Yang Kedua Yang Terbaik

Yang Kedua Yang Terbaik
Bab. 7


__ADS_3

"Kakak jangan lupakan Asmirandah yah, kalau Kakak sampai di Kota untuk telpon aku yah," pintanya Asmirah pun semakin kencang tangisannya dan memeluk pinggang kakaknya.


Mbak Azizah pun ikut bersedih, karena seumur hidupnya Asti ini untuk pertama kalinya dia meninggalkan Neneknya. Sekalipun Asti tidak pernah meninggalkan Neneknya begitu pun juga dengan Neneknya jika bepergian ke daerah lain pasti memboyong serta cucu-cucunya.


"Ayok nak, supaya kita sampai di Kota tidak terlalu larut malam," bujuk Mbak Azizah menyeka air matanya lalu menarik tangan adik sepupunya itu.


Memilih untuk meninggalkan nenek dan adik sepupunya terpaksa ia lakukan. Dengan berat hati, Asti terpaksa harus meninggalkan Nenek dan kampung halamannya yang sudah membesarkan hingga usianya yang hampir 20 tahun itu.


Perpisahan pasti selalu menyisakan luka dan kesedihan, tapi seperti itulah jalan hidup yang harus dijalani oleh mereka. Bu Hilda tidak ingin memperlihatkan kesedihannya langsung di depan mata cucu-cucunya.

__ADS_1


"Aku sangat sedih dan merasa kehilangan dirimu Nak, tapi demi masa depanmu aku ikhlas melepaskan kepergian mu, lagian kami hanya saudara dan keluarga angkat dan sambung saja sedangkan Papa dan Mama kamu ada di Jakarta, mendiang papamu sudah menitipkan kamu kepada anakku untuk merawat dan menjagamu hingga dewasa, tapi kami tidak ada hak untuk menahan kamu untuk meraih cita-citamu Nak," gumamnya Bu Hilda.


"Maafkan Asti, Nenek! Aku harus pergi dari sisinya nenek, aku sudah terlalu lama membebani hidupnya nenek," batinnya Asti.


Mobil perlahan meninggalkan kampung halamannya Asti dan Azizah yang bertolak ke Jakarta. Mereka berangkat jam 5 sore pagi dan kemungkinannya mereka akan sampai jam 4 subuh kalau tidak ada halangan dalam di jalan.


Air matanya Astia masih membasahi pipinya dan pandangannya masih tertuju ke rumahnya di mana Neneknya berdiri dan masih mematung di tempatnya. Setelah mobil yang ditumpangi oleh Asti dirasa sudah menjauh, perlahan tapi pasti air matanya Nenek Hilda pun sudah mengalir membasahi pipinya yang sudah nampak keriput itu di usianya yang sudah masuk kepala enam itu.


Perjalanan yang ditempuh oleh mereka cukup lancar dan aman terkendali hingga akhirnya mobil itu sudah masuk ke dalam daerah pinggiran Jakarta. Tapi, di jalan tiba-tiba ban mobilnya kempes sehingga perjalanan mereka terganggu dan tersedak.

__ADS_1


Sedangkan di dalam sebuah ruangan yang cukup besar itu, dengan desain interior ala Eropa itu seorang pria dan Maminya berdebat dan mereka sama-sama sudah saling emosi.


"Mami!! bagaiman lagi caranya Juan katakan pada Mami, kalau aku tidak akan menikah lagi dengan siapa pun itu," teriaknya dengan nada suara yang cukup tinggi saking emosinya dan hal ini selama hidupnya pertama kalinya dia membentak Ibu yang sudah berjasa melahirkan dan membesarkan selama ini.


"Juanda Richie Alexander!! apa kamu tidak ingin melihat ke tiga anakmu itu memiliki seorang Mama yang bisa memberikan kasih sayang dan perhatian serta yang siap menjaga mereka kapan saja," jelasnya sambil duduk di kursi ruang keluarga rumah besar itu.


Juan menatap ke arah Maminya dengan jengah karena itu bukan hal pertamanya Ibu Sari Natasya Alexander merayu dan membujuk putra tunggalnya untuk segera mengakhiri status dudanya yang disandangnya sejak empat tahun lalu.


Istrinya Juan Richie Alexander meninggal dunia setelah berhasil melahirkan anak keduanya yang kembar ke dunia ini. Mulai saat itu, perlahan hatinya sudah membeku dan tertutup rapat dan tidak ingin membuka hatinya kembali dengan wanita mana pun. Juan sudah memutuskan untuk tidak menikah lagi, kecuali anak-anaknya yang memintanya untuk menikah.

__ADS_1


Ibu Sari sudah berusaha sekuat tenaga untuk mengenalkan dan menjodohkan putranya dengan gadis mulai dari anak sahabatnya hingga putri dari relasi bisnisnya, tapi tidak berhasil sekali pun.


Bahkan Mami Sari sudah merencanakan kencan dengan beberapa perempuan untuk Juan, tapi selalu lagi dan lagi menuai kegagalan dan berakhir dengan tangis sedih dan ada juga yang marah-marah setelah mereka berkencan dengan Juanda duda keren tiga anak itu.


__ADS_2