
"setelah kirana kembali lagi kejakarta, kehidupan Rama mulai kembali seperti bisanya, tidak banyak bersedih lagi. kehadiran kirana di sisinya seakan jadi candu baginya , Rama tidak pernah ingin jauh dari kirana baik itu di kantor atau diluar kantor kadang sikap Rama membuat papanya untuk berpikir melamar langsung kirana. namun karena takut Rama mengira papanya ikut campur untuk masalah percintaan Rama, akhirnya sanga papa pun pasrah menunggu anaknya bertindak.
"tok...tok...tok...suara ketukan terdengar dari pintu ruangan kantor Rama.
"ya..., masuk! ucap Rama mempersilahkan pemilik suara tersebut masuk.
"siang Pak, ada klien dari perusahaan Dermawan, ingin bertemu dengan bapak! ucap wanita yang menjabat sebagai resepsionis tersebut yang datang lansung keruangan Rama, karena memang Rama tidak memiliki sekretaris, kalau soal asisten juga masih belum punya jadi masalah asisten sementara di pegang oleh asisten papanya yang lama.
"ya, suruh aja langsung masuk! perintah Rama pada resepsionis itu.
"klien yang dimaksud pun memasuki ruang ceo. ternyata seorang klien wanita, cantik, seksi,kriteria wanita tersebut.
"selamat siang pak? ucap wanita tersebut sambil menatap kearah kursi kebesaran Rama.
"ya, selamat siang! silahkan duduk nona!" ucap Rama membalas sapaan wanita tersebut.
"tampan,bibirnya seksi! ternyata CEO dari perusahaan ini seorang pria tampan, hmmmm... untung papa nyuruh aku yang datang kesini, kalau nggak kapan lagi aku ketemu pria tampan ini. !huhhhhh.... !gunam wanita itu dalam hati sambil melepaskan napas dengan lembut agar tidak terdengar oleh Rama.
""perkenalkan pak, nama saya natasya dermawan, panggil saja natasya!" ucap tasya menyodorkan tangannya sebagai tanda perkenalan
"saya Rama, direktur di perusahaan ini, ! balas Rama menyambut tangan tasya dengan sopan.
""oh iya Pak Rama, saya perwakilan dari PT. dermawan, kedatangan saya kesini untuk membahas masalah kerja sama antara perusahaaan bapak dengan perusahaan kami, seperti yang sudah diberitahukan kepada bapak kemaren lewat telepontelepon, oleh sekretaris saya. ucap tasya menjelaskan maksud kedatangannya.
"oh, baik bu ! kita mulai aja pembahasannya...!! ucap Rama memulai pembahasan masalah kerja sama perusahaannya dengan "Dermawan group".setelah pembahasan kerja sama dirasa cocok, Rama dan tasya berjabat tangan tanda kerjasama di Terima mereka masing - masing .
__ADS_1
"oh ya pak Rama, untuk awal kerja sama yang baik, bolehkah kita makan malam bersama besok malam!? ucap tasya dengan lembut berharap Rama mengiyakan ajakannya.
"maaf,... bu tasya ! bukannya saya bermaksud menolak ajakan ibu,tapi mungkin lain kali bisa, tapi kalau untuk besok saya tidak bisa bu, karena saya sudah punya janji. balas Rama datar.
"oh! ya udah tidak apa-apa pak, tapi lain kali masih bisa kan pak Rama?" ucap tasya penuh harap. karena bagaimana pun tidak mungkin seorang wanita seperti tasya tidak tergoda akan ketampanan Rama, meskipun sebenarnya masih banyak pria diluar sana berharap mempersunting wanita seperti natasya, selain kaya, pewaris tunggal perusahaan papanya , cantik, seksi dan masih banyak lagi yang tidak bisa diutarakan satu persatu."ya...,namanya tasya,gadis berusia 23 tahun ini belum menemukan lelaki yang tepat seperti yang di inginkan nya. natasya masih ingin mencari seseorang yang menurutnya cocok dengan tipe pria hampir bisa dibilang sempurna menurut kriteria nya, namun karena belum menemukan lelaki yang pas untuk dijadikan pendamping hidupnya, natasya menolak semua lamaran dari anak rekan bisnis papanya. siapa sangka pertemuannya kali ini dengan Rama, membuat natasya memiliki harapan punya kekasih yang sangat memenuhi Kriterianya.
"ya, baiklah bu natasya pertemuan kita hari ini mudah-mudahan bisa menjalin kerja sama yang baik bagi perusahaan kita, karena saya masih ada pertemuan lagi, saya rasa cukup sampai disini dulu! ucap Rama tampa mengiyakan tawaran natasya.
"kalau begitu, saya pamit dulu pak Rama! ucap natasya undur diri sambil berlalu dari depan meja Rama menuju pintu keluar ruangan.dengan sedikit kesal karena respon Rama natasya keluar dengan wajah cemberut karena ajakannya tidak di tanggaou oleh Rama.
