
Ting tong'...
'Ting tong'...
Pagi-pagi begini sudah ada tamu yang datang mengunjungi kediaman ku.
Mom,,, sepertinya ada tamu didepan pagar rumah kita.
Biarkan pak rido security yang menanyakan siapa dan maksud kedatangan mereka reva.
Mama tersenyum menjawab ucapan ku sambil melihat acara televisi pagi mengenai masak-masakan...
Hobby masak, tontonan nya juga masakan... Hehe... Dasar mom.
Nyonya,, nyonya.. Ada pak Ardi bersama keluarga nya datang, katanya ingin mengunjungi nyonya dan tuan.
Suara pak rido security dari luar kediaman kami terdengar dibalik pintu utama depan rumah.
Siapa... Pak ardi, wajah mama kelihatan kurang suka dengan kehadiran pak Ardi beserta keluarganya.
Huuu...
Paling selalu bicarakan keinginan putra nya yang ingin melamar putri ku reva... Sungut mama menggerutu.
Indah mamaku lalu berdiri dan memberikan intruksi ke paman rido untuk mempersilahkan pak Ardi dan keluarga nya masuk.
Selamat pagi Indah, suara tante mayang menyapa mamaku.
Pagi juga mayang, tumben pagi-pagi begini datang ke kediaman kami, hehe...
Sedikit sindiran halus diucapkan mamaku.
Silahkan masuk...
Eh,,, kebetulan sekali reva ada di rumah..
Anton... Sini masuk, ada reva di rumah...
Mendengarkan ibunya berteriak dan sepertinya reva gadis impiannya dari dahulu ada di rumah nya, anton lekas bergegas masuk ke rumah kami.
Pagi reva...
How are you...
Senyum sumringah diberikan anton pemuda yang tak bosannya selalu mengejar dan berusaha meraih cinta ku...
Grehhh...
Aku hajar kau anton.
Kedengaran boy menggerutu melihat kehadiran anton di rumah nya reva.
Cieee.. Chieee... Ada yang cemburu...
Hihihihi... Reva cekikikan melihat boy dalam benaknya kelihatan kesal dan cemburu akut tingkat langit.
Reva sambil menutup mulutnya dengan tangan kanannya tersenyum...
Wah,,,
Jangan-jangan reva sudah mulai bisa menerima ku dan mulai ada rasa kepadaku.
Anton terpana dan berbicara di batin nya.
Anton dengan percaya dirinya segera lekas datang mendekati reva dan ingin segera bersalaman dengannya.
Reva dengan sedikit kesal menepis tangan anton yang masih terjulur kedepan.
Loh...
Bukannya elu tadi tersenyum bahagia dengan kehadiran gue rev, napa tangan gue elu tepis dan tidak mau menerima jabat tangan dari gue..!??
Kepedean u anton...
Siapa pula yang tersenyum bahagia melihat u.
W tersenyum aja melihat tingkah tolol u yang gak bosan-bosan nya mendekati w.
Reva sayang,,,
mamaku segera mengedipkan matanya kepadaku memberikan tanda bahwa aku tidak boleh bicara demikian kepada anton.
Bagaimana pun om Ardi dan tante mayang jauh-jauh datang ingin silaturahmi, alasan doang menurut w mereka datang.
Paling ujung-ujungnya ingin meminang w tuk menerima keinginan anton.
Tante mayang mendekatiku.
Hihi,, semakin cantik aja nih calon menantu tante.
Dengan pede nya tante mayang menganggap ku sudah bagian menjadi menantu nya.
mamaku cuma mendelik saja melihat kekonyolan ibu dan anak itu.
Ehm... Silahkan duduk...
Mau minum apa basa-basi mamaku indah.
Terserah apa aja deh indah, jangan repot-repot... Cukup melihat reva dah lepas dahaga ini kok...
Hehe... Tante mayang cekikikan..
