melakukan apa yang diinginkan pemenang alias sang juara.
yaitu,, boy harus berani "mengungkapkan kata cinta dan rindu" kepada reva gadis pujaan hatinya.("dengan teriakan sekeras-kerasnya").
I LOVE YOU RE.....VA
I MISS YOU REVAAAAA...!!!
plak...!!
plak.....
"bajingan...!!"
"dasar pria miskin, wajah pas-pasan"..
"ngaca dong, ngaca"...!!! muka "belepotan" aja kagak bisa u urus, sok-sokan mengharapkan w.
"boy terpaku" dengan tamparan dan penghinaan ini,,
walaupun teriakan cinta tersebut diucapkan nya karena dasar dari "kekalahan taruhannya"..
bagaimanapun dalam hati terdalam nya, boy benar-benar "mencintai reva".
"hahahahaha"...
"wkwkwkkw"...
"semua yang menyaksikan dari awal kejadian tersebut",,
bagaimana mulanya boy dipermalukan di depan umum, "mereka semua" lalu menertawakan boy dengan tatapan sinis, dan pandangan jijik yang mereka perlihatkan.
"Revaaaaaaa"....!!!!!
"aku bersumpah"... (boy berteriak dengan lantangnya). dalam seluruh genap jiwa dan ragaku... "pada kehidupan ini" aku menginginkan dirimu, tubuhmu, jiwamu dan seluruh yang ada "padamu"...!!!
"ztar... zzzzthaaarrr"...!!!
kilat putih, kuning, hijau, merah, biru, hitam, emas, "bergulung-gulung" seperti naga menari di angkasa.. lalu turun "secepat cahaya menyinari bumi" langsung menghantam "tubuh boy dan reva" ditempat.
"30 menit kemudian"...
'ngeung'... 'ngeung'... 'ngeung'...
suara sirene ambulance berpacu dengan laju mesin.
ambulance melaju sekencangnya...
"tbrakkkkk"...
"dari arah berlawanan",, tiba-tiba didepan terlihat "sebuah truk" sepertinya rem blong menghantam laju mobil ambulance...
sehingga membuat "ambulance terbalik" dan menghantam dinding beton pembatas yang dibaliknya terdapat aliran sungai yang "deras dan lebar".
"reva... reva..."!!!
"siswa-siswi" yang ikut mengiringi ambulance tersebut, "histeris" karena reva ada didalamnya...
apalagi ada "beberapa cowok" pengagum dan penggemar reva selama ini.
"reva".., sungguh malang nasib mu reva..
beberapa waktu yang lalu kamu "tersambar petir".,
lalu dalam keadaan terluka parah, kamu dilarikan ke rumah sakit untuk di selamatkan,.
ternyata,, di perjalanan pun ambulance yang membawamu mengalami "kecelakaan hebat" gumam "jeny sahabat terdekat reva" sambil "terisak-isak"...
"hiks.. hikss"..
"reva..!! reva"...!!!
beberapa orang memberanikan diri untuk turun dan melihat "situasi dan kondisi" ambulance,.
tapi,, walaupun mereka berusaha mencari reva, mereka tetap tidak bisa menemukannya.
reva..?? "dimana kamu rev"..
kenapa tidak ada di dalam ambulance dan sekitarnya..??
apa mungkin kamu "terseret arus sungai ini"...
gumam "beberapa teman" reva yang berusaha mencari reva di sekitar jatuhnya mobil ambulance tersebut.
"3 jam berlalu"...
"Didalam sebuah lembah,, terdapat arus sungai yang lumayan deras"
"Huhuu"... "Happpss kletak", "kletak"...
tidak lama kemudian,,
"reva siuman" dan berusaha bangkit perlahan-lahan..
"Dinginnya"...
Dimana ini,.?? apa yang terjadi..??
reva "masih kebingungan", dan mencoba mengingat apa yang terjadi sebelum nya pada dirinya..?
reva mencoba mencari sesuatu disekitarnya, apakah ada petunjuk bagaimana dia bisa sampai di lembah dengan pepohonan lebat didalam nya ini.
"Samar-samar" diujung tebing terlihat api pembakaran..?
reva dalam keadaan lemah dan terluka, mencoba untuk mendekati "perunggunan api" tersebut.
