Xylon Qtpetals

Xylon Qtpetals
Tamparan


__ADS_3

SAAT JAM PELAJARAN SELESAI


Saat jam pelajaran selesai Xylon langsung mencari keberadaan Lea dan ia pun akhirnya melihat Lea yang sedang bersama Rian di kantin .


"Samperin ga ya" gumam xylon


Lea sedang makan dan ia tak sengaja melihat Xylon berada di pintu kantin lalu ia pun langsung memanggil Xylon . Karena jujur ia merasa risih berdua dengan Rian saja.


"Xylonnn" panggil Lea kepada Xylon


"Ehh gw" gumam dalam hati


Xylon menghampiri Lea dan Rian


"Iya kenapa ustadzah?" tanya Xylon


"Kau mau makan tidak? nanti ustadzah traktir" ucap Lea


"Boleh emm bakso saja" ucap Xylon tersenyum kepada Lea


Xylon langsung duduk disamping Lea dan Rian pun terlihat menahan amarahnya.


"Kamu duduk disana saja disamping pak Rian" ucap Lea menatap Rian sekilas


"udah nyaman disini ustadzah" ucap Xylon menatap lea


"Mau bilang bukan muhrim takut dosa karena sudah berbohong" gumam Lea dalam hati


"Ywdh itu dimakan bakso ya" ucap Lea sambil menatap baksonya


"Ustadzah ga lanjut makannya?" tanya xylon


"engga udh kenyang" ucap Lea sambil bermain handphone


Xylon memakan baksonya dengan menatap Lea sekilas berulang kali tanpa sadar.


"Kenapa natap saya terus?" tanya Lea mematikan handphonenya

__ADS_1


"Hmmm" Xylon hanya berdehem


"Udah kan makannya? ayo kita pergi" ucap Rian menatap Lea


"Sebentar saya bayar dulu" ucap Lea sambil berdiri


"Sebentar ustadzah saya mau bicara dengan ustadzah" ucap Xylon lirih


"Bicara apa ?" ucap Lea sambil duduk kembali


"Hmmm"


"Oke saya paham, pak Rian bisa tinggalkan kami sebentar?" ucap Lea menatap Rian sekilas


"Hmm oke" ucap Rian sambil berdiri


Rian meninggalkan kantin lalu ia menemui Arga di rumahnya dan bermain bersamanya.


"Mau bicara apa?" tanya Lea


"Terus?" tanya lagi lea


"Saya mau ustadzah Lea jadi pacar saya" ucap Xylon. menatap Lea


"Maksud kamu" ucap Lea tak paham


"SAYA MAU USTADZAH JADI PACAR SAYA" ucap Xylon tegas


"Udahlah kamu belajar aja sana jangan mikirin paca-.." ucap Lea bijak


Sebelum menyelesaikan perkataannya Xylon sudah menarik tangan Lea dan membawa Lea ke ruang ganti lalu menguncinya.


"Apa-apaan sih kamu!!" ucap Lea ketus


"Saya mau ustadzah Lea jadi pacar saya paham!!!" ucap xylon kasar


"Pacaran itu dosa Xylon!!!" ucap Lea tegas

__ADS_1


"Terus saya harus apa untuk bisa memiliki ustadzah?" tanya xylon


"Saya tidak bisa Xylon saya sudah ada janji sama seseorang " ucap Lea menunduk


"Ohhh pak Rian?" tanya xylon


"Maksud kamu?"tanya balik Lea


"Jadi ustadzah mau menikah dengan pak Rian?" tanya xylon


"Hmm"


"Berarti ustadzah sama saja dengan wanita-wanita yang lain " ucap Xylon menatap Lea


"Maksud kamu apa Xylon?" ucap Lea menatap xylon sekilas


"Ustadzah Murahan!!!" ucap xylon tegas sambil menunjuk wajah Lea dengan jarinya


Lea menampar Xylon dengan cukup kasar lalu ia ingin pergi dari ruangan itu namun Xylon sudah menghadangnya didepan pintu.


"Xylon!!!" ucap Lea marah


"Iya bukan murahan ? ustadzah udah punya suami tapi ustadzah menerima lamaran orang lain?" tanya xylon dengan mengernyitkan dahinya


"Jadi kamu sudah mengi...." ucap Lea terpotong


"Saya tau dari teman-teman saya" ucap Xylon menatap lea


"Maafkan saya harus perg...." ucap Lea yang terpotong lagi


Tiba-tiba Xylon melepas cadar Lea dengan kasar lalu Lea menampar ia kedua kalinya dengan sangat kasar dan ia pun langsung memakai cadarnya kembali.


"Cukup ya Xylon!!! jaga perilaku kamu!!! saya harus pergi skrg." ucap Lea yang sudah muak dengan xylon lalu mendorongnya pelan


Lea membuka pintunya dengan cepat lalu ia pun pergi kerumahnya dengan tergesa-gesa, oh tentu ia juga menangis karena sudah menampar suaminya. Ya karna Sebenarnya Xylon memang berhak untuk melihat wajahnya karna dia suaminya namun ia sudah berjanji ke bunda untuk merahasiakan pernikahan ya dengan Lea.


Semangat BESTie bacanya!!!!

__ADS_1


__ADS_2