Anton yang masih berdiri termenung dengan ucapan ku tadi, akhirnya sadar dan segera duduk disamping ibunya.
Ngomong-ngomong,, papa mu pergi kerja hari ini ya reva..? om ardi mulai bicara basa-basi.
Iya om.. Jawabku.
Padahal banyak yang om ingin sampaikan kepadanya.
Tapi, ya sudah.. Nanti kapan om berkunjung kembali, om akan cerita banyak sama papa mu.
Tante mayang mulai membuka percakapan dengan malu-malu...
Indah,, sebenarnya ada kabar baik loh..
Kabar baik apa mayang..?
Ini anton diterima bekerja di perusahaan raksasa di Eropa.
Jabatannya pun langsung menduduki posisi manager produksi.
Kebetulan CEO di perusahaan itu kenalan papa nya anton, jadi anton mendapatkan kesempatan besar bisa bekerja di perusahaan raksasa tersebut.
Indah mamaku mengucapkan kata selamat buat anton...
Selamat anton, semoga kamu sukses disana dan juga betah.
Hehe... Tante, terimakasih tante indah perhatian kepada anton, anton memperlihatkan senyum termanisnya.
Lalu selain itu indah,,, sebenarnya kabar baik kedua juga ada. Tante mayang mengedipkan matanya ke indah mamaku.
Deg,, deg... Sepertinya ada udang dibalik karang nih kata mamaku yang memencet ujung hidungnya.
Hehe... Kabar baik kedua yaitu, anton ingin bertunangan dengan reva sebelum keberangkatan nya ke Eropa.
Apa...!! tidak salah dengar nih sahut reva bersungut kesal.
reva bersungut-sungut mendengar kan ucapan dan permintaan tante mayang.
Loh tan... Reva dan anton selama ini tidak memiliki hubungan apa-apa loh tante...
Gak mungkin kan kami bertunangan, tegas ku kepada tante mayang.
__ADS_1
Justru itulah tante, om, dan anton datang kesini reva untuk meminta dirimu menerima tunangan ini.
Dengan adanya tante dan om juga mama mu, eh, papa mu sedang pergi bekerja, tapi nanti kami akan datang berkunjung kembali pada hari minggu, semoga papa mu juga ada di rumah.
Lalu tante mayang melanjutkan
Kami ingin membuktikan ketulusan anton yang ingin serius menjalin hubungan bersama mu reva.
Tidak menunggu lama, Reva segera menanggapi nya..
Maaf tante... Reva masih sekolah dan akan ujian seminggu ini untuk kelulusan SMA dan ujian akan segera berlangsung.
Reva tidak ingin memikirkan yang lainnya terlebih dahulu.
Lagian ujian ini penentuan untuk masa depan reva yang akan masuk universitas mana nantinya.
Reva tetap berusaha menghindari dari pertunangan ini, tatapannya terlihat tegas dan sedikit dingin terhadap keluarga anton.
Cuma tunangan kok reva, masih banyak waktu buat kamu kuliah dan juga anton akan berkarir di Eropa beberapa tahun ini.
Tante mayang masih mencoba membujuk Reva dengan tatapan sendu dan pesonanya.
Ehm... Ehm.. Maafkan reva ya nak anton, mamaku lekas membantuku bicara.
Untuk saat ini, biarkan reva fokus dengan study nya terlebih dahulu, lanjut mamaku.
Jalani saja dulu... tante mayang langsung menyerobot ucapan mamaku.
Maksudnya mayang..?
Iya indah, maksud ku, dengan mereka bertunangan, biarkan mereka menjalani bagaimana selanjutnya...
Lagian anton di Eropa kan juga sibuk, paling bisanya mereka nantinya komunikasi via telephone and chat. Tante mayang masih berkukuh.
Tante... Maaf kalau reva bicara sedikit ketus.
Intinya reva tidak cinta dengan putra tante, anton ini..!!
