
Sebenarnya kami keluar dari sini dengan cara apa kakek..!??
(tanya reva dan boy berbarengan)
Baiklah... jawab Syeh lembah, lalu mengeluarkan sebuah benda dari saku bajunya.
Ini adalah dua buah cincin penyimpanan buat masing-masing kalian berdua.
Isinya terdapat emas segunung, pil penyembuhan tingkat tinggi segudang, gudang berbagai aneka ragam senjata dan perlengkapan lainnya, kartu black gold unlimited super..
tanpa batas waktu pengambilan, dan jumlah..
lanjut Syeh..
juga didalamnya terdapat topeng seribu wajah, kendaraan super roda 2 dan roda 4 juga dilengkapi dengan 4 helypad, 2 helicopter, 1 jet pribadi, plus 7 jet tempur.
Dll...
Keduanya hanya bisa melongo tak percaya...???
Apakah kakek menyuruh kami berperang..??
tanya reva dan boy berbarengan.
Hahaha...hahha...!!
boy tertawa bahagia.
Aku akan menjadi pria terkaya sedunia sekarang...
Hahaha...!! Mustahil rasanya... (boy tertawa dan bergumam tidak percaya)
Reva cubit pipiku dong sayang...
Hahaha...!!
boy menggoda reva sambil tertawa.
Huhh...!!
Cubit dengkul u boy, w kagak bisa ngapa-ngapain di tubuh asli u. (ucap reva)
Sudah saatnya kalian keluar dari lembah ini, segera tutup mata mu cucu ku. ucap syeh.
Bagaimana caranya kami bisa bertemu denganmu kembali kek..??
(kembali mereka kompak bertanya)
Cukup tutup mata kalian..
apabila menemui suatu masalah yang besar dan dalam situasi dan kondisi yang kritis. kakek mungkin tiba disana, ujar syeh.
Terimakasih kek...
boy lekas membungkukkan sebagian tubuhnya.
Reva juga berterima kasih kepada kakek dan maafkan sekali lagi atas kelancangan, karena Reva sudah menghabiskan daging bakar kakek, hehe...!! maaf ya kek..
Hihihi...hihi..!!
Sudah,,sudah..
Ingat pesan kakek, jadilah pribadi yang baik, bicaralah yang lembut, sopan, dan bantulah sesama yang membutuhkannya.
Baik kek... Boy dan Reva sama sama kembali menjawab serentak.
Satu lagi..
selagi kalian tetap hidup, walaupun luka seberat apapun itu, ketika pergantian waktu, maka tubuh kalian akan pulih tanpa ada bekas luka luar dan dalam sedikitpun.
jadi, jangan pernah takut terluka, karena otomatis akan sembuh, setelah kalian berganti tubuh.
Tutup mata cucu, kakek akan mengirimkan kalian disekitar lingkungan sekolah.
Boy segera memicingkan matanya, dan sesuatu keanehan yang terjadi, dia rasakan...
Huhhh...!! akhirnya kembali ke kehidupan asliku.. gumam boy dengan helaan nafasnya.
Boy, w ingin pulang ke rumah..
w khawatir kondisi orangtua w yang memikirkan putrinya hilang.
Hehe,,baiklah... cium dulu dong reva sayang... boy terkikik dan menggoda reva.
Stop boy, jangan panggil w sayang dulu, u dan w belum jadian. reva menggerutu dan kelihatan kesal sekali.
Apa kamu sudah lupa reva..
pesan dari kakek, kita cuma bisa memiliki 30 menit perharinya tuk berubah sesukanya..
selain waktu yang telah ditetapkan wajib buat masing-masing kita..
(boy mengingatkan reva)
Kakek mengatakan kita meski bersama-sama dengan tulus mengatakan cinta dan sayang terlebih dahulu..
baru bisa berubah..
kalau bukan cinta atau sayang, bagaimana kita saling mengungkapkan..!?
boy melanjutkan dengan bangga.
Pipi reva memerah dengan rona yang tidak dapat dilukiskan nya saat ini, kenapa w tiba-tiba merasakan deg, degan...
Apa mungkin w mulai merasakan suatu perasaan terhadap leo..? tidak...!!Mustahil..
Tapi bagaimana caranya w bisa pulang kerumah dengan tubuhnya leo, mana lagi leo wajahnya pas-pasan, pakaian nya juga lusuh dan kelihatan usang.
Pusing w... pusing...!! bisa mati muda w kalau begini terus... ucap reva dalam benaknya boy.
Bagaimana kalau kita menginap di kantin sekolah ini saja reva, lagian kita juga kesulitan keluar, apa kata pak security nantinya karena kita tiba-tiba keluar dari dalam gedung, menuju keluar gerbang sekolah.
