
"hey ada apa ini"ucap buk Vania guru wali kelas ku
"tidak ada apa apa buk"jawab Aurora
"roman kamu ikut saya sebentar,ada yang mau saya bicarakan pada kamu"pinta buk Vania
"baik buk,Aurora tolong jagain narisya bentar yah"pinta bang Syah pada aurora dan pergi
"iya bang"jawab Aurora
#BANG SYAH PUN PERGI BERSAMA GURU KU#
"silah kan duduk"pinta buk Vania
"iya buk,ada apa yah ibuk manggil saya ke sini?"tanya bang Syah bingung
"ini tentang narisya adek kamu"ucap buk Vania
"ada apa dengan adek saya buk?"tanya bang Syah yang semangkin bingung
"tadi alan dan gege sudah menceritakan semua kejadian waktu pingsannya narisya ke saya,dan dokter pun sudah kami panggil untuk memeriksa narisya,dan dokter mengatakan bahwa adek kamu mengidam sakit kanker otak stadium 4"jelas buk Vania yang membuat bang Syah bener bener sok
"a...apa,gak....ibuk bohong kan??adek...adek saya gak mungkin mempunyai sakit separah itu gak...gak mungkin"kata bang Syah tak percaya
"tapi itu kenyataan nya roman,jadi kamu harus sabar dan kuat"semangat buk Vania
bang Syah pun langsung pergi keluar dari ruangan buk Vania,ia kali ini benar benar kayak orang bodoh gak tau harus berkata apa,dia gak percaya bahwa adek yang dia sayang sebentar lagi akan pergi,"apa yang harus Abang bilang pada bang Adit dan bang Kenzo"gumam nya dalam hati,sedih di hati membuat dia tak berdaya,bang Syah pun berjalan ke UKS dengan muka lesu dan tatapan kosong dia melihat ku yang mesih berbaring lemah di atas beranka,tak tau harus apa yang ia buat saat ini dia benar-benar lumpuh akan kata kata nya dan dia emang benar benar tak berdaya,bang Syah pun mendekati aku...
"kalian bertiga bisa masuk ke dalam kelas"pinta bang Syah pada aurora Gege dan alan
"tapi bang Aurora masih mau temankan narisya"tolak Aurora
"biar Abang yang menjaga narisya,kalian bertiga masuk bel sudah berbunyi"pinta bang Syah tegas
"iya bang"jawab ketiga nya pasrah
#MEREKA BERTIGA PUN MASUK KE DALAM KELAS#
#SEMENTARA BANG SYAH MENEMANI KU#
"adek bangun hiks...hiks...kenapa harus kamu yang menahan sakit seberat ini,adek bangun hiks hiks Abang mohon adek hari kuat apa yang harus Abang bilang pada bang Adit dan bang Kenzo kalau tau adek sakit bangun adek,Abang tak berdaya saat ini melihat adek terbaring lemah di atas beranka Abang mohon bangun adek"tangis bang Syah memegang tangan ku
"Abang"panggil ku pada saat aku sadar
"adek,"sahut bang Syah
"Abang kenapa nangis?"tanya ku lemas dan tersenyum
"Abang gak mau kehilangan kamu adek,Abang takut adek pergi"ucap bang Syah yang membuat ku bingung
"Abang bicara apa sih?,kok ngomongnya gitu?"tanya ku bingung
"adek,jujur sama abng.selama ini apa yang adek sembunyikan dari Abang,jujur adek"ucap bang Syah
"ma maksudnya bang?"tanya ku bingung
"buk Vania bilng adek menderita kanker otak stadium 4 adek"kata bang Syah menangis
"a. apa,Abang bohong kan bang,Abang bohong kan,gak mungkin bang,gak mungkin"tangis ku kini pecah
"adek pasti sembuh Abang janji adek bakal sembuh Abang janji sama adek Abang akan buat adek sembuh biar kita bisa ngumpul bareng bang Aditya dan bang Kenzo lagi"ucap bang Syah memeluk ku
"Abang tolong jangan kasih tau soal ini ke bang Adit dan bang Kenzo yah,adek gak mau mereka sedih"kataku
"tapi dek..."
