"Cinta Tak Berbalas"

"Cinta Tak Berbalas"
"Cinta yang tersimpan, jauh dalam lubuk hatiku"


__ADS_3

Bab : 6


"Rama pov:


"" pagi ini aku bangun sangat pagi, mengingat diriku akan menggantikan posisi papa di perusahaan keluarga yang telah ku setujui setelah papa membujuk ku. "


"Aku memang telah berjanji sama papa, kalau aku sudah lulus kelak dari studiku,aku mau menggantikan posisinya di perusahaan, tapi bukan secepat ini !".


"namun papa, berhasil membujukku untuk hadir lebih awal diperusahaan, hari ini adalah hari pertamaku masuk keperusahaan, menjabat sebagai seorang CEO bukanlah hal yang mudah, seperti pemikiran orang-orang diluar sana. "namun kenyataannya seorang CEO itu, bukanlah pekerjaan gampang yang notabene nya harus menjaga wibawa, penampilan, tepat waktu, mampu mengatasi masalah agar tidak menjatuhkan nama perusahaan, dan yang paling menyedihkan kebebasanku pasti terbatas".itulah yang selama ini membuatku banyak alasan pada papa, agar kebebasanku tidak diambil !. "namun papa tetap ngotot hingga akhirnya aku menyerah dengan satu syarat. "jika masalah dikantor papa bisa ikut campur namun masalah pribadiku aku berhak memutuskan. "karena papa setuju akhirnya ku ikuti maunya, untuk jadi penerusnya. "Aku juga mengerti perasaan papa, mungkin karena aku satu-satunya putra papa yang bisa menggantikannya.


""Hari ini ku langkahkan kakiku di pintu masuk kantor, setibanya di lobi kantor semua mata yang ada disana tertuju padaku, perasaanku grogi dan juga kaku., Aku tidak tahu harus menentukan sikapku seperti apa?." Apakah Aku harus seperti CEO yang pada unumnya!"yang pembawaanya kaku, kejam,dan juga cuek, tapi hatinya bagaikan malaikat,. !" Atau aku harus bersikap seperti diriku saja yang kata orang ramah, baik, tapi susah senyum "entahlah.. aku sibuk dengan pikiranku sendiri yang tampa sadar ternyata sedari tadi resepsionis itu telah bertanya padaku yang membuatku sadar akan lamunanku, !".


"" selamat pagi pak ?!" sapa resepsionis itu dengan sopan seperti pada umumnya.


""Ada yang bisa saya bantu pak, ? tanyanya lagi, hingga aku fokus kembali akan tujuan kehadiranku di perusahaan ini.


""Tolong antarkan saya keruangan CEO!" jawabku datar tapi lembut tampa senyuman. "ya seperti itulah aku.


"" Apa bapak mau bertemu, bos kami ya pak ? tanya resepsionis itu kembali sambil menatap sosok Rama yang tampan, yang saat ini ada dihadapannya.


"" Tidak, aku hanya menyuruhmu mengantarkan saya keruangan CEO itu saja !. ucap Rama dengan nada perintah.

__ADS_1


""maaf Pak, tapi pak bos sedang tidak ada di ruangannya, mungkin bapak bisa datang lain kali saja. balas resepsionis itu menjelaskan.


"Oh iya, aku sampai lupa, kalau mereka tidak tahu kalau aku sudah menggantikan posisi papa, apalagi kan mereka tidak mengenalku , soalnya aku tidak pernah menemui papa dikantor ini, walaupun papa memintameminta , "."Rama.. Rama.. otak loh dimana sih, ya jelaslah nih resepsionis nanya kamu terus kan, mereka ngak tahu kalau kamu itu pewaris dari Aditya group, gumamku pelan, agar resepsionis yang dihadapanku tidak mendengar.


"maaf Pak, ada lagi yang bisa saya bantu ? tanya resepsionis itu kembali pada Rama.


"saya diperintahkan bos kalian datang kesini untuk mengambil berkas diruangannya, kamu bisa telepon bosmu memastikan katakan saja nama saya Rama. !!.. "jawab Rama bebohong


"resepsionis itu kembali kemeja resepsionis dan langsung menelepon bosnya. "


"Aku ko begok banget sih.. kan cuma bilang aja kalau aku ini putranya papa, yang menggantikannya jadi CEO yang baru.., kemana sih otak gue?


"tapi baguslah mendingan mereka tidak mengenalku, agar aku bisa bergerak dengan bebas secara kan aku belum mengenal perusahaan ini dengan baik, dan juga para karyawannya. "lebih baik aku rahasiakan dulu daripada orang jadi heboh, apalagi kan aku tampan, pewaris lagi nanti para cewek-cewek diperusahaan ini jadi tergila-gila lagi!. gumam Rama sombong pada dirinya sendiri dengan menyunggingkan senyum tipis dibibirnya.