Semakin dekat, "aroma daging bakar" tercium menggugah selera perut reva yang keroncongan.
"Uhmm".. aroma alami...
tajamnya rasa gurih, seperti aroma masakan koki yang profesional. (gumam reva)
Siapakah gerangan orang yang membakar daging ayam dipinggir tebing ini..??
Apakah boleh w makan "sebagiannya saja"... gumam reva pelan.
Ah... Masak bodoh dulu, perut dah kagak bisa di kompromi.
paling-paling nanti w minta maaf karena sudah lancang mengambil daging ini.
"Nyam, nam, nyamm"...
gurih dan lezat nya daging ini. (puji reva)
Kalau "dia" membuka resto di kota,.
w jamin masakannya "laris manis, dan laku keras"...
tanpa terasa ayam tersebut habis dilalap reva..
padahal,, niatnya diawal hanya memakan setengah nya saja.
Kebetulan nih, bisa sekalian "mengeringkan" pakaian w yang basah.
w coba "jemur" di perapian ini beberapa saat,. semoga, yang punya perapian masih lama lagi kembali kesini.
"reva lalu membuka baju seragam sekolahnya", baik kemeja dan rok warna birunya, hanya menyisakan pakaian dalam saja.
reva lalu mencoba sedikit sembunyi dibalik sebuah pohon besar, "jaga-jaga"... mana tahu si "empunya" perapian datang tiba-tiba.
Reva tiba-tiba merasakan pusing dan mual...
"Nguingg, uek, uek"...
"Dimanakah ini" (suara bergema dibenaknya reva)
"Apa"...!!!
"What"...!!!???
Siapa yang bicara itu... "Siapa"..!??
reva "bergidik" dan merasakan bulu tangannya merinding...
"kok... apa ini"..?
"kenapa"..??
"apa yang terjadi"...??
(boy kebingungan dalam benaknya reva)
"kenapa tubuhku memiliki benjolan seperti ini"..?
ini... sepertinya ini pakaian dalam yang biasa dipergunakan wanita..??
lalu...
kenapa dibawah kelihatan berbeda dan terdapat sebuah "gundukan bukit kecil"...??
kemana rudal kebanggaan "ku perginya"..!?? pedang ku,, kok hilang..? (boy bertanya-tanya terus).
"khyiaaa"......!!!
__ADS_1
siapa yang 'berbicara'..!!?
siapa kamu..!??
loh...??
aku boy,, "kamu siapa"..?
"bajiiiiingggaaaannnnn"....!!!!
"boy pria miskin dan jelek"...!!
kenapa u ada dalam benak w ini...!??
"bangsat"...!!
u mengintip tubuh w yang selama ini w jaga...!!!
"keluar"... "keluar"... "keluar" u boy jelek...!!!
"waduh"..."
aku juga tidak tahu kenapa bisa tiba-tiba ada di benak mu..? (ucap boy).
Hehe... Hehe...
ternyata aku benar-benar bisa melihat tubuhmu seperti ini, langsing, mulus tanpa cacat dan menantang...(goda boy).
"cpepps,,cpep"...
air liur ku sampai menetes nih,, goda boy.
"wah" keindahan yang selama ini ku idamkan, bukan hanya memilikimu, bahkan aku bisa langsung melihat semuanya...
"Hahahaha"...!! (boy tertawa ngakak di benaknya reva).
"boy jahanam"...
tutup mata u, cepat pergi dan keluar dari tubuh w... kalau tidak, w hajar u sampai pingsan, "bangsat u boy"...!! (raung reva dengan marahnya).
"reva sayang"... cup... cup... jangan marah ya.. goda boy sambil tertawa, "hahahaha"...!!!
"keluar u boy"...!!!! teriak reva.
jangan marah-marah reva...
akhirnya do'a orang yang "tersakiti" terkabul kan... boy merasa puas bisa sedikit membalaskan sakit hatinya.
hhahahhaha...!!! (gelak tawa boy)
"mesum"... "cabul"... bangsat u boy...!!! "keluarrrr"..!! (teriak reva histeris marah).
"inilah akibat kamu menghina dan mempermalukan ku di depan umum"... boy mengejek reva.
