
""malam haripun tiba, waktu yang telah dijanjikan Rama pada papanya untuk bertemu calon menantunya. "namun Rama masih kebingungan karena tadi saat Rama menghubungi Kirana untuk setuju bertemu papanya Rama, malah menolak dengan alasan belum siap, jadi Rama sibuk mondar-mandir memikirkan cara agar Kirana mau makan malam kerumahnya. akhirnya Rama memiliki rencana bagaimana caranya Kirana setuju untuk makan malam dirumahnya.
"setelah sebuah ide muncul, Rama memutuskan untuk menunggu Kirana dan nana di lobi perusahaan. tidak bersekang lama setelah Rama tiba di lobi, Kirana dan nana juga tiba disana. Rama tidak menunggu lama lagi langsung meraih pergelangsn tangan Kirana dan menariknya masuk kedalam mobil.
"kamu juga ikut na.. ! ucap Rama mengajak nana yang masih diam berdiri ditempatnya.
"oh.. iya.. pak.. !jawab nana dan ikut menyusul Kirana yang sudah duluan ditarik oleh Rama.
"kita kemana bang? tanya Kirana.
"kerumah abang! jawab Rama e tengah tanpa beban lagi
"loh.. kan tadi Kirana sudah bilang sama abang kalau Kirana itu belum siap bang Rama... !ucapnya cemberut.
"apanya yang harus dipersiapdipersiapkan Kirana, kan cuman makan malam doang! ucap nana yang tidak tahu kemana arah pembicaraan Rama dan Kirana.
"kamu nggak tahu aja na.., ini pertemuan bukan cuma mau makan malam doang tau.. ! balas Kirana ketus.
"jadi.. ? aku nggak ngerti deh! jawab nana polos.
"ini pertemuan calon menantu dengan calon menantu, nana... !ucap Kirana lagi memberitahu nana.
"apa... ?ucap nana kaget atas jawaban Kirana.
"nah.. sekarang kamu kagetkan? jadi menurutmu gimana dengan aku... sahabatku sayang... !ucap nana sambil menyandarkan kepalanya di kursi mobil.
"Rama yang mendengar celoteh kedua wanita tersebut hanya diam sambil tersenyum, karena keduanya jadi tampak seperti orang yang lagi tertekan.
"bang...?apa mesti sekarang ya, kita ketemu papa kamu? tanya Kirana.
"papa yang minta Kirana... !abang juga nggak bisa nolak permintaan papa! jawab Rama.
"jadi, harus ya bang? ucapnya lesu, karena Rama tetap ngotot.
"iya... Kirana... ! lagian kan kamu juga mau jadi menantunya, nggak ada salahnya dong ketemunya sekarang? kan toh juga nantinya bakal ketemu juga.? jawab Rama membujuk Kirana.
"iya tuh Kirana, lagian yach dilama-lain juga nanti bakal ketemu juga. ucap nana menimpali perkataan Rama.
__ADS_1
"ya udah dech, terserah abang aja! Kirana pasrah. jawab Kirana.
"nah, gitu dong! abang kan jadi lebih semangat nih! balas Rama menunjukkan wajah senang. tanpa terasa mobil Rama sudah berhenti di sebuah rumah besar bak istana. pintu gerbang pun terbuka, Rama memarkirkan mobilnya tepat didepan rumah mewah milik Rama.
"yuk kita turun! ajak Rama pada Kirana dan nana.
"Kirana dan nana nampak kagum atas rumah mewah Rama. setelah Kirana menginjakkan kakinya didepan rumah itu, dia tidak berkedip sama sekali, begitu juga dengan nana.
"na.. ini rumah atau istana nggak sih... !ucap Kirana sambil melihat sekelilingnya.
"sepertinya ini bukan rumah Kirana... tapi 🏰 istana!.. jawab nana ngawur.
"udah deh, kalian itu jangan norak tau! ini rumah abang, jadi yuk kita masuk papa mungkin udah nunggu kita. ajak Rama.
Rama, Kirana dan nana masik kedalam kedisman keluarga Rama, baru saja masuk kedalam Kirana dan nana terkagum-kagum melihat interior yang sangat indah. "wah... keluarga Rama memang keluarga yang sangat kaya, apa mungkin aku pantas jadi nyonya rumah ini? tanya Kirana dalam hati.
"selamat datang! di keluarga kami ? ucap papa Rama yang tiba -tiba muncul dari lantai atas.
"papa.! jawab Rama.
sementara Kirana dan nana terlihat canggung berhadapan dengan papanya Rama.
"selamat malam tuan!? sapa Kirana sambil menundukkan kepalanya, di ikuti oleh nana juga.