"pak Rama memang tampan, CEO lagi, tapi kenapa tadi dia tidak ngomong langsung aja yah, aku jadi serba salah nih gara-gara pak bos tadi bilang kalau pak Rama itu putranya. aduh gimana nih jadi gugup gini,! "ucap resepsionis itu dalam hati.


"maaf Pak ,saya tidak tahu kalau Bapak itu CEO baru diperusahaan ini menggantikan ayah bapak. pak bos tadi sudah memberitahukan kepada saya, kalau bapak pemimpin baru di perusahaan ini.ucap resepsionis yang bernama mira itu kepada Rama.


"tapi, kenapa bapak tadi tidak jujur saja ?"ucap resepsionis itu lagi.


"ya sudah, tidak apa-apa tapi kamu tidak usah ngomong kepada siapapun, cukup kami aja yang tahu dan asisten papa saya, mengerti ! ucap Rama menegaskan dengan datar. "

__ADS_1


"baik Pak saya mengerti !"balas resepsionis itu sambil menundukkan kepalanya memberi hormat kepada Rama.


"ya, udah sekarang kamu antar keruangan saya, jangan sampai nanti semua orang tahu, ucap Rama sambil melirik sekelilingnya yang mulai ramai akan kehadiran para karyawan yang hendak melakukan pekerjaan mereka masing-masing.


" mari pak, ucap resepsionis itu sambil melangkahkan kakinya menuju lift untuk naik ke lantai 20 karena ruangan CEO ada disana, memang bukan lantai tertinggi tau cukuplah untuk menikmati indahnya langit biru dari balik kaca jendela diruangan itu.


"setiba diruangan resepsionis itu langsung meninggalkan Rama sendirian disana, Rama memutari ruangan itu dengan seksama sambil memperhatikan satu demi satu isi dari ruangan itu, disana dia melihat bingkai fhoto keluarganya, dengan senyum yang tulus Rama mengangkat fhoto itu menyentuh salah satu wajah yang ada disana, ya, itu wajah mamanya yang sangat dia rindukan" wajah yang cantik dan menawan, sekarang sedang masa pengobatan di luar negeri,tepatnya di Singapura. "mamanya mengidap penyakit kanker rahim stadium 4, penyakit itu datang setelah Rama dilahirkan, yaitu setelah Rama berusia 3 bulan. "itu sebabnya Rama tidak memiliki saudara, karena memang papanya melarang mamanya untuk menghindari kemungkinan merenggut nyawa mama Rama.


"Ma..., Rama kangen sama mama,! ucapnya sambil menyentuh wajah mamanya yang ada di fhoto.


"tampa terasa sebutir cairan bening jatuh dari pelupuk matanya.


""karena kesetiaan papanya lah terhadap mamanya,yang membuat Rama, sampai detik ini setia dan menyimpan cintanya untuk kirana. ! "Rama menyimpan cinta untuk kirana jauh di dalam lubuk hatinya, sehinga kelak pertemuannya dengan kirana akan membuatnya sukarela membuka pintu hati itu, dan memberikan cinta yang utuh buat kirana. "bukannya tidak ada wanita yang dia kenal, bahkan terlalu banyak yang tergila-gila padanya apalagi sewaktu di kampus dulu. "namun setelah pertemuannya dengan kirana didesa dulu, membuat Rama jatuh cinta padanya dan tetap setia menanti sosok seorang Kirana didalam hatinya !. yang ternyata sang pujaan hati tidak lagi jauh darinya, bahkan sekarang mereka berada digedung yang sama meskipun tidak satu lantai., karena kira berada dilantai 2 tepatnya dibagian produksi.


"kapan aku bisa bertemu lagi denganmu kirana?"


"bagai mana kabarmu sekarang, apakah kamu masih mengingatku, atau hanya aku yang sangat merindukanmu"ucap Rama sambil meletakkan bokongnya dikursi empuk miliknya sekarang,. "setelah di puas memandang wajah mamanya di bingkai fhoto iu, dan meletakkannya kembali diatas mejanya, Rama teringat kembali akan Kirana, gadis cantik dan manis pujaannya. !


Author:


"harapan Rama, untuk bertemu kembali tidak lama lagi itu terjadi atas indmdiden yang terjadi di bagian produksi, karena kejadian ini berhubungan dengan Kirana."karena Rama sekarang Rama adalah seorang CEO maja setiap masalah yang ada di perusahaan harus menjadi tanggung jawabnya.... . "

__ADS_1


***bersambung......


__ADS_2