
"***maaf ya untuk keterlambatan cerita ku banyak yang harus di revisi harap maklum ini karya pertama banyak kesalahan
mohon dukungan biar cerita ku bisa terus berkembang
terima kasih 🙏🙏🙏***
Setelah terjadi insiden dengan Juan Esti tidak ingin memikirkan hal yang tak berguna bagi Esti Juan bukan hal yang penting, yang terpenting adalah bagaimana caranya untuk bisa membawa bunda Helen untuk berobat, pasalnya dari keterangan dokter Helen harus melakukan pengobatan ke negara tetangga yaitu Singapura
"Helaan nafas Esti"
Esti berpikir keras bagaimana cara untuk mendapatkan uang apakah aku harus menjual rumah" oh tidak tidak ini peninggalan orang tua ku satu satu Nya guman Esti
"Hari hari pun terlewat kini Esti sedang berjualan di pasar bersama sudung di bantu Arman, Esti menghampiri sudung bang apakah hari ini ada orderan hotel
Sudung menjawab " ada "
Kalau begitu biar Esti yang pergi mengatakan sekalian Esti mau bawa ayah jalan jalan biar Ayi gak merasa bosan kata Esti
Baik lah terserah mu aja gimana baiknya tapi ingat hati hati jika mengemudi peringatkan sudung
" ok"
__ADS_1
Esti pun berangkat dan membawa Arman untuk mengantar pesanan hotel karena Esti bekerja sama dengan hotel menyuplai sayuran untuk kebutuhan hotel
Esti mengemudi dengan kecepatan sedang , Esti melirik Arman yang sedari tadi hanya memandang kosong ke arah jalan
Esti bertanya untuk memecahkan keheningan
"Ayah "
Ada apa es sahut Arman
Apakah ayah belum mengingat sesuatu tentang kehidupan ayah sebelum nya ? sontak Arman menoleh ke arah Esti
Belu nak tetapi ada sedikit potongan potongan wajah anak lelaki dan wajah itu selalu datang belakangan ini di benak ku kata Arman
Iya memang itu yang ayah rasakan jika ayah berusaha
Bersabarlah suatu saat pasti ayah akan mengingat jangan paksakan diri karena Esti masih ada buat ayah dan bunda
Arman tertegun mendengar kata-kata Esti Arman tau jika Esti sangat tulus untuk mereka dan Arman selalu terharu melihat setiap melihat perlakuan Esti terhadap Ibran yang bukan darah daging nya mereka tidak terasa ternyata mereka sudah sampai ke tujuan hotel Carolina
Esti memberhentikan mobilnya nya di area parkir tetapi Esti lupa memperhatikan area parkir dan tidak melihat tulisan yang ada di area parkir tersebut tertulis "parkiran khusus tamu VIP" dengan santai nya Esti turun dan tidak lupa mengajak Arman akan tetapi Arman menolak ingin menunggu Esti di dalam mobil
__ADS_1
" Ayah ayok turun
Tidak nak ayah di sini aja ayah malu jika bertemu dengan orang lain
Ayah jangan malu kita tidak mencuri kita di sini sebagai rekan bisnis walaupun kita hanya rekan menyuplai sayuran kata Esti meyakinkan Arma
Esti menarik tangan Arman, Arman pun tidak dapat menolak saat Esti menarik Arman Esti tidak memperhatikan seseorang keluar dari mobil mewah
"Bruk" Esti mendongak melihat siapa yang membuat ayah nya terjatuh saat matanya tertuju kepada laki-laki yang baru saja keluar dari mobil mewah
"Hei kau dengan wajah yang emosi Esti menuding pria itu dengan jari telunjuk nya,lelaki itu menatap Esti dengan amarah yang tak kalah dengan emosi Esti
Kamu lihat ayah ku terjatuh akibat ulah mu
Kamu menuduh ku seharusnya aku yang marah bukan kau
"Apa kata Esti dengan wajah yang semakin emosi kurasa matamu masih berguna untuk membuka pintu kau seharusnya memperhatikan orang orang di sekitar mobil mu baru kau membuka pintu mobil mu
*sampai di sini dulu ya kita lanjutkan besok ikuti kelanjutannya Esti dan Andre
bagaimana reaksi Andre saat melihat sosok ayah nya yang berdiri di hadapannya dan bagaimana dengan Arman
__ADS_1
jangan lupa tinggalkan jejak dan terus mengikuti cerita nya*