
Sebenarnya Lie Mei sudah mengetahui apa yang terjadi pada ruangan di lantai ke 9 itu, hanya saja dirinya memilih untuk diam sambil menunggu penjaga lantai ke 9 itu menunjukkan dirinya.
'Hahh, mau sampai kapan penjaga lantai 9 itu bersembunyi dengan jurus halusinasi nya. Yah walaupun sebenarnya jurusnya tidak berpengaruh sedikit pun pada ku' Batin Lie Mei sudah tidak tahan lagi menunggu penjaga lantai 9 itu.
'tapi kenapa yah hari ini aku merasa sangat cemas. Entah kenapa firasat ku mengatakan jika di istana kekaisaran Meng, akan terjadi peristiwa yang sangat besar' Batin Lie Mei dengan cemas.
Tapi Lie Mei hanya menganggap jika firasat nya itu salah, ketika melihat keadaan istana kekaisaran Meng yang sangat damai dan tentram dengan mata dewa nya.
'yah walaupun istana terlihat sangat baik-baik saja, tapi semua itu tidak menutup kemungkinan jika firasat ku benar. Sebaiknya aku segera menyelesaikan semua urusanku disini secepat mungkin' Batin Lie Mei.
Setelah beberapa jam kemudian karena sudah bosan menunggu, Lie Mei akhirnya memutuskan untuk menyerang penjaga lantai 9 itu. Secara perlahan Lie Mei berjalan ke arah sudut ruangan, tempat dimana penjaga lantai 9 itu bersembunyi.
Setiap langkah yang diambil oleh Lie Mei mengeluarkan aura sihir kekuatan kegelapan nya. Karena melihat hal tersebut tentu saja penjaga lantai 9 itu seketika langsung gemetar. 'apa yang dilakukan manusia itu, kenapa ia berjalan ke arah sini apa ia sudah mengetahui keberadaan ku. Tapi itu tidak mungkin karena aku sudah mengaktifkan jurus halusinasiku' Pikir penjaga lantai 9 tersebut dengan gelisah.
Lie Mei menyeringai kecil melihat ekspresi bingung dan gelisah dari penjaga lantai 9 tersebut. Ketika Lie Mei semakin mendekat ke arah penjaga lantai 9 tersebut, ia segera menerjang maju dengan Biao Jin yang berada di tangan nya.
Jleb
Lie Mei menusukkan pedang nya ke jantung penjaga lantai 9 tersebut. "Sepertinya penjaga lantai 9 hanya memiliki kekuatan halusinasi saja. Karena itu dia tidak bisa menyerang balik diriku" Ucap Lie Mei sambil menarik kembali pedang iblis nya.
Darah segar yang menempel pada Biao Jin tersebut, langsung hilang diserap oleh Biao Jin. "Biao Jin, ini darah terakhir yang bisa kau makan. Selanjutnya aku tidak memperbolehkan mu memakan darah lagi, sampai bulan depan" Ucap Lie Mei dengan tegas.
Kemudian Lie Mei dikirim lagi ke lantai 10. Sesampainya di sana Lie Mei dapat melihat sesosok siluman iblis berbadan besar. Ketika melihat siluman iblis itu tubuh Lie Mei tampak gemetar hebat.
"ckckck, sangat tidak disangka yang datang pertama kali ke lantai ini adalah calon Raja Elf dari Ras Manusia. Coba lihat tubuh gemetar mu itu, baru melihat ku saja kau sudah seperti itu. Nampaknya perjalanan mu hanya bisa sampai disini manusia" Ucap siluman iblis tersebut dengan tersenyum menyeramkan.
Sebenarnya Lie Mei gemetar bukan karena takut pada siluman iblis tersebut. Tapi karena dirinya sangat senang bertemu dengan lawan yang menurutnya lumayan kuat seperti siluman iblis dihadapan nya sekarang.
"hei manusia perlihatkan wajah ketakutan mu itu pada ku!! Mungkin saja aku akan berbaik hati untuk membunuh mu dengan sedikit lembut" Ucap siluman iblis tersebut dengan sombongnya.
__ADS_1
Tapi Lie Mei tidak memperdulikan ucapan siluman itu dan hanya diam ditempat nya. Karena itu siluman iblis tersebut sangat marah, lalu langsung mendatangi Lie Mei untuk membunuhnya.
Siluman iblis tersebut menyerang Lie Mei dengan jurus elemen tanahnya. Walaupun semua serangan nya tersebut dapat ditangkis oleh Lie Mei menggunakan Biao Jin.
Ketika melihat sedikit celah, Lie Mei langsung menyerang balik siluman iblis tersebut dengan serangan cepat dari pedangnya. 'bagaimana bisa seorang manusia mempunyai kekuatan semacam ini. Siapa sebenarnya manusia ini' Ucap siluman iblis tersebut dengan tidak percaya.
Tiba tiba saja 1 permata pada gelang permata milik Lie Mei dan calon Raja Elf dari Ras Iblis yang sekarang berada di lantai ke 7 hancur secara bersamaan. Yang berarti terdapat satu calon Raja Elf yang sudah mati, calon Raja Elf tersebut adalah calon Raja Elf dari Ras Elf asli yang berada di lantai 9.
★di lantai ke 7 tempat calon Raja Elf dari Ras Iblis berada★
"Owh seperti nya ada satu orang yang sudah mati. Itu pasti adalah calon Raja Elf dari Ras Manusia rendah itu, sungguh sangat disayangkan jika manusia rendah tersebut harus mati ditangan yang salah" Ucap calon Raja Elf dari Ras Iblis itu sangat senang.
