" Tidak Perlu Kaya Yang Penting Bahagia"

" Tidak Perlu Kaya Yang Penting Bahagia"
sebuah janji


__ADS_3

Esti meminta untuk di berikan izin kuliah di luar negeri Esti beralasan untuk mengingatkan suasana baru


" mas boleh gak Esti kuliah di luar negeri "ucap Esti.


Andre terdiam sejenak dan berpikir untuk memberikan keputusan


" mas gak bisa Esti" yang boleh memberikan keputusan hanya Dedy dan mami,"ucap Andre menolak permintaan Esti


" mas bantu Esti" mas tadi sudah janji" ucap Esti sambil memohon menyatukan kedua telapak tangan nya


" es"gimana jika mas ngomong ke Deddy " kalau mas menikahi mu" ucap Andre.


" jangan mas " Esti tidak ingin membuat mereka kecewa" Esti sayang dengan mereka," ucap Esti


" gimana dengan mu es" mas sudah mengambil barang berharga mu" sampai kapan mas merasa bersalah es" tolong pikirkan jika kamu hamil" ucap Andre membuat Esti kaget karena sekarang dia memang sedang mengandung.


" Esti gak akan hamil mas" Esti kan gak masa subur" ucap Esti


" ya sudah kamu istirahat ya" nanti mas bicarakan dengan Dedy dan mami" sambil mengelus rambut nya Esti


" terimakasih mas," ucap Esti dengan lembut dan tersenyum tipis.


maaf kan aku mas membongi mu


...aku tidak bisa berbuat apa-apa karena aku tidak mau semua kecewa dengan Esti , Esti akan merawat mereka dan menyembunyikan kenyataan ini...


sakit itu yang di rasakan Esti


💯💯💯💯💯💯💯💯💯💯💯💯💯💯💯💯💯💯


setelah satu bulan Helen dan Arman kembali bersama Boas mereka tiba di rumah jam, 10 malam


saat membuka pintu Helen melihat Esti meminum susu hamil tanpa Esty sadari Helen memperhatikan tubuh Esti, Esti berbalik dan terkejut melihat bundanya yang menatap tajam kearah Esti


" jelaskan" ucap Helen


" apa yang harus Esti jelaskan bunda" ucap Esti bermanja-manja di lengan Helen.


Helen menghempaskan tangan Esti


" jangan berbohong dengan bunda" ucap Helen dengan nada tinggi semuanya yang mendengar suara Helen langsung menuju ke arah suara


termasuk Andre berlari dari atas ke bawah


" maaf kan Esti bunda" ucap Helen bersujud di kaki Helen.


" siapa ayah anak itu,?" jangan kau tutup tutupi


" ada apa mam" ucap Arman tetapi Helen tidak menjawab


" jelaskan" ucap Helen lagi


" maafin Esti bunda" Esti tidak bisa memberi tahu bunda," ucap Esti sambil bersujud


Arman menuntun Esti berdiri dan memeluk putri angkat nya.

__ADS_1


" katakanlah kepada ayah" biar ayah menuntut pertanggung jawaban untuk putri ayah," ucap Arman


saat Andre ingin bicara Esti menggelengkan kepalanya untuk tidak bicara


" besok kamu harus menikah dengan Boas" ucap Helen Boas terkejut mendengar ucapan maminya


" mam" bagaimana dengan Boas jangan memaksa" ucap Arman


" Boas gak apa apa ded" Boas akan menjadi ayah dari anak Esti" ucap Boas


" tidak bunda," Esti tidak mau membuat kak Boas menanggung dosa Esti" ucap Esti sambil memeluk Helen


sebenarnya Helen tidak tega tetapi dia harus melakukan hal itu untuk menutup malu


" itu sudah keputusan tidak ada bantahan kalian akan melakukan pemberkatan biasa aja " ucap Helen dengan mantap


" bunda jangan lakukan itu" Esti akan pergi jauh bunda," ucap Esti" Esti tidak akan pernah kembali lagi


" Esti berhenti memohon" bunda tidak akan pernah setuju dengan pernyataan mu" besok kamu harus menikah" ucap Helen lagi dan pergi sebelum Helen pergi Andre angkat bicara


" Esti tidak akan menikah dengan Boas" ucap Andre" Helen berhenti


" anak yang di kandung Esti adalah benihku" ucap Andre,.