Terserah u aja deh boy..!!
W pusing dan gak sanggup berpikir lagi...
Hiks,,,hiks,,,hiksss...!!
reva kembali menangis.
Waduh, jangan menangis dong reva, aku minta maaf deh, apapun yang kamu minta, akan aku turuti. Oke...!! ucap boy.
Tapi bagaimana caranya leo...
apa tidak ada cara lainnya agar kita bisa keluar dari sini dan pulang ke rumah w..? tanya reva yang mulai tenang.
Tunggu..!! sepertinya aku ingat sesuatu, menurut penjelasan kakek, didalam cincin ini, ada helipad dan helikopter. (ungkap boy)
Bagaimana cara kerja operasi nya...!?? Jangankan helipad, mobil aja aku belum pernah mengendarai nya. lanjut boy sedikit bersalah.
aku coba aja dulu deh... ucap boy selanjutnya.
__ADS_1
helipad..!! keluarlah..!!
Tsing...!! muncullah sebuah helipad tepat di halaman utama sekolah didepan berdirinya boy.
tcek,,,tcek...cek..
decak kagum boy seakan-akan dunia ini mimpi...
Hahaha...!! tawa boy.
Boy segera masuk kedalam helipad tersebut, boy bingung melihat banyaknya tombol didalamnya, bagaimana cara mengoperasikan nya, boy ingat dia adalah seorang pemuda yang jenius, apalagi dalam bidang pengoperasian komputer, peretasan, IT dan sebagainya...
Bagaimana kalau aku retas atau bobol aja sistem pengoperasian manual helipad ini, aku coba mengoperasikan nya secara automatis saja.
Setelah beberapa kali boy mencoba menggunakan skill kemampuan nya ini, tapi tetap mustahil, boy kesulitan untuk masuk dan membobol sistim pengoperasian komputer helipad ini.
Hush...hhaa...!!
Sepertinya ini tidak dirancang pada zaman ini.. semua sistem yang dibuat, tidak ada ditemukan pada zaman ini, apa ini benda masa depan. (boy bergumam kebingungan)
Boy, coba u lihat diatas kepala u itu, ada tanda pergunakan earphone dan ikuti petunjuk nya, mana tahu ada penjelasan selanjutnya.
Boy segera memakai earphone tersebut, tiba-tiba terdengar suara ditelinga nya...
"Apa anda siap terbang bos"
Loh... Kamu siapa...!??
tanya boy.
"Aku adalah robot sistem... teknologi masa depan yang mengendalikan helipad, helikopter, jet pribadi, plus jet tempur...
dan juga berbagai mobil sport, motor sport didalam ruang cincin penyimpanan kehidupan yang ada pada bos"
"dan terakhir... aku juga nantinya yang akan mengeluarkan misi-misi setiap harinya"
"Salam kenal bos"
"Panggil aku rosis"
(robot sistem lalu memperkenalkan dirinya)
"Lain kalinya, bos cukup panggil aku rosis"...
"aku secara otomatis akan tersambung ke bos"...
(rosis masih menjelaskan beberapa hal kepada boy)
Oke rosis, panggil aku boy, dan ketika ada perubahan pada tubuhku, panggil aku reva.
"Siap bos boy dan bos reva"
sahut rosis.
Ayo rosis, segera operasikan helipad ini, bawa kami terbang menuju rumah reva. (perintah boy)
"Siap bos"
"Perintah di laksanakan"
rosis segera menerima perintah boy.
Helipad lalu naik, dan terbang ke angkasa, pada ketinggian 300 kaki.
Waow...!!!
(Sungguh menakjubkan boy.. ucap reva dengan nada kagum)
Hahaha...!!
boy tertawa lantang.
Apalagi aku reva... makan aja masih ngutang di kantin sekolah, hahaha...!!
goda boy sambil tertawa.
Sudah boy..
bukankah sekarang u kaya boy, u memiliki kartu ATM unlimited super, plus emas segunung dll nya.
di cincin penyimpanan ruang kehidupan pemberian kakek syeh lembah kehidupan. ucap reva kembali mengingatkan boy.
Iya reva, kita sama-sama memiliki nya, tapi aku masih merasa ini seperti mimpi, aku yang miskin dengan kehidupan yang jauh dari kata cukup..
hutang dimana-mana, bayar SPP sekolah nunggak beberapa bulannya, tiba-tiba kok aku memiliki segalanya... sahut boy masih dalam mode mimpi.
"Tujuan kita sudah sampai bos" suara rosis mengingatkan.
Apakah bisa mendarat di lapangan fasum tersebut rosis..? tanya boy.
"Siap...!! dilaksanakan bos"
Auman angin kencang seiring mendarat nya helipad tersebut.
Di kediaman utama keluarga candra winata...