""setelah keoergian natasya dari ruangannya, Rama neraih ponsel dari saku celananya, dirinya segera membalas menghubungi sang kekasih pujaan hati siapa lagi kalau bukan kirana, wanita sederhana yang sudah mencuri hatinya sekitar dua tahun yang lalu. Rama menyunggingkan senyuman khasnya disaat kirana menjawab panggilannya.
"halo.... bang rama! ada apa bang nelpon kirana saat jam kerja gini? tanya kirana lembut sambil memperhatikan sekelilingnya, karena takut ada karyawan lain yang sedang memperhatikannya.
"abang kangen aja dengar suara kamu, kirana.. . ! "jawab Rama dengan suara sedikit manja.
"bang Rama ada-ada aja ahhh, bikin kirana mendengarnya geli tau.... ! balas Kirana dengan suara malu-malu.
"nanti pulang kerja kita makan malam bareng ya! ajak Rama.
"kan biasa nya juga gitu lohh bang?! balas kirana membuat Rama jadi tertawa 😄😄😄😄😄.
"ha... ha... ha... iya yach, kok abang jadi lebay gini yah? ucap Rama pada kirana yang jadi salah tingkah sendiri.
"bang Rama aneh deh, kok jadi ngak jelas gitu! perasaan abang itukan setiap hari juga datangnya bareng abang pulangnya juga bareng abang juga!?" ucap kirana polos.
__ADS_1
padahal Rama tahu sendiri akan sikapnya yang seperti itu, itu akibat jatuh cinta yang lagi mengebu-gebu, maklum baru pertama kali jatuh cinta jadi , salah tingkah sendiri.
"kalu gitu abang tutup teleponnua ya, jangan lupa tinggi abang nanti diparkiran ok !" ucap Rama mengakhiri pembicaraannya dengan Kirana.
"iya bang... ! balas Kirana lembut.
"Rama mematikan ponselnya dan meletakkanya diatas meja kerjanya, Rama disibukkan kembali dengan pekerjaannya yang penuh dengan berkas berkas penting perusahaan diatas meja kerjanya.
"tanpa terasa waktu berlalu dengan cepat, jam pulang kerja sudah tiba,seluruh karyawan bersiap untuk pulang ke tempat tinggal mereka masing-masing.
sementara Rama dan Kirana bertemu sesuai dengan janji mereka berdua tadi siang, sebenarya itu sudah jadi rutinitas Rama setiap hari semenjak kirana balik lagi kejakarta. hari ini dua insan yang sedang kasmaran itu duduk disebuah restoran sederhana menikmati makan malam mereka yang sudah disediakan pelayan restoran. karena memang sudah waktunya makan malam jadi Rama dan kirana dengan suasana hening menikmati makan malam mereka dengan lahap tampa ada rasa malu lagi diantara mereka berdua. setelah selesai makan malam Rama dan kiran keluar dari restoran menuju taman kota. Disana Rama berencana ingin melamar kirana untuk menjadi isterinya, Rama tidak ingin mengundur niatnya lagi untuk melamar kirana. takutnya nanti kirana keburu direbut pria lain, itulah yang ada pikiran Rama.
"setibanya ditaman kota Rama memarkirkan mobilnya, dan segera turun membukakan pintu mobil untuk kirana. "dengan tarikan lembut Rama menuntun kirana ke bangku taman yang kosong.
disanakah Rama berniat mengutarakan tujuannya untuk mempersunting kirana.
" bang Rama kok jadi serius gitu sih, kirana jadi gugup nih !ucap kirana pelan.
"kirana ngak usah gugup gitu dong.... abang kan cuma mau ngomong sesuatu yang penting pada kirana! balas Rama menenangkan kirana yang sedari tadi terlihat tegang.
"emang ada apa sih bang? abang buat kirana jadi penasaran!" ucap kirana lagi.
'"tanpa basa-basi lagi Rama langsung mengutarakan niatnya pada kirana agar hubungan mereka di resmikan dengan janji suci pernikahan.
"kirana...,tujuan abang bawa kirana kesini ! abang ingin melamar kirana! ucap Rama sambil meraih sesuatu dari saku jasnya, yang ternyata sebuah kotak perhiasan kecil yang berisikan cincin bermatakan intan, kelihatan sederhana memang tapi benda kecil itu bukan barang murahan hanya saja lebih kecil, karena Rama tidak ingin membuat kirana enggan menerima nya. ya tahu sendirikan kirana itu orangnya suka yang sederhana, dan tidak menonjol,yang bisa menarik perhatian orang banyak.
__ADS_1
"bang...ra... ma... ! kok abang tiba tiba melamar kirana? balas kirana sambil menatap benda kecil yang ada di tangan Rama. "kirana jadi tambah gugup bercampur bingung atas tindakan Rama yang Tiba-tiba. bukannya kirana tidak senang dilamar oleh Rama, namun hanya saja belum siap untuk menjadi pendamping hidup Rama dalam waktu dekat ini, karena kirana masih saja menganggap dirinya tidak pantas buat Rama. terlalu jauh perbedaan di antara mereka.... !itulah yang masih mengganjal dipikiran kirana. "
bersambung*******