
keesokan paginya tepat pada pukul 5 subuh akupun bangun lebih awal dan melaksanakan sholat subuh.setelah itu akupun membangunkan Aurora yang terlelap tidur,diapun bangun dengan keadaan mata yang masih terpejam ku suruh dia untuk mandi dan sholat lalu ke bawah dia pun mengiyakan suruhan ku.dengan mata yang masih mengantuk dia tetap saja melaksanakan apa yang aku suruh karna itu sudah terbiasa buat dia.setelah selesai semuanya akupun turun ke bawah dan menuju dapur terlihat oleh ku bibik sedang memasak makanan buat kami sarapan entar pagi aku pun menyamperi bibik yang sedang masak
"bibik"panggil ku
"non,ada apa non kemarin"tanya bibik
"gak papa bik,narisya mau bantuin bibik aja"jawab ku
"tidak usah non, bibik bisa kok"tolak nya akupun tetap membantunya
walaupun aku sudah di larang bibik buat tidak membantu nya,tetapi aku tetap saja ingin membantunya.diapun senang aku bantu 15 menit kemudian datang lah ke 3 Abang ku dan tentunya Aurora mereka ber 4 pun ku suruh duduk di kursi meja makan dan aku pun menyusun makanan di atas meja dengan rapi dan menyuruh mereka buat makan.kami semua pun memakan makanan kami dengan sangat lahap,5 menit menunggu akhirnya kami kami pun selesai makan,akupun mulai membersihkan semua piring kotor tersebut dan di bantu oleh Aurora,pukul 6.45 aku Aurora dan bang Syah pun pergi ke sekolah di antr oleh bang Kenzo dan bang Aditya.tak membutuhkan waktu yang lama kami pun sampai di sekolah.dengan cepat aku Aurora dan bang Syah pun langsung turun dari mobil dan tak lupa untuk berpamitan dengan bang Aditya dan bang Kenzo.
setelah itu mereka berdua pun pergi berangkat ke kantor bang Syah pun pamit buat pergi ke kelas di luan akupun mengiyakan nya, sekarang aku dan Aurora sedang duduk di kantin sambil menunggu bel masuk kelas berbunyi,kebetulan bang Syah gak ikut gabung karna ada ada les tambahan katanya akupun mengiyakan nya.kini aku dan Aurora pun sedang sibuk membahas hal-hal yang menyenangkan bahkan sangking senangnya bercerita Aurora tak sadar ada seseorang yang datang pada kami berdua,seseorang itu adalah alan dan gege mereka pun menyapa kami berdua...
"Hay boleh gabung"katanya pada kami
"boleh boleh dengan senang hati"jawab Aurora
"apaan sih Ra entar bang Syah marah Giman?"tanya ku kesal
"gak bakal,udah gak papa duduk aja sini Gege alan"suruh Aurora mereka berdua mengangguk dan duduk
"narisyaa"panggil alan padaku
"hemm ada apaa?"tanya ku cuek
"nantik keluar main bisa gak bicara empat mata di taman sekolah?"tanya nya pada ku
"maaf aku tak bisa"tolak ku
"apa karna kamu sudah mempunyai pasangan"ucap nya
"tidak,namun aku tak mau saja kamu di pukul oleh Abang ku.abang ku sangat keras jika dia melihat ku jalan dengan laki laki aku akan di marahin ya dan laki laki itu akan di pukulnya aku tak tak mau hal itu terjadi"kelasku
"aku akan tetap menemui mu"ucapnya jelas
"terserah"kataku
akupun pergi ke kelas meninggalkan Aurora Gege dan alan di kantin,tanpa berbicara apapun.kemudian bel masuk kelas pun berbunyi semua orang pun masuk ke dalam kelas masing-masing dan pelajaran pun di mulai,di saat pertengahan belajar hidung ku mengeluarkan kan darah akupun panik dan bergegas meminta izin pada guru ke toilet guru kupun mengiyakan nya dan menyuruh ku agar cepat kembali.aku pun berlari ke kamar mandi,
"kenapa,harus sekarang,"gumam ku membersihkan hidung"arrrrrgggg...sakit auw kenapa sekarang sakitnya"gumam ku menggerang ke sakitan