Terlihat seorang pria paruh baya usia sekitar 40 tahunan, sibuk membujuk istrinya yang terus menangis tak henti dari siang tadi...
sabar ma, papa terus masih instruksikan tim untuk terus memperlebar area titik pencarian putri kita yang hilang. papa berjanji akan menemukan putri kita secepatnya.
Hiks,,hiks...!!
Pa.. mama tidak mau kehilangan reva putri satu-satunya kita pa...
Indah mayang sari masih terus menangis terisak-isak meratapi kehilangan putrinya.
Indah yang tak lain adalah mamanya reva yang masih kelihatan cantik walaupun usianya juga 40 tahunan, kulit putih, rambut hitam panjangnya tergerai lurus, bulu mata yang lentik, wajahnya benar-benar seperti seorang bintang ternama terkenal.
Sabar ya ma, papa juga sedih atas kehilangan putri kita ini, semoga Tuhan menyelamatkan nya, candra juga cemas dan dia berusaha tetap tegar didepan istrinya, candra berusaha tuk tetap kelihatan tenang, padahal di hatinya sudah remuk, seakan-akan sudah pasti kehilangan putri nya selamanya.
Suara apa itu papa...
Kenapa terdengar seperti suara helikopter tepat didepan rumah kita pa.
Bentar ma, papa cek kedepan dulu, candra segera bergegas dan mengintip dari balik jendela utama rumah nya.
Penasaran candra lalu membuka pintu dan bergegas berjalan di halaman depan rumahnya.
Siapa...
Siapa yang mengendarai helipad malam-malam begini..?
Terus parkir diseberang jalan depan rumah yang memiliki halaman fasum yang lumayan luas.
Apa jangan-jangan putriku sudah ditemukan dan berada di dalam helipad tersebut...
boy segera keluar dari helipad tersebut, boy dihampiri pria paruh baya sekitar 40 tahunan yang tak bukan adalah papa nya reva.
Maaf,,, ada keperluan dan tujuan apa anak muda datang kesini.
Itu papa w boy...!!
__ADS_1
Papa... Ini reva pulang pa, walaupun reva teriak sekencangnya, tetap candra tidak dapat mendengarkan suara putrinya.
Salam om... Nama saya bo om..
Saya teman nya reva sekaligus salah satu korban kecelakaan disambar petir dan juga korban tabrakan truk tersebut om...
Sekilas wajah panik terlihat di wajah candra papa nya reva, lalu bagaimana keadaan putri om, dimana dia sekarang leo.
Sabar om, om yang tenang ya, reva kondisinya saat ini baik-baik saja, dan reva sebentar lagi juga akan keluar dari helipad tersebut om, lebih baik om panggil tante juga kesini, kabarkan reva baik baik saja, cuma,,,!?
Cuma apa leo...!!!
Ehm,,, tidak apa-apa om, reva cuma sedikit trauma, reva saat ini butuh istirahat dulu malam ini, mungkin reva tidak akan berbicara atau mengucapkan sesuatu hal kepada om, reva masih terguncang sedikit batinnya om...
Leo harap om maklum dan biarkan reva istirahat terlebih dahulu.
Baiklah leo, om masuk dulu dan segera kabari mama nya reva tuk kesini..
Silahkan om...
Candra tampak tergesa-gesa sedikit berlari menuju ruang utama kediamannya.
Ma... Mama..
Ada apa pa, apa reva sudah ditemukan pa, indah kelihatan mimik wajahnya yang lelah karena menangis seharian ini, dan ada rasa ketakutan bahwa dia akan mendapatkan kabar buruk mengenai putri nya.
Tenang ma, sabar ya ma...
Reva sudah berhasil ditemukan dan reva sudah ada didepan halaman fasum diseberang jalan depan rumah kita ma.
Tapi,,,
Tapi apanya papa...!!!
Reva baik-baik saja kan pa, ayo papa kita segera bergegas keluar, aku merindukan putriku pa...
Iya ma, papa juga sama merindukan putri papa ma, tapi papa harap mama jangan terlalu banyak tanya dulu kepada reva ya ma..
Kenapa pa...
Iya, mama kan tahu kondisinya reva, selain disambar petir, reva juga mengalami kecelakaan tragis ditabrak truk, juga ambulance yang membawa nya ikut terguling kedalam jurang ma.
Jadi biarkan reva istirahat malam ini ya ma.. Cukup kita melepaskan rasa rindu dan khawatir kita terhadap nya ma.
Baiklah pa, mama juga mengerti pa...
Diluar boy segera memasang topeng seribu wajah pemberian dari syeh lembah, dengan topeng tersebut, wajahnya telah berubah menjadi wajahnya reva, benar-benar mirip tanpa ada cacat perbedaan wajah asli dan wajah topeng tersebut.