(lalu boy melanjutkan)
apa kamu masih ingat dengan perlakuan mu reva, "kamu menampar dan menghinaku"...
rasanya aku ingin membalas mu dengan 2x tamparan yang terakhir kamu berikan itu... "hahaha"...!!!
aku tampar ya... tampar sayang kok, aku jamin tidak sakit. boy tetap menggoda reva dengan dingin dan tertawa.
"percayalah"... w akan laporin u ke keluarga w, mereka akan habisin u boy, ayo u segera keluar dari tubuh w...!! pekik reva di benaknya.
loh...?? ("boy mulai kebingungan"..??)
kenapa aku tidak bisa "menggerakkan" tangan ini..??
"mengedipkan" mata pun aku tak bisa..??
apakah aku hanya bisa melihat, mendengar, merasakan,.. (gumam boy)
dan bicara pun hanya berdua dengan reva saja dan itupun cukup ditubuh nya reva..?
lalu tubuh asliku kemana?
apa aku akan selamanya jadi wanita?? boy terus kebingungan.
"tidak"...!!!?
"aku tidak mau"...!!
aku masih ingin merasakan bagaimana tajamnya pedang ku yang selama ini belum pernah sekalipun aku pergunakan. "jerit dan pinta boy"(dalam benaknya reva).
"hahahaha"...
"hahahaha hahaha"...!!!
reva tertawa ("terpingkal-pingkal")
rasain u boy, mampus u karena tidak bisa menjadi pria sejati...!!
"hahahaha"...!!
"grlekk"...
"brengsek"... boy mengumpat.
tubuh ku kenapa hilang, bagaimana aku bisa kembali ke tubuh asli ku.
Tuhan...
ampuni aku yang terang-terangan di siang bolong berteriak-teriak, bersumpah, menginginkan semua yang dimiliki reva, menjadi milik ku.
tapi,, sepertinya,
apa yang terjadi, aku syukuri saja deh...
lagian wajah, tubuh, apalagi gundukan reva benar-benar membuat ku "klepek-klepek" seakan-akan aku terbang entah kemana" boy terus berbicara sendirian.
"boy bajingan"...!!!
woy... Keluar u dari tubuh w...
keluar... keluar u boy...!! pekik reva kembali.
"hahahaha"...!!! tawa boy
sudahlah reva, bagaimanapun semuanya sudah terjadi, boy mencoba berdamai dengan reva.
bagaimana kalau kita coba berbaikan saja dan mencoba mencari cara.. apakah ada jalan keluar dari persoalan kita ini.
ada baiknya kamu segera tutupi tubuhmu ini, nanti takutnya ada yang sempat melihat keindahan alam ini.
lanjut boy menenangkan reva.
cukup aku saja yang pertama dan terakhir satu-satunya pria yang melihat dan menikmati keindahan alam milik mu. (boy kembali sedikit menggoda reva).
"boy"....!!! teriak reva.
walaupun aku aslinya jelek, tapi hatiku murni dan bersih loh reva, plus... aku pria jenius dengan bakat yang berlimpah. "boy memuji dirinya sendiri"
seakan-akan dia adalah pria paling sempurna... "hahaha"...
"uweegk"... reva merasa enek dan akan ngomel kembali, tapi boy segera memotong perkataannya.
ya sudah, ayo lekas ambil pakaianmu, mumpung aku lagi baik dan gak lihat nih..."
("dalam benak" boy, apanya yang gak lihat, semuanya malahan terlihat jelas)
boy berpura-pura diam dan tenang.
"benar ya u kagak lihat boy"...!?
awas u lihat tubuh w yang sedang memakai pakaian.. reva masih ragu-ragu, dia merasa malu kalau boy melihatnya.
reva perlahan-lahan berjalan dan mengambil pakaiannya, kelihatan sudah kering, walau masih sedikit lembab pada rok nya, mungkin dasar kain dari rok sedikit lebih tebal.
reva dengan cepat mengenakan pakaiannya.
tidak lupa reva juga menambahkan kayu bakar, agar tetap hangat...
di sana reva masih dapat melihat ada beberapa ekor ayam, ikan..
dan juga ada tabung yang terbuat dari batang bambu, sepertinya ada air bersih buat ku minum..
reva segera mengambil sebatang bambu yang berisi air tersebut, sebelum reva meminumnya,
reva cek dan mencoba mencium aroma air di dalam tabung bambu tersebut...
seperti nya aman untuk diminum gumam reva, lalu langsung meminumnya...