Karena dirinya baru saja mengalahkan penjaga di lantai ke 7 tersebut ia lalu dikirim ke lantai 8. "Yah baiklah sepertinya disini aku tidak perlu menyembunyikan kekuatan ku lagi, sekarang waktunya menggunakan kekuatan ku yang sebenarnya" Ucap calon Raja Elf dari Ras Iblis tersebut dengan tersenyum iblis.
Dengan perlahan di seluruh tubuh calon Raja Elf dari Ras Iblis tersebut diselimuti oleh aura hitam yang sangat banyak. Aura hitam yang menyelimuti calon Raja Elf dari Ras Iblis tersebut adalah aura hitam yang sebelumnya berada di luar pagoda 13 lantai.
"hahaha, dengan aura hitam sebanyak ini akulah yang akan mengalahkan semua penjaga di pagoda ini. Lalu menjadi Raja Elf yang dihormati semua orang di dunia ini" Ucap calon Raja Elf dari Ras Iblis dengan tertawa jahat.
"heii manusia kemampuan mu ternyata tidak buruk juga, walaupun tetap saja tidak akan sekuat kekuatan milik ku" Ucap siluman iblis itu dengan bersusah payah menghindari setiap serangan dari Lie Mei yang sangat kuat dan juga cepat.
Karena siluman iblis tersebut dapat menghindari semua serangan dari Lie Mei. Di serangannya yang terakhir Lie Mei mengalirkan energi kekuatan nya pada Biao Jin. Sehingga siluman iblis tersebut terluka dan terlempar jauh menghantam tembok.
Brakkk
'ugh, serangan terakhir nya sangat kuat. Kekuatan manusia ini tidak bisa dianggap enteng begitu saja. Sepertinya aku harus menggunakan senjata tingkat dewa ku' Pikir siluman iblis tersebut.
Seketika saja muncul sebuah tombak tingkat dewa dihadapan siluman iblis tersebut. "Heh bagaiman bisa siluman seperti mu memiliki senjata tingkat dewa, yang hanya ada di dunia dewa??" Tanya Lie Mei sedikit terkejut.
"untuk apa aku memberitahumu, karena sekarang kau akan mati" Ucap siluman iblis tersebut langsung bangkit dan berlari ke arah Lie Mei.
__ADS_1
Trangg
Srettt
Krakk
Diruangan yang berada di lantai 10 tersebut, suara pertarungan sengit antara Lie Mei dan siluman iblis terdengar sangat jelas. Lie Mei sendiri sekarang juga sedikit kesulitan melawan siluman iblis yang menyerangnya dengan senjata tingkat dewa.
Pertarungan mereka berlangsung selama tiga hari tiga malam lama nya. Kedua nya bahkan sekarang masih bertarung tanpa beristirahat sedikit pun. Siluman iblis tersebut terlihat dipenuhi luka sayatan yang lumayan banyak dari Lie Mei. Lie Mei sendiri mendapatkan beberapa luka goresan di beberapa bagian tubuh nya.
Karena terlalu fokus bertarung, Lie Mei dan siluman iblis tersebut bahkan tidak menyadari jika ada seseorang yang sedang menonton pertarungan mereka. Seseorang tersebut tentu saja adalah calon Raja Elf dari Ras Iblis yang baru saja mengalahkan penjaga di lantai 9.
'cih, yang benar saja ternyata bukan manusia rendahan ini yang mati. Tapi itu tidak masalah karena aku sendiri yang akan membunuhnya dengan tangan ku ini' Batin calon Raja Elf dari Ras Iblis tersebut dengan menyeringai senang.
Lie Mei dan siluman iblis tersebut terlihat sudah kehabisan tenaga dan juga energi kekuatan mereka. Tapi tetap saja mereka akan terus bertarung sampai salah satu diantara mereka mati.
'hhhhh, jika seperti ini terus aku pasti akan mati. Sepertinya aku harus memakai kartu terhebat ku sekarang' Batin siluman iblis tersebut. Tiba tiba saja siluman iblis tersebut mengeluarkan kekuatan elemen cahaya yang sangat besar dan sangat kuat untuk menyerang Lie Mei.
Lie Mei berhasil menahan serangan kekuatan elemen cahaya dari siluman iblis tersebut disaat saat terakhir dengan menggunakan kekuatan sihir elemen es nya. "Mu...mustahil ba.. bagaimana bisa kau masih memiliki kekuatan sebesar itu" ucap siluman iblis tersebut tidak percaya sambil menjatuhkan diri ke lantai dengan pasrah tidak bisa mengalahkan Lie Mei.
"ah, aku belum pernah bilang yah kalo kekuatan ku ini bukan kekuatan ku yang sebenarnya. Karena sejak bertarung dengan mu aku masih belum menggunakan kekuatan sihir elemen ku. Tapi aku sedikit kagum dengan mu yang dapat memaksa ku mengunakan kekuatan sihir ku di saat-saat terakhir" Ucap Lie Mei dengan menyeringai.
"baiklah, kita akhiri pertarungan ini. Selamat tinggal" Ucap Lie Mei, lalu menusukkan pecahan es yang runcing ke kepala siluman iblis tersebut.
------•••××{∆∆^\=^}×ו••------
Maaf author hari ini up satu dulu yah.
Seperti biasa besok baru up 3, jangan lupa like dan vote untuk terus mendukung author.
__ADS_1
Maaf kalo ada yang typo. Nantikan chapter berikutnya besok.