You are mine , Viona

You are mine , Viona
Tangis Viona


__ADS_3

Mendengar perkataan Andrew membuat Viona begidik ngeri , ia tak menyangka sosok profesor Franklin adalah orang yang sejahat itu . Viona masih tak percaya karena selama ini Frank sudah banyak sekali membantu Viona terutama disaat Viona mencoba kabur dari Fernando .


" Andrew aku takut " ucap Viona lirih sambil mencengkram lengan teman baiknya itu .


" tenang Vio aku ada disampingmu " sahut Andrew cepat .


Viona mengangguk pelan saat berjalan kembali ke apartemen langkah kaki Viona terhenti ketika melihat ponselnya berdering dan terpampang nama pria yang baru saja mereka bicarakan tengah menghubungi Viona .


Andrew memberi kode pada Viona untuk mengangkat panggilan masuk itu , dengan sedikit ragu akhirnya Viona menerima panggilan telfon dari profesor Frank .


" hallo vio ... " terdengar suara Frank diujung telfon .


" iya Frank its me " jawab Viona pelan


" kau ada dimana Vio ? tadi sewaktu aku mencarimu dirumah sakit kau sudah tak ada, sekarang aku ada didepan apartemen mu kau juga belum pulang , sebenarnya kau ada dimana ? " tanya Frank dengan bertubi-tubi .


" aku jawab yang mana dulu Frank kalau kau tanya sebanyak itu ? " sahut Viona cepat .


" kau ada dimana ? aku kesana !! " tanya Frank dengan suara meninggi .


Viona menaikan satu alisnya meminta pendapat dari Andrew dan saat menjawab tiba-tiba ponselnya mati karena kehabisan daya .


" syukurlah tuhan membantumu kali ini Vio " celetuk Andrew dengan senyum mengembang ketika melihat ponsel Viona mati .


Viona tersenyum kecut merespon perkataan Andrew , karena hari sudah semakin dingin akhirnya Andrew mengajak Viona pulang ke apartemennya karena ia merasa Viona tak aman jika pulang ke apartemen miliknya . Viona tak memiliki pilihan lain selain menuruti saran dari Andrew , mereka pun naik mobil dinas kepolisian dan pergi menuju apartemen Andrew yang sebenarnya jaraknya tak jauh dengan apartemen viona . Saat sedang melewati sebuah cafe Viona melihat sosok Amber tengah duduk bersama dengan pria yang ia kenal , mereka terlihat sangat mesra . Karena didalam mobil Viona tak bisa menangkap wajah sang pria yang sedang duduk bersama Amber .


Tak lama kemudian mereka sampai di apartemen milik Andrew setelah sebelumnya mampir ke sebuah toko pakaian untuk Viona berganti baju saat tidur , Andrew sedang mengiris buah apel ketika Viona selesai mandi ia hanya tersenyum melihat Viona yang sudah memakai kemejanya sehingga nampak kebesaran dipakai oleh Viona .

__ADS_1


" lain kali aku harus membawa plastik ke dalam kamar mandi supaya baju ganti ku tak basah " ucap Viona menyesali kecerobohan nya karena baju yang ia beli tadi jatuh di lantai kamar mandi sehingga basah semua .


" sudah lah lagi pula kau cocok dengan kemeja itu vio !! tenang itu kemeja baru belum pernah aku pakai karena tak suka warnanya " sahut Andrew sambil mengacungkan satu jempolnya pada Viona .


Viona menjulurkan lidahnya melihat Andrew memujinya , ia tau temannya itu sedang menertawakan kebodohannya . Viona kemudian bergabung bersama Andrew di dapur dan memakan satu potong buah apel yang sudah di letakkan dipiring oleh Andrew hingga membuat Andrew marah karena hasil mahakaryanya menata buah di piring telah dihancurkan oleh viona . Mereka akhirnya tertawa bersama karena saling ejek , persis seperti pasangan yang baru menikah . Andrew sesekali mencuri pandang ke arah Viona yang sedang memakan buah apel , ada senyuman tulus mengembang diwajahnya ketika melihat Viona .


Triinggggg......


Suara ponsel Andrew berbunyi meminta diangkat oleh si empunya , karena trus berdering tanpa henti akhirnya Andrew berjalan ke arah meja dimana ponselnya dan ponsel Viona sedang di isi baterai .


" siap komandan !!! " ucap Andrew dengan cepat .


Viona yang sejak tadi memperhatikan Andrew bisa tau kalau orang yang sedang menghubungi Andrew adalah atasannya dikantor , dilihat dari perubahan sikap Andrew yang menjadi sangat kaku .


" aku harus kekantor Vio ada kasus pembunuhan jadi aku harus kesana , kau tidur saja ya " ucap Andrew dengan setengah berteriak ketika sedang memakai jaket nya di ruang tamunya dengan tergesa-gesa .


