"Cinta Tak Berbalas"

"Cinta Tak Berbalas"
"salah tingkah"


__ADS_3

*****


""setelah kirana tiba di kontrakan, dia lansung nyamperin nana di kamar, tanpak disana nana sedang duduk bersandar sambil melamun, entah apa yang dilamunkannya,kirana menghampiri sahabatnya itu.


"na... kamu kenapa melamun? tanya kirana pada sahabatnya itu.


"hmm... kirana! kamu udah pulang? balasnya tampa menghiraukan pertanyaan kirana tadi.


"na... !kamu kenapa? ada masalah diperusahaan? atau terjadi sesuatu sama om dan tante di kampung? tanya kirana bertubi-tubi.


"ngak ada apa-apa kok na, diperusahaan baik-baik saja, mama sama papa juga baik-baik aja. jawab nana sambil kembali diam.


"jadi, sebenarnya kamu kenapa na? dari tadi aku perhatiin kamu kok melamun terus, seperti nggak semangat gitu?! ucap kirana heran atas tingkah sahabatnya itu.


"aku dijodohin kiran, sama orang tuaku, kata mama anak temannya semasa sma dulu ! jawab nana akhirnya jujur.


"jadi, kamu nggak mau di jodohin gitu? tanya kirana lagi pada sahabatnya itu.


"ya, iyalah ! masa sih aku harus dijodohin macam nggak laku aja akunya! ucap nana sambil cemberut.


"nana... sahabatku tersayang, dijodohin itukan bukan berarti kamunya nggak laku , hanya saja mungkin om dan tante telah memikirkan yang terbaik buatmu! ucap kirana meyakinkan sahabatnya itu.


"tapikan kirana... kita itu belum saling kenal , gimana caranya aku mau sama dia! jawab nana dengan wajah cemberut nya.


"makanya, perkenalan dulu, emang tante dan om bilang kamu langsung nikah? kan nggak! cuman masih di jodohin doang! ucap kirana menyemangati sahabatnya yang mulai tampak lebih semangat lagi.


"ya nggak sih, memang mana sama papa bilang kita pdkt dulu, kalau memang cocok baru deh dilanjutin ke yang lebih serius !! jelas nana pada kirana.


"nah kan gitu, jadi kenapa kamu tadi tampak tidak semangat gitu? ucap kirana.


"ya, iyalah ! habis akunya dibikin kayak nggak laku gitu!? ucap nana masam.


"ya udah, sekarang kamu nggak udah bete gitu, bilang aja sama om dan tante kamu itu mau tapi, dengan perkenalan dulu kalau udah cocok ya dilanjutin aja. ucap kirana dengan memberi semangat.


"iya deh, nanti aku telpon papa!?. ucap nana.

__ADS_1


"nah, gitu dong! nana sayang, kalau ada masalah berbagi yah, jangn kamu simpan sendriri? percuma dong aku satu kontrakan sama kamu, kalau kamu itu main rahasia-rahasiaan sama aku! ucap kirana tidak Terima atas sikap nana tadi.


"iya, deh! lain kali kalau ada masalah, aku pasti ceritain dulu sama kamu, biar kita cari solusinya bareng-bateng! ucap nana sambil tersenyum kearah Kirana sahabatnya.


Kirana memeluk nana dengan penuh kasih sayang, karena dijakarta ini nanalah sahabat Satu-satunya tempat ia berbagi dan bercerita, disaat dirinya kesulitan.


""Kirana dan nana akhirnya mengakhiri pembicaraan mereka dengan merbahkan tubuh nya disamping nana hingga tertidur lelap.


*****


"di pagi hari yang cerah ini, Kirana dan nana telah bersiap untuk berangkat ke perusahaan tempat mereka bekerja. kedua sahabat ini berangkat bersama dengan menggunakan angkot karena memang jarak dari kontrakan ke perusahaan hanya sekitar 30 menit jadi agar tidak terjadi kemacetan jadi Kirana dan nana berangkat lebih pagi.


""angkot yang dinaiki Kirana dan nana kini tiba didepan perusahaan, mereka berdua turun dan langsung menuju lobi perusahaan. ternyata Rama sudah lebih dulu tiba disana, dia menunggu kedatangan Kirana. tanpa rasa canggung Rama langsung meraih tangan Kirana yang baru tiba di lobi, dengan lembut Rama menyentuh pipi Kirana yang tampak menyerah karena kepanasan tadi didalam angkot.


"wajah kamu kenapa Kirana... ? tanya Rama sambil mengusap lembut pipi Kirana yang kemerahan.


"itu... bang tadi didalam angkot kepanasan, jadi merah deh! jawab Kirana malu atas sikap Rama didepan banyak orang.


