
Viona membuka matanya dia menyadari bahwa ia masih ada dikamar besar milik Fernando , saat ia menoleh Fernando sudah tidak ada ditempat tidurnya dengan perlahan Viona turun dari ranjang dan menuju pintu tapi lagi-lagi pintu itu masih terkunci rapat .
" kenapa kau suka sekali melarikan diri ? "
ucap Fernando dari belakang mengagetkan Viona .
Viona membalikkan badannya kearah Fernando seketika juga Viona menutup matanya dengan kedua tangan karena melihat Fernando hanya memakai sehelai handuk untuk menutup tubuh bawahnya .
Tanpa berniat merapikan penampilannya Fernando memilih duduk di sofa sambil membaca pesan di smartphone miliknya .
" sampai kapan kau duduk disitu ? cepat bersihkan dirimu lalu keluar bersamaku " titah Fernando dingin sembari melemparkan baju ganti untuk Viona .
Viona menerima baju itu lalu berjalan cepat menuju kamar mandi dan menguncinya secepat kilat . Tak lama kemudian Viona keluar dari kamar mandi dengan baju ganti yang Fernando berikan . Viona memakai baju pelayan yang Fernando pilihkan .
" kau pantas memakai itu " ucap Fernando dingin sambil memakai dasi yang tampak kesulitan .
" saya bantu tuan " pinta Viona pada Fernando dengan cepat ia memakaikan dasi di leher Fernando , karena tinggi badannya yang semampai ia tak kesulitan memakaikan dasi di kemeja Fernando .
" sudah tuan " ucap Viona lirih kemudian memundurkan langkahnya kebelakang menjauhi Fernando .
" ayo keluar , aku perkenalkan pada anakku " titah Fernando dingin .
Viona mengikuti majikannya dari belakang sambil membawakan jas mahal kesayangannya . Viona memalingkan wajahnya ketika Fernando memasukan password code untuk membuka pintu kamarnya .
" sayang " sapa Fernando pada seorang gadis cilik yang berusia sekitar empat tahunan .
" Daddy !!!!!! " pekik seorang gadis cilik yang dikuncir kuda .
" zevanya " ucap Viona lembut , ia mengenali anak Fernando .
merasa namanya dipanggil zevanya melepaskan pelukannya pada sang ayah seketika senyum lebar terukir diwajah gadis cilik itu ketika mengetahui orang yang memanggil namanya .
" kakak cantikkk !!!! " teriak zevanya girang , ia kemudian berlari kearah Viona dan disambut dengan pelukan hangat oleh Viona yang langsung menciumi wajah zevanya sehingga membuat gadis cilik itu merasa kegelian .
Fernando membeku melihat zevanya bisa seakrab itu dengan orang yang baru ditemuinya .
" kalian sudah saling kenal ? " ucap Fernando sambil memasukan sarapannya , ia merasa diacuhkan oleh sang anak yang sejak tadi asik berbincang dengan Viona yang terlihat sangat menikmati .
" sayang Daddy tanya kok didiemin " celetuk Fernando kesal .
" he he maaf Daddy , zeze sudah pernah bertemu kakak Vio dikereta waktu kekantor Daddy beberapa hari lalu !! ya kan kakak cantik " ucap Zevanya riang .
" iya " jawab Viona lembut , ia membersihkan sisa makanan disekitar pipi Zevanya dengan lembut .
Fernando menatap mata Viona dalam sehingga membuat Viona salah tingkah , ia dengan cepat memalingkan pandangannya ke arah Zevanya .
" honey !!!! "
teriak seorang wanita dari arah luar , tak lama kemudian terlihatlah siempunya suara tadi sesosok wanita sexy yang cantik berjalan menuju ruang tamu .
__ADS_1
" honey kenapa kau tak menjawab teleponku tadi malam " sungut wanita itu manja pada Fernando , ia langsung duduk dipangkuan Fernando tanpa memperdulikan ada Zevanya .
" ayo zeze " bisik Viona lembut , ia mengajak Zevanya pergi dari ruang makan karena merasa risih .
Zevanya menganggukan kepalanya dengan semangat ia lalu mengikuti langkah Viona menuju ruang tamu didepan meninggalkan ayah dan pacarnya .
" duduk ditempatmu " sengit Fernando kasar , ia merasa kesal saat melihat Viona pergi .
" kau kenapa honey ? kau terlihat berbeda hari ini " ucap wanita yang bernama Natasya itu .
" no aku hanya terlalu lelah " jawab Fernando asal .
" oh iya itu nanny baru zeze...? " tanya Natasha penasaran .
" pengasuh sementara !! " potong Fernando cepat ia tak suka Viona disebut sebagai baby sitter oleh Natasya .
Fernando mempercepat sarapannya kemudian segera menyusul anaknya yang sudah menunggu didepan untuk berangkat sekolah ia meninggalkan Natasha yang masih merapikan make up nya dimeja makan .
" Daddy zeze berangkat , bye !!! " pamit Zevanya dengan suara gemasnya .
" hati-hati disekolah jangan nakal " ucap Fernando sambil mencium kening anaknya yang lucu itu .
" ayo kakak cantik !!! " ajak Zevanya pada Viona yang masih berdiri dibelakang Fernando .
Viona berjalan mendekati Zevanya kemudian masuk kedalam mobil tanpa menyapa Fernando setelah Viona masuk mobil itupun pergi meninggalkan kediaman Fernando grey menuju sekolah Zevanya .
" ayo honey hari ini kau ada meeting " ucap Natasha membuyarkan lamunan Fernando .