"gluk.. gluk... huaaah"..
lepas rasanya dahaga ini.. "terimakasih" buat siapa yang telah menyediakan makanan dan minuman ini...
dan maaf,, aku tanpa permisi menghabiskan 1 ekor daging ayam ini dan juga 1 tabung bambu yang berisi air minum. ujar reva bergumam sendirian..
tiba-tiba suara auman dan gonggongan terdengar semakin keras dan jelas mendekat.
"aa, apa"... itu, suara apa yang semakin mendekat ke arah sini..?? reva bertanya ketakutan.
"aummmm"...
"guk, argggg"... "auooow" "wooow, argggh"...
suara semakin mendekati posisi reva berada, ini seperti nya suara anjing dan jangan-jangan juga suara,, sri.. serigala pekik reva yang semakin ketakutan..
dua ekor anjing jenis dalmatian dan satu ekor serigala putih mencoba langsung mengejar dan menerkam ke arah reva.
reva semakin menjadi-jadi ketakutannya.. sambil bergerak mundur.
a.. apa yang,, yang meski.. aku lakukan..!!?
__ADS_1
"tolong"... "tolong"...
reva berlari menjauh dan mencoba menghindari dari serangan anjing dan serigala tersebut,
dua ekor anjing tersebut melompat dan berlari mengejar reva...
dengan sigapnya,, reva berlari menjauh dan mencoba melakukan yang terbaik untuk berusaha menyelamatkan nyawanya..
kebetulan di depan ada pohon yang batang dan dahan nya tidak kelihatan tinggi...
w harus bisa memanjat ke sana secepatnya.. "pekik reva menjadi-jadi".
reva langsung mencoba melompat dan berusaha memanjat ke sebuah dahan pohon kecil yang bercabang ke bawah.
"tapi",,, kakinya reva tergelincir jatuh, karena ternyata dahan tersebut licin dan berlumut..
"kkrek"... "grekkk"...
serigala berhasil menarik roknya reva..
"krettt"...
"rok reva terkoyak"...
terlihat kain rok tersebut tertarik oleh taring depan nya "serigala".
sedangkan satu ekor anjing dalmatian berhasil menggigit betis kaki reva sebelah kiri,,
"akkhhhh"...
"aduhhh"...
jerit reva...
"sakit sekali"
darah mulai kelihatan dan mengalir dari luka gigitan yang belum dilepaskan anjing jenis dalmatian tersebut.
sepertinya ada sebagian daging betis nya reva yang terbuka lebar menganga.
"tolong"... w sudah tidak kuat lagi, siapapun, tolong bantu w...!!
"pekik reva sambil menangis"
boy u kenapa diam saja...!!
(bentak reva dalam benaknya)
please boy...
bantuin w boy, disini cuma kita berdua saja boy, u kan laki-laki, bantu w boy selamat dari serbuan hewan liar ini..
reva kelihatan nya sudah mulai pasrah dengan keadaannya..
dan reva juga sudah kelihatan lemah, karena darah yang keluar mengalir sudah lumayan banyak.
"maaf reva",,
aku tidak bisa berbuat apa-apa saat ini ucap boy dalam benak nya reva.
aku tidak bisa membantu walaupun hanya sekedar menggerakkan satu jarimu saja.
tapi tenang reva,, seperti nya aku masih bisa memberikan arahan apa yang mesti kamu lakukan.
"ayo cepat"... apa yang mesti w perbuat "boy"...!? reva tidak sabar ingin segera terbebas dari serbuan hewan liar ini.
tendang lah di pertengahan dahi antara kedua mata dalmatian yang menggigit kakimu itu "sekuat-kuatnya"...!!
dengan menggunakan satu kaki mu yang lainnya reva...
"ayo cepat"... boy mulai memberikan arahannya.
lalu lekas putar tubuh mu dan cobalah pukul sekuat tenaga mu tepat di rahang bawah telinga serigala tersebut..
"cepat reva"..!! terlihat boy mulai sedikit tegang dan tidak sabaran.
mesti kamu lakukan segera dan lekas lah kabur sambil berlari secepatnya ke arah sungai didepan sana...
