You are mine , Viona

You are mine , Viona
pertunangan berdarah


__ADS_3

Sejak bertemu lagi dengan Andrew hari-hari Viona jadi lebih berwarna tiap hari ada saja hal konyol yang diceritakan oleh Andrew di telepon atau saat makan siang bersama ketika Andrew sedang tak banyak tugas . Sudah hampir dua bulan Viona bekerja dirumah sakit itu dan setiap hari ia diantar jemput oleh Andrew yang secara otomatis membuat Viona terpaksa memberitahukan pada Andrew dimana ia tinggal tapi dilain sisi Viona merasa aman karena ia bersama seorang polisi .


Saat sedang bersama dengan Andrew membuat Viona bisa melupakan tentang Fernando dan orang-orangnya , ia yakin Fernando tak akan mungkin mengganggunya ketika ia sedang bersama seorang polisi . Andrew menceritakan semua tentang perjalanan hidupnya bagaimana ia bisa menjadi seorang polisi dan harus mengubur cita-citanya menjadi seorang atlet porfesional demi sang kakak tercinta yang meninggal karena tertembak pistol penjahat saat sedang bekerja dan sejak itulah Andrew bertekad menjadi seorang polisi demi menumpas kejahatan .


" Vio , boleh aku tanya sesuatu " ucap Andrew saat akan menurunkan Viona di depan rumah sakit .


" ya tentu saja apa yang ingin kau tau Andrew ? " tanya  Viona sambil merapikan jas putih kebanggannya itu sebelum turun .


" kau tau semua ceritaku tapi kau tak memberitahukan padaku ceritamu " jawab Andrew dengan serius matanya terlihat mengkilat ketika sedang serius .


" apa yang ingin kau tau lagi ? bukankah kau sudah tau kalau aku seorang anak yang besar di panti asuhan " ucap Viona dengan tersenyum cantik lalu membuka pintu mobil Andrew kemudian berjalan ke arah rumah sakit sambil melambaikan tangan pada Andrew .


Di dalam mobil Andrew hanya menarik nafas panjang melihat Viona pergi ia ingin tau semua tentang Viona , karena setelah menyelidiki secara diam-diam akhirnya Andrew tau bahwa Viona ternyata dokter lulusan luar negri dan karena itulah Andrew penasaran bagaimana mungkin seorang anak yatim piatu bisa kuliah kedokteran di luar negeri yang tentunya membutuhkan biaya tidak sedikit apalagi kampus Viona termasuk dalam jejeran kampus bergengsi di dunia  .  Setelah memejamkan mata sejenak akhirnya Andrew memacu mobilnya meninggalkan rumah sakit untuk pergi kekantor polisi tempatnya bekerja . Dari balik kaca dilantai lima Viona bisa melihat kalau mobil Andrew sudah pergi , ia kemudian duduk lemas dikursinya dengan kelapa menunduk . Viona belum siap membagi kisah hidupnya dengan siapapun karena Viona benci sekali dikasihani atau meminta belas kasih pada orang lain , pertama kali ia meminta tolong pada orang lain justru membuatnya jatuh kedalam lubang hitam yang sulit ia tinggalkan .


Setelah berhasil menguasai dirinya akhirnya Viona bangkit dan mulai bekerja bersama dokter yang lain karena sudah jam tujuh pagi , Viona melakukkan pengecekan rutin tiap pagi pada tiap pasien bersama dengan tiga orang suster yang menemaninya . Karena Viona dibesarkan di panti asuhan tidak sulit baginya untuk bersosialisasi dengan orang lain begitupun saat ia harus berhadapan dengan bermacam-macam jenis karakter pasien yang kadang-kadang membuat dokter pusing dengan kelakuan ajaib mereka tiap hari .  Setelah melakukan kunjungan rutin Viona akan melakukan meeting bersama dengan divisi bedah untuk membahas kondisi-kondisi istimewa yang berkaitan dengan pasien .


Saat tiba waktu makan siang Viona akan duduk membaur dengan para suster dan staff medis lainnya ia tak memilih duduk dekat para dokter saja karena bagi Viona tenaga medis semua sama ketika menolong pasien tak dibedakan apakah ia dokter atau perawat , karena ini lah banyak juga dokter wanita yang merasa risih dengan sikap Viona yang dianggap tak menjaga martabat dokter yang dianggap lebih tinggi derajatnya dari staff medis yang lain .


Drtttt


Ponsel Viona berdering didalam saku jas putihnya , Viona meletakkan sendok garpunya dan meraih ponselnya lalu membaca pesan singkat dari Andrew .