"adek mohon bang,adek janji sama Abang adek akan sembuh adek janji sama Abang"kataku menangis
"baik lah,Abang akan merahasiakan ini semua dari bang Adit dan bang Kenzo"jawab bang Syah
"yaudah ayok adek kita pulang,kamu harus istirahat,Abang tadi sudah mempermisi kan kamu sama buk Vania"ajak bang Syah
"iya bang"jawab ku
__ADS_1
#AKU DAN BANG SYAH PUN PULANG#
Selama di perjalanan aku hanya termenung di dalam mobil memikirkan apa yang barusan terjadi,aku tak tau kenapa aku harus menanggung semua ini,aku bakal pergi?atau aku tak akan bersama dengan ke 3 Abang ku lagi?sempat itu yang keluar di pikiran ku,dan tak terasa kami berdua telah sampai rumah,aku pun segera menghapus air mata ku dan turun dari mobil begitupun dengan bang syah,kami berdua pun masuk dalam rumah
"assalamualaikum"kata ku dan bang Syah bersamaan
"waalaikumsalam"jawab kedua abangku
"cepat banget pulangnya?"tanya bang Adit
"hmm tadi di sekolah ada rapat bang jadi kami pulang cepat"jawab bang Syah berbohong
"adek kamu kenapa?kok diam aja"tanya bang kenzo
"gak papa bang,adek ke kamar di luan yah bang"ucap ku pergi ke kamar
"narisya kenapa Raimon?"tanya bang Adit tegas
"hmm narisya gak kenapa kenapa bang,dia cuman lagi gak mood aja tu karna gak Roman beliin es krim"kata bang syah terkekeh
"Oalah yaudah sana ganti baju habis tu kita pergi makan di luar"ajak bang Kenzo
"siap bos ku"jawab bang Syah pergi ke kamar
#SKIP-DALAM KAMAR KU#
saat ini aku emang benar benar terpuruk dan tak berdaya karna tak tau apa yang harus aku buat,kenapa aku harus di beri cobaan seberat ini,bagaimana jika aku pergi?bagai mana jika aku tidak akan berkumpul dengan ke 3 Abang ku?sempat pikiran negatif itu keluar di pikiran ku,aku pun menangis sejadi-jadinya,aku hanya bisa menangis dalam diam dan tak bersuara entah apa yang aku rasakan saat ini,yang pasti aku benar-benar tak berdaya,tubuh ku kaku bibir ku bisu tak ada satu ungkapan yang bisa aku ucap kan rasanya aku benar-benar mati rasa.terdengar oleh ku suara bang Adit mengutuk pintu kamar ku,dengan cepat akupun menghapus air mata ku dan berjalan ke arah pintu...
"bang Adit,ada apa?"tanya ku
"adek kenapa nangis?"tanya bang Adit heran
"hehe gak papa Abang,adek gak nangis cuman tadi kelilipan debu aja.pas mandi tadi"jawab ku bohong
"ooh kirain tadi adek nangis,oh Iyah adek siap siap lagi kita akan makan di luar"pinta bang Adit
"beneran bang?"tanya ku lagi
"siap Abang"jawab ku
akupun langsung bersiap siap.tak membutuhkan waktu yang lama akhirnya aku selesai bersiap.akupun langsung turun ke bawah menemui ke 3 Abang ku.dan ternyata benar saja mereka sudah menungguku sejak 5 menit yang lalu begitu lah kayaknya,akupun langsung mendekati ke 3 Abang ku yang sedang duduk di sofa menunggu ku...
"Abang Ayuk pergi adek udah siap"kataku pada saat sudah sampai di dekat mereka
"Iyah adek,yaudah Ayuk"ajak bang Kenzo lagi
"iya"jawab kami semua bersamaan
kami ber 4 pun langsung masuk ke dalam mobil dan bang Adit pun segera menjalankan mobilnya di atas rata-rata,semasa di dalam mobil aku tak banyak bicara,aku hanya sibuk memandangi pemandangan dari dalam mobil,hingga hal itu membuat para Abang ku bingung ada apa dengan ku?pertanyaan itu pasti ada di pikiran Abang ku,karna yang mereka tau aku itu orang yang ceria dan anti yang namanya galau galau an.hingga seketika bang Kenzo bicara...
