(Lie Mei) The Girl Who Against Three Worlds

(Lie Mei) The Girl Who Against Three Worlds
chapter 101 (S2): seruling giok putih


__ADS_3

"yah baiklah, kami akan kembali berlatih di lembah hitam. Jika yang mulia Lie Mei sudah kembali tolong kalian memberitahu nya untuk menemui kami, sampai jumpa" Ucap Jack keluar dari ruang keluarga dan pergi menuju lembah hitam bersama Angel dengan menggunakan jurus meringankan tubuh milik mereka.


"ah kak Jack!! kak Angel!! Jangan pergi ke lembah hitam, yang mulia Zhu Tao sudah memerintahkan semua orang untuk tidak pergi ke wilayah bagian barat dan selatan" Teriak Lie Jiao menghentikan Jack dan Angel untuk pergi.


"eh kenapa tidak boleh ke lembah hitam, dan lagi siapa yang mulia Zhu Tao itu??" Tanya Angel kembali ke hadapan Lie Jiao dan Lie Chen bersama dengan Jack.


"ah iya, kalian kan baru kembali kesini setelah selesai menyelesaikan proses penyembuhan racun kalajengking ekor emas kalian. Jadi wajar saja kalian tidak tahu" Ucap Lie Jiao menepuk pelan dahinya.


Kemudian Lie Jiao dan Lie Chen menjelaskan semua kejadian yang terjadi selama Jack dan Angel melakukan proses penyembuhan racun mereka.


Dimulai dari Zhu Tao yang menjadi pemimpin sementara Kekaisaran Utama/Kekaisaran Meng setelah kepergian Lie Mei. Sampai Zhu Tao yang memerintah para rakyat untuk tidak pergi ke hutan, terlebih di hutan bagian barat dan selatan karena tidak ingin kasus kematian dan orang-orang hilang meningkat lagi.


"hmm ternyata ada kejadian seperti itu yah. Ngomong-ngomong setelah mendengar penjelasan kalian, sepertinya sesuatu yang kami lihat di hutan bagian barat tadi ada hubungannya dengan kedua kasus-kasus ini" Ucap Jack dengan serius.


"kau benar Jack, mungkin saja yang kita lihat di hutan bagian Barat tadi adalah penyebab utama dari kedua kasus-kasus yang muncul ini" Ucap Angel menyetujui perkataan Jack.


"memangnya apa yang kalian lihat di hutan bagian barat??" Tanya Lie Chen dan Lie Jiao bersamaan.


"batu besar"Jawab Jack dan Angel dengan cepat.


Setelah mendengar jawaban dari Angel dan Jack, Lie Jiao dan Lie Chen saling menatap satu sama lain lalu tertawa terbahak-bahak.


"heii kami ini sedang serius, tapi kalian malah menertawakan kami" Ucap Angel kesal.


"maaf, maaf tapi memang apa hubungannya batu besar yang kakak lihat itu dengan kedua kasus yang akhir-akhir ini meningkat??" Tanya Lie Chen menghentikan tawanya.


"aku tidak bisa menjawabnya, akan lebih baik kalian langsung melihatnya di hutan bagian barat itu. Sudahlah kami akan tidur saja karena sudah malam juga" Ucap Angel lalu pergi keluar dari ruang keluarga bersama dengan Jack.


Setelah Jack dan Angel pergi keluar, Lie Jiao dan Lie Chen masih terlihat penasaran dengan batu besar yang dilihat oleh Jack dan Angel di hutan bagian barat itu.


Mereka sangat ingin pergi melihat langsung batu besar yang ada di hutan bagian barat itu, tapi karena mengingat perintah yang dikatakan oleh Zhu Tao mereka tidak jadi pergi kesana.

__ADS_1


Lie Jiao dan Lie Chen lalu kembali ke halaman depan istana kekaisaran Meng untuk melanjutkan latihan tombak mereka.


★Ujian tahap kedua di lantai 11★


Sementara itu selama berjam-jam ini Lie Mei masih terus berusaha menggabungkan kekuatan alam dan kekuatan bintang dewasa miliknya. Wajah Lie Mei sudah menjadi pucat dengan keringat yang membasahi wajahnya, tapi Lie Mei masih berusaha untuk tetap bertahan.


"hhhhh, sedikit lagi 30 menit lagi akan selesai. Aku harus tetap bertahan selama 30 menit ini" Ucap Lie Mei pelan dengan nafas yang tersengal-sengal.


Waktu terus berjalan sekarang tinggal tersisa 22 detik lagi untuk Lie Mei menyelesaikan penggabungan antara kekuatan alam dan kekuatan bintang dewasa milik dirinya. Di detik-detik terakhir Lie Mei tiba-tiba saja merasa pusing karena terlalu banyak kehilangan darah dan juga karena energi kekuatan nya sudah hampir terkuras habis.


Karena semangat pantang menyerahnya Lie Mei berhasil menahan rasa pusingnya dan melemparkan kekuatan pengabungan antara kekuatan alam dan kekuatan bintang dewasanya pada gerbang kayu di depan nya.


Brakkk duarrr


Gerbang kayu tersebut berhasil terbuka dengan menggunakan kekuatan penggabungan Lie Mei. Melihat itu Lie Mei merasa sangat lega dan akhirnya menjatuhkan tubuhnya di atas tanah.


"akhirnya terbuka juga. Tapi gerbang kayu ini sebenarnya terbuat dari apa bahkan dengan kekuatan sebesar itu saja tidak dapat dihancurkan" Ucap Lie Mei masih ngos-ngosan.


