
"maaf ya sobat setia author baru update, karena author kemaren lagi sakit, ini udah lumayan sembuh jadi bisa update lagi☺.!!!!!
"setelah menempuh perjalanan yang lumayan lama, akhirnya kirana dan nana tiba dikampung halaman mereka. rasa rindu yang sudah lama mereka pendam membuat mereka sangat menikmati indahnya hamparan hijau terbentang kuas didepan mata, yaitu persawahan dimana dulu kirana sering membantu ibu sewaktu masih tinggal dikampung sebelum pergi merantau. akhirnya kirana dapat menikmati keindahan itu lagi.
"haaah... akhirnya kita sampai juga na, rasanya aku udah ngak sabar ingin lihat keluargaku!. ucap kirana pada sahabatnya nana.
"iya na, aku juga udah nggak sabar pengen ketemu papa sama mana aku! balas nana.
"yuk.. ! kita lanjut jalan lagi. ! ajak kirana.
"oke.... !balas nana singkat, mengiyakan ahakan kirana.
"kirana dan nana melanjutkan perjalanan mereka menuju perkampungan tempat keluarga mereka masing-masing tinggal. karena angkot yang mengantar mereka tadi tidak bisa masuk ke perkampungan, karena jalan yang sempit. makanya kirana dan nana hanya bisa berjalan kaki menuju rumah mereka masing-masing. "sekitar 20 menit akhirnya kirana dan nana tiba-tiba dirumah mereka masing-masing.
"tok.. tok.. tok... !suara ketukan pintu yang di lakukan kirana membuat sang penghuni segera membukakan pintu tidak lain adalah adik kirana yaitu karin.
"kak kirana!... seru karin kaget yang melihat kakanya kirana tiba-tiba ada didepan rumah mereka.
"syalom... adikku sayang? ucap kirana pada karin dengan senyuman yang sangat mengembang.
karin langsung berhambur kegirangan memeluk kirana, karin tidak menyangka kakak yang baru di hubunginya belum lama ini, kini tiba-tiba sudah ada di hadapannya, dengan setetes air mata jatuh dari pipi mulusnya karena rindu yang sangat dalam pada kakak tercintanya. "kirana membalas pelukan karin dengan rasa sayang yang dalam dan tulus, karena menang selama kirana merantau ke Jakarta , karinlah yang memikul tanggung jawab keluarga dikampung selama ini, apalagi mengurus mana mereka yang lagi sakit.
"mama nana, rin? tanya jurana sambil melepas pekukannya dari adiknya itu.
"mama ada di kamar nya kak, mungkin sekarang lagi tidur, soalnya baru karin kasih makan obat siang ini... !jawab karin memberitahu.
__ADS_1
"ya udah, kakak kekamar nama dulu ya? kakak juga sangat merindukan mama.. !"oh iya, ivan dan tara kemana? tanya karin atas keberadaan kedua adiknya sebelum masuk kedalam kamar tidur mamanya.
"ivan dan tara lagi ada disawah kak, jaga padi kita kak, soalnya banyak sekali 🐦burung yang harus diusir agar pagi kita tidak terlalu banyak dimakan.. !jawab karin pada kirana.
"ohhh... ucap kirana mengerti atas jawaban karin. (maklum ya sahabat novel toon yang setia soalnya kan kalau disawah itu kalau lagi proses pembuahan sebelum dipanen padinya harus dijaga, biar nggak habis dimakan 🐦 burung.)
"setelah mendengar jawaban karin, kirana segera masuk keruangan tidur mamanya, kirana menghampiri sang mama yang tertidur pulas.disana tampak berbaring wanita paruh baya berwajah pucat sedang tertidur pulas, mungkin pengaruh obat yang habis diminumnya. " kirana menyentuh tangan mamanya yang kurus setelah dia tinggal merantau, dulu tubuh mamanya tidak sekurus yang dia temui sekarang.
"mama..,!! bagaimana keadaan mama sekarang? maaf ma , baru sekarang kirana bisa pulang untuk lihat mama. ucap kirana pelan dengan wajah sendu sambil menatap wajah mamanya yang tertidur.
" seandainya kirana tidak pergi merantau, mama mungkin tidak akan sakit begini ma.....! ucapnya lagi sambil mengelus lengan mamanya dengan lembut.
"sentuhan lembut kirana ternyata membuat mamanya terbangun. " mamanya yang terbangun perlahan membuka matanya yang sayu menatap kearah kirana.
"kirana... kamu pulang nak? ucap mama kirana pelan. karena keadannya yang lemah, kirana langsung membantu mamanya untuk duduk bersandar di dinding tempat tidur sederhana milik mananya.
"pekerjaan kamu gimana nak? tanya mamanya lagi mengkhawatir kan pejerjaan kirana.
" nggak apa-apa ma? kirana hanya cuti ma, karena perusahaan memberikan cuti untuk kirana, dan nana juga ikut cuti ma! jawab kirana menghilangkan kekhawatiran mamanya.