Andrew menggeleng pelan sambil memasukan pistolnya kedalam rompi khususnya dibalik jaket .


" kami sudah punya dokter forensik sendiri Vio , lebih baik kau diapartemenku Vio istirahat dengan nyaman kalau cepat selesai aku pulang kalau tidak nanti aku akan kabari lagi padamu " ucap Andrew pelan menolak permintaan Viona untuk ikut dengannya .


" aku tak bisa melindungi mu juga disana nanti Vio , terlalu berbahaya ditempat seperti itu untukmu . Kau disini saja ya tunggu aku pulang " imbuh Andrew sambil membelai rambut Viona untuk menghibur Viona yang merasa kecewa karena tak diijinkan ikut oleh Andrew .


Viona menganggukan kepalanya pelan mendengar perkataan Andrew , ia merasa diistimewakan oleh polisi muda itu . Andrew kemudian mengajak Viona berjalan sampai pintu depan , kemudian ia berpesan pada Viona untuk mengunci rapat pintu dari dalam . Apartemen Andrew adalah apartemen khusus perwira polisi yang masih lajang karenanya ia tak mau ada salah satu temannya masuk ke dalam kamarnya selama ia tak ada oleh karena itu Andrew berpesan pada Viona untuk mengunci rapat pintunya .


Setelah Andrew menghilang di balik lift Viona langsung masuk ke dalam apartemen Andrew dan menguncinya rapat sesuai petunjuk Andrew .Ia kemudian berdiri dari balik kaca untuk melihat Andrew pergi , setelah Andrew benar-benar pergi dengan mobilnya Viona kemudian duduk di sofa untuk menonton TV kabel acara favoritnya karena merasa bosan . Viona tak berani mengaktifkan ponselnya karena takut di lacak oleh Fernando atau Frank , ia kini punya sepasang kakak adik psyko yang mengincar dirinya .


Setelah hampir tengah malam Viona merasa sudah mengantuk dan bersiap untuk tidur tapi lagi-lagi perhatiannya teralihkan saat secara tak sengaja melihat sosok Amber tengah berjalan dengan seorang pria muda yang ia lihat melalui jendela kaca di apartemen Andrew . Viona dengan cepat memakai jaketnya dan menyambar tas miliknya lalu memasukan ponselnya dan pergi keluar ia ingin mengejar sang adik untuk berbicara lebih banyak dengan adiknya . Dengan menggunakan topi hitam milik Andrew membuat penampilan Viona tersamarkan , ia berhasil mengikuti Amber pergi ke sebuah klub malam .

__ADS_1


Memasuki klub adalah hal yang tak pernah ia lakukan selama hidupnya tapi kali ini ia terpaksa pergi ketempat itu untuk mengikuti Amber , Viona berhasil melewati penjagaan dengan menunjukan identitasnya ia kemudian berusaha menemukan Amber ditempat penuh sesak itu . Aroma minuman keras dan musik IDM terdengar sangat memekakakkan kedua telinganya , tapi Viona berusaha menahan itu semua karena ingat tujuan utamanya datang ketempat seperti itu . Saat sedang kebingungan mencari sosok Amber dikerumunan orang itu tiba-tiba Viona merasa harus ketoilet untuk buang air kecil , setelah perjuangan panjang untuk menemukan toilet akhirnya Viona berhasil melihat tulisan toilet terpajang di sebuah tembok di pojok ruangan dengan cepat Viona berjalan ke arah toilet .


" ok sekarang aku bisa melanjutkan untuk mencari Amber " ucap Viona dalam hati ketika keluar dari toilet .


Viona bersandar di dekat sebuah lukisan dan secar tak sengaja terjatuh kebelakang , ia mengira akan jatuh dilantai tapi rupanya tebakan Viona salah . Kini ia ada didalam sebuah ruangan yang cukup mewah rupanya dinding tempatnya bersandar adalah sebuah pintu rahasia .


Dengan rasa takut yang ia sembunyikan Viona berjalan dengan mengendap-endap masuk lebih jauh ke ruangan gelap itu , ia merasa mendengar suara-suara yang samar dari dalam ruangan gelap itu . Langkah Viona terhenti ketika mendengar suara tawa beberapa orang wanita bersama seorang pria dari arah belakangnya , dengan cepat Viona bersembunyi dibelakang sebuah vas bunga besar . Karena tempat itu gelap akhirnya keberadaan Viona pun tersamarkan dan berhasil tak diketahui siapapun . Saat Viona berusaha keluar dari tempat persembunyiannya jantung viona kembali bergerak lebih kencang saat melihat pemandangan yang ada dihadapannya .


