You are mine , Viona

You are mine , Viona
disgusting ....


__ADS_3

Setelah perkenalan singkat dengan dokter Frank sebagai kepala bagian departemen bedah yang baru menggantikan prof Arnold yang harus pensiun membuat para dokter wanita khususnya langsung berlarian mendekati profesor muda yang masih single itu .Hanya Viona dan dokter Ashley saja yang memilih keluar menuju kantin seperti kebiasaan mereka sebelum jam kerjanya di mulai .


" angel " bisik dokter Ashley ketika sampai dikantin khusus dokter itu .


" hemm " jawab Viona sambil mengambil buah sebagai makan malamnya .


"sebenarnya aku malas membahasnya dengan mu karena aku pasti akan tau jawabannya " keluh dokter Ashley tiba-tiba .


" ha ha kau lucu ash , sudah ayo cepat makan waktu kita tinggal lima belas menit lagi " titah Viona cepat .


Dokter Ashley hanya bisa merengut jengkel mendengar perkataan teman baiknya itu lalu akhirnya mengikuti langkah Viona menuju sebuah kursi tempat biasa mereka makan .


" aku seperti nya pernah melihat profesor baru itu tapi dimana ya aku lupa " celoteh dokter Ashley sambil memakan kudapan nya .


" makanya jangan terlalu banyak berkencan " sindir Viona sambil menahan tawa .


" aku serius angel !!! " pekik dokter Ashley jengkel .


" ini kantin bu " ucap seorang petugas kantin mengingatkan dokter Ashley


Sadar kalau banyak dokter dan perawat yang memperhatikan dirinya membuat dokter Ashley menurunkan nada bicaranya sementara didepannya terlihat Viona nampak sangat puas melihat tawanya .


" ayo pergi kalau lima menit lagi aku disini bisa benar-benar tak ada muka aku " ucap dokter Ashley berbisik .


" ayo " jawab Viona cepat .


Dokter Ashley menarik dengan kasar tangan Viona keluar dari ruang kantin , rasa malunya benar-benar akan membunuhnya jika lebih lama lagi dikantin .


Viona hanya tersenyum simpul melihat dokter Ashley duduk lemas di meja resepsionis karena mengantuk karena jam malamnya , Viona memasukan stetoskop miliknya kedalam jas lalu bersiap melakukan kunjungan rutin pada pasiennya .


" aku tinggal Ash " pamit Viona sambil melambaikan tangannya pada dokter yang lebih tua satu itu .


" ok " teriak dokter Ashley .


Viona berjalan menuju ke sebuah kamar VIP dimana pasien pertamanya akan dia cek malam ini , saat akan melangkahkan kaki masuk kedalam tiba-tiba terdengar suara orang yang sedang bercumbu .Viona langsung mengunci pintu itu dari dalam lalu ia berjalan pelan ke arah suara itu berasal , ia ingin memastikan apakah tebakannya benar atau salah selama ini .

__ADS_1


" akhhh enak enak sekali Darren , iya tepat disana akhhh " suara erangan seorang wanita yang sedang menuju puncak kenikmatan terdengar samar namun jelas .


" yess baby yess akhh tunggu aku kita keluar bersama " sahut seorang pria dengan suara berat .


" akhhh iya daren iyaa ... disana teruss Darren " erang wanita itu menggila .


" yes Rachel yess.. kau sangat cantik  .... " teriak pria itu sambil kepuncak .


" akhhh enak Darren , aku mencintaimu Darren " jawab perempuan itu dengan jeritan khas ketika mencapai puncak kenikmatan .


Viona yang ada dibalik tirai itu bisa mendengar dengan jelas sepasang manusia itu bercinta , darahnya berdesir bukan karena ikut terangsang tapi ia marah .


srekkkk


suara tirai yang dibuka dengan paksa oleh Viona


Mata Viona seakan tak percaya dengan pemandangan yang baru dilihatnya itu , terlihat jelas dokter Rachel masih bertelanjang dada tanpa menggunakan pakaian . Sementara sang pria nampak kelelahan dan berbaring begitu saja di ranjang pasien tanpa memakai penutup apapun dengan posisi pedang panjangnya masih on yang membuat Viona langsung membuang wajahnya kearah lain .


" pakai pakaian kalian cepat !!!! " teriak Viona dengan emosi , ternyata tebakannya selama ini benar .


" Darren " ucap dokter Rachel ketakutan sambil memakai bajunya terburu-buru .


" tenang sayang , perempuan ini urusanku " jawab Darren cepat .


