
Ternyata mama dan papa nya reva masih ada disana..
rev.. kenapa kamu turun dan keluar dari kamar mu sahut indah mamanya reva, terlihat keningnya sedikit berkerut.
papa nya candra juga ikut bicara, apa jangan-jangan putri nya papa sudah tidak trauma dan takut lagi dengan suasana dimalam hari nih, goda candra kepada reva..
syukur lah reva, rasa takut mu, sudah kembali bisa kamu kuasai seperti biasanya.
ehm,,
ternyata boy baru sadar, dia sedikit lalai dengan kesalahannya..
wajah, bentuk dan warna tubuhnya bisa berubah dan nyaris serupa reva aslinya,
akan tetapi,,, suaranya masih tetap sama, yaitu suara aslinya boy.
boy mencoba berpikir bagaimana menghadapi situasi seperti ini.
terbesit ide dengan melakukan gerakan jari yang menempel di bibirnya, dan beberapa gerakan kecil, boy seakan-akan memberikan sebuah isyarat bahwa boy tidak bisa bicara, karena ada gangguan pada lidahnya.
boy lekas mengambil sebuah pena dan kertas, disitu dia menulis bahwa dia sedang ingin melakukan sebuah terapi untuk menghilangkan rasa takut dan trauma nya..
dengan cara tidak bersuara ketika malam hari tiba.
kok terapi ada yang seperti ini gumam candra dengan sedikit tidak percaya..
tapi, bagaimana pun,, karena ini permintaan dari putri nya, candra maupun indah hanya bisa pasrah dan mengikuti keinginan putri nya saja.
selanjutnya boy berjalan ke dapur untuk membuatkan beberapa minuman untuk nya dan orang tuanya.
tidak lama reva membawakan 3 gelas teh panas dan sedikit cemilan untuk konsumsi mereka di ruang keluarga.
beberapa saat, indah merasakan kantuk dan segera mengajak candra suaminya memasuki kamar..
tidak lupa indah maupun candra mencium kening putri nya sebelum mereka perlahan berjalan menuju kamarnya..
hhuuuu..
boy sedikit melepaskan ketegangan beberapa waktu sebelum nya, boy khawatir penyamarannya diketahui kedua orang tua reva.
boy berpikir, apakah flashdisk akan ditaruh sekarang atau nanti diatas meja ruang keluarga ini.
atau sebaiknya tunggu beberapa saat sebelum aksi penculikan terhadap nya dilakukan kelompok ardi.
baiklah, ada baiknya aku mengistirahatkan mata ini, tapi 30 menit sebelum operasi ardi dijalankan, dia meski terbangun untuk melakukan beberapa persiapan kecil.
lalu boy beranjak naik ke atas menuju kamar nya reva..
selanjutnya..
boy mengatur mode alarm dengan nada dering maksimal, takut kalau-kalau dia tidak terbangun 30 menit sebelum pukul 03.00 wib.
ponsel diletakkan disamping bantalnya, hampir dekat di posisi telinga kirinya.
'Aku ingin menjadi,, mimpi indah dalam tidurmu'..
'aku ingin kau tahu.. bahwa ku, selalu.. memujamu..'
(Nada dering ponsel boy)
suara alarm dari vokalis ternama membangunkan tidurnya boy..
huaaahp... dengan masih menguap, boy perlahan berdiri dan menuju arah ke kamar mandi, boy akan buang air kecil, lalu boy kebingungan bagaimana caranya..???
kalau kubuka pakaian ini, efek selanjutnya sesuai intruksi penggunaan... bahwa setelah dibuka, pakaian tidak bisa dipergunakan lagi selama 3 jam berikutnya.
lalu bagaimana cara mengeluarkan nya..!??
boy segera mengambil sikat dan odol, lebih baik ku sikat nih gigi dulu, setelah itu membersihkan muka dengan pembersih wajah yang terdapat di perlengkapan mandi reva.
selesai, boy masih berpikir bagaimana cara mengeluarkan nya, takutnya nanti reva salah paham lagi, gumam boy..
sambil sedikit menggaruk rambutnya yang tidak gatal, boy segera keluar kamar mandi, boy berpikir, baiknya dia tahan saja terlebih dahulu,, untuk menghindari kesalahpahaman reva.