Terlihat sosok Amber tengah bercinta dengan dua orang pria sekaligus , suara-suara samar yang ia dengar tadi rupanya adalah desahan-desahan yang Amber keluarkan . Amber nampak sedang melakukan doggy style dengan seorang pria sementara pria lainnya yang berdiri dihadapan Amber nampak sangat menikmati pelayanan yang amber berikan ketika dengan rakus Amber melahap senjata panjang pria itu . Sementara ada pria lainnya nampak sedang menikmati dua bukit kembar amber yang sudah terpasang silikon dibawah , ia nampak sepeti seekor anak kambing yang tengah menyusu pada induknya . Jadilah Amber nampak sedang digarap oleh tiga orang pria sekaligus , suara desahan Amber makin terdengar kencang saat dua pria yang sudah bergabung di tubuhnya akan mencapai puncak . Suara teriakan mereka bahkan terdengar berbarengan ketika dua pria itu dengan cepat mengarahkan senjata mereka masing-masing ke arah wajah Amber , Amber yang menerima semburan senjata itu langsung melahap habis cairan yang keluar dari sana tanpa merasa jijik sedikitpun . Melihat Amber sangat menikmati sisa-sisa cairan itu membuat dua orang pria lainnya langsung menarik Amber ke sebuah meja mereka pun langsung dengan cepat kembali memakai tubuh Amber kembali tanpa menunggu Amber istirahat . Suara teriakan Amber terdengar memilukan seperti meminta ampun karena merasa kelelahan , tapi lagi-lagi dua orang pria itu tak mendengarkan teriakan Amber mereka terus memacu tubuhnya dengan cepat hingga kembali membuat Amber berteriak dengan kencang sekali lagi .


Melihat kejadian itu secara langsung membuat Viona langsung terduduk lemas di tembok yang ada dibelakangnya , ia kemudian masuk kebalik tirai hitam yang terpasang di dinding supaya tak terlihat siapapun . Di balik tirai air mata Viona sudah mengalir deras , ia benar-benar melihat adiknya melayani nafsu empat pria hidung belang secara sekaligus . Gelak tawa puas para pria hidung belang itu akhirnya menghilang ketika mereka sudah menghamburkan uang dollar ke arah tubuh Amber yang masih terbaring tak berdaya diatas meja tanpa memakai apapun . Viona ingin sekali menghampiri sang adik tapi niatnya terhenti ketika merasakan kehadiran orang lain lagi diruangan itu .


" ambil bayaranmu bitch lalu pergi bersihkan dirimu , pelanggan lainnya sudah menunggu diluar " teriak seorang wanita yang wajahnya tak dapat Viona liat , ia cukup ketakutan untuk mengintip karena ia bisa tau kalau wanita itu masuk bersama beberapa orang lainnya .


Viona tak mau mati konyol ditempat itu jadi ia tetep memilih diam bersembunyi ditempatnya , sepeninggal wanita yang berteriak tadi Viona baru berani menyibak sedikit tirainya dan kembali melihat sosok Amber yang nampak tertatih-tatih merapikan pakaiannya setelah membersihkan tubuhnya dari cairan para lelaki hidung belang yang sudah memakai tubuhnya tadi dengan sebuah handuk kecil . Amber pun berjalan dengan tegak setelah memasukan puluhan lembar uang dollar pecahan seratus ribu ke dalam tasnya , ia berjalan seolah tak terjadi apapun .


" adikku " isak viona dalam hati , ia merasa sangat terluka melihat adiknya benar-benar sudah menjadi jalang .


Dengan cepat Viona berjalan keluar mengikuti langkah Amber yang sudah keluar terlebih dahulu , Viona berhasil keluar dari ruang rahasia itu dan berjalan keluar klub dengan hati yang remuk berkeping-keping .Ia tak sanggup berkata-kata lagi atas apa yang baru ia lihat , Viona hanya bisa berlari sekuat tenaga menjauhi klub malam itu .


Setelah cukup jauh Viona memilih duduk disebuah bangku panjang didepan restoran cepat saji , ia sengaja memilih tempat terbuka untuk beristirahat untuk menghindari hal yang tak ia inginkan . Saat duduk di kursi panjang itu air mata viona kembali mengalir deras dari kedua mata indahnya hingga membuat beberapa orang sempat berhenti berjalan dan memperhatikan nya termasuk seorang pria yang menghentikan laju mobilnya ketika melihat Viona duduk dan menangis di depan restoran .


Pria itu dengan cepat berjalan ke arah Viona yang sedang menunduk , dengan perlahan pria itu menjulurkan tangannya ke pundak Viona hingga membuat Viona mengangkat wajahnya dan terkaget .


" ada apa denganmu vio.... " tanya sang pria pada Viona dengan tersenyum .


💮 Bersambung ....

__ADS_1


__ADS_2