Xylon Qtpetals

Xylon Qtpetals
Teman Baru


__ADS_3

Setelah sampai di asrama , Xylon dikenalkan dengan 3 temannya yang berada satu kamar dengannya.


"Assalamualaikum wr wb" ucap xylon


"Waalaikumsalam wr wb" jawab mereka bertiga


"Kenalin aku Aldo anak terpintar di kamar ini" Aldo mengulurkan tangannya ke xylon


"Helehh ga tuh, kenalin gw Bagas" Bagas mencubit tangan Aldo lalu bersalaman dengan xylon


"Gw Andrian bisa dipanggil sayang" ucap Andrian dengan cute


"Najisss" ucap Aldo dan bagas


"Inget gender woy " ucap aldo


"Hahaha gw canda doang" ucap andrian


"Eh lu tidur disebelah gw aja" ucap bagas


"Oke" ucap Xylon sambil tersenyum melihat tingkah mereka bertiga


Mereka berempat terlihat sangat akrab dalam waktu yang sangat singkat.


Malam Hari


Andrian dan Aldo sudah berlari ke arah ruang makan santri sedangkan Bagas dan Xylon masih santai berjalan tanpa terburu-buru.


"Brukkkkkk" anggapp suara Xylon yang menabrak Lea karena sedang melamun saat berjalan


"Awhhh" suara Lea kesakitan


"Maaf " ucap Xylon mengulurkan tangannya ke Lea


"Tidak apa-apa" ucap Lea langsung berdiri tanpa menerima bantuan xylon


"Maaf ustadzah atas keteledoran teman saya" ucap Bagas ke lea


"Iyah tidak apa apa" ucap Lea menunduk


Lea pun pergi dari hadapan mereka berdua dengan tergesa-gesa.


"Itu tadi siapa?" tanya xylon menatap bagas


"Itu ustadzah Lea ia anaknya pak kyai , dia lembut baik dan ia sangat cantik bukan ? banyak ustadz juga yang ingin melamarnya namun selalu ia tolak" Bagas membayangkan kecantikan lea

__ADS_1


"Bukannya ia sudah memiliki suami dan anak?" tanya xylon


"Yang aku tau dia ditinggal suaminya dan mempunyai seorang putra , walaupun begitu banyak sekali yang ingin menikahi ustadzah Lea" ucap Bagas menatap xylon


"Lalu yang kemarin mengantar aku siapa?" tanya xylon lagi


"Oh itu pak Rian donatur terbesar di pesantren ini dan memang putranya ustadzah Lea sudah menganggap pak Rian ayahnya" perjelas Bagas


"Ohhh " ucap Xylon sambil merapikan bajunya


"Udah ayo nanti kita ga kebagian makanan" ucap bagas


Xylon dan Bagas agak sedikit berlari ke arah ruang makan santri


sesampainya disana mereka disambut Omelan dari Andrian.


"Kalian darimana si?" ucap andrian


"Iyah nih lama kali" ucap aldo


"Nanti ga kebagian makanan mampus kalian" ucap Andrian lagi


"Iya-iya bawel lu minggir gw mau ambil makanan" ucap bagas


Setelah perdebatan kecil mereka pun makan bersama lalu kembali ke asrama , namun ditengah perjalanan Xylon terlihat kesakitan sambil memegang kepalanya. Teman-temannya pun panik lalu mengantar Xylon ke asrama santri dan memanggil ustadz namun tidak ada alhasil Aldo memanggil ustadzah Lea.


"Waalaikumsalam wr wb " jawab Lea


"Itu ustadzah..." ucap Aldo sambil ngos-ngosan


"Ngomong pelan pelan Aldo ada apa?" tanya Lea lembut


"I-itu Xylon kesakitan kepalanya" ucap Aldo pelan


"D-dimana?" tanya Lea


"Sudah dibawa ke kamar santri ustadzah" Aldo menjawab


Lea tanpa pikir panjang lari ke arah kamar Xylon dengan tergesa-gesa.


"Kamu tidak apa-apa?" ucap Lea menatap xylon dan duduk disebelahnya


"Sakit ustadzah" ucap Xylon memegang kepalanya sambil kesakitan


"Bagas ambilkan air putih" perintah Lea ke bagas

__ADS_1


"Ini ustdzah" ucap Bagas memberikan air putih ke xylon


"Ini minum obatnya " ucap Lea ke xylon sambil menyodorkan obat


Setelah meminum obatnya Xylon sudah lebih ringan kepalanya lalu ia refleks memeluk Lea dan Lea hanya terdiam kaku.


"Xylonn!!" teriak Rian dari depan pintu


"Ehh maaf ustadzah" ucap Xylon menunduk


"Parah kamu Xylon" bisik Bagas ke xylon


"Apa-apaan kamu memeluk ustadzah inget bukan muhrim!!" bentak Rian sambil berjalan menuju ke arah xylon


"Udah udah mungkin dia tidak sengaja ayo kita keluar" ucap Lea sambil berdiri


Rian dan Lea pun keluar dari kamar santri lalu menuju rumah.


Lea berhenti didepan ruang tamu lalu menatap rian


"Kamu ngapain kesini?" tanya Lea ketus


"Aku mau ketemu Arga tapi aku lihat kamu lari-lari tadi jadi takut ada apaapa makanya aku samperin kamu" ucap Rian


"Ga sepantasnya kamu membentak Xylon mas" ucap Lea


"Aku gasuka calon istriku disentuh orang lain" ucap Rian menahan amarahnya


"Inget batasan ya mas Kamu jangan lupa Xylon masih sah suami aku jadi itu muhrim dia menyentuh aku dan yang tidak muhrim itu kamu!!" bentak Lea ke Rian tanpa menatapnya


"Leaa!!!" ucap bang Fatih yang muncul dari dapur


"Maaf bang" ucap Lea menunduk


"tidak apa-apa kamu tenangkan diri kamu masuklah kekamar" ucap bang Fatih sambil mengusap kepala Lea


"Astaghfirullah ya Allah jangan sampai kemarahanku menjadi tempat setan didalam tubuhku" gumam Lea sambil mengangguk


Lea pun pergi ke kamarnya sambil menunduk dan bang Fatih menghampiri Rian


"Maaf bang" ucap Rian ke bang fatih


"pulang lah tenangkan dirimu" ucap bang Fatih cool


Rian pun mengangguk lalu pergi dari rumah Lea

__ADS_1


Semangat BESTie bacanya!!!!


__ADS_2