Pria bernama Darren itu langsung mendekat ke arah Viona sedang berdiri ia langsung mengambil sebotol kaca bekas minuman dan langsung dilayangkan ke arah kepala Viona , Viona yang menyadarinya langsung menendang sebuah kursi hingga mengenai kaki pria itu dan langsung terjatuh hingga botol kaca yang sedang ia pegang pun langsung pecah berantakan .


"Darren " pekik dokter Rachel ketika melihat pasangannya terluka karena terkena pecahan botol .


" aku beri waktu lima belas menit untukmu mengobati lukanya lalu kalian berdua ikut aku ke ruangan direktur " ucap Viona dingin .


" kauuuu " desis dokter Rachel dengan emosi .


" jalang sialan beraninya kau mengancamku , kau belum tau siapa aku hahhh " hardik Darren dengan suara tinggi .


" tentu aku tau !! kalian adalah sepasang manusia rendahan yang bercinta dirumah sakit tempat yang dipergunakan untuk banyak orang sakit ini " karena Viona dengan menatap tajam ke arah Darren dan dokter Rachel .

__ADS_1


" bukankah kau dokter juga Rachel !!! bagaimana mungkin kau bisa melakukan hal menjijikan ini ditempat kerjamu hah , sudah tak mampu menyewa hotel ?? " bentak Viona dengan emosi.


" jangan panggil aku Darren kalau aku tak bisa menutup mulut mu itu jalang !!!! " teriak Darren emosi .


Viona tertawa lebar melihat orang yang ada dihadapannya itu berbalik mengancamnya , ia kemudian mengeluarkan ponsel dari balik sakunya dan mengangkatnya tinggi .


" bagaimana jika semua orang tau kalau seorang putri direktur rumah sakit dan kekasihnya yang seorang calon senator bercinta dirumah sakit . Menurut kalian apa yang akan terjadi di luar sana " ucap Viona sambil memainkan ponselnya .


" ka kauuuu kauu merekamnya ??" tanya dokter Rachel terbata .


" menurutmu !!! " jawab Viona dengan tersenyum .


" berapa yang kau mau jalang !!! " teriak Darren dengan penuh emosi


Viona memasukan ponselnya kedalam saku jas putihnya lalu berjalan pelan ke arah Darren dan dokter Rachel berada .


Plakkkk


Tangan Viona mendarat di pipi Darren dengan kencang hingga membuat dokter Rachel terkaget .


" dengar tuan senator yang terhormat , saya mungkin hanya seorang wanita lemah dan miskin tapi harga diri saya lebih mahal dari kalian berdua !!! rasa kemanusiaan saya masih jauh lebih tinggi dari kalian ... jadi jangan pernah menyebut saya jalang kalau tingkah kalian berdua lebih jalang dari pada jalang paling busuk dijalanan !!! " ucap Viona dingin .


" bahkan mungkin seorang jalang dari jalanan pun tak akan mungkin mau bercinta dirumah sakit tidak seperti kalian !! kalau kalian sudah kehabisan uang untuk menyewa hotel ini aku berikan sedikit " imbuh Viona sambil membuang uang sebanyak empat ratus poundsterling ke arah dokter Rachel dan Darren yang masih kaget itu .


" dokter Angel apa maksudmu !!!! " teriak dokter Rachel emosi .


" hei kau tak pantas berbicara seperti itu padaku dengan mulut kotormu itu !! bersihkan dirimu sebelum bicara denganku , lihatlah di lehermu masih ada bekas cinta kekasihmu  !!! " cibir Viona cepat .


Dokter Rachel langsung menyentuh lehernya yang memang masih ada cairan putih milik kekasihnya Darren tersisa disana . Ia pun langsung membersihkan nya dengan tisyu yang ada dihadapannya dengan cepat .


" tuan Daren yang terhormat , anda dipilih oleh masyarakat dengan penuh kepercayaan tolong jaga kepercayaan mereka jangan lakukan hal serendah ini . Saya tau anda adalah orang baik " ucap Viona pada Darren lalu bergegas pergi meninggalkan sepasang kekasih yang baru dia pergoki itu .


Viona berjalan cepat meninggalkan kamar VVIP itu dengan berpegangan pada dinding rasanya kedua kakinya sudah tak ada tenaga lagi . Rupanya ini alasan kenapa kamar VVIP itu selalu dijaga oleh pria berbaju serba hitam ketika dokter Rachel bertugas malam .


" menjijikan .... " ucap Viona lirih

__ADS_1


~~ Bersambung


__ADS_2