kebetulan pada saat itu alan juga sedang permisi ke toilet,aku dan dia pun berpapasan di pintu kamar mandi namun aku tak pikir panjang akupun langsung melangkah dan meninggalkan dia,dia pun bingung dan masuk ke dalam kamar mandi.aku pun sampai di dalam kelas dan langsung lah aku duduk di bangku ku pelajaran pun di lanjut .30 menit kemudian bel istirahat berbunyi kami semua pun langsung pergi ke kantin namun aku memutuskan untuk tetap di kelas karna kepala ku emang benar"sangat sakit, Aurora pun langsung bertanya ada apa dengan ku,aku pun menggeleng bertanda aku baik"saja dan bodohnya dia mempercayai ku tapi aku melihat ada muka cemas di wajahnya namun aku meyakinkan dia bahwa aku baik"saja,
__ADS_1
terdengar olehku suara ribut-ribut di luar akupun langsung menoleh ke arah jendela,rupanya benar para cewek-cewek sedang mendekati Abang ku,dengan baju suiter coklat yang dia gunakan serta celana panjang dan sel yang melingkar di leher nya membuat ia sangat ganteng di tambah lagi bola mata yang berwarna hijau menyala serta rambut yang di tata sangat rapi,bang Syah pun berjalan ke arah ku.semua siswi pun pada iri pada ku bahkan ada yang menampakkan muka marah dan muka tak suka padaku,awal cerita anak-anak sekolah situ belum ada yang tau kalau aku adek nya bang Syah jadi wajar aja kalau mereka marah pada ku dan menilai kalau bang Syah ada lah pacarku padahal tidak,bang Syah pun langsung mendekati aku
"adek gak ke kantin?"tanya nya padaku
"gak bang,"jawab ku tersenyum
"apa kepala adek sakit lagi?"tanya nya cemas
"hmmm iya bang,"jawab ku
"yaudah ayok kita pulang,hari ini kalian semua pulang cepat.dan adek ayok kita ke rumah sakit"ajak bang Syah aku pun mengangguk
"ayok Aurora pulang"ajak bang Syah pada aurora.aurora pun mengangguk
kami bertiga pun langsung pulng,bukan pulang melainkan pergi kerumah sakit.begitu cemasnya bang Syah pada ku hingga menyuruh ku untuk pergi kerumah sakit,namun aku sangat senang karna bang Syah begitu pengertian pada ku.jarang rumah sakit dengan sekolah ku cukup jauh dan membutuhkan waktu 25 menit untuk sampai di sana.dan akhirnya kami pun sampai di rumah sakit,bang Syah pun langsung menyuruhku untuk turun begitupun dengan Aurora kami berdua pun mengangguk dan turun dari mobil.setelah itu kami pun masuk ke dalam rumah sakit tersebut dan menemui dokter spesialis kanker otak.setelah bertemu dokter itu akupun langsung di periksa nya,terlihat di wajahnya dokter itu sangat tampan
dokter itu sangat tampan,apa lagi ia mengenakan baju putih panjang ala"dokter,semangkin itu membuat dia sangat tampan.aku pun selesai di periksa,dokter itu langsung keluar dari ruangan ku dan mengajak bang Syah keruangan untuk berbicara 4 mata.bang Syah pun mengiyakannya dan mengikuti dokter itu keruangan nya.
skip-dalam ruangan dokter itu
"gimana dok keadaan adek saya sekarang,apakah penyakitnya tak bisa di sembuhkan?"tanya bang Syah cemas pada dokter itu
"lakukan yang terbaik buat adek saya dok,saya pengen adek saya sembuh saya tak ingin jika harus kehilangan dia"ucapnya memohon
"saya akan berusaha semaksimal mungkin,dan saya sarankan agar adek kamu tetap di rawat di sini"pinta dokter itu
"baik lah dok.adek saya akan di rawat di sini.klau gitu saya izin pergi"ucap bang Syah pergi dan dokter itu mengangguk
#BANG SYAH PUN KE RUANGAN KU#
"adek Abang kok sedih"ucap bang Syah yang tiba-tiba datang
"apa kata dokter itu bang?apa adek tak akan lama lagi?"kataku sedih
"hussttt gak boleh bicara kayk gitu,kamu bakal sembuh kok adek.kan Abang sudah janji akan buat kamu sembuh"semangat bang Syah pada ku
"adek takut bang Syah,adek gak mau kehilangan bang Syah dan Abang"adek yang lain"ucapku menangis bang Syah pun langsung memelukku
"cup"sudah yah sayang jangan sedih lagi.abang gak akan jauh jauh kok dari kamu"kata bang Syah menenangkan ku aku hanya menangis di dalam pelukannya