"adek,kenapa diam?"tanya bang Kenzo
"hemmm,gak kok bang.adek lagi lihatin pemandangan di luar sana bangus banget"kata ku berbohong
"adek yakin?"tanya bang Adit
"iya Abang adek yakin."jawab ku memastikan
"adek,adek jangan terlalu banyak pikiran entar sakit nya kambuh"kata bang Syah yang membuat ke 2 Abang ku terheran-heran
"sakit?kambuh? maksudnya, maksudnya apa roman?"tanya bang Adit
"narisya sakit apa?"tanya bang Kenzo lagi
"aduh keceplosan lagi"dalam hati bang Syah
"emm anu bang itu emm maksudnya roman tu sakit hati nya adek haha iyh sakit hati karna gak di beliin es krim"jawab bang Syah berbohong dan tertawa
"ha Iyah"bang bener tu kata bang Syah"lanjut ku
"hemm ok deh kalau emang kayak gitu"balas bang Kenzo
"adek,kalau kamu sakit kamu cerita sama Abang yah.kami semua gak mau kalau sampai kehilangan kamu.kami gak mau adek yang kami sayang pergi,adek kami semua sayang sama adek,jadi apapun malas nya nantik kita akan hadapi bersama sama.jadi adek gak perlu cemas atau takut karna adek gak sendiri adek punya kami"ucap bang Adit yang membuatku hampir menangis
__ADS_1
"hemm iya bang"jawab ku
Abang ku hanya membalasnya dengan senyuman.20 menit di perjalanan akhirnya kami pun sampai di tempat.tempat yang kami tuju yaitu restoran yang mahal,yah Abang ku emang begitu orangnya,suka memanjakan aku pada hal aku sudah besar tapi bagi mereka aku seperti bayi yang baru besar.kami pun langsung turun dari mobil dan masuk ke dalam restoran itu,kami pun menduduki bangku nomor 034 dekat jendela.pemandangan di luar jendela sangat lah bagus dan indah di tambah lagi hembusan angin yang membuat suasana menjadi sejuk.bang Aditya pun langsung memesan makanan, 15 menit menunggu akhirnya makanan kami pun datang.dan kami pun langsung memakan makanan kami dengan lahap tak ada satu katapun yang keluar dari mulut kami hanya ada suara dentuman sendok dan piring yang beradu.tak lama dari itu kami pun selesai makan,dan berniat untuk pergi ke minimarket,tapi sebelum itu bang Kenzo membayar makanan yang kami makan tadi.sedangkan aku dan ke 2 Abang ku pun menunggu di dalam mobil.setelah bang kenzo selesai membayar,kami pun langsung pergi ke minimarket,sekitar 10 menit perjalanan akhirnya kami sampai di minimarket,kami pun langsung turun dari mobil dan masuk.setelah berada di dalam kami pun langsung memilih beberapa barang yang di perlukan,tak mau kalah aku pun mengambil es krim yang ada di minimarket itu hampir semua aku membelinya namun di larang oleh bang Kenzo alasannya takut entar aku sakit lagi,itu lah yang di ucapkan bang Kenzo pada ku akupun mengangguk mengerti.karna semua barang sudah terkumpul kami pun langsung membayar nya ke kasir,bang kasir pun langsung menghitung semua barang yang kami pilih tadi,"semua totalnya 500 kak"itu lah kata bak kasirnya.bang Aditya pun langsung mengeluarkan beberapa uang seratus dan membayar nya,setelah itu kami pun pulang kerumah.kini hari pun sudah sore dan jam juga sudah menunjukkan pukul 5 sore,akupun bergegas mandi.malam hari pun tiba,kini aku sedang asik duduk di atas balkon kamar ku sambil menatapi bintang"yang ada di langit."indahnya"gumam ku membuang nafas lega dan menutup mataku menikmati sejuknya angin malam.di saat aku sedang asik menikmati sejuknya udara malam,aku di kagetkan dengan tangan lembut memegang kepala ku,akupun membuka mataku"bang Syah"kataku pada saat aku menoleh ke arahnya.dia pun langsung duduk di samping ku dan menyenderkan kepalanya di bahuku.