jam menunjukkan pukul 02.45 wib. masih ada sekitar 15 menit lagi..
ada baiknya aku mulai mempersiapkan hal-hal kecil yang sudah dalam pikiran ku tadi.
boy segera keluar kamar dan langsung turun menuju lantai satu rumah nya reva,
boy membuka kulkas, terlihat ada cake dan beberapa buah-buahan untuk di bawah nya keluar rumah.
lalu flashdisk tidak lupa ditaruhkan diatas meja ruang keluarga.
setelah itu, boy dengan perlahan-lahan membuka pintu, dan dengan perlahan-lahan juga menutup dan mengunci pintu utama, lalu kunci tersebut dilemparkan boy ke balkon teras kamarnya yang berada di lantai dua.
dengan berjalan pelan, boy menuju kedepan pos keamanan, dengan membawa cake dan buah-buahan tersebut.
non,, nona reva mengapa keluar malam-malam begini.
ada apa non... ucap pak tejo orang kepercayaan papaku di divisi keamanan.
beberapa anggota tim lainnya juga menatap heran ke wajah reva yang sebenarnya adalah boy yang lagi menyamar.
hihi,, boy berusaha tertawa halus nyaris tidak terdengar jelas, untuk menghindari kecurigaan para security, suaranya cekikan halus tersebut dia ubah demikian rupa, semoga tidak jauh berbeda dengan cekikan reva.
reva lalu memberikan cake dan buah-buahan tersebut, disambut pak tejo dan lainnya...
mereka juga merasa tidak enak hati telah menerima pemberian dari majikan muda nya.
maaf non reva, tidak usah repot-repot memberikan dan mengantarkan makanan ini kepada kami,,
maaf nona.. Bukannya paman mengusir non reva,, ujar paman tejo..
ada baiknya untuk berjaga-jaga, nona segera masuk ke dalam rumah kembali, kita tidak tahu kapan ardi dan kelompoknya, melaksanakan aksinya.. apakah malam ini,, atau di waktu, jam, tempat lainnya.
paman tejo, masih membujuk reva untuk segera kembali ke kediamannya.
reva tersenyum.. dan memberikan sedikit anggukan kepalanya..
__ADS_1
reva melirik jam di pergelangan tangannya, seharusnya dua atau 3 menit ini, mereka sudah memulai aksinya.
di kejahuan, ketua dua memberikan intruksi untuk menahan tembakan, karena di depan gerbang utama kediaman candra yang merupakan target operasi mereka, terlihat wajah reva yang berinteraksi dengan beberapa keamanan...
dengan menggunakan ht radio.. ketua dua bicara pelan, target utama berada di halaman depan gerbang.. apa yang harus kita lakukan selanjutnya,,
roger... ketua 1 segera bicara.. karena target di depan mata, berarti pekerjaan dan misi kita sangat muda...
hahaha... ketua 1 tertawa senang karena tidak susah-susah masuk kedalam rumah untuk mencari target yang akan mereka culik.
ayo ketua dua, lemparkan granat asap yang berisi obat bius tersebut...
sudah saatnya, dan pasukan ku akan segera menangkap target..
baik... ucap ketua dua dengan memberikan kode kepada beberapa bawahannya untuk bergerak maju, dan segera dan cepat untuk melemparkan bom asap tersebut.
duar... duarrr..
bunyi ledakan terdengar jelas,, ada sedikit guncangan yang terasa.
ada serangan...!! segera bergerak, lindungi nona reva teriak pak tejo memberikan intruksi kepada bawahan nya.
tapi, sebelum semua bawahan nya tejo sempat beraksi, tiba-tiba tubuh mereka jatuh lunglai dan terjatuh.
gedebuk.. bukk..
satu-persatu anggota tejo berjatuhan, dan tidak menunggu lama, tejo pun mengikuti pengikutnya yang berjatuhan..
tangkap dia.. target di depan mata.. teriak ketua satu memberikan perintah cepat.
tiga orang segera menangkap kedua pergelangan tangan reva, dan satu orang lagi menutup wajahnya reva dengan sebuah kain hitam.
lalu mereka menarik reva dan segera membawanya ke dalam mobil Jeep yang sudah dipersiapkan ketua tiga bersama pasukannya..