"ohh.. begitu,mama pikir kamu nggak balik lagi kejakarta. ucap mamanya lemah.
" kirana hanya libur dia minggu ma, setelahnya harus kerja lagi, jadi tiga hari sebelum kirana masuk kerja harus udah balik lagi ke Jakarta ma.... ! jawab kirana menjelaskan pada mamanya.
"sini ! kamu duduk di samping mama, soalnya mama rindu sekali sama kamu nak, nama mau peluk kamu....! ucap mamanya memerintahkan kirana mendekat ke sisinya.
__ADS_1
"iya.. ma... kirana juga kangen sama mama... !balas kirana manja sambil memeluk mamanya melepas rindu yang sudah lama tidak bertemu.
"selama kirana liburan di kampung, tugas utamanya hanya merawat mamanya agar sembuh, kirana tidak bosan bosannya memperhatikan segala kebutuhan mamanya, kirana juga tidak lupa untuk mengurus segala keperluan adik-adiknya seperti dulu. karena terlalu sibuk kirana sampai lupa untuk memberi kabar pada Rama, bahwa sekarang dia lagi tidak ada dijakarta. "Rama yang juga sedang sibuk di Singapura mengurus masalah keadaan mamanya yang sudah sangat kritis, juga tidak sempat menghubungi kirana.namun karena keadaanya yang lagi pusing, Rama duduk di kursi tamu di sisi tempat tidur pasien meraih handphonenya, Rama teringat akan Kirana yang sangat ia rindukan, Rama memutuskan untuk menghubungi kirana, belum sempat Rama menekan tombol panggil tiba-tiba tubuh mamanya kejang-kejang, Rama panik tampa sadar menghemoaskan handphonenya dilantai. Rama segera menekan tombol darurat memanggil dokter. dokter pun segera tiba di ruangan mamanya Rama, dan dokter segera melakukan tindakan pertolongan, namun sayangnya dokter tidak bisa menyelamatkan nyawa wanita paruh baya itu.
"maaf..., Rama! aku sudah melakukan semampuku namun nyawa mamamu sudah tidak tertolong lagi. !! ucap sang dokter membuat Rama berteriak histeris tidak yakin atas kepergian orang pertama yang sangat dia sayangi, wanita yang sudah melahirkannya.
""mama...... bangun ma... ! jangan tinggalkan Rama ma..... Rama masih menginginkan mama disisi Rama, melihat Rama menikah ma.... dan melihat cucu-cucu mama nanti.... jangan tinggalkan Rama ma.... ucap Rama didalam tangisnya yang tidak henti-hentinya!, sang dokter yang ada di samping Rama mengelus punggung Rama, dan mengucapkan kata-kata penenang hati , hingga akhirnya Rama sedikit lebih tenang walau air matanya tetap tidak mau berhenti, melihat tubuh mamanya yang tidak lagi mengenakan selang -selang pembantu keselamatan mamanya yang kini tudak lagi bernyawa. Rama mencari handphonenya yang ia lempar begitu saja ke lantai, beruntung benda tipis itu masih bisa digunakan, Rama segera memberitahukan papanya, akan kepergia nananya untuk selama-lamanya.
"hati papanya juga hancur setelah mendengar kabar dari Rama, dan langsung memesan tiket ke Singapura untuk menyusul Rama dan istrinya yang sudah meninggal.
"sementara di kampung kirana merasa ada sesuatu yang menggangu perasaannya yang tidak merasa enak. "seperti telah terjadi sesuatu tapi, entah apa jirana tidak tahu hingga kirana kepikiran Rama.
"bagaimana kabar bang Rama ya? apa dia baik-baik saja ya.. ?! kenapa perasaanku tidak enak begini !. gunam kirana pelan agar manabya tidak mendengar, agar tidak menggangu istirahatnya.
"kirana meraih handphonenya, kirana langsung mencari nama rana dan menekan tombol panggil. namun sampai tiga kali panggil, Rama tidak mengankat handphonenya, hingga membuat perasaan kirana jadi gelisah tudak karuan.
"Apa yang telah terjadi padamu bang Rama... kenapa kamu tidak mengankat handphonemu?? gunamnya berkali - kali sambil bolak balik didalam kamar mamanya.
""perasaan kirana yang sedang tidak enak, membuatnya lelah hingga akhirnya tertidur di sofa tua yang ada di kamar tidur mamanya." ya kalau kita memang sudah cinta, perasaan kita rasanya seperti terhubung, apapun terjadi terhadap pasangan kita seakan kita ikut merasakan nya.
"begitu jugalah yang dirasakan kirana".
****bersambung****
jangan lupa 😄 ya... like dan komennya
__ADS_1
biar author tambah semangat nihhh... apalagi baru sembuh dari sakit jadi butuh semangat dari teman 👬👬👬👬semua.
*****Terima kasih*****