Om Ardi yang banyak diam dan menyimak dari tadi pun akhirnya tidak tahan untuk bicara juga.
Reva,,cukup...!!
Jangan merendahkan anton putra om..
Loh... Bukan kami yang merendahkan anton putramu ardy, tapi benar yang disampaikan putriku reva, cinta tidak bisa dipaksakan.
Bagaimana mau bertunangan, rasa cinta saja mereka tidak ada.
Sungut mamaku yang tidak suka dengan nada om Ardi bicara dingin dengan nada tinggi kepadaku tadi.
Sudah mayang... Ayo kita pulang...!!
Aku kan sudah bilang, jangan harapkan anak sombong ini menjadi menantu mu..!!
Cukup Ardi, jangan mengatakan putriku sombong, apa kamu tidak sadar diri, putramu aja yang memaksakan hubungan ini.
Ibuku pun terlihat marah dan sudah tidak tahan dengan sikap Ardi bicara demikian.
Mayang tiba-tiba berdiri...
Dengan dingin dan tatapan kesalnya karena pinangan putra nya ditolak, dia berkata,
Ingat ya indah... Penghinaan dan penolakan ini akan selalu kami ingat...!!
Lalu tante mayang menunjuk ke hadapan ku, awas kamu reva, kamu pasti akan menyesal karena telah menolak permintaan pertunangan ini.
Eh,,eh, eh... Silahkan pergi dari kediaman kami mayang...!! bentak mamaku indah.
Dan... Jangan pernah injak rumahku lagi, mamaku marah dan bicara dengan nada membentak.
Baik, kalian ingat, keluarga Ardi santoso tidak akan diam...
Sampai putrimu...!??
Indah dan reva masih sedikit shock dengan ancaman akhir dari ardi...
Dasar om ardi sialan, kalimat ancamannya seperti serius ditujukan buat keluarga kita mom...
Reva masih merasa tegang dan sulit mempercayai bahwa seorang pengusaha yang masuk kelas 10 peringkat pengusaha terkaya di provinsi nya, memberikan ancaman besar kepadanya.
Indah bergumam, kalau ardi benar-benar melakukan aksi dari ancaman tersebut, kita harus bagaimana.
Reva juga berpikir,,
lalu Reva meminta indah mama nya tuk bersabar menunggu kepulangan papa nya dari kantor miliknya.
Bagaimana kalau kita minta pak rido security tidak menerima tamu untuk beberapa hari ini.
Kita coba jangan keluar dari kediaman kita reva, mama masih takut, kalau ancaman tersebut mereka buktikan'
Tapi reva meski ke sekolah mom..
Reva akan mencari referensi untuk bahan-bahan ujian kelulusan sekolah.
Hu,,,huuuu... Indah bernafas panjang... Hhuuu... Perlahan indah mengeluarkan nya.
Tiada terasa waktu berjalan...
Sore harinya tepat pukul 16.00 wib. candra pulang ke rumah nya...
Perlahan-lahan candra masuk dan mengucapkan salam buat istri dan putrinya.
Kening candra sedikit berkerut melihat kondisi istri dan putrinya.
Ada apa dengan kedua bidadari ku ini, kenapa muka kalian terlihat tegang, candra membuka obrolan setelah melepaskan sepatunya.
Indah tahu suaminya baru pulang dan tentunya lelah seharian di kantor, mencoba untuk rileks dan belum membicarakan hal kedatangan keluarga ardi pagi tadi.
Pa... Papa kan baru pulang, bagaimana kalau papa lekas mandi dulu.. Kata mamaku.
Biar mama dan Reva menyiapkan makanan dan minuman buat papa. Indah bicara pelan sambil tersenyum manis.
Baik istriku, sahut candra bergerak menuju kamarnya.
Reva dan indah saling berpandangan, biarkan papa rileks terlebih dahulu, nanti kita coba bicarakan hal tersebut padanya. Sahut indah kepada putrinya.
