You are mine , Viona

You are mine , Viona
Langkah cepat Fernando


__ADS_3

Mengetahui kenyataan bahwa profesor Frank adalah adik dari Fernando membuat Viona menjaga jarak dengan sang profesor muda itu . Viona terlihat menghindar setiap kali sang profesor muda itu berusaha mendekatinya , belum lagi ia juga harus bermain kucing-kucingan dengan orang-orang Fernando yang sudah berjaga tiap ia akan pulang sehingga membuat Viona meminta Andrew untuk menjemputnya .


" aku lelah " keluh Viona saat duduk di dalam mobil Andrew .


" sebenarnya ada masalah apa antara kau dan keluarga kaya itu ? " tanya Andrew penasaran ketika melihat Viona nampak terengah-engah .


" entah aku harus mulai cerita dari mana padamu , aku pun bingung " jawab Viona dengan sedih .


" kalau kau belum siap aku tak akan memaksa mu vio " ucap Andrew sambil menyalakan mobilnya meninggalkan rumah sakit .


Andrew merasa kasian pada Viona karena tiap pulang kerja ia harus mengendap-endap seperti seorang pencuri , kadang Viona pun harus menunggu sampai lama dirumah sakit sampai dijemput oleh Andrew .


Viona menundukkan tubuhnya ketika mobil Andrew berpapasan dengan orang-orang Fernando yang berjaga dirumah sakit , Andrew pun dengan cepat menutup kaca mobilnya sehingga tak bisa dilihat dari luar . Dengan kecepatan tinggi mobil Fernando pun melesat meninggalkan rumah sakit menuju komplek apartemen khusus dokter milik rumah sakit dimana Viona bekerja bersama dokter lainnya .


Saat sudah hampir sampai di apartemen Viona meminta diturunkam dekat supermarket dekat apartemen karena ia harus berbelanja beberapa stok makanannya yang sudah habis , Andrew meninggalkan Viona seorang diri karena ia masih ada tugas lain dikantor polisi sehingga membuat Viona tak enak karena merasa mengganggu aktivitas Andrew .


Setelah mobil Andrew menghilang dari pemandangan Viona masuk ke dalam toko dan belanja cukup lama karena sudah hampir satu minggu ia tak berbelanja . Satu jam kemudian Viona keluar dengan membawa satu kantong besar berisi roti dan beberapa macam buah , ia berjalan santai menyusuri jalan setapak menuju apartemen mewah itu . Saat memasukan kode password di pintu apartemen nya Viona merasa sedikit janggal ketika melihat posisi dream catcher berwarna ungu yang ia gantung di pintu apartemen nya berubah posisi tapi Viona tak ambil pusing lalu masuk kedalam apartemen dengan tipe satu kamar tidur itu .


Viona membuka pintu apartemen nya dengan perlahan dan menyalakan lampu diruang tamu yang memang selalu ia matikan tiap pergi berkerja , lalu dengan hati-hati ia meletakkan kantong belanjaan nya di sebuah sofa sebelum ia masukan ke dalam kulkas . Tiba-tiba saja pintu kamarnya terbuka dan membuat Viona kaget hingga menjatuhkan gelas yang ia sedang pegang .

__ADS_1


" kau adalah satu-satunya wanita yang berhasil membuatku menunggu selama ini Vio " ucap seseorang pelan ketika Viona membuka pintu kamar apartemennya .


" Fernando " pekik Viona kaget ketika melihat si pemilik suara .


Fernando tersenyum melihat Viona kaget , ia lalu berjalan cepat ke arah Viona karena melihat Viona hampir terjatuh . Dengan sekali tangkap Fernando bisa meraih tubuh Viona dan ia tarik ke dalam pelukannya tanpa mendapatkan perlawanan dari Viona , Fernando langsung mencium bibir tipis Viona dengan penuh nafsu . Viona yang tak punya persiapan nampak sangat kaget mendapatkan perlakuan seperti itu dari Fernando , ia berusaha memukul dada Fernando dengan kedua tangannya tapi tenaga Fernando lebih kuat dari bayangannya .


Dengan sekali tangkap akhirnya Fernando berhasil mengunci kedua tangan kecil Viona diatas kepalanya dengan hanya menggunakan satu tangan saja , sedang tangan lainnya ia gunakan untuk menyentuh tubuh Viona yang ia kunci dibawah tubuhnya . Viona terlihat berusaha melepaskan diri saat merasakan tangan Fernando mulai membuka kancing bajunya , dengan air mata yang mulai mengalir Viona berteriak memohon ampun pada Fernando .