Fernando kemudian masuk kedalam mobilnya bersama Natasya duduk di bangku belakang mereka membahas materi meeting hari ini dikantor .
" zeze tak tau kalau kak vio yang akan jadi pengasuh zeze " celoteh Zevanya didalam mobil .
" kakak juga kaget tadi waktu melihat zeze " ucap Viona gemas , ia mencium pipi Zevanya berulang-ulang karena tak tahan melihat pipi gembul gadis cantik ini .
" zeze nanti malam tidur sama kakak ya " rengek Zevanya .
" ok " jawab Viona tersenyum lebar , akhirnya dia bisa punya alasan untuk bisa lepas dari Fernando si siluman beruang itu .
Zevanya memeluk Viona dengan erat , sejak pertemuan pertama dikereta Zevanya sudah menyukai Viona begitupun sebaliknya . sang sopir berkali-kali tersenyum melihat keakraban mereka .
Sesampainya di sekolah Zevanya dengan riang berjalan masuk tangannya menggandeng erat jemari Viona , ia tak mau melepaskan Viona . sampai akhirnya waktu masuk sekolah dimulai akhirnya Viona bisa melepaskan tangannya dari genggaman tangan cilik Zevanya .
Viona menatap zeze dari luar ruangan sesekali senyuman mengembang diwajahnya yang cantik , Viona mempunyai mata hitam yang kelam khas wanita asia bahkan bulu matanya sangat panjang untuk ukuran wanita pada umumnya , ia mempunyai rambut brunette asli dengan warna kulitnya yang putih bersih seperti ras wanita Jepang . Kalau orang tak melihat wajah Viona secara langsung mungkin mereka akan mengira Viona orang Jepang .
Ibu Maria bahkan dulu pernah menerka-nerka Viona adalah anak percampuran antara wanita Asia dengan pria Canadian karena melihat sosok cantik Viona yang berbeda dari kebanyakan gadis asli Canada .
" maaf anda dilarang berdiri di kaca nanti akan mengganggu proses belajar anak-anak " ucap seorang pria dibelakang Viona .
" oh sorry saya tidak tau " ucap Viona kaget ia tak tau ada peraturan seperti itu .
__ADS_1
" anda siapa ? saya baru pertama melihat anda disini " telisik pria itu penasaran .
" saya Viona pengasuh Zevanya yang baru " ucap Viona memperkenalkan diri dengan mengulurkan tangan
" saya Toni kepala sekolah disini " jawabnya ramah sambil menerima tangan Zevanya .
Viona kemudian berbincang dengan kepala sekolah yang masih muda itu , sekolah Zevanya adalah gabungan antara play ground , sekolah dasar dan sekolah tingkat atas ( setara SMA ) .
" pasti mahal sekali bisa sekolah disini " ucap Viona tiba-tiba saat melihat rombongan gadis remaja yang umurnya tak jauh dengannya melintas dihadapannya .
" kau masih sekolah ? " tanya Toni sang kepala sekolah .
" saya sudah lulus tahun lalu " jawab Viona lirih ,ia harusnya melanjutkan kuliahnya kalau ibunya masih hidup .
" akh zeze sudah keluar , maaf permisi " pekik Viona mengalihkan pembicaraan , matanya berkaca-kaca .
Zevanya berlari ke arah Viona kemudian mereka berjalan menuju mobil yang sudah menunggunya untuk pulang .
Kepala sekolah itu menatap kepergian Viona dengan senyuman pait ia berharap bisa bertemu lagi dengan Viona .
Zevanya menceritakan kegiatannya hari ini dikelas dengan semangat sementara Viona terlihat sabar mendengarkan celotehan anak itu , sesekali Viona merapikan rambut Zevanya yang berantakan .
Karena terlalu lelah akhirnya Zevanya tertidur dipangkuan Viona dan Viona tak tega membangunkan Zevanya yang tidur pulas bahkan ketika sudah sampai dirumah ia tetap membiarkan Zevanya tertidur di pahanya .
ceklek
pintu mobil terbuka dan muncullah Fernando kedalam mobil .
" sampai kapan kalian akan duduk dimobil berhenti ini " ucap Fernando pelan , ia tak mau membangunkan Zevanya .
" maaf " cicit Viona merasa bersalah .
Fernando mengangkat gadis ciliknya dengan perlahan dari pangkuan Viona , ia kemudian berjalan masuk kedalam rumah diikuti Viona dari belakang yang membawakan tas Zevanya .
Dengan perlahan Viona membuka pintu kamar Zevanya kemudian Fernando menidurkan anak semata wayangnya dengan hati-hati diatas ranjang .
Viona meletakkan tas milik Zevanya diatas meja belajar lalu bersiap keluar ia ingin membersihkan dirinya dikamar yang sudah disediakan oleh pelayan lainnya .
" tuaa.. aan "
Viona tak sempat menyelesaikan ucapannya karena bibirnya sudah dicium oleh Fernando , ia terpojok di pintu kamar Zevanya sehingga tak bisa melepaskan ciuman Fernando .
" aku rindu padamu " bisik Fernando pelan ketelinga Viona setelah ia melepaskan ciumannya .
Viona berdigik mendengar suara Fernando , dengan sekuat tenaga ia dorong Fernando menjauh darinya kemudian ia keluar dari kamar Zevanya lalu menuju dapur untuk makan siang karena belum sempat makan siang .
Fernando tersenyum licik melihat Viona menghindarinya .
" kau akan jadi milikku cepat atau lambat kelinci putihku " desis Fernando lirih ketika melihat Viona duduk menikmati makan siangnya
__ADS_1