"hhiikkks",,, sakit,, gumam reva yang masih menahan rasa sakitnya..
baik, w coba secepatnya..
reva segera memberanikan diri sambil menahan rasa sakit, lalu segera mengikuti semua "instruksi" yang boy berikan..
"bukk... ssyiut... bukk, bukk"...
beberapa kali reva mencoba menendang tepat di titik antara kedua alis dalmatian yang menggigit nya..
akhirnya, gigitan dalmatian itu lepas dari pergelangan betis nya..
"ahkkhhh"....!!
sekali lagi reva menjerit menahan kesakitan..
karena sebagian bentuk daging betis nya, terluka dengan menganga lebar..
terlihat luka yang semakin lebar, dan darah yang menyembur sedikit lebih deras, "ahhk... sakit boy"...!!
"aku tidak kuat lagi"...!! teriak reva yang menahan sakit sambil berteriak menangis.
tahan sedikit reva..
aku percaya kamu bisa, ayo berjuang reva, jangan biarkan anjing tersebut mengigit mu kembali...
(boy memberikan dorongan semangat kepada reva)
ayo lekas putar tubuhmu... lalu pukul sekuat-kuatnya ke rahang, di bawah telinga serigala tersebut..
"bbuuk", "bukkkk",...
reva mencoba mengayunkan tangannya untuk memukul rahang dibawah telinga serigala tersebut.
"2x pukulan"... akhirnya,,
serigala yang menarik sebagian rok reva tersebut lepas dan sedikit oleng..
lalu dengan reflek nya, reva juga langsung menendang satu ekor anjing dalmation yang lainnya... "bukk"..!!
akhirnya,, perjuangan keras reva berhasil..
gigitan dari anjing dan serigala tersebut terlepas.
reva langsung lari sekuat dan secepatnya menuju arah sungai yang ada di depan nya.
"aduhhhh".... "saakiiiitttt" "boyyy"...!! "sakit...!!! teriak dan rintih reva mengaduh ke boy.
reva yang berhasil sampai di pinggir sungai, terus menjerit kesakitan.. dan reva, sudah tidak sanggup melakukan apapun lagi..
reva sedikit merasakan pusing,, "seakan-akan dunia berputar cepat"... akhirnya reva menjatuhkan dirinya di pinggir sungai.
wajah reva sedikit terendam air sungai, bajunya kembali basah..
terlihat aliran air sedikit berwarna merah, karena darah reva yang mengalir dari betis nya.
"mama,,papa"...
reva rindu kalian...
"to,, tolong reva mom, dedy"...
isak reva yang sudah pasrah tidak bisa berbuat apa-apa lagi.
reva.. kamu harus kuat rev.. jangan sampai serigala dan anjing tersebut "menggigit tubuh mu kembali"... ucap boy di benaknya reva.
kamu bangkit reva, pertahankan kesadaran mu, "please reva"...
demi mama, papa, keluarga, dan teman mu...
apa kamu tidak ingin bertemu dengan mereka lagi rev.. ayo reva, kamu bisa dan harus bisa.
(boy memberikan semangat ke reva)
perlahan-lahan reva mencoba bangkit dari posisi tersungkur nya...
dia angkat tubuhnya dengan kedua tangan..
dia berhasil dan akhirnya berdiri..
lalu perlahan dia mencoba melangkah ke tengah sungai,
semoga saja hewan-hewan liar tersebut takut masuk ke tengah sungai ini. (gumam reva berharap)
"yes... reva"... (ucap boy)
aku percaya kamu bisa, coba pertahankan posisi mu ditengah arus sungai ini, kelihatan sungai tidak terlalu dalam dan deras...
boy tetap mencoba menenangkan dan memberikan semangat ke reva.
sebenarnya boy juga takut terjadi kenapa-napa dengan reva..
selain itu boy juga sadar karena dirinya juga terperangkap di dalam tubuhnya reva.
kalau aku bisa kembali ke tubuh asli ku saat ini...
mungkin aku bisa membantu, dan akan berusaha melawan hewan-hewan tersebut.. gumam boy dalam benak nya reva.
"ggreerrr"... hewan tersebut mulai mendekati reva...
"ternyata prediksi mereka berdua salah besar"...
serigala dan anjing tersebut sepertinya tidak takut dengan air sungai ini..
"tiba-tiba"...??
__ADS_1