"AKU DAN KE 3 SODARA KU"

"AKU DAN KE 3 SODARA KU"
episode - 15


__ADS_3

aku kembali ke rumah bang daehan dan bang harus abang angkat ku yang baru, abang yang saat ini menjaga ku dan merawat ku. jujur aku masih ingin tinggal dengan abang kandung ku namun hati ku masih sakit dengan perkataan nya. aku sampai di depan rumah, aku masuk ke dalam nya ku lihat bang daehan ada di situ sedang duduk di sofa sambil memainkan leptob nya. sedangkan bang haru gak tau kemana. aku menghampiri bang daehan yang sedang duduk di situ.


"abang lagi apa? " tanya ku sambil duduk di sebelah nya


"lagi buat tugas kantor adek. kamu udah pulang? " tanya bang daehan menatap ku sejenak aku mengangguk


"kamu laper gak? " tanya bang daehan lagi


"hemm gak abang adek mau mandi dulu udah gerah soal nya" jawab ku beranjak dari sofa


"yaudah nantik ke bawa lagi yah" ucap bang daehan aku mengangguk dan berjalan ke arah tangga

__ADS_1


aku pergi dari situ, aku ke kamar. hemm di sepanjang jalan menuju kamar ku terdapat banyak sekali bodigat , sampai sampai aku kelelahan menyapa mereka semua, sempat aku ngedumel di dalam hati. seketat ini kah penjagaan di rumah ini atau mungkin karena rumah nya mewah jadi harus di jaga dengan ketat hemm pusing mikirnya aku pun tak ambil pusing lagi. ku pegang pengait pintu kamar ku, ku dorong dengan pelan pintu terbuka aku pun masuk ke dalam kamar. ku hempaskan badan ku di atas tempat tidur. aku melamun sejenak menatap langit langit dinding ku.aku kangen sama abang, pengen tinggal sama abang. tapi aku gak bisa rasa sakit ini masih ada benar benar ada. sakit di tampar oleh abang sakitnya masih membekas walaupun tak berjejak tapi sakit itu masih aku rasakan. dan tanpa aku sadari air mata ku menetes aku menangis lagi. aku menerka air mata ku mengusap nya dengan cepat, aku merubah posisi ku menjadi duduk membiarkan kaki ku menyentuh lantai dan tubuh ku masih berada di posisi duduk di atas tempat tidur. aku meraih HP yang berapa di sebelah ku. aku memandang poto ku dandan ke 3 abang ku, di saat itu semuanya menyenangkan bahkan sangat membahagiakan, aku ingin masa masa itu kembali lagi aku ingin bersama dengan ke 3 abang ku ingin tertawa bersama bahagia bersama bercanda bersama bahkan melewati suka duka bersama sama. aku ingin merasakan itu lagi. aku ingin kembali ke masa itu. masa di mana aku dan para abang ku bahagia tanpa ada permasalah apapun. abang aku kangen tapi di lain sisi aku juga tak bisa meninggalkan abang angkat ku begitu saja. mereka yang sudah menolong ku waktu itu menyadarkan ku dari perbuatan dosa itu, lalu bahagia perasaan ku saat ini benar benar kacau sangat kacau aku tak bisa berfikir lagi bagaimana cara keluar nya aku tak tau. aku benar benar bingung di buatnya sangat bingung, aku menyimpan kembali HP ku di atas lemari sebelah tempat tidur ku. aku membuka laci kecil di sana ku ambil buku diary kecil yang sudah aku letak kan di sana. aku menuliskan sebuah pengakuan dari dalam hati ku


diary ku


abang......


walaupun abang sudah melukai ku namun aku tidak bisa untuk tidak memaafkan mu, diri ku masih tak ingin berpisah dengan mu. diri ku masih sayang pada sosok abang yang sudah banyak memberikan kebahagiaan ke padaku. lantas hati ku saat ini sedang tidak baik baik saja pikiran ku saat ini sedang tidak tenang bagaimana caranya agar aku bisa melewati ini, aku rindu abang rindu abang yang dulu selalu ada untuk ku rindu abang dimana abang dulu pernah memeluk tubuhku yang kecil ini mencium kening ku dan mengelus jilbab ku, aku kangen semuanya aku ingin abang di sini.


dan mencurahkan nya di sana, aku kembali duduk di atas tempat tidur membiarkan kaki ku menyentuh lantai, dan merebahkan tubuhku. aku menatap langit langit dinding kamar ku, cahaya rembulan malam masuk melewati cela dekat jendela kamar ku, cahaya itu berhasil membuat ku mengingat semuanya membuat ku kangen pada sosok abang dan kangen pada kamar ku yang dulu aku kangen dengan semua itu


karena hari juga sudah malam, mata ku juga sudah sangat berat dan akhirnya aku tidur dengan posisi kaki tetap menyentuh lantai, tak tau siapa kah yang akan mengubah posisi tidur ku nantinya.

__ADS_1


#daehan pov#:)


sekarang pekerjaan kantor ku sudah selesai aku berniat untuk melihat adik perempuan ku di kamar apa kah dia sudah tidur apa belum, aku berjalan menaiki tangga satu demi satu anak tangga sudah ku naiki, aku sampai di depan pintu kamar adik ku itu, aku mengetuk nya tiga kali namun tidak ada sahutan ku pegang pengait pintu kamar nya dan ku dorong dengan pelan,"ternyata sudah tidur" gumam ku dalam hati. aku mencoba merubah posisi tidur adik ku itu, ku angkat dia dan ku letak kan dengan sempurna tidak lupa untuk ku selimuti dan ku cium keningnya dengan lembut"selamat malam adik mimpi indah yah jangan sedih lagi abang bakal selalu ada untuk adik" ucapan ku sebelum aku meninggal kan nya keluar.


aku berbalik badan meninggalkan adik ku tidur, membiarkan dia istirahat dengan baik dan tidur dengan nyenyak, aku keluar dari kamar nya dan langsung turun ke bawah ku dapati adik laki laki ku di sana, haru yah dia adik laki laki ku. dia sedang duduk di sofa sambil menyenderkan kepala nya di dekat senderan sofa aku menghampiri adik ku itu dan menanyakan hal padanya. aku pun mendekati ya


"dari mana dek?? kenapa baru pulang?? " tanya ku pada nya, aku pun duduk di samping dia


"lembur bang kerjaan di kantor banyak menumpuk, ada lagi permasalahan di tempat bend jadi pusing haru mikirkan nya" keluh bang haru


"yaudah sana istirahat udah malam, besok kalau masih pusing gak usah ke kantor biar abang aja kamu temanin adek di rumah yah" pinta bang daehan. bang haru mengangguk ngerti

__ADS_1


bang haru pun langsung pergi meninggalkan bang daehan sendirian di ruang keluarga. bang haru pun langsung berjalan menuju tangga dan pergi ke kamar nya. begitu juga dengan bang daehan dia pergi ke kamar nya dan tidur karena hari juga sudah malam.


__ADS_2