reva samar-samar mendengar mobil dihidupkan dan suara mesin yang bergerak maju dengan cepatnya..
dengan topeng seribu wajah yang dipakai boy, efek bius tidak begitu kerasa baginya..
didalam kain hitam tersebut, boy tersenyum dan batin nya berkata, 'sesuai'.
balik ke kediamannya reva..
candra dan indah yang mendengarkan suara ledakan tersebut, lekas berlari keluar kamarnya dan segera menuju pintu utama kediamannya..
kret, cklek... pintu tidak bisa dibuka, kunci,,, kunci mana pa teriak indah kepada candra suaminya..
dari dalam mereka melihat tejo dan yang lainnya terkapar di lantai...
ap.. apakah ardi yang melakukan semua ini..!! geram dan emosi candra mengingat ancaman ardi.
reva.. reva dimana pa..??
apa reva masih tidur dikamarnya, secepatnya mereka berdua berlari menuju kamar reva di lantai dua...
reva..!! teriak indah memanggilnya...
tapi tidak ada sahutan dari nya pa, indah mulai kepanikan dan histeris memikirkan keselamatan putrinya.
reva....!!! indah teriak histeris sekencangnya..
dimana reva pa..
tenang dulu ma.. coba kita periksa di kamar mandi,
beberapa saat,, tidak ada ma.. bagaimana di dalam lemari ma, ucap candra kepada istrinya.
lekk.. di lemari juga tidak ada pa..
di.. dimana reva pa..!!
candra bergerak ke arah teras kamar putri nya, di sini juga tidak ada ma..
sudut mata candra melihat sesuatu didekat kaki kursi..
ini sepertinya sebuah kunci, dan ini kan kuncinya ruang utama kediamanku, ucap candra.
ada apa pa.. apa yang papa temukan itu, indah melihat ada tangan anton yang memegang sebuah kunci.
kemungkinan ini kunci utama kediaman kita ma..
ayo kita turun dan buka pintu depan..
tek, tek.. candra dan indah segera begerak ke depan rumahnya, kunci dimasukan dan ternyata benar itu adalah kunci utama yang hilang tadi. ucap keduanya bersahutan.
candra bergegas menuju ke arah tejo,
tejo.. sebenarnya apa yang terjadi..!??
dimana reva putriku teriak candra ke tejo yang masih pingsan..
candra mencoba menguncang tubuh tejo, dan ingin segera mengetahui kronologi kejadian secepatnya.
tejo... bangun tejo..
ma.. ambilkan air ma, coba kita guyur mereka, semoga segera sadar mereka ma..
iya pa, sambil berlari indah mengambil gayung di halaman lalu mengisinya dengan air kran di taman..
ini pa..
tidak lama-lama, candra segera menyipratkan air ke wajah tejo dan yang lainnya..
tak lama berselang, tejo dan yang lainnya perlahan-lahan sadar dan segera berdiri.. tejo segera menjelaskan kronologi kejadiannya..
lebih tepatnya, suara ledakan tadi mengeluarkan sejenis asap berwarna sedikit kuning tuan besar..
tanpa kami bisa melakukan sesuatu, tiba-tiba kami semuanya terjatuh, kemungkinan asap ini mengandung cairan pembius tuan besar..
dan.. dan nona reva dimana tuan..!?
__ADS_1
ucap tejo ketakutan kalau terjadi sesuatu terhadap reva putri majikannya ini.
itulah yang meski ku ketahui tejo, aku kehilangan reva putriku, aku sudah mencari di semua sudut ruang kediaman dan juga kamar putriku.
tapi aku menemukan kunci ruang utama tejo, tadi kami kesulitan keluar rumah, karena ada yang seperti nya mengunci pintu, tapi malahan kuncinya kami temukan di teras kamarnya reva.
sebenarnya apa maksud dari semua ini..
kalau benar reva diculik, lalu sengaja mengurung kami di dalam, lalu kenapa si penculik melemparkan kunci tersebut ke teras kamar putriku tejo..
ehmmm.. seperti nya ada yang aneh tuan besar..
aneh maksud mu apa tejo..!??
sebelum kejadian, nona muda keluar rumah dan memberikan kami beberapa buah dan cake..
