
Helen dan Arman masuk ke dalam rumah kontrakan Esti
Helen yang sedang memangku ibran duduk di kursi kayu yang lusuh
" Esti" ini tempat tinggal mu" ucap Helen.
" hehehe" iya bunda," jelek ya Bun" begini lah Bun" ucap Esti dengan terkekeh.
" gimana jika kalian tinggal bersama ayah" ucap Arman menimpali omongan mereka.
" gak usah ayah" Esti bahagia walaupun hidup seperti ini" paman juga sering mengucapkan kata-kata seperti ayah" beliau juga sering mengucapkan kwartir dengan Esti dan Ibran.
" Bun " tuan Andre kenapa gak ikut?" tanya Esti ke Helen.
" bunda sedang menghukum nya" ucap Arman.
" Di hukum karena apa Bun?
" karena perbuatannya padamu" ayah mu menarik semua fasilitas dari nya" dan sekarang dia hidup bergantung pada adiknya di Amerika,. ucap Helen.
" ha" kasian dong Bun" ucap Esti.
" jadi tuan Andre sekarang di Amrik Bun?
" ya" begitu lah" biarkan saja toh juga dia membantu perusahaan kita di sana" ucap Helen.
" oh" Esti hanya ber oh ria saja.
" es " bunda mohon" tinggal lah bersama dengan ayah dan bunda di Mension .
" bunda" jangan seperti ini" Esti ingin mandiri berusaha sendiri" ucap Esti dengan lembut.
Helen membuka tas nya
__ADS_1
" es" ini memberikan sebuah kotak"bukanlah" ucap Helen.
Esti membuka kotak itu, saat melihat isi nya Esti menangis sesenggukan,.
" terimakasih bunda" ucap Esti,.
Helen juga memberikan amplop .
Esti membuka amplop dan melihat isinya, Esti semakin menangis , perhiasan dan rumah peninggalan orang tua nya telah kembali sebelumnya Esti bertekad untuk mengambil kembali milik nya dengan bekerja keras,
" itu titipan Andre sebelum dia pergi" ucap Helen,.
Esti merasa terharu dan bangga dengan apa yang dilakukan oleh Andre.
acara sedih sedih nya sudah usai kini Esti bertanya kepada sudung
" bang" kenapa Abang bisa bareng sama bunda?
" bukan kah istri Abang selalu tidak mengizinkan Abang jika bepergian jauh," tanya Esti penuh curiga pasalnya Esti memperhatikan tingkah Fani yang selalu nempel dengan sudung,
" kamu kesurupan" ucap Esti.
Helen dan Arman tertawa terbahak-bahak.
" mereka sudah menjadi suami istri" ucap Helen,.
" haha dengan mulut menganga," Esty kaget.
setahu Esti dua manusia ini selalu bertengkar,.
" kok bisa fan" selidik Esti.
" cerita nya panjang" ucap sudung,.
__ADS_1
hari pun semakin larut kini mereka sudah merasa lapar ,
" mamah" Ibran lapar" ucap Ibran.
semua tertawa karena mereka lupa dengan si kecil ibran.
Esti mengajak Fani untuk membantu membuat hidangan malam, Helen dan Arman duduk sambil menonton acara TV siaran bisnis,. sedangkan sudung bermain dengan ibran.
di rumah kecil Esti mereka menyantap hidangan sederhana kebahagiaan selalu ada bersama Esti.
Tidak henti hentinya mereka bercanda setelah selesai acara makan malam
Helen selalu bertanya kepada Esti ,
" Esti " tinggal lah bersama bunda" apakah kamu tega melihat bunda kesepian di rumah" ayah"selalu sibuk bekerja setelah kepergian Andre" ucap Helen dengan memelas.
" nanti Esti pikir pikir lagi ya Bun" ucap Esti.
walaupun jawaban Esti pikir pikir Helen sudah merasa bahagia.
"ayah sudah memutuskan untuk mengadopsi kamu" ucap Anwar.
Esti tersenyum mendengar hal itu, Esti merasa bahagia" terimakasih ayah.
" untuk putri ayah" ucap Arman.
hari semakin larut malam sudah menunjukkan pukul 11 malam Helen dan Arman meminta izin untuk pulang begitu juga dengan Fani dan sudung mereka minta izin untuk kembali ke hotel,.
*************
hallo salam kenal untuk semua
mohon maaf ya jika cerita nya membosankan 🙏🙏🙏
__ADS_1
salam sehat ❤️❤️❤️❤️❤️
tetap dukung cerita ku jangan lupa tinggalkan jejak 🌹🙏