"cantik bukan bintang di langit"katanya
"iya bang"jawab ku
"sama cantiknya kayak adek Abang yang manja ini"ucap bang Syah
"hihi Iyah dong siapa dulu.adeknya bang Syah"ucap ku pedenya bang Syah pun tersenyum
"oh iyh bang,bang Aditya sama bang Kenzo mana?"tanya ku lagi
"ada tu di bawah lagi sibuk masak untuk makan entar malam"jawab nya
"bang kok gak bantuin?"kataku lagi
"Abang di suruh bang adit manggil adek,tapi karna adek lagi sibuk duduk di balkon yaudah abng ikutan"jawabnya
"ooh Abang ini"kataku tertawa
tiba"hp kupun berbunyi,tertera di sana "SAHABAT BAWEL"yah itu lah Aurora dia yang menelpon ku,dengan cepat aku pun mengangkatnya
"hallo Ra ada apa?"
"narisya dirumah gak?"
"Iyah ni narisya lagi di balkon kamar sama bang syah.kenapa Ra?
"Aurora nginap di rumah narisya boleh,soalnya ortu Aurora lagi pergi ke luar kota"
"yaudah aku jemput di mana?"
"di dekat cafe aja"
"oke narisya otw tunggu situ yah"
"siap buk bos"
tuttttt...telpon pun mati
"siapa dek?"tanya bang Syah
"Aurora bang,dia mau nginap dirumah kita bolehkan bang?"tanya ku
"boleh sayang"jawabnya tersenyum
"hihi makasih Abang,yaudah bang adek mau jemput dia dulu yah"kataku namun di halang oleh bang Syah
"Abang ikut,Abang gak mau kamu kenapa"apa lagi hari sudah larut malam"pintanya tegas
"hemm.. ok Abang"kataku
kami berdua pun turun ke bawah menemui bang Adit dan bang Kenzo
"Abang"panggil ku
"iya adek kenapa?"tanya bang Adit
"bang adek jemput Aurora dulu yah dia mau nginap di rumah kita bolehkan Abang"ucap ku memohon
"udah malam adek,nantik kalau kamu kenapa"di luar gimn"tegas bang Kenzo
"adek pergi sama bang Syah bang"kataku sedih
"yaudah hati" yah jangan lama-lama soalnya Abang dah masakin makanan kesukaan kalian"ucap bang Adit akupun tersenyum bahagia
"ok Abang yaudah kami pergi dulu yah Abang,daaa Abang"ucap ku dan bang Syah pergi
"daaa adek"jawab ke 2 Abang ku
aku dan bang Syah pun langsung menuju garasi mobil dan kami pun masuk dalam mobil.bang Syah pun mulai menjalankan mobilnya dengan kecepatan sedang,selama di perjalanan aku dan bang Syah pun berbicara dan bersenda gurau kadang kami membahas hal-hal yang membuatku bahagia,hingga aku melupakan tentang penyakit ku,bagus sih jadi aku gak terlalu sedih memikirkan nya,15 menit kemudian akhirnya aku dan bang Syah pun sampai di caffe yang aku dan Aurora janji kan tadi.aku dan bang Syah pun langsung masuk ke dalam caffe tersebut sudah terlihat oleh ku Aurora sedang duduk sambil memainkan barang pipih di tangannya(hp).aku dan bang Syah pun langsung menghampiri nya,dan langsung mengajak dia pulang kerumah ku dia pun mengiyakan dan kami pun pulang kerumah, sesampainya kami di rumah aku membantu dia Mambawa barang ke kamar ku, sedang kan bang Syah membantu bang Adit dan bang Kenzo menyiapkan makanan,setelah selesai aku dan Aurora pun langsung turun ke bawah kami pun melaksanakan makan malam bersama,tidak ada kalimat apapun yang keluar dari mulut kami hanya ada suara dentuman sendok dan piring beradu,kami pun selesai makan setelah itu aku membantu Abang ku membereskan nya serta Aurora membantuku.10 menit kami pun selesai membereskan semuanya dan memutuskan untuk tidur.bang Aditya pun menyuruh ku untuk tidur dan hp ku di ambil olehnya karna takut jika aku megang hp aku tak akan tertidur itu lah larangannya.namun aku tak sedih karna dari situ lah aku tau bahwa abng"ku sangat sangat menyayangi ku
__ADS_1