" mas berhenti bicara" ucap Esti dengan tangisannya


" apa maksudmu" ucap Arman


" maaf Ded" aku telah menodai Esti ucap Andre dengan menundukkan wajahnya


" plak" plak plak" Arman menampar wajah Andre


" kau selalu melukai nya" ucap Arman


" jelaskan kapan itu terjadi" ucap Helen


Andre menceritakan tanpa malu atas kejadian di malam itu .


Helen menangis memeluk Esti dia menyesal telah menuduh Esty yang bukan bukan


" besok kalian akan menikah" ucap Arman kali ini Dedy nya yang angkat bicara.


" sekarang semua istirahat besok kita bahas kembali" ucap Helen menuntun Esti ke kamar Esti


" sekarang istirahatlah" bunda tidak ingin cucu bunda kelelahan" ucap Helen


di lantai dasar Boas berbicara dengan Andre menggoda kakak nya


"kakak kenapa langsung jadi" ucap Boas


Andre menatap tajam kepada adik nya


" coba tadi Kakak gak ngaku" Esti jadi milik ku" padahal aku berencana untuk membuat Esti Hamil lebih dulu eh ternyata kakak ku ini yang mendahului" ucap Boas


" bicara sekali lagi ku Hajar kamu" ucap Andre dengan wajah datar

__ADS_1


" slow" jangan marah marah calon ayah," ucap Boas sambil merangkul kakak nya


" bagaimana dengan kakak ipar Sisil" dengar dengar mantan kakak ipar ingin kembali" goda Boas


Andre pergi ke kamar nya meninggal kan Boas sendiri


jam 2 malam Andre mengendap endap ke kamar Esti mengunakan kunci yang di pegang oleh nya


"ceklek" suara pintu terbuka dengan pelan


Andre melihat Esti menangis dan Andre mendekati nya Andre memeluk Esti dari belakang berbaring di ranjang di samping Esti


" es jangan menangis," maaf kan mas" ucap Andre sambil mengelus rambut Esti


Esti yang mendapat pelukan Andre makin terisak


Andre membalikan badan Esti mengarah ke hadapan nya Andre mengecup kening Esti


" kenapa kamu tidak bilang mas" jika kamu mengandung" apakah ini alasan mu untuk kuliah keluar negeri" tanya Andre dan esti mengangguk kan kepala nya


" Dasar nakal" kamu akan mas hukum" ucap Andre dengan pikiran kotornya


Andre mencium bibir Esti dengan lembut Esti membalas ciuman Andre entah mengapa Esti rindu dengan sentuhan pria mungkin bawaan cabang bayi nya membuat Esti menerima hukuman yang di katakan Andre


mereka terbuai dengan sejuknya malam hingga melakukan hubungan suami istri yang membuat keduanya lupa segalanya dan pintu kamar tidak di kunci


entah berapa lama mereka melakukan itu dengan penuh semangat Andre melayani calon istrinya Andre bingung dengan Esti yang meminta dan meminta hingga pagi


karena kelelahan mereka tertidur pulas dengan berpelukan, Tiba pagi Helen masuk ke kamar Esti Helen terkejut melihat Andre memeluk Esti


" Andre" teriak Helen dengan suara tinggi


Andre terkejut langsung berdiri Andre lupa jika dirinya tidak menggunakan pakaian


"apa yang kalian lakukan lagi," ucap Helen sambil berbalik " cepat gunakan bajumu" ucap Helen


Esti berlari ke kamar mandi bersama Andre mereka kocar-kacir memakai baju nya


setelah berpakaian mereka di suruh untuk turun Esti merasa malu, Arman dan Boas berlari menuju lantai 2


Ibran dengan gaya ngantuk nya bertanya


" nenek," kenapa nenek berteriak? " jangan berteriak nanti nenak sakit," ucap Ibran.


saat ingin masuk ke kamar Esti Boas langsung menutup mata Ibran


" om" lepas kenapa mata Ibran di tutup


" ini khusus orang dewasa" ucap Boas tetapi Arman memukul pundak Boas .


*halo 👋👋👋 mohon maaf ya jika alur cerita nya sedikit berubah ubah


jangan lupa tinggalkan jejak untuk mendukung cerita ini 🙏💪*


"

__ADS_1


__ADS_2