15 menit kemudian...
Tak lama candra keluar dari kamarnya dengan stelan pakaian santai dengan rambutnya yang kelihatan masih basah.
Wajah tampannya tampak segar dan senyumnya penuh pesona.
Nih pa,,, Reva buatin papaku tertampan jeruk lemon hangat...
Reva meletakkan minuman dimeja depan sofa dekat posisi duduk papanya.
Bagaimana, apakah papa mau lekas makan kata indah istrinya.
candra segera menyahut, nanti saja ma, seperti nya ada yang mau mama dan Reva bicarakan ke papa...
candra mengedipkan sebelah matanya kepada istri dan putrinya...
Ehm... Biar mama aja deh yang cerita ya papa ganteng, kata reva.
Begini loh pa, tadi pagi ardi beserta keluarganya datang mengunjungi kediaman kita.
Ardi..!??
Kenapa ardi datang kerumah kita pagi-pagi sekali.
Kenapa tidak memberitahukan papa, kan papa bisa pulang kerumah kalau benar itu sesuatu yang mendesak n penting.
Tidak pa,,, indah menyahut pelan.
__ADS_1
Seperti biasanya pa, mama sudah bisa menebak tujuan mereka datang, makanya mama berpikir untuk tidak menghubungi papa di kantor...
Lagian papa juga tahu kan, ardi, mayang, apalagi putranya anton itu yang selalu berusaha menginginkan putri kita.
Indah masih menjelaskan semua perihal kedatangan ardi dan semua perkataan dan ancaman tersebut kepada candra suaminya.
Apa...!!! candra segera berdiri dan berteriak kaget.
Apa maksudnya ardi... Apa dia benar-benar mengancam istri dan putriku...
Kurangajar...
Brengsek...!!!
candra segera mengeluarkan ponselnya lalu mencari nomor untuk menghubungi ardi.
Tut... Tut...
Tidak lama ponsel diangkat..
Hello candra... Sahut ardi diseberang sana'
Apa maksud elu mengancam istri dan putriku ardi'..!!
Papaku langsung menekankan nada dan suaranya'
Hahaha... Haha...
Ardi tertawa diseberang sana.
Putri dan istrimu telah menghina putraku dan merendahkan keluargaku 'candra'..!!
Ardi juga menegaskan kata dan nada suaranya.
Ehm,,menghina...!?
Maksud elu ardi..?
Papa mengerutkan kening nya dan mencoba meminta penjelasan dari ardi.
Mereka tidak mau menerima pertunangan dari keluargaku loh candra...
Lalu... Dimana letak kesalahan dan penghinaan yang elu maksud ardi..!??
Papaku masih menekankan nada n suaranya.
Hahaha... Apakah menolak tersebut, bukan menghina keluarga ku candra...!!?
Elu salah ardi, elu tidak harus memaksakan kehendak.. dan apabila pihak lain menolak nya, itu bukan sebuah penghinaan..
Sebetulnya gue yang seharusnya tersinggung ardi, elu datang tanpa mengetahui apakah gue ada dirumah atau minimal nya sebelum kedatangan elu bisa kabarin gue 'dahulunya'..
Apalagi elu berani berbicara kasar dan membentak istri dan putri gue, elu juga sempat mengancam keluarga gue...
Apa elu sadar dengan kesalahan elu ardi'..!!
Papaku candra sudah kelihatan emosinya.
Mulai detik ini, semua kerjasama antara perusahaan kita diputuskan, dan semua anak perusahaan beserta cabang-cabangnya, dan juga aliansi perusahan dibawah naungan grup PT Akhelva Sejahtera Amanah akan putus hubungan dengan semua hal yang menyangkut perusahaan milik mu ardi..!?
Tidak bisa candra...!!! Ardi berteriak'
Kamu akan terkena sanksi pinalty karena telah memutuskan semua kerjasama yang telah di sepakati.