Sayangnya,,, walaupun wajah sama persis, tapi suara, bentuk tubuh tetap leo. Tidak berubah sekalipun.
Itulah alasannya tadi mengapa leo langsung turun dan segera menghampiri om candra, agar leo bisa sedikit berbohong agar tidak ketahuan rencana dari mereka berdua.
Huus... Hembusan panjang perlahan dikeluarkan leo, untuk mengusir rasa grogi dan bersalahnya.
Reva... Putriku...!!!
Mama khawatir nak... Bagaimana keadaan nya kamu Reva, dimana saja kamu Reva...
Hiks... hiks... Indah langsung memeluk tubuh Reva dan menangis tersedu-sedu.
Ehm... Awas kamu macam-macam leo... Itu mama w leo...!!!?
Iya.. Iya... Reva... Aku tahu kok, itu ibumu dan juga mertua ku dimasa depan...
Aku juga harus bagaimana nih Reva, apakah aku mendorong tubuh ibumu, tidak mungkin kan.. apalagi ibumu yang kelihatannya bersedih seharian ini atas kehilangan mu.
Cukup leo, kamu segera mencoba berjalan perlahan-lahan masuk menuju rumah w di depan sana leo. Agar mama dan papa w tidak banyak tanya apalagi curiga dengan perubahan yang sepertinya belum jelas dimata mereka.
Leo perlahan-lahan berjalan kedepan tanpa bicara sepatah katapun, leo merasa risih dan bersalah, karena tidak bisa mengucapkan satu buah katapun.
Kemana leo gumam candra..??
Helipad juga sudah pergi, atau mungkin leo kembali bersama helipad juga.
Ya sudahlah, leo tentu juga ingin bertemu keluarga nya juga.
Kenapa pa, apa yang papa bicarakan.
Tidak ma, sebelum papa memanggil mama kedalam, tadi disini papa bertemu temannya Reva yang juga menjadi korban tersambar petir plus kecelakaan naas tersebut.
Papa rasa leo sudah pulang bersama helipad tadi ma.
Tentunya leo juga ingin ketemu keluarganya pa.
Iya ma...
Baiklah, kita lekas bawa Reva ke kamarnya ma, biarkan Reva istirahat malam ini dulu, besok semoga keadaan nya lebih baik lagi dan kita bisa sedikit bertanya keadaannya.
Mama paham pa...
Leo yang punggung nya sudah keringatan, kelihatan baju kemejanya basah oleh keringat, peluh di dahi dan lehernya juga mulai keluar, leo takut papa dan mama nya Reva tahu situasi sebenarnya.
Segera naik keatas leo, kamar w ada di lantai dua, ayo lekas... Sebelum papa dan mama semakin mencurigakan u leo.
Sebenarnya candra curiga, dan dia menghentikan jalannya, dia hanya memperhatikan istrinya yang mengantar putri nya menuju kamar nya.
Euhm... Apa aku tidak salah, sepertinya kulit putri ku putih, halus dan kakinya juga jenjang mulus...
Kok... Aneh ya... Candra memegang keningnya yang sedikit pusing dengan perbedaan ini.
Apalagi kakinya Reva, kok tiba-tiba berbulu lebat, seperti bulu yang terdapat pada umumnya seorang pria.
Atau...
Jangan-jangan mataku yang sudah rabun, bisa juga kelelahan, atau efek samping stres karena memikirkan keselamatan putriku seharian ini..?
Reva lalu berbaring di atas tempat tidurnya, indah mama nya Reva segera menyelimuti tubuh putri nya, lalu tak lupa mengecup kening putri nya tersebut.
Kamu istirahat dan tidur yang nyenyak ya Reva, semoga besok kamu sudah pulih seperti biasanya.
Mama sayang kamu putriku...
Hiks... Hiks.... Hiks...
Mama...!!! Mama... Ma...
Reva juga sayang mama...!!!
Maaf ma, malam ini Reva belum bisa memeluk dan bicara banyak kepada mama dan papa, besok pagi Reva janji akan langsung memeluk mama dan cerita apapun yang mama dan papa tanyakan.
Klik... Pintu ditutup perlahan oleh indah, lalu segera menuruni tangga bersama Candra...
Apakah mama merasakan apa yang papa rasakan saat ini ma...
Papa merasa aneh dengan fisik putri kita ma, apa mama juga sama merasakan perubahan ini ma.
Sebenarnya iya pa..
Tapi mama belum percaya sepenuhnya pa, mama merasa karena mata mama terlalu lelah karena menangis seharian ini, makanya mama seperti berhalusinasi dengan perbedaan fisik putri kita pa.
Maksudnya mama merasakan anehnya dimana ma..??
__ADS_1