""selamat malam juga Kirana, kamu tidak usah panggil saya tuan, saya itu bukan majikan kamu? panggil aja om atau papa juga boleh! ucap papa Rama membuat bola mata Kirana membulat hampir keluar.
"hmmmm.. itu om.. hmmmm! Kirana jadi salah tingkah atas ucapan yang dilontarkankan papa Rama untuk memanggilnya papa mertua.
"ha.. ha.. ha... Rama dan papanya tertawa bersamaan melihat tingkah Kirana yang jadi tidak karuan, bagaimana tidak hari ini dia diajak oleh Rama kerumah orang tuanya untuk bertemu calon mertua Kirana siapa lagi kalau bukan papa Rama, bos perusahaan tempat dimana Kirana dan nana bekerja saat ini.
"abang... kenapa tertawakan Kirana , apa Kirana begitu menggelikan ya? tanya Kirana polos.
"iya bang... nana juga juga jadi gugup nih! timpal nana.
"ha.. ha.. ha... Rama dan papanya jadi tertawa lepas melihat tingkah mengelikan dari kedua wanita yang polos itu.
"abang..... !seru Kirana dengan lembut.
__ADS_1
"maaf... maaf... habis kalian berdua lucu banget sih, iya kan pa?! ucap Rama meminta persetujuan papanya.
"iya.., ya udah sekarang kita ke meja makan disana semua sudah di sediakn bibi tadi, jadi kita makan malam dulu baru kita lanjutin obrolannya nanti....! ok?. ajak papa Rama menenangkan suasana.
"iya pa... jawab Rama. "yuk... kita makan dulu baru nanti kita lanjutin obrolannya, sekalian memastikan kapan kita menikah? ucap Rama membuat Kirana jadi lebih deg-degan dan tidak konsen lagi sementara nana hanya mengikuti alur saja, tidak mau jadi bahan tertawaan bos nya lagi.
"Kirana dan nana mengikuti langkah Rama dan papanya. tampak diatas meja makan sudah tersedia berbagai makanan lezat, yang mungkin jarang sekali ditemui oleh Kirana dan nana.
"walau dengan perasaan deg-degan Kirana tetap tampak tenang menikmati makan malam yang di sediakan oleh keluarga Rama, itulah salah satu kelebihan seorang Kirana yang mampu menyembunyikan kegelisahan nya dan membuat dirinya terlihat tanpa beban.
"setelah makan malam selesai, merekamelanjutkan pembicaraan mereka di ruang tamu yang begitu luas.
"jadi, kamu yang namanya kirana? ucap papa Rama mengawsli pembicaraan mereka menunjuk kearah Kirana.
"iya om, ! ucap Kirana sambil menunduk.
"udah jamu nggak usah takut sana om, lagian om restuin hubungan kalian kok! ucap papa Rama memberitahu persetujuannya.
"Kirana menatap serius kearah Rama, setelah mendengar penuturan papa Rama.
"benar pa! tanya Rama senang.
"iya... lagian apalagi yang harus papa nggak setujui, kan kamu mencintai Kirana?, jadi apa salahnya merestui pilihan anak papa sendiri! ucap papa Rama penuh dengan senyuman.
tapi om, Kirana berasal dari keluarga yang sangat muskin! ucap Kirana jujur akan status keluarganya.
"bagi om, harta bukan yang paling utama untuk calon menantu om, yang penting ksmu mencintai anak saya, itu sudah lebih dari cukup. !" ucap papa Rama menuturkan kriteria menantunya.
"Terima kasih ya pa, udah Terima Kirana apa adanya! ucap Rama bangga atas penuturan sang papa.
"iya nak, yang penting kamu segera jadikan Kirana menantu dirumah ini papa nggak sabar pengen cepat-cepat gendong cucu! "ucap papa Rama dengan senang membayangkan dirinya memangku cucu.
"iya Pak, kalau Kirana setuju aku akan segera mempersunting nya. ucap Rama sambil menatap kearsh Kirana yang sedari tadi hanya bisa menunduk, apa dia harus bangga dan senang atau malah sebaliknya, entahlah apa yang dipikirkannya.
"nana juga yang berada disana sebagai saksi pembicaraan mereka hanya bisa terdiam rampa mampu berkata apa-apa. intinya hanya satu Kirana setuju pernikahan pun akan segera terjadi, hanya itu kesimpulan yang bisa di mengerti oleh nana.
"iya bang..., Kirana akan segera memberitahu mama dan adik-adik Kirana dikampung dengan segera. jawabnya dengan hati-hati.
__ADS_1
***bersambung...
jangan lupa yah! like, komennya. ditunggu.... !