kami sudah menyarankan nona muda untuk segera memasuki kediaman tuan besar..
lalu tidak menunggu waktu lama, ledakan terjadi dan kami semua tiba-tiba lumpuh tanpa bisa memberikan perlawanan sedikit pun.
apa.. teriak indah tidak percaya,, reva keluar rumah dan mengantarkan beberapa makanan..!?
indah seakan-akan tidak percaya dengan apa yang disampaikan tejo..
tengah malam reva keluar lalu mengantarkan makanan keluar...
s.. se.. seperti nya mustahil tejo ucap indah..
benaran nyonya besar...
kami semua juga sempat kaget melihat nona muda keluar rumah dan mengantarkan makanan buat kami.
coba kita cek CCTV-nya halaman dan gerbang ini..
tejo segera periksa CCTV-nya.. aku akan menghubungi pihak berwajib.
siap tuan besar..
tejo lekas memeriksa layar di monitor kontrol yang menangkap gambaran sekitarnya...
tuan... tuan besar panggil tejo..
ada apa tejo..!
lihat ini tuan, seperti nya nona muda yang melemparkan dengan sengaja kunci pintu utama ke teras kamarnya yang berada di lantai dua.
aa.. apa... kenapa reva berbuat demikian..
ini juga kelihatan reva membawa makanan dan memberikannya ke tejo cs..
itu apa yang bergerak di depan gerbang, terlihat ada beberapa bayangan yang mendekati gerbang, lalu terlihat sesuatu yang dilemparkan ke balik gerbang kediamannya candra.
lalu beberapa orang terlihat menarik paksa dan menutup wajahnya reva dengan menggunakan sebuah kain berwarna hitam.
ardi....!!!
bangsat... jahanam elu ardi...!!!!
teriak candra dengan emosi nya yang sudah meledak-ledak...
ayo segera meluncur... kita datangi kediamannya ardi... kalau perlu kita hancurkan semua yang ada disana..
pa,, indah ketakutan,, sambil memegang tangan kiri suaminya candra.. kelihatan tangannya indah bergetaran, entah ketakutan kehilangan putri nya atau takut dengan tindakan murka nya candra selanjutnya.
brum... brummm... dengan kecepatan tinggi.. beberapa mobil bergerak sangat cepat menuju kediaman utama ardi di sebelah utara kota payung.
20 menit laju mobil berhenti...
beberapa anggota utama divisi keamanan bergerak cepat maju menuju ruang utama...
cklekkk..
pintu tidak terkunci, tanpa menghiraukan sedikitpun keanehan ini, semua pasukan bergerak masuk dan segera menyusuri semua ruang dan sudut kediamannya ardi.
beberapa waktu...
tidak satupun ada orang di dalamnya tuan besar, lapor tejo setengah berlari..
pintu depan tidak terkunci, lalu tidak satupun ditemukan orang di dalamnya..
ardi..!! kemana elu bawa putriku ardi...!!!
semuanya... ayo segera menyebar bersama pihak berwajib... cari kemanapun... candra memberikan perintah nya.
siap tuan besar... tejo segera bersiap berlari menuju kendaraannya.
sebentar tejo, cepat minta bantuan kolonel erwin untuk memeriksa semua CCTV di persimpangan, jalan utama, dan dimana-mana...
dan mulai dari kediaman tempat tinggal ku, ikuti kendaraan apapun yang mencurigakan... dan tutup akses jalan menuju luar kota payung ini.
siap tuan besar..
tejo bergegas naik ke mobilnya yang sudah ada driver di dalamnya...
tejo juga segera menghubungi kolonel Erwin untuk meminta bantuan memeriksa mesin pengawas CCTV .
tut.. tut... telepon terhubung..
hallo kolonel Erwin.. ucap tejo.
hallo tejo... ada apa..?
tejo menjelaskan dengan rinci apa yang terjadi...
dan tejo langsung to the point...
dengan meminta bantuan kolonel Erwin, untuk memeriksa rekaman CCTV di lokasi-lokasi yang dianggap strategis untuk perlarian, seperti persimpangan lampu merah, jalan utama, hotel, pusat perbelanjaan dll...
kolonel Erwin menyanggupi dan meminta tejo menunggu hasilnya beberapa saat..
__ADS_1
kemudian...