" kenapa kau tak berubah sayangku suka masih saja berisik " bisik Fernando pelan sambil terus meremas dua benda sensitif milik Viona .


" tolong tuan hiks hiks saya mo hon jangannn lakukann itu akhh " ucap Viona menangis.


" aku tau kau menikmatinya sayang , jangan melawan mmmmm " ucap Fernando disela-sela kegiatan sibuknya di dada Viona .


" akhh tuann berhenti akhhh aku mohon aaaww " jerit Viona saat merasakan puncak bukit ranumnya kembali digigit oleh Fernando .


Viona merasakan ada sensasi aneh menjalar didalam dirinya , ada rasa panas di dalam tubuhnya saat menerima perlakuan sensual Fernando ia berusaha mengendalikan dirinya agar tak takluk ditangan Fernando . Viona berhasil mendapatkan celah ketika Fernando melepaskan kuncian dikedua tangannya untuk membuka celana jeans yang ia kenakan , dengan cepat Viona mengangkat lututnya ke atas ke arah pangkal paha Fernando sebagai usahanya terahir ia tau disana adalah titik lemah seorang lelaki tapi sayang rencananya sepertinya dapat dibaca dengan mudah oleh Fernando .


" kalau kau menendang dibawah sana masa depanmu akan suram sayang " ucap Fernando dingin sambil mencengkram dengan keras lutut Viona .

__ADS_1


" ampuni saya tuan , saya mohon jangan lakukan ini " pinta Viona menangis sambil menutupi dadanya yang sudah banyak tanda bekas kegiatan Fernando .


" kau harus membayar semua perbuatanmu selama kabur 6 tahun dariku " sahut Fernando cepat sambil membuka bajunya .


Menyadari ia tak akan bisa melawan Fernando yang sedang di puncak nafsunya Viona dengan cepat mengambil kotak perlengkapan nya dan berhasil menemukan satu buah pisau bedah , dengan berderai air mata Viona mengarahkan pisau bedah itu ke arah pembuluh Vena di tangan kirinya . Melihat hal gila yang akan dilakukan Viona membuat Fernando mundur perlahan menjauh dari Viona ia berusaha menenangkan Viona yang sudah menangis itu .


" no jangan gila Viona !!! kau orang terpelajar " ucap Fernando sambil mengangkat kedua tangannya ke udara .


" lebih baik kau bunuh aku daripada kau merendahkan aku seperti ini !!! aku bukan pelacur tuan " teriak viona sambil menangis ,harga dirinya sebagai wanita benar-benar sudah di injak-injak oleh Fernando .


Selesai bicara Viona langsung melancarkan aksinya tapi saat akan menekan pisau bedah itu ke tangannya sebuah tamparan kencang dari Fernando mendarat di pipi Viona hingga membuatnya terpelanting ke belakang hingga kepalanya membentur tembok dan langsung mengeluarkan darah segar hingga membuat Viona langsung pingsan .


Melihat Viona pingsan Fernando langsung berlari menghampiri Viona , ia mengambil jasnya yang sudah ia lempar ke lantai sedari tadi untuk dipakaikan ke Viona yang sudah setengah polos itu .Ia pun segera menelfon dokter pribadinya untuk segera datang ke apartemen milik Viona . Setelah menelfon orang-orangnya Fernando mengangkat tubuh Viona untuk dibawa masuk ke dalam kamar tidurnya , perlahan ia membersihkan darah yang mengalir di wajah gadis malang itu .


Tak bergitu lama masuklah seorang dokter wanita yang sudah berumur bersama berberapa orang bodyguard Fernando yang mengawal , ia langsung masuk ke dalam kamar dimana tuan nomor satu di kota itu berada . Tanpa banyak bicara ia langsung bekerja membersihkan dan menjahit luka di kening Viona , dokter itu juga merawat bekas luka sayatan yang tak begitu dalam ditangan kiri Viona . Fernando hanya diam melihat dokter kepercayaannya itu merawat Viona , setelah menghela nafas panjang akhirnya Fernando keluar dari kamar Viona .


" bawa dokumen yang sudah aku minta kemarin " titah Fernando pada seseorang di ujung telpon .


Setelah menutup telfonnya Fernando keluar dari apartemen Viona diikuti anak buahnya meninggalkan dokter kepercayaannya merawat Viona yang masih pingsan .

__ADS_1


" tanpa seijin ku tak akan kubiarkan kau melukai dirimu Viona !! wanita Fernando tak boleh memiliki bekas luka sedikitpun ditubuhnya" batin Fernando sambil menikmati cerutunya di dalam mobil mewahnya meninggalkan komplek apartemen itu .


__ADS_2