"yah baiklah, aku lebih baik menyembuhkan luka dalam ku dulu. Lalu mengisi kembali energi kekuatan milikku agar bisa melanjutkan ujian tahap terakhir" Ucap Lie Mei kembali ke posisi duduk bersila nya.


Ketiga Elf yang saat ini sedang menonton Lie Mei dengan cermin surgawi tidak terkejut lagi melihat Lie Mei bisa membuka gerbang kayu dalam beberapa jam saja.


Gadis Elf penjaga lantai 11 tiba-tiba muncul di belakang ketiga Elf yang masih menonton Lie Mei dengan cermin surgawi. "Wuahh, kepala penjaga lantai 11 apa anda tidak bisa menghilangkan kebiasaan anda yang sering datang dan muncul tiba-tiba itu" Teriak pemuda Elf berambut merah dengan terkejut melihat penjaga lantai 11 berada di belakang nya.


"hahaha, kau masih saja tidak terbiasa dengan kemunculan kepala penjaga lantai 11 yang seperti hantu itu. Padahal sudah tinggal disini selama ribuan tahun tapi kau masih saja kagetan seperti itu" Ucap gadis Elf berambut putih yang merupakan kepala penjaga dari lantai 12.


"cih sudahlah. Ngomong-ngomong kepala penjaga lantai 11 kau kembali lama sekali. Apa calon Raja Elf dari Ras Iblis itu sudah semakin melemah sampai sangat lama mendapat pengakuan darimu??" Tanya pemuda Elf berambut merah.


Raut wajah gadis Elf penjaga lantai 11 tersebut berubah menjadi menyeramkan ketika mendengar pertanyaan dari pemuda Elf berambut merah.


Ketiga Elf yang ada disana langsung merinding melihat wajah menyeramkan dari penjaga lantai 11. Tanpa di jawab oleh penjaga lantai 11 ketiga Elf tersebut langsung mengetahui jika calon Raja Elf dari Ras Iblis tersebut sudah membuat kesal penjaga lantai 11.

__ADS_1


Mereka juga sudah mengetahui nasib calon Raja Elf dari Ras Iblis tersebut, karena ketika penjaga lantai 11 dibuat kesal walaupun sedikitpun orang tersebut akan dibunuh oleh dirinya.


"aku tidak membunuh nya" Ucap gadis Elf penjaga lantai 11 tersebut dengan tiba-tiba.


Mendengar hal tersebut langsung dari mulut penjaga lantai 11 tersebut, tentu saja ketiga Elf yang ada disana sangat terkejut dan tidak percaya dengan perkataan penjaga lantai 11.


"kepala penjaga lantai 11, kau benar-benar tidak membunuh nya??" Tanya pemuda Elf berambut merah untuk memastikan apa yang didengarnya tadi tidak salah.


"yah aku tidak membunuhnya. Saat ini aku hanya menghukum nya agar tidak bisa mengikuti ujian tahap kedua" Jawab gadis Elf penjaga lantai 11 dengan datar.


Walaupun ketiga Elf tersebut tidak tahu apa yang terjadi pada penjaga lantai 11 yang tiba-tiba berubah tersebut, tapi mereka berusaha untuk mempercayainya.


★di tempat Lie Mei★


Lie Mei membuka matanya setelah selesai mengisi energi kekuatan nya dengan jurus penyerap alam milik nya. Kemudian Lie Mei berdiri dan pergi memasuki gerbang kayu yang sudah ia buka tadi.


Saat Lie Mei masuk kedalam gerbang kayu tersebut terlihat sebuah ruangan yang sangat gelap. Lie Mei menatap ke sebuah benda yang terdapat di hadapan nya itu. Diruang itu hanya benda tersebut yang memancarkan sebuah cahaya hijau.


Lie Mei berjalan perlahan ke arah benda tersebut, semakin dekat Lie Mei dapat melihat sebuah seruling giok berwarna putih yang disegel di ruangan itu. Lie Mei mengerutkan dahinya ketika menyadari jika seruling tersebut adalah seruling yang dimainkan oleh gadis Elf penjaga lantai 11, di ruang dimensi ujian tahap pertama.


"kenapa seruling penjaga lantai 11 ini bisa ada disini apa ini juga termasuk dalam ujian. Dan lagi kenapa seruling ini dari tadi seperti memanggil diriku" Ucap Lie Mei bingung.


Lie Mei akhirnya mencoba untuk memegang seruling tersebut, karena penasaran dengan seruling giok putih yang terus-menerus memanggil dirinya itu. Ketika Lie Mei memegang seruling tersebut tiba-tiba saja segel yang ada pada seruling tersebut hancur dan memancarkan cahaya hijau yang sangat terang.


Disaat bersamaan gadis Elf penjaga lantai 11 seketika menyeringai ketika melihat Lie Mei mampu membuat seruling milik nya bereaksi seperti itu. 'heh seperti dugaan ku kaulah orang yang selama ini aku cari. Saat pertama kali melihat kehadiran mu di ujian tahap pertama tadi, seruling giok pemberian orang tua itu sudah bereaksi pada mu. Karena itu aku sangat yakin jika kau adalah anak dari orang tua itu' Batin gadis Elf penjaga lantai 11 tersebut dengan senang.


'kalo begitu mari kita lihat seberapa kuat dan hebatnya anak dari orang tua penghianat itu, semoga kau tidak mengecewakan diriku ini' Batin gadis Elf penjaga lantai 11 tersebut dengan menyeringai senang.


------•••××{∆∆^\=^}×ו••------


Maaf kalo ada typo yaa.

__ADS_1


Jangan lupa like dan vote untuk terus mendukung author agar bisa melanjutkan perjalanan Lie Mei.


Nantikan chapter berikutnya besok.


__ADS_2