__ADS_1
"narisya sakit apa bang?"tanya Aurora yang tiba-tiba datang
"Aurora"kataku dan bang Syah kaget
"jawab,narisya sakit apa?jawab bang hiks hiks kenapa harus di sembunyikan dari Aurora?apa Aurora tak pantas mengetahui tentang keadaan narisya?jawab bang hiks hiks hiks Aurora ini sahabat narisya dari kecil, penderitaan narisya penderitaan Aurora juga,hiks hiks hiks jawab bang narisya sakit apa??"tanya Aurora menangis
"maaf dek,kamu gak akan kuat mendengar nya.narisya itu saat ini dia harus mengidam penyakit kanker otak stadium 4"jelas bang Syah dan itu emang benar benar membuat Aurora sok tak berdaya
"a a apa,gak gak mungkin,gak mungkin narisya sakit itu bang.abang bohong kan jawab bang Abang bohong kan hiks hiks hiks Abang bohong Iyah Abang bohong kan hiks hiks kata kan narisya bang Syah bohong kan Abang kamu bohong kan hiks hiks hiks hiks"ucap Aurora yang menangis seraya teriak
"Abang gak bohong dek itu kenyataan,dan Abang minta masalah ini tolong jangan kamu kasih tau ke siapapun ya"mohon bang Syah
"iya bang,kamu yang kuat ya narisya"semangat Aurora pada ku
"iya Ra makasih"jawab ku tersenyum
"yauda Ayuk pulang"ajak bang Syah dan kami mengangguk
kami ber 3 pun langsung pergi dari rumah sakit tersebut dan berjalan menuju rumah, sesampainya di rumah aku dan Aurora pun langsung berjalan ke kamar sedangkan bang Syah menemuin bang Adit dan bang Kenzo.entah apa yang di lakukan ke dua Abang ku itu,namun aku tak ambil pusing.
#skip-dalam kamar ku#
kini aku dan Aurora sudah selesai mandi dan juga sudah berganti baju,kini aku dan Aurora sedang duduk di atas balkon kamar ku,memandangi burung burung yang sedang berterbangan,dengan cerita Senda gurau kami bertawa dan bercerita bersama,ada banyak hal yang kami bahas mulai bahas soal Gege alan dan yang lain nya.mungkin Aurora suka sama Alan kalik,tapi aku tak mengusik nya dan tetap melanjutkan mendengar kan pembicaraan dia,ya walau aku bosen tapi aku tetap mengiyakan perkataan supaya dia senang.sementara itu di posisi bang Syah bang Adit dan bang Kenzo.mereka bertiga sedang sibuk rupanya memaikan PS di kamar bang Syah,dengar tertawa dan tersenyum mereka memainkan dengan seru dan adil sampai sampai mereka lupa kalau jam sesudah menunjukkan pukul 5 sore,tapi mereka tetap tak perduli dan terus asik bermain.aku yang merasa aneh pada mereka ber 3 pun langsung pergi menyamperi nya di kamar,benar saja mereka sedang sibuk memainkan PS itu,tanpa melihat ke arah jam dinding yang sekarang sudah menunjukkan kan pukul 17.45 dan waktu magrib pun sudah sangat dekat.aku pun memanggil mereka
"abangg!!!!!"kata ku marah
"apa dek,?"tanya mereka bertiga santai nya
"enak ya main game sampai lupa jam,tengok jam udah jam berapa itu"kata ku yang kini mulai emosi
"jam 17.45"jawab bang Adit santai
"oooh jam 17.45 ya,oooh mau adek banting PS tu ha,udah mau magrib Abang,mandi udah besar masih aja kayak anak kecil"kata ku marah"gak jelas
"iyaaa iya adek Abang yang bawellllllllllll 😝"ucap bang Kenzo mencubit pipi ku
"iiiiih nyebelin kali sih"kata ku geram dan berjalan ke kamar
"dasar Abang gak ada akhlak bisa'nya gak tau udah jam berapa iiih gerem banget punya Abang kayak gitu"celoteh ku pada saat sudah berada di dalam kamar
"ada apa narisya?"tanya Aurora keluar dari kamar mandi
"itu,si Abang asik main PS aja sampai gak ingat waktu sudah jam berapa."jawab ku kesal
__ADS_1
"nama nya juga cowok pasti lah pikirannya main terus apa lagi Abang kamu kan jomblo semua mana ada tu kepikiran cewek"goda Aurora tertawa
"hahaha iya juga sih"sambung ku tertawa