Ancam Ardi kepada candra..
Gue tidak perduli, dan tim pengacara gue yang akan mengurus semuanya... Kata papaku candra.
Selama ini gue diam dan masih bersabar karena masih memandang pertemanan kita dimasa lalu Ardi.
Lalu papaku melanjutkan..
Apakah kamu tidak tahu, bahwa aku telah lama mengetahui semua permainan licik dan akal bulus mu, kamu menyalahi kontrak yang kita sepakati, kamu menggelapkan biaya-biaya proyek, kamu mengalihkan sebagian besar dana proyek ke dunia hitam.
Dan yang terakhir, semua skandal elu dengan sekretaris dan bendahara PT Angin Sentosa yang menggelapkan dana sebagian besar perusahaan tersebut. Serta menjadikan perusahaan tersebut pelindung bisnis narkotika barang haram elu.
A,, aa.. Aapaaa...!?? Dari mana kamu mengetahuinya..??
Ardi terkejut dan segera terdiam beberapa saat setelah papaku mengetahui skandalnya.
Ca..can...candra... Aku minta maaf candra..
Kita anggap semua kesalahpahaman ini berakhir.
Aku salah..
Ku mohon berikan aku kesempatan kedua.
Cukup ardi, untuk urusan keluarga ku tidak bisa ditoleransi.
Aku memiliki ambang batas kesabaran ardi, apabila menyangkut keluarga ku tidak ada kata maaf untukmu.
Papaku masih bertahan dengan statement nya yang merupakan ambang batas kesabarannya.
Hening beberapa saat...
Sampai akhirnya ardi berteriak kepapaku.
Bangsat... Aku tidak takut atas semuanya 'candra'...!!!
Aku akan habisi semua keluarga mu...!!!
Apalagi putrimu itu, akan kujadikan dia wanita club malam di luar negri..
Hahahaha...!!
Sialan elu ardi...!!
Awas kalau elu berani macam-macam dan menyentuh 'keluarga gue'..!!
Satu lagi,,percakapan ini sudah gue rekam sebelumnya, dan pengakuan beserta ancaman elu ini, juga akan menjadi bukti kejahatan dan skandal elu ardi'..!?
Kita lihat, siapa yang akan mendekam lama 'dipenjara'..!!
Papa juga tidak mau kalah dan berkata dingin kepada ardi.
Kamu lihat saja candra... Akan aku buktikan semua ucapanku... Hahahaha.. Hahaha...!!!
Ardi segera memutuskan sepihak sambungan tersebut.
Hhhaaaa... Papaku menghembus nafas kasarnya.
Papaku segera menghubungi tim pengacaranya.
Tut.. Tut... Sambungan diangkat.
Hallo tuan...
Papa tanpa basa-basi segera memberikan intruksi kepada tim divisi hukum perusahaan nya.
Segera siapkan berkas perkara dan tuntut Ardi dengan segala hal yang menyangkut skandalnya. Baik itu penggelapan dana proyek, skandal di PT Angin Sentosa, maupun dunia bawah malamnya.
Siap laksanakan tuan candra..
Kalau boleh tahu, kenapa mendadak tuan besar..!??
Jalankan saja secepatnya dan akan aku kirimkan rekaman percakapan kami barusan, bisa dijadikan referensi dan alat bukti.
Baik, intruksi diterima dan segera dilaksanakan secepatnya. Kata pak mulyadi di seberang sana.
Satu lagi, hubungi pihak PT Angin Sentosa dan beritahukan perihal semuanya dan juga langkah-langkah yang kita ambil, ajak juga kerjasama yang baik untuk menekan dengan sanksi dan hukuman seberat-beratnya.
buat Ardi dan perusahaan serta semua yang terlibat dengannya hancur dan mendekam lama di jeruji besi...!!
__ADS_1
Papa serius dengan tindakan nya.