"ehemmm !!! pak Rama ini di depan umum loh pak, nanti Kirana jadi bahan gunjingan para karyawan disini lagi !! ucap nana mengingatkan Rama.


"emang, kamu pikir aku peduli? ini kan perusahaanku jadi aku bebas dong lakuin apa aja.. termasuk memberi perhatian buat kekasihku.!? ucap Rama tampa memperdulikan sangat resepsionis yang sedari tadi membelalakkan bola matanya memperhatikan sikap Rama pada Kirana.


"tuh kan pak, Kirana jadi malu ! ucap nana sambil menunjuk ke arah Kirana.


"kenapa kamu malu Kirana, disini kan tidak ada yang tahu kalau aku CEO disini selain kamu dan nana dan juga resepsionis ini ! ucap Rama sambil melihat kearah si resepsionis tersebut.


"sang resepsionis hanya menyungingkan senyum dan menundukkan kepala memberi hormat kepada Rama.


"bang... Kirana dan nana naik dulu yach, karyawan yang lain udah pada datang, lagian ini waktunya jam kerja dimulai... ! ucap Kirana pamit pada Rama.


"ya udah, kamu hati-hati kerjanya ya? jangan sampai celaka nanti atasanmu bisa ku pecat kalau kamu sampai terluka! ancam Rama pada Kirana membuat Kirana memandang tajam kearah Rama.


"abang..., kenapa sih jadi galak gitu! protes Kirana pada Rama.


"ha.ha.ha.. kamu tambah cantik kalau marah! ucap Rama sambil meraih kepala Kirana dan memberikan kecupan lembut di keningnya. sontak Kirana membelalakkan bola matanya dan juga nana yang masih berada disana ikut kaget melihat perbuatan Rama dan juga membuat karyawan lain yang melihatnya jadi berbisik-bisik.

__ADS_1


"bang Rama... malu ahh! ucap Kirana salah tingkah sambil berlari kecil meninggalkan Rama yang masih tersenyum melihat tingkah Kirana atas perbuatannya. nana juga mengikuti langkah Kirana dari belakang, hingga mereka berdua tiba di tempat bagian produksi Masing-masing.


"semangat nana! ucap Kirana sebelum berpisah.


"semangat juga Kirana, sampai bb ertemu makan siang nanti? ucap nana sambil melangkah menuju lift.


***


"Rama yang ditinggalkan Kirana di lobi perusahaan,


masih tersenyum melihat kearah sang kekasih yang berlari kecil meninggalkannya.


"aku hanya ingin menunjukkan kereriusanku padamu, Kirana! Aku ingin orang -orang tahu bahwa kamu itu kekasihku dan juga calon istriku, aku tidak ingin kelak kamu merasa bahwa aku itu tidak mengakuimu, maaf kalau aku membuatmu menjadi merasa canggung terhadap teman -temanmu yang lain, tapi itu memang harus terjadi karena suatu hari nanti juga aku akan memperkenalkan mulai ke seluruh dunia bahwa kamu itu milikku, jadi mulai sekarang kamu harus terbiasa atas perlakuan ku terhadap mu!!!. gumam Rama dalam hatinya sambil melangkah masuk kedalam lif menuju ruangannya.


Setibanya dalam ruang kerjanya, Rama bukannya langsung memeriksa dokumen malah asyik melamun hingga bunyi ponsel yang ada dalam sakunya mengagetkan Rama dari lamunannya.


"papa... ? ada apa papa menghubungi Rama. ucap Rama pada diri sendiri.


"halooo pa... ?ada perlu apa papa nelpon Rama, padahal Rama baru aja berangkat dari rumah !. ucap Rama pada papanya yang ada diseberang sana.


"Rama, papa mau ajak kamu dan pacar kamu makan malam dirumah bareng papa! bolehkan? ucap papanya.


"serius.. !papa msi ajak Kirana juga makan malam dirumah? tanya Rama penasaran.


"iya.. ! emang kamu pikir papa itu bercanda! ucap papa Rama.


"ya.. siap taukan papa nggak serius! jawabnya masih ragu.


"papa serius Rama, biar papa itu lebih kenal lagi sama calon menantu Papa? balas papa Rama meyakinkan.


"ok deh pa, kalau begitu nanti aku ajak Kirana deh makan dirumah bareng kita, aku rasa dia pasti mau! ucap Rama yakin.


"ya udah, papa tunggu ya, nanti aku suruh bibi siapin semuannya! jawab papa Rama antusias.


"ok pa... ! aku tutup ya!balas Rama sambil bentuk panggilannya.

__ADS_1


"mudah -mudahan nati Kirana tidak menolak ajakanku, biar papa nggak kecewa! ucap Rama berbicara sendiri.


***bersambung***


__ADS_2