Andrew :


" kau ada waktu malam ini vio ? "


Viona :


" seingatku tak jadwal oprasi jadi aku free , ada apa andrew ? "

__ADS_1


Andrew :


" oh thank godness malam ini temani aku ke acara pertunangan orang penting ya , aku tak punya pasangan dan jika aku tak datang pasti aku akan jadi bahan ejekan teman-temanku lagi vio " :(


Viona :


" acara resmi ya ? oke sepulang kerja aku akan cari gaun dulu ya  "


Andrew :


" jadi kau mau datang vioooo ??"


Viona :


" karena kita teman jadi aku akan menemanimu kali ini :) "


Andrew :


Viona :


" noted "


Setelah membalas pesan terahirnya Viona kembali memasukan ponselnya kedalam saku sehingga membuat para suster yang ada dihadapannya menggodanya sedang berpacaran dan langsung disanggah oleh Viona , dengan menahan malu karena di goda oleh teman-temannya Viona menyelesaikan makan siangnya dengan cepat ia meninggalkan kantin dengan masih ada teriakan kecil dari arah meja makannya yang baru saja ia tinggalkan . Viona berjalan cepat sambil menahan tawanya karena tingkah konyol teman-temannya menuduh ia sedang berpacaran padahal selama ini ia belum pernah berpacaran sekalipun , dulu saat ada waktu senggang ketika kuliah sedang libur dan tak ada kegiatan di toko muffin Viona akan memilih pergi ke pusat pelatihan panah . Ia akan berlatih panah bersama dengan komunitas pecinta olah raga elegan itu dan salah satu hobinya ini tak ada yang mengetahuinya . Karena hobinya itulah Viona tak sempat merasakan jalinan asmara selama duduk di bangku kuliah bahkan sampai ia lulus dan menjadi dokter secara resmi .


Saat jam kerjanya sudah habis Viona langsung mengemasi barangnya lalu pulang tepat waktu tak seperti kebiasaannya selama ini karena Viona harus membeli satu buah gaun pesta karena setelah ia ingat-ingat Viona baru sadar kalau ia tak punya sehelaipun gaun pesta , karena sudah berjanji pada Andrew jadi mau tak mau Viona harus menepatinya . Dengan menaiki sebuah taksi Viona pergi ke sebuah mall besar dan langsung mencari gaun pesta ke beberapa butik mahal untuk mencari gaun yang ia cari setelah hampir dua jam akhirnya pilihan Viona jatuh pada satu halter dress berwana peach , halter dress adalah  gaun yang tali penggatungnya tidak lewat bahu melainkan menggantung dan melingkar pada bagian leher penggunanya, sehingga jenis gaun ini dapat dipastikan backless dress dan karena itu juga Viona membeli satu buah selendang berbahan sutra yang ia akan padukan dengan gaun yang ia beli untuk menutupi bagian punggungnya yang sedikit terbuka itu .


Viona segera pulang kerumah karena hari sudah mulai senja pergi berbelanja mencari satu gaun saja membutuhkan waktu lebih dari satu jam dan karena ini juga Viona malas berlama-lama di mall karena ia pasti akan lupa waktu , setelah sampai dirumah Viona langsung mandi dan bersiap-siap untuk pergi . Viona memakai riasan super flawless dengan tambahan lipstik warna pink karena ia tak ingin terlihat menor di pesta itu . Setelah ia memakai dressnya Viona langsung berubah menjadi sosok lain ia nampak sangat berbeda dengan baju yang ia pakai , viona membuat rambut panjangnya terurai manja sehingga sedikit menyamarkan punggungnya yang terbuka . Jam 7 tepat Andrew datang dan langsung membeku ketika melihat Viona pertama kali saat ia membuka pintu apartemannya .


" kau cantik sekali vio " ucap Andrew di dalam mobil setelah lama terdiam karena kesulitan bicara ketika melihat sosok Viona yang berubah bagai seorang dewi .

__ADS_1


" semua wanita cantik Andrew " jawab Viona dengan tersenyum yang makin membuatnya terlihat sangat memesona .


Andrew kemudian terdiam lalu kembali fokus menyetir mobilnya , kecantikan Viona benar-benar membuat Andrew yang biasanya banyak bicara langsung pendiam . Tak lama kemudian mobil Andrew berhenti disebuah lobby hotel tempat pesta itu dilangsungkan , Viona keluar dengan bantuan Andrew mereka lalu berjalan menuju tempat acara berlangsung dengan menunjukan kartu undangan karena pesta ini adalah pesta orang penting jadi tak semua orang bisa masuk tanpa adanya undangan .


Kehadiran Viona ternyata tak hanya membuat Andrew terpesona beberapa tamu undangan pria lainnya bahkan juga nampak tersihir karena melihat Viona seorang gadis yang memiliki rambut warna brunette dan kulit putih bak wanita asia timur yang disempurnakan dengan wajah yang cantik khas eropa tengah sungguh perpaduan yang sempurna yang dapat menggambarkan sosok Viona malam itu , karena merasa risih diperhatikan Viona menggengam erat lengan Andrew . Andrew hanya tersenyum melihat Viona menggenggam tangannya dia merasa sangat bangga bisa bersama Viona malam ini .


" silahkan sambut pasangan yang berbahagia malam ini " ucap seorang MC tiba-tiba yang langsung membuat suara tamu undangan yang berisik langsung berubah sunyi .


Semua mata langsung tertuju pada sepasang manusia yang nampak serasi tengah menuruni anak tangga menuju ke tempat acara berlangsung , kaki Viona mendadak lemas melihat sosok pria yang tengah menggandeng tangan wanita di tangga itu tapi Viona berusaha menahan rasa takutnya karena sedang ada di pesta .


Ternyata pesta ini adalah acara pertunangan Fernando dengan Nessie maka tak mengherankan kalau tamu undangan adalah orang-orang penting di kota , saat mereka akan memulai acara tukar cincin tiba-tiba terdengar suara gaduh di luar hotel yang sontak membuat semua orang terkaget termasuk Viona . Karena penasaran para tamu undangan keluar dan para wanita terdengar menjerit di luar yang membuat Viona menjadi penasaran dan segera ikut berlari keluar ,jantung Viona langsung berdegup kencang ketika melihat asal suara gaduh itu . Ternyata terjadi kecelakaan dua mobil hingga masuk ke area lobby hotel yang menyebabkan para penumpangnya terjebak didalam mobil yang hancur itu , terdengar suara tangisan dari dalam mobil yang membuat miris karena ada seorang anak kecil juga sedang menangis kesakitan .


Viona langsung berlari kedepan dan melepas selendang yang menutupi bahunya kemudian dengan cepat memerintahkan pria disana untuk mengeluarkan korban yang masih hidup itu , karena kesulitan bergerak akhirnya Viona merobek paksa gaun mahalnya itu sampai sebatas paha hingga memperlihatkan kaki jenjangnya itu yang membuat mata para pria yang ada disana langsung tak berkedip , Andrew pun langsung menelfon ambulan dan petugas kepolisian lalu ikut membantu Viona


Semua orang nampak tersihir ketika melihat Viona bekerja terutama para pria termasuk Fernando yang kaget melihat Viona datang ke pestanya , beberapa saat kemudian datang sebuah mobil ambulance yang membawa tandu untuk mengevakuasi korban . Seorang dokter didalam ambulance terlihat arogan dan berteriak-teriak menyuruh orang yang ada disekitar korban untuk pergi menjauh termasuk Viona yang sedang menangani seorang wanita yang nampak menderita luka di lehernya .


" menjauh kau dari perempuan itu " hardik dokter yang masih muda itu pada Viona yang berlumuran darah para korban .


" kalau aku melepas tekananku pada tubuh korban ini apa kau akan bertanggung jawab kalau dia kehabisan darah ? " tanya Viona balik dengan tatapan dingin .


" aku dokter bedah di rumah sakit Global Bross !!! " imbuh Viona mengintimidasi dokter muda dihadapannya .


Mendengar nama rumah sakit Global Bross disebut langsung membuat dokter arogan itu diam dan langsung membantu Viona menangani korban yang mengalami perdarahan itu , saat para petugas mengangkat tandu Viona tak melepas tekanannya pada tubuh korban untuk menahan darah yang terus keluar sehingga menyebabkan gaun dan tubuh Viona berlumuran darah korban .


" gadis kecilku sudah menjadi seorang wanita hebat sekarang " ucap Fernando lirih sambil memandang tak berkedip kearah Viona .


" kau akan jatuh dipelukanku vio " desis Fernando sambil berjalan ke arah mobil meninggalkan pesta pertunangannya yang belum sempat bertukar cincin itu , ia memerintahkan sopirnya mengikuti ambulance yang membawa Viona pergi .


 

__ADS_